Pengorbanan

Swiss, 19.10.87

Aku mau menambahkan di sini bahwa sewaktu di Yunani aku membaca otobiografi Santa Theresia dari Lisieux. Aku terus memikirkan dia, dan sewaktu aku dalam bis kota dan asyik berkontemplasi tentang dia, membayangkan dia penuh kasih, bisnya berhenti dan dalam kontemplasiku terdalam aku melihat tulisan Yunani, “Aku mengasihi Engkau”, berikut dua hati. Setiap huruf setinggi satu inci, tertulis pada atap halte bis; 4 meter jaraknya dariku. Karena inderaku sedang melayang ke planet lain, aku tahu bahwa Santa Theresia menyatakan hal ini kepadaku. Itulah pesannya.

Vassula, ambillah gambar-gambar-Ku yang kausimpan.

(Aku pergi dan mengambilnya dari tempatnya, yaitu gambar dari Yesus pada Kain Kafan Suci. Aku mengira Dia kurang senang bahwa aku menyimpannya).

Mari, berikanlah dua kepada Pastor James dan satu kepada David, Katakan kepada mereka bahwa Aku telah memberkatinya dengan Tangan-Ku. Mereka akan mengerti.

Tulislah kepada Pastor James dan katakanlah bahwa Aku ingin agar ia melakukan Jalan Salib dengan cara sama ketika kalian berdua melakukannya. Vassula, ajaklah David pula.

Aku akan memberkati mereka berdua pada saat Jalan Salib itu. Yang ingin Kuperkenalkan adalah nyala lilin. Aku ingin agar mereka menghormati Bunda-Ku juga dengan menyalakan lilin baginya. Selanjutnya mereka harus menghormati Aku dengan berlutut pada setiap Perhentian.

Vassula, kini Aku, Allahmu, dan engkau, akan bergandengan tangan menyempurnakan Jalan Salib-Ku.

(Lalu hening sejenak …)

Putri, sadarkah engkau bahwa rencana-Ku telah ditetapkan jauh sebelum engkau dilahirkan? Tunggulah, dan engkau akan melihat.

Berisitirahatlah sekarang. Perlengkapilah dirimu dari Aku selalu. Aku mengasihi engkau.

Yesus Terkasih, aku mengasihi Engkau.

Putri, terimalah damai-Ku. Aku akan menjaga engkau tidak kekurangan suatu apa pun. Carilah istirahatmu hanya di Hati-Ku, jangan di tempat lain mana pun.

Tuhan aku bertanya kepada-Mu, apakah ada yang dapat diperbuat untuk menolong putra Ibu X?

Dengarkan Aku. Karya kasih dapat membebaskannya.

Karya siapa, Tuhan?

Karya engkau semua, Vassula.

Yesus Terkasih, kumohon kepada-Mu, berkatilah komunitas di Bangladesh dengan Tangan Ilahi-Mu. Kumohon, berkatilah mereka semua. Dukunglah mereka.

Vassula, katakanlah kepada mereka untuk mengemban kasih-Ku, yang ada di dalam diri mereka. Aku ada di tengah-tengah para terkasih-Ku. Putri, dengan Tangan-Ku Aku memberkati mereka.

(Aku berdoa bagi putra Ibu X).

Percayalah akan apa yang kauminta. Nak, percayalah kepada-Ku.

Yesus, dapatkah Engkau melihat apa yang menjadi masalah putra itu?

Aku dapat.

Apakah Engkau tidak menginginkannya di dekat-Mu Tuhan?

Aku sangat menginginkannya, terkasih, tetapi Setan sedang berkuasa atas dia.

(Aku dengar Setan berteriak, “Aku tidak mau melepas”; ia mengamuk!) Tuhan Yesus, bila Engkau mau aku menderita demi dia dan hal itu akan membawa dia lebih dekat kepada-Mu, lakukankah itu, Tetapi apa yang dapat kuperbuat? Mungkin aku harus pantang air selama 2 hari? (Iklim Swis amat kering dan orang cenderung minum banyak).

Vassula, menderitalah demi dia. Jangan minum cairan apa pun sewaktu engkau memikul Salib-Ku.

Aku akan melakukannya sebagai pengorbanan.

Terkasih, kelak engkau akan mengerti. Perhatikanlah saudaramu, berkorbanlah demi dia. Aku mengasihi dia.

Yesus, aku akan melakukannya.

Engkau Akan Menjadi Tanda Dari Karya-Ku

18.10.87

Putri, maukah engkau memegang Tangan-Ku dan melanjutkan Karya-Ku?

Ya, Tuhan, aku tidak pernah akan mau melepaskan Tangan-Mu.

Vassula, Aku menghendaki supaya apa yang telah Kukatakan sebelumnya, menjadi jelas bagimu. Aku telah menyatakan bahwa Aku akan menubuatkan kejadian-kejadian yang akan terjadi, sehingga tidak akan ada keraguan apa pun, bahwa ini berasal dari Aku.

Yesus, bukankah telah Kaukatakan bahwa akulah satu-satunya tanda yang akan Kauberikan?

Ya, Aku telah mengatakan bahwa engkau akan menjadi tanda dari Karya-Ku. Aku telah merancang rencana-Ku jauh sebelum engkau lahir. Bunga, tetaplah mekar, agar embun Kebenaran-Ku menetes ke dalam dirimu. Isaplah Keutamaan-keutamaan-Ku. Aku ingin agar engkau sempurna. Aku ingin bunga-Ku diperindah, dipenuhi dengan Kesempurnaan-Ku. Aku ingin bunga-Ku menyebarkan harum Mur ilahi-Ku.

Pandanglah Aku, Vassula.

(Aku memandang Yesus).

Semua keinginan-Ku akan terlaksana. Maukah engkau menyediakan lebih banyak waktu bagi-Ku, Vassula?

Waktuku adalah waku-Mu; aku hidup bagi-Mu.

Isilah kembali lampumu, ambillah dari diriku.

Yesus, apa yang dapat kukatakan? Engkau memberi kepadaku sedemikian banyaknya, padahal aku tidak layak apa-apa. Engkau terus memberi kepadaku, dan aku sama sekali tidak dapat memberi apa-apa kepada-Mu, yang sepadan dengan apa yang Kauberi kepadaku. Engkau memberi aku Terang. Engkau membangunkan aku dari kematian. Engkau telah menyembuhkan aku dan mencurahkan karya-Mu atas diriku.

Muliakanlah Aku. Siapakah yang membebaskan engkau, Vassula?

Engkau, Tuhan.

Bolehkah aku mengatakan sesuatu?

Terkasih, katakanlah kepada-Ku1.

Allahku, dengan Belas Kasih-Mu, Kasih dan Kuasa-Mu, lakukanlah terhadap saudara-saudaraku apa yang telah Kaulakukan terhadapku … Bebaskanlah mereka … angkatlah mereka kepada-Mu dan persatukanlah mereka dengan Diri-Mu. Biarkanlah mereka merasakan Kasih-Mu sebagaimana aku telah merasakannya. Aku ingin bersukacita melihat jiwa-jiwa mendekati Engkau. Kemudian, persatukanlah semua orang Kristen dan mereka yang menolak Bunda Suci kita.

Vassula, bersediakan engkau melakukan pengorbanan?

Ya, Tuhan, bila memang aku dapat digunakan seperti itu.

Aku akan menunjukkan kepadamu apa yang Kuinginkan darimu. Terkasih, timbalah selalu dari Aku. Aku mengasihi engkau hai bunga2. Ingatlah, simpanlah air matamu untuk kemudian, saat telingamu akan mendengar bagaimana mereka memperlakukan Bunda-Ku!

Jangan izinkan mereka berbuat demikian lagi.

Vassula, akan tiba harinya, dan hari itu amat dekat, bahwa Gereja-Ku akan memakai satu bahasa. Namun sebelum hari yang mulia itu, akan ada keguncangan-keguncangan yang dahsyat. Sebagian disebabkan karena kesombongan manusia, karena dosa dan karena tidak adanya kasih. Sebagiannya lagi karena Tubuh-Ku terbelah. Biar Kukatakan kepadamu sekali lagi, bahwa Tubuh-Ku akan Kumuliakan dan persatukan.

Bunga, Kasih akan mempersatukan engkau semua. Tulislah hal ini pula.

Hendaknya engkau tetap kecil agar seluruh wibawa datang dari Aku3. Ketahuilah, bahwa keingian-Ku kukuh, kini lebih kukuh dari sebelumnya.

Keinginan-Mu yang manakah Yesus?4.

Vassula, Aku ingin agar kau meneruskan kata-kata ini kepada anak-anak-Ku, yaitu: “Aku, Tuhan, memberkati kalian. Datanglah kepada-Ku”.

Tuhan, tuntunlah aku kepada mereka. Bantulah aku menyebarkan sabda-Mu.

Vassula, bersandarlah pada-Ku. Hiduplah dalam Terang-Ku dan beristirahatlah.

  1. Kedengarannya Allah seperti seorang Bapa yang toleran.
  2. Mataku telah berlinang.
  3. Aku rasa Yesus meneruskan tanpa menjawab.
  4. Yesus di dekatku, mengisyaratkan agar aku bangun.

Pujalah dan Hormatilah Bunda-Ku

10.10.87

Yesus?

Aku Yang Ada.

Oh, Yesus, aku tidak pernah tahu bahwa orang-orang Kristen tidak percaya. Maksudku: tidak menghormati St. Maria. Tidak pernah kutahu apa perasaan mereka mengenai dia. Tidak pernah kutahu bahwa ada perbedaan dahsyat antara otang-orang Kristen. Aku tidak tahu bahwa keadaannya begitu buruk.

Oh, Vassula, lebih buruk daripada yang kaupikirkan.

Oh, Yesus, mengapa keadaannya begitu buruk?

Sebab, Vassula, Tubuh-Ku telah terbelah. Aku menghendaki Tubuh-Ku dipersatukan!

Apakah nantinya mereka akan menghormati Bunda Suci kalau mereka sudah dipersatukan?

Mereka akan, nak.

Apakah kata “mereka akan” harus kupahami dalam arti ‘mereka akan menghormatinya’ atau dalam arti ‘hal ini akan terjadi’?

Aku akan menekuk mereka. Aku akan menekuk lutut mereka dan mereka akan menghargai dan menghormati Bunda-Ku.

Ya, Yesus.

Hai kecil, Aku akan menghidupkan Gereja-Ku. Mari. “Kita”?

Ya, Tuhan.

Jadilah Papan Tulis-Ku

6.10.87

Aku merasa miskin. Dan aku memang miskin. Aku tidak menyenangkan hati Allah, sebab ketidaktahuanku dan lamban dalam memahami. Aku tidak bahagia dengan diriku sendiri. Ia begitu tepat tentang aku sebagai insan ciptaan-Nya yang benar-benar paling malang.

Sekarang aku tidak suka berbicara tentang bagaimana ini mulai, sebab aku sadar bahwa aku berbicara tentang diriku sendiri. Benar-benar jelek. Sangar jelek. Tetapi para sahabat dan masyarakat ingin mendengar, bagaimana ini mulai. Aku terpaksa memberi penjelasan dan semakin banyak aku berbicara, semakin aku tidak dapat menghindari perasaan kehinaan, setiap kali aku mengatakan sesuatu tentang diriku sendiri. Halnya sebegitu jauhnya, sehingga aku memutuskan bahwa mulai sekarang aku tidak akan memberi penjelasan tentang bagaimana ini mulai supaya aku terhindar dari kenyataan bahwa aku berbicara tentang diriku sendiri. Aku berpikir bahwa mereka bisa mendapat informasi dari orang-orang lain. Bila mereka bersikap ingin tahu, mereka tidak akan dipuaskan oleh diriku. Bila mereka ingin membaca, sebab percaya, maka Allah akan menerangi mereka. Aku tidak akan menjadi saksi bagai diriku sendiri. Aku akan menyerahkan segala-galanya ke dalam tangan Allah. Hal mustahil Ia jadikan mungkin, sehingga mulai sekarang aku hanya akan menjadi sebuah pensil dan kertas bagi-Nya, juru tulis-Nya, seorang sekretaris yang diajarkan oleh-Nya untuk mengasihi-Nya serta mencatat sabda-sabda-Nya. Aku akan menjadi papan tulis bagi-Nya.

Ya, jadilah papan tulis-Ku yang membiarkan Aku mengukir Sabda-sabda-Ku padamu.

Namun jadilah lembut, supaya Sabda-Ku dapat diukir padamu secara mendalam.

Aku tidak sadar bahwa aku duduk di lantai. Ia memandang aku untuk mengingatkan aku. Aku berlutut.

Aku mengasihi engkau, Vassula. Bersama-sama, engkau dan Aku, kita berbagi Salib-Ku. Dengarkanlah Aku, Vassula. Engkau adalah terkasih Jiwa-Ku. Belumkah engkau paham? Rasakan, rasakanlah, betapa Allahmu mengasihi engkau. Anak-Ku, Mempelai-Ku yang amat tersayang.

Aku merasa Yesus menyelimuti aku dalam diri-Nya.

Vassula, dengarkanlah. Seluruh surga menggemakan seruan-seruan-Ku. Keinginan-Ku tak terguncangkan dan pasti sampai ke telingamu. Aku menghendaki keluwesan. Bagaimana kalian dapat bersatu, kalau tidak luwes?

Aku ingin mempersatukan Gereja-Ku. Maukah kalian merasakan Aku dan mendengarkan Suara-Ku?

Allahku, mengapa Engkau tidak membiarkan para pemimpin Gereja mengenal amanat-amanat-Mu?

Vassula, dengarkanlah. Aku telah menyatakan Wajah-Ku kepada saudara-saudara-Ku yang terkasih.

Siapa saja yang Kaumaksudkan, Tuhan?

David dan Pastor James.

Yesus, terangilah mereka supaya mereka melaksanakan keinginan-keinginan-Mu. Bertindaklah dalam diri mereka dan bimbinglah mereka.

Akan Kulakukan. Percantiklah Gereja-Ku. Kasihilah Aku. Ecclesia (=Gereja) akan hidup kembali!

Aku melihat sebuah gambar Yesus yang indah sekali, Agung dan Mulia. Sebuah gambar Yesus yang indah, jaya sebagai Raja. Ia menunjukkan kepadaku sebuah tanda dengan Tangan-Nya yang ke atas dan memberi tanda dengan jari-jari-Nya yang terangkat. Aku berpikir bahwa lewat tanda itu Ia memberi aku aba-aba KEMENANGAN.

Jadilah Korban Kasih-Ku

5.10.87

Ampunilah aku, Tuhan, akan ketidaklayakanku menyeluruh dan kegagalan-kegagalanku serta tidak adanya kebaikan apa pun sehingga membuat aku terus melukai Engkau dalam Kehadiran-Mu.

Aku mengampuni engkau sepenuh-penuhnya.

Aku mengasihi Engkau, Tuhan yang baik.

Setiap kali engkau mengatakan kepada-Ku. “Aku mengasihi Engkau”, Aku tidak akan memandang seluruh kemalanganmu. Aku menutup mata terhadapnya. Aku akan menghentikan Keadilan Ilahi-Ku supaya jangan memukul dirimu, Vassula, sebab sesungguhnya engkau malang secara tak terucapkan. Engkau meredakan murka-Ku dengan berkata kepada-Ku, “Aku mengasihi Engkau”.

(Yesus tampak keras; aku takut pada-Nya.) Aku takut pada-Mu.

Aku adalah Kasih. Maka jangan takut pada-Ku.

O Yesus, seandainya aku tidak sejahat ini, yang kurang berterima kasih dan dengki.

Aku kasihan padamu dan karena kasihan itu Aku jarang menyalakan murka terhadap dirimu.

Aku tahu, bahwa diriku tidak pantas menerima setetes rahmat pun. Engkau terlalu baik terhadap aku, sabar. Engkau tidak pernah murka terhadap aku. Engkau mengasihi aku berikut kesalahan-kesalahanku. Engkau memanjakan aku.

Vassula, demikianlah Kerahiman-Ku!

Yesus.

Aku Yang Ada.

Allahku.

Aku Yang Ada.

Aku mohon, ajarlah aku mengasihi Engkau lebih dan sesuai dengan kehendak-Mu, supaya Engkau mengasihani aku dan supaya aku dapat menghormati Engkau.

Hai kecil, Aku adalah Guru ilahimu yang akan mengajarkan engkau. Jangan pernah ragu-ragu. Jangan pernah meragukan Pengampunan-Ku.

Tidak, Tuhan, aku tidak akan meragukannya. Jadikanlah aku layak bagi-Mu demi Rahmat-Mu dan pendekatan-Mu kepadaku. Izinkanlah aku memuliakan Engkau. Laranglah aku berbuat dosa dan hindarkanlah aku dari kecenderungan terus-menerus untuk melukai Engkau dengan dosa-dosaku.

Berkatilah Aku.

Yesus, aku memberkati Engkau. Bapa, aku mengasihi Engkau.

Aku ingin melihat engkau di Jalan Salib-Ku.

O Yesus, bagaimana? Aku mau, tetapi bagaimana? Dengan siapa? Siapa yang akan membimbing aku? Di sini tidak ada Pastor James.

(Karena putus asa, mataku jadi basah.)

Simpanlah air matamu untuk nanti, ketika engkau akan mendengar penghinaan-penghinaan yang diucapkan terhadap Bunda-Ku.

O Yesus, tolonglah.

Putri, bersandarlah pada-Ku. Biarkanlah Aku mendidik engkau. Senangkanlah hati-Ku dengan menjadi lentur seperti engkau sekarang. Mari, tinggallah di dekat Aku. Aku mengasihi engkau.

Aku mengasihi Engkau, Yesus. Kasihanilah aku karena ketidaktahuanku.

Aku mengasihani. Sukacitakanlah Aku, dan katakanlah:

Tuhan, biarkanlah Aku menjadi korban-Mu,
korban Kasih-Mu yang membara.

Aku ingin menyembah Engkau,
Engkau semata-mata
terbentang pada Salib-Mu bersama-Mu,
dengan tidak pernah memandang ke kiri atau ke kanan

Aku ingin memuaskan dahaga-Mu
dengan memperoleh jiwa-jiwa bagi-Mu,
sebagai korban Kasih-Mu.

Aku akan menjadi Korban kasih-Mu.
Aku Mengasihi Engkau.

Ucapkanlah ini!

(Aku mengucapkannya.)

Mulai sekarang engkau tidak pernah akan meninggalkan Hati-Ku, Vassula. Pilihlah, Vassula: hidupmu atau hidup sebagai korban. Pilihlah.

Yesus, aku tidak mau Engkau meninggalkan aku. Aku ingin tinggal bersama-Mu, di samping-Mu.

Kalau begitu, engkau telah memilih dengan tepat. Engkau akan menyerupai Aku, menjadi korban Kasih. Bunga, engkau akan berkembang di bawah Terang-Ku.

Aku berterima kasih kepada-Mu. Aku memberkati Engkau atas segala sesuatu yang Kauberi kepada-Ku dan atas belas kasih yang Kautunjukkan kepadaku.

Terimalah Damai-Ku, putri. Jangan pernah lupa akan Kehadiran-Ku. Izinkanlah Aku

Kain Kafan Suci-Ku Sungguh-sungguh Otentik

2.10.87

Inilah Aku. Yesus. Biarlah diketahui bahwa setiap gambar yang memperlihatkan Aku atau Bunda-Ku harus dihormati, sebab mewakili Kami, sama seperti Salib-Ku mewakili Aku. Biarlah diketahui bahwa Kain Kafan Suci-Ku sungguh-sungguh otentik. Kain Kafan itu sama dengan yang membungkus Aku dulu, yang diberkati oleh-Ku. Vassula, masuklah ke dalam Hati-Ku. Biarkanlah Aku menyembunyikan engkau di situ. Beristirahatlah. Mari, datanglah kepada Bapamu.

Aku merasakan Allah menyelimuti aku. Aku dibungkus oleh-Nya dan aku bahagia.

Aku Haus, Vassula!

1.10.87

(Pagi hari.)

Sepanjang pagi aku sibuk dengan seorang tamu yang datang kepadaku dan mencoba menjual kepadaku produk-produk kosmetika. Pertemuan itu sama sekali tidak perlu terjadi dan merupakan pemborosan waktu saja. Tetapi tamu itu dikirim oleh seorang sahabatku.

Hai kecil, Aku mengasihi engkau secara tak terungkapkan. Aku adalah Terkasihmu.

Mengapa, Vassula? Jangan menjauh daripada-Ku. Dugaanmu tepat1. Kasih-Ku berkobar lagi dan ketika ini terjadi, Aku mengizinkan Diri-Ku menuntut Kasih. Aku ingin engkau hidup bagi-Ku saja. Aku menghendaki matamu terpusat pada-Ku. Pandanglah Aku. Kasihilah Aku. Harumkanlah Aku. Hiasilah Aku. Berkatilah Aku. Inginkanlah Aku. Bernapaslah bagi-Ku. Senyumlah bagi-Ku saja. Katakanlah kepada-Ku, berapa banyaknya engkau mengasihi Aku, Allahmu. Berusahalah membawa orang-orang lain kepada-Ku. Puaskanlah dahaga-Ku yang tidak terpuaskan. Aku haus, Vassula!

Aku haus akan kasih. Aku haus akan jiwa-jiwa. Vassula, mengapa engkau membawa kepada-Ku pesaing-pesaing? Jangan membawa pesaing-pesaing lagi, janganlah! Agungkanlah Aku. Aku telah memberi kepadamu dengan berlimpah-limpah. Tidak maukah engkau memberi Aku balasan atas segala sesuatu yang Kuberikan kepadamu? Aku telah berjalan-jalan denganmu di dalam taman sukacita-Ku. Kita telah berbagi keindahannya. Aku telah menikmati sukacita-Ku dan penderitaan denganmu. Aku telah meletakkan Salib-Ku atas dirimu. Kita berbagi Salib itu bersama-sama, yaitu berbagi penderitaannya, kesedihannya dan kesakitannya. Kita berbagi Kasihnya. Bukankah Aku telah menaruh engkau pada dada-Ku untuk memberi makan kepadamu, menyembuhkan engkau? Aku telah memilih dirimu sebagai mempelai-Ku, sambil berbagi Salib-Ku sebagai pelamin persatuan kita. Maukah engkau memandang Aku?

(Aku memandang wajah Yesus.)

Dapatkah pernah Aku meninggalkan engkau suatu ketika, hai bunga? Akulah Dia yang paling mengasihi engkau. Tinggallah di dekat Aku, di sini2. Dengarkanlah. Aku akan semakin mengetatkan ikatan-ikatan kita. Aku menghendaki engkau lebih dekat. Aku menghendaki engkau satu dengan Aku. Siapakah yang pertama merangkul engkau?

Bagaimana, Tuhan?

Akulah yang pertama yang telah menguduskan engkau dan melihat dirimu. Vassula, Aku telah menciptakan engkau bagi-Ku. Biarlah Aku mengingatkan engkau, siapa dirimu: engkau tidak lain daripada debu dan abu. Hanya karena kerahiman-Ku yang tidak terhingga, telah Kubangkitkan engkau dari antara orang-orang mati. Ingatlah akan hal ini selalu.

Pendeta datang dan aku memperlihatkan kepadanya wahyu ini. Pertama-tama, ia tidak percaya. Lalu ia menyangkal St. Maria sebagai Bunda Suci kita dan berkata bahwa ia tidak pernah mendengar tentang penampakan-penampakan. Ia tidak mempercayai Karya-karya Spiritual apapun. Ia bersikap negatif terhadap lukisan suci. Ia barangkali berpikir bahwa aku tidak normal.

Vassula. Aku Kaya. Tetapi hanya sedikit saja orang yang tahu Kekayaan-Ku!

Ketika Aku masih berdaging (=hidup di bumi), bukankah Aku dibenci? Bukankah orang memandang Aku dengan hina? Bukankah orang menyebut Aku penghujah? Bukankah Aku ditolak seperti batu yang dibuang oleh para pekerja bangunan, namun yang menjadi batu penjuru?

Hormatilah Aku dengan menerima penghinaan, matiraga. Rendahkanlah dirimu. Jadilah seperti Aku. Ingatkah engkau?

Bukankah telah Kukatakan bahwa engkau harus mengabdi kepada-Ku di tengah-tengah kemalangan. Tidakkah Kukatakan kepadamu bahwa engkau tidak akan punya waktu istirahat? Terimalah yang Kutawarkan kepadamu. Jangan takut hidup bermatiraga. Akan Kutinggalkan dua tetes Darah dari Hati-Ku yang Berdarah3 pada hatimu, sambil menaunginya secara menyeluruh. Dikuduskanlah oleh Tangan-Ku, hiduplah dalam Terang-Ku. Belajarlah menjadi orang yang ditolak.

Aku merasakan St. Maria di dekat aku. Santa Maria?

Nyalakanlah sebuah lilin bagi-Ku, Vassula, dan adakanlah silih atas kesalahannya. Mintalah supaya Yesus mengampuninya. Maukah engkau melakukannya bagi-Ku?

Aku mau, Santa Maria.

Adakanlah silih, terkasih, jangan ragu-ragu akan Karya-karya Yesus. Hormatilah Kami.

Aku akan melakukannya, Santa Maria.

  1. Aku dapat merasakan Hati Yesus berkobar lagi penuh dengan kasih.
  2. Tampak seolah-olah Yesus tiba-tiba mendapat suatu gagasan, Ia berhenti bicara dan menunjuk pada tumit kita yang diikat satu sama lain.
  3. Yesus tampaknya sedih sekali waktu mengatakannya. Kesedihanku tidak berarti apa-apa dibanding kesedihan-Nya. Aku ingin menghibur Dia dalam Kesedihan-Nya dan melupakan kesedihanku.

Aku Tidak Akan Melindungi Kaum Kain

29.9.87

Allahku, Engkau tampak begitu tidak bahagia karena sejumlah jiwa para imam-Mu.

Vassula, mereka bertanggung jawab atas sekian banyak jiwa. Mereka bukan hanya jatuh sendiri melainkan menyeret serta sekian banyak jiwa lain.

Tetapi, Tuhan, di antara mereka pasti ada banyak yang baik, yang mengasihi Engkau, yang berkarya sesuai dengan kehendak-Mu. Aku mengenal beberapa yang demikian.

Ah, Vassula, ada banyak yang mengikuti petunjuk-petunjuk-Ku, yang berkorban, hidup rendah hati, saling mengasihi, memberi makan kepada domba-domba-Ku. Mereka adalah garam bumi, Jiwa-Ku. Mereka adalah kaum Habel-Ku. Mereka itu pelipur lara bagi Luka-luka-Ku yang meringankan penderitaan-Ku.

Namun sedihnya, di antara mereka ada para Kain juga, panah-panah bagi Tubuh-Ku, yang licik, yang buta karena kepongahan, jahat dan dikuasai oleh kecenderungan-kecenderungan yang tercela. Mereka itu duri-duri dalam Kepala-Ku. Dosa mereka banyak. Guru mereka adalah kemunafikan. Dan terhadap merekalah Keadilan Ilahi-Ku bergejolak.

Peganglah Tangan-Ku, putri, tinggallah di dekat Aku dan Aku akan menunjukkan duri-duri itu kepadamu. Aku akan mengantarkan engkau dengan kekuatan ilahi-Ku kepada inti kedalaman Tubuh-Ku. Aku akan membiarkan engkau mengenali ujung tombak. Aku tidak akan melindungi kaum Kain, Vassula. Sebab mereka punya apa untuk dipersembahkan kepada-Ku?

Tangan mereka kosong dan mereka tidak punya apa-apa untuk dipersembahkan kepada anak domba-domba-Ku. Mereka suka menampakkan diri mereka di hadapan umum. Mereka suka, kalau disalami dengan sikap penuh hormat. Mereka itu mirip garam yang kehilangan rasanya.

Sungguh, Aku berkata kepadamu, putri, mereka itu kaum Farisi masa kini!

O, Allah, ini mengerikan.

Vassula, karena alasan inilah apa saja yang telah tersembunyi akan ditempatkan dalam terang dan apa saja yang ditutup-tutupi akan dibuka. Sebab inilah kehendak-Ku. Mari, jangan lupa akan Kehadiran-Ku.

Tidak, Tuhan. Aku memandang Engkau sebagai Bapaku yang Kudus, Sahabat yang Kudus, dan aku memandang St. Maria sebagai Bundaku yang Suci. Kalian adalah Keluarga Kudusku. Bagaimana mungkin aku melupakan Engkau?

Terkasih, Aku adalah Mempelaimu juga. Aku ingin engkau mengasihi dengan cara ini. Kasihilah Kami dengan mesra, namun jangan pernah engkau lupa bahwa Kami ini Kudus – sambil menghormati Kami. Kami adalah Keluarga Kudusmu. Aku adalah Allahmu. Waspadalah.

Ya, Tuhan.

Mari kita pergi.

Mari.

Mereka Tidak Mengakui Aku

28.9.87

Vassula, bahagiakah engkau bahwa Aku telah membebaskan engkau?

Ya, Allahku, aku amat bahagia bersama-Mu. Aku merasa melekat kepada-Mu dan bahagia.

Percayakah engkau sekarang bahwa Aku telah mengikat engkau dengan ikatan-ikatan Kasih?

Aku kini percaya, ya Tuhan.

Hai kecil, berkatilah Aku.

Aku memberkati Engkau, Yesus, dan aku mengasihi Engkau serta berterima kasih kepada-Mu.

Vassula, tahukah engkau bahwa tanda-tanda yang telah Kuberikan dan yang tetap akan Kuberikan, diberi agar Nama-Ku dikenal oleh kalian, supaya dengan demikian Kasih yang ada pada-Ku terhadap kalian semua dapat tinggal dalam diri kalian, dan supaya Aku dapat berada dalam diri kalian? Tetapi banyak jiwa para imam-Ku tidak mengakui Aku di hadapan manusia.

Bagaimana, Tuhan?

Dengan tidak mengakui tanda-tanda-Ku, mereka tidak mengakui Aku, Allah mereka. Bukankah telah Kukatakan bahwa manusia yang tidak mengakui Aku di hadapan orang tidak akan diakui dihadapan para malaikat-Ku? Bukankah telah Kukatakan bahwa Aku akan tetap berusaha memperkenalkan Nama-Ku kepada kalian?

Maka, mengapa mereka ragu-ragu apakah Aku berada di antara kalian dan bahwa karena Kerahiman-Ku Aku memberi kepada kalian tanda-tanda dan mukjizat-mukjizat yang hampir tidak dihargai? Biarlah Aku mengatakannya kepadamu, putri: mereka telah mengambil kunci pengetahuan! Mereka sendiri tidak memasukinya dan tidak membiarkan orang lain pun memasukinya padahal mereka menghendakinya!

Allahku! Engkau tampak begitu murka, Tuhan!

Vassula, saatnya telah tiba untuk memuliakan Aku. Waspadalah dan berdirilah di dekat Aku. Aku mengasihi engkau, hai kecil. Bersatulah dengan Aku.

Ya, Tuhan.

“Kita”?

Ya, “kita”.

Mari.

Rindu Akan Diri-Ku

28.9.87

Yesus memanggil aku. Sama seperti Dia, demikian pun aku amat rindu menemui-Nya. Aku tidak tahu mengapa, tetapi rasanya telah berlalu beberapa abad sejak kami ada bersama.

O, datanglah, hai terkasih! Betapa tidak sabar Aku telah menantikan saat ini untuk berjumpa denganmu lewat cara ini! Bersama-sama, Vassula, bersama-sama, engkau dan Aku akan menguduskan Garabandal. Sebab tempat itu Kudus, sejak Bunda-Ku dan Aku menampakkan diri di sana.

Terjadilah kehendak-Mu, Tuhan.

Vassula, sikap ketakutan1 bukanlah dosa. Akulah yang mengatakannya kepadamu.

Aku bahagia mendengarnya. Tiba-tiba jiwaku merindukan Dia.

Pandanglah Aku. O kecil, rindu akan diri-Ku memuliakan Aku. Rindulah pada-Ku. Aku telah menebus dirimu dengan harga Darah-Ku.

Vassula, mengapa engkau mencari-cari Pembimbing Spiritual?

Aku tidak tahu.

Bersama Aku, engkau akan belajar. Sebab Aku adalah Kebijaksanaan dan Kebenaran. Datanglah kepada-Ku dan Aku akan mendidik engkau. Vassula, Aku mengasihi engkau.

Katakanlah kepadanya2 begini: Aku akan membaharui Gereja-Ku. Aku akan menghidupkan kembali Gereja. Aku telah memilih engkau untuk berkarya bersama-Ku. Vassula, jumpailah dia, bicaralah dengan dia. Muliakanlah Aku dengan mengatakan kepadanya bagaimana Aku telah mengajarkan engkau untuk menyenangkan hati-Ku, sambil memuliakan Aku3.

Kasihilah Aku, Vassula, sebab kasih melindungi terhadap keadilan ilahi yang hampir akan menimpa para pendosa.

  1. Aku berpikir-pikir apakah sikap ketakutan merupakan suatu dosa.
  2. “Kepadanya”, yaitu kepada imam Karismatik. Ia baru di sini, baru dipindahkan.
  3. Lewat gambar Kain Kafan Suci.