Aku Adalah Terang

Sehabis masa pengajaran dan pemurnian. Buku catatan 1-6.

20.9.86

Damai sertamu.

Dapatkah aku bersama-Mu?

Ya, engkau bersama-Ku. Aku adalah Terang.

Dapatkah aku dekat pada-Mu?

Engkau dekat Aku, engkau di dalam diriku. Akulah Terang.

Dapatkah Engkau menlindungi aku?

Engkau dilindungi oleh-Ku.

Dapatkah aku bersandar pada-Mu?

Engkau dapat bersandar pada-Ku.

Aku membutuhkan kekuatan-Mu untuk mempertahankan imanku.

Engkau diberi kekuatan.

Aku membutuhkan kasih-Mu.

Engkau Kukasihi. Aku adalah Terang dan Aku bersinar supaya semua orang melihat. Jangan takut. Jalan-Ku lurus. Jalan-Ku akan mengantarkan engkau kepada-Ku. Aku akan berjumpa denganmu, dan engkau akan mengenal Aku, sebab Aku memancarkan Damai dan Kasih.

Datanglah kepada-Ku. Dapatkah engkau melihat Aku? Dapatkah engkau mendengar Aku? Jangan takut. Janganlah berdiri di situ, dalam kegelapan. Lihatlah, kakimu sudah disembuhkan[1. Yesus berbahasa kiasan.]; engkau dapat berjalan lagi. Lihatlah, penglihatanmu sudah pulih. Aku telah menyembuhkan engkau. Aku telah menyembuhkan rasa malumu dan Aku telah mencuci dosa-dosamu.

Pakailah kakimu untuk berjalan kepada-Ku, matamu untuk melihat Aku, imanmu untuk menjumpai Aku. Aku adalah Penebusmu. Aku adalah Damaimu. Aku Yesus, mengasihi kalian semua.

Bertobat dan Mengenal Yesus Hanya dari Membaca Buku

Segala kemuliaan dan pujian untuk Yesus!

Saya lahir di sebuah keluarga Hindu India di kota Kalkuta. Saya tidak pernah tahu tentang Yesus atau pergi ke Gereja sebelumnya. Pada usia 18 tahun, saya memutuskan pergi ke negara bagian Maharastra untuk studi di Universitas. Saya lulus test di sebuah universitas teknik di sebuah kota kecil Kolhapur. Universitas itu terletak di pinggiran kota sama halnya dengan semua universitas-universitas yang lain. Pada tahun ketiga saya menderita depresi dan segala sesuatunya berjalan di luar yang saya harapkan. Ketika saya tinggal di sebuah asrama pria, melalui seseorang saya mendapatkan sebuah buku True Life In God Jilid IV. Saya tidak tahu buku ini tentang apa. Saat itu tahun 1999. [Read more…]

Mendengar “Suara” yang Pernah Dikenal Sejak Masa Kecil Yesus

Kisah saya mengenai “True Life In God” dimulai dengan ketidaksetujuan saya pada buku tersebut.  Selama lebih dari 25 tahun saya menjadi direktur spiritual dari sebuah mistik. (Saya menerima jabatan ini dengan sepengetahuan uskup kami dan terus menjabatnya atas permintaan beliau.) Saya juga seorang pengusir setan di lingkungan keuskupan. Saya tidak banyak tahu tentang tulisan-tulisan Vassula, dan seperti halnya orang lain yang mendengar tentang dia, saya mengandalkan informasi dari tangan kedua atau ketiga, yang beberapa di antaranya adalah orang yang saya kagumi dan percayai, dan itu membentuk opini saya bahwa dia dan tulisan-tulisannya sangat patut dicurigai dan dihindari. Saya bahkan memberitahu beberapa umat Katolik yang tertarik kepadanya untuk tidak berhubungan dengannya. [Read more…]

Kesaksian setelah membaca Buku True Life in God.

Setelah membaca buku True Life in God by Vassula Ryden, tidaklah heran mengapa Yesus mengatakan di dalam buku itu bahwa semua Amanat – amanat Yesus yang tertulis dalam buku True Life in God itu dijaga oleh para Malaikat Allah dengan penuh semangat berapi api di Surga. Karena setelah saya membaca amanat Yesus dalam buku ini, saya sungguh merasakan suatu pandangan, perasaan, pengetahuan yang baru tentang Allah yang  merubah seluruh cara hidup dan mindset saya sehari – hari. Suatu anugerah besar bagi saya karena saya merasa tidak mungkin meraihnya sendiri, ini semua hanya semata – mata pemberian gratis dari Allah untuk umatnya yang malang dan bodoh ini.  Dengan buku ini seolah – olah kita bisa secara instan mengerti keagamaan terutama spiritualitas Katoliknya merasakan keakraban dengan Allah, yang mana biasanya keakraban dengan Allah itu butuh waktu bertahun – tahun lamanya diiringi doa dan meditasi. Saya tidak mengatakan bahwa doa dan meditasi tidak penting. Itu penting sekali dan masih saya lakukan untuk pencapaian keakraban dengan Allah (transformasi dengan Yesus) semaksimal mungkin. Saya hanya ingin mengatakan bahwa semenjak membaca buku ini, saya seperti dibawa langsung pada keakraban yang sepertinya seharusnya digali bertahun – tahun lamanya. [Read more…]

1-Kehilangan Arah Hidup

kompasSemasa kecil, di kota Malang, saya dididik dalam keluarga Katolik yang lumayan taat, dengan disiplin yang ketat. Semua kegiatan keagamaan diikuti oleh seluruh anggota keluarga. Mengikuti Misa Kudus hari Minggu, hari biasa dan Jumat pertama; Ibadat Pujian Sabtu sore; mengaku dosa seminggu sekali; berpantang dan puasa pada masa Paskah; doa bangun tidur; doa sebelum dan sesudah makan; doa malam bersama anggota keluarga; kegiatan komunitas-doa bersama dan lainnya; misa  misa dalam masa Natal dan Paskah; mohon misa kudus pada saat saat khusus:  saat ujian sekolah, bagi arwah yang meninggal,  syukuran; adalah hal hal yang biasa dilakukan. [Read more…]