Hati-Ku Adalah Lembah Kasih Tanpa Batas

1.2.87

Vassula, inilah Aku, Yesus Kristus. Aku mengasihi engkau. Amanat apa pun yang berisi tuduhan-tuduhan atau kata-kata keras – ketahuilah – tidak datang dari Aku. Aku adalah kasih, kasih, kasih.

Hati-Ku adalah lembah kasih tanpa batas. Bimbingan yang Kuberikan kepadamu telah disesuaikan dengan keadaanmu. Pandanglah dirimu sebagai anak kecil yang baru mulai belajar melangkah. Tidak ada orang yang mengharapkan seorang anak kecil berjalan dengan penuh keyakinan dan percaya diri. Bimbingan-Ku adalah bagi seorang pemula. Aku mengajarkan engkau langkah demi langkah dan setiap langkah yang kaulaku kan bersama-Ku Kuberkati. Aku adalah Bapamu yang menolong engkau dan mengajar engkau, anak-Ku, untuk berjalan bersama-Ku. Ini lah jawaban-Ku terhadap pikiranmu. Aku mengasihi kalian semua dengan cara yang sama.

Apakah engkau berbicara tentang jiwa-jiwa yang dipilih secara khusus?

Bukankah engkau seorang pilihan? Aku mengasihi kalian semua. Putri, betapa Aku telah rindu untuk memiliki engkau dekat pada-Ku. Betapa Aku telah rindu, supaya engkau mengasihi Aku. Betapa Aku telah rindu, supaya anak-anak-Ku tercinta lain mengasihi Aku pula. Aku memanggil mereka. Setiap hari dan setiap malam Kuhabiskan waktu di depan pintu mereka, sambil menanti dan mengharapkan suatu jawaban. Terus menerus Kuamati mereka. Pandangan-Ku tidak pernah terlepas dari mereka. Aku memperhatikan mereka dengan penuh kesedihan. Seandainya mereka tahu, betapa miskinnya jiwa mereka! Ah, seandainya mereka tahu, betapa mereka merugikan dan melukai jiwa-jiwa mereka. Aku berada dekat kalian. Aku memanggil kalian, supaya kalian datang kepada-Ku. Jangan takut!

Aku tidak akan mencela kalian. Aku tidak memanggil kalian untuk mencela dosa-dosa kalian. Aku memanggil kalian supaya kalian menemui Aku, biarpun selama beberapa menit saja. Datanglah kepada-Ku, hai jiwa-jiwa yang miskin. Datanglah menemui Aku, agar kalian mengenal Bapa yang penuh kasih. Dia sendiri akan memberi kalian makan dengan Tubuh-Nya sendiri. Ia akan meredakan dahaga kalian dengan Darah-Nya1 sendiri, Dia akan menyembuhkan kalian, jika kalian sakit. Ia akan menghibur kalian, jika kalian gusar. Ia akan merangkul kalian dengan Kasih-Nya dan menghangatkan, jika kalian kedinginan. Janganlah menolak Aku. Aku adalah Kasih dan Aku mengasihi kalian, biarpun kalian jahat. Kukatakan bahwa Aku mengasihi kalian, biarpun kalian membenci Aku. Aku adalah Allah penuh iba, selalu siap menerima kalian dan mengizinkan kalian hidup di dalam Hati-Ku.

Putri, betapa Aku menderita melihat mereka terlena, sementara mereka sedikit demi sedikit semakin tenggelam ke dalam jurang kehinaan dosa. Ah, seandainya mereka dapat tahu, betapa kejahatan-kejahatan mereka merugikan jiwa-jiwa mereka!

Aku berkata kepada kalian bahwa hidup kalian di bumi hanyalah sebuah bayangan yang lewat, tetapi hidup kalian di Surga akan ber langsung secara kekal. Di sana kalian akan hidup kekal dekat Pencipta kalian, dalam Kemuliaan-Nya, sebab – biarlah Aku mengingatkan kalian kembali – kalianlah anak-anak milik-Nya.

Vassula, dalam amanat berikutnya akan Kupanggil semua mereka yang menganiaya Aku dan menghina Nama-Ku.

Ya Tuhan.

  1. Bdk. Yoh 6:48-51.

Engkau Bebas Memilih

21.1.87

Pastor itu menyebabkan aku banyak menderita. Sesuai dengan yang dinubuatkan Allah kepadaku, pada tanggal 16 ia mengirim kepadaku selebaran kutipan dari segala macam teori untuk membuktikan bahwa ini karya si jahat. Ia mengirim juga kepadaku, seperti dinubuatkan Allah, sebuah teori tentang alam bawah sadar, okultisme1 dan satanisme2. Selain itu sepucuk surat yang berisi himbauan untuk menghancurkan tulisan-tulisan itu dan memperingatkan orang – demi kepentinganku sendiri dan kepentingan orang-orang lain – bahwa semuanya ini berasal dari si jahat.

Aku berkata kepadanya bahwa aku telah menaati permohonannya untuk mengucapkan 3 doa itu, dan bahwa aku berhenti menulis untuk mengetahui hasilnya.

Tetapi aku tidak yakin bahwa ia percaya kepadaku. Sebab ia pergi untuk menceritakan hal ini kepada seorang pastor lain (yang justru percaya bahwa tulisan-tulisan ini dari Allah dan mendukung aku), sambil berkata bahwa tulisan-tulisan ini dipengaruhi Setan, dan bahwa aku malah tidak mengucapkan ketiga doa seperti yang dimintanya dari aku! Ia malah menimbulkan kecemasan dalam diri pastor lain itu, sehingga dia yang mendukung aku, minta supaya aku menyerahkan kepadanya 2 buku catatan terakhir untuk dibacanya.

Keesokan harinya, setelah membulatkan pendapatnya sendiri, ia minta supaya aku tetap menulis. Namun aku tahu bahwa yang satu itu, yang yakin bahwa ini karya si jahat, berbuat demikian karena ia mencintai Gereja dan melindungi Gereja. Oh, seandainya ia dapat melihat dengan lebih jelas! Ia mau menyelamatkan aku karena yakin bahwa hal ini berasal dari si jahat. Aku berharap bahwa suatu hari ia akan memahami. Aku berdoa kepada St. Maria. Salah apa yang kulakukan?

Ah putri, betapa aku menderita bersamamu.

Salahkah aku kalau aku ingin orang-rang kain mengasihi Allah, dan memperlihatkan kepada mereka amanat-amanat-Nya?

Tidak. Engkau tidak melakukan salah apa-apa. Akulah Maria Bunda Dukacita. Vassula, aku selalu di dekatmu. Tinggallah beserta Kami. Datanglah kepada Kami demi penghiburan. Mereka tidak mengerti Kekayaan Kami. Mereka telah menutup hati mereka untuk selamanya. Engkau adalah salah satu dari sekian banyak tanda yang telah Kami berikan kepada mereka. Tetapi mereka tampaknya terus menerus tidak mengerti. Allah telah memberi semangat kepadamu untuk mendengarkan seruan-Nya. Vassula, setiap kali engkau mendekatkan satu jiwa kepada Allah, Ia senang sekali dengan dirimu. Yesus, Putra-Ku, dan aku senantiasa di sampingmu. Waspadalah, sebab si jahat mengamuk karena dirimu. Ia berusaha mematahkan semangatmu. Cara mereka3 memerangi engkau ialah dengan menambah kata-kata keliru untuk membelokkan engkau. Ingatlah hal ini selalu dan jangan sekali-sekali melupakannya. Inilah senjata yang mereka pakai untuk melawan engkau. Aku di dekatmu sambil melindungi engkau.

Dapatkah aku mengenali si jahat?

Aku selalu akan memberitahukan kepadamu. Percayailah aku. Yesus telah melatih engkau untuk mengenali dia.

Mengapa aku diserang?

Akan kujelaskan hal ini kepadamu. Anak-Ku, pahamilah bahwa engkau sedang mengalami Hades4. Terkasih, kasihmu kepada Allah menyembuhkan banyak jiwa yang tersesat5. Itulah sebabnya engkau diserang. Aku di dekatmu, sambil melindungi engkau. Sekarang Aku telah mengatakannya kepadamu, supaya engkau mengerti mengapa engkau menerima kata-kata yang tidak tepat. Engkau sedang menyembukan mereka dengan kasihmu kepada Yesus dan kepada Bapa Yang Kudus.

Jadi dengan cara itukah aku sedang berkarya?

Ya, engkau sedang menyembuhkan mereka dengan kasih. Jangan membiarkan dirimu dipengaruhi oleh orang-orang yang akan mau menaklukkan engkau kepada teori-teori mereka. Setiap kali mereka katakan bahwa engkau harus berhenti menulis, ingatlah, betapa engkau dulu tidak sadar dan hidup dalam kegelapan. Banyak anak kami yang tidak pernah lagi menangkap tanda-tanda Kami. Allah telah memilih engkau menjadi pembawa amanat-Nya. Senangkanlah hati-Nya dan dengarkanlah Dia.

Terima kasih, Santa Maria. Kiranya Allah memberkati engkau.

Damai sertamu.

Yesus?

Ya, inilah Aku. Vassula, Aku mengasihi engkau dengan kedalaman yang tidak terjangkau olehmu. Vassula, betapa Aku menderita bila Aku melihat anak-anak-Ku begitu gersang. Bagaimana mungkin mereka dapat melupakan kasih yang ada alam diri-Ku kepada mereka? Aku telah menyerahkan Hidup-Ku demi mereka.

Terkasih, tinggallah dekat Aku dan rasakanlah Aku. Pada saat yang telah ditetapkan, Aku akan datang kepadamu untuk membebaskan engkau. Tetapi sebelumnya engkau mempunyai tugas yang perlu dilaksanakan. Aku, Allah, telah mewahyukan Kebijaksanaan untuk memberkati segenap umat manusia. O, putri, suatu hari engkau akan memahami sepenuhnya bagaimana Aku berkarya. Jangan takut, sebab Aku, Allah, mengasihi engkau.

(Kemudian:)

Putri, inilah Aku, Yesus. Aku ingin engkau membaca ketiga doa itu setiap kali, sebelum engkau menulis bersama-Ku, sebab doa-doa itu mengenyahkan si jahat. Percayalah kepada-Ku bahwa doa-doa itu sangat ampuh. Masih maukah engkau berkarya untuk Aku?

Yesus, jika aku menjawab ‘Tidak’, apa yang akan Kaulakukan?

Engkau bebas memilih. Jangan takut. Aku tidak akan mengambil karisma yang telah Kuberikan kepadamu. Aku selalu akan menemui engkau untuk mengatakan kepadamu, bahwa Aku mengasihi engkau.

Tidak, Yesus. Aku telah berkata kepada-Mu bahwa aku bersedia berkarya bagi-Mu. Mengapa Aku harus mengubah perkataanku? Ingatkah Engkau?

Aku senang dengan jawabanmu, putri. Tinggallah dekat Aku dan Aku akan membimbing engkau.

Yesus, apakah aku pernah melukai Engkau?

Ya, engkau telah melukai Aku. Aku telah terluka ketika engkau lupa bahwa Aku datang untuk menyelamatkan dirimu dari kegelapan. Tetapi Aku telah mengampuni engkau. Aku tahu, betapa besarnya kasihmu kepada-Ku.

Aku adalah Mempelaimu. Jangan lupa. Jangan lupa juga bahwa dengan menjadi mempelai-Ku, kita berbagi segala sesuatu bersama. Vassula, Aku memikul Salib Damai dan Kasih-Ku di atas pundak-Ku yang kelelahan. Pikullah Salib itu sejenak, Aku akan meletakkannya di atas pundakmu untuk membebaskan diri dari beban-Ku. Aku ingin engkau dekat pada-Ku, supaya Aku dapat menaruh Salib-Ku atas dirimu. Aku ingin engkau dekat Aku, sebab Aku tahu engkau mengerti betapa Aku menderita.

Bila engkau mau merasakan Salib-Ku, engkau akan menderita juga. Akulah Mempelaimu dan Aku akan berbagi derita-Ku denganmu juga. Aku akan merasa lega setiap kali engkau membebaskan Aku dari beban-Ku. Sebelum engkau menerima Aku, Aku senantiasa di dekatmu sambil memperhatikan setiap gerakan yang kaulakukan.

Terkasih-Ku, berkali-kali telah Kupanggil engkau, tetapi engkau tidak sadar akan Kehadiran-Ku. Sekarang akhirnya engkau mendengar Aku dan datang kepada-Ku. Maka, mengapa engkau ragu-ragu?

(Keragu-raguan itu timbul sesudah aku berjumpa dengan pastor itu.)

Setiap saat engkau lemah, ragu-ragu, ingatlah akan apa yang baru saja telah Kukatakan kepadamu. Pikullah Salib Damai dan Kasih-Ku dan jangan meninggalkan Aku. Mari, dan berdoallah bersama Aku.

(Yesus berdoa bersamaku. Ia menengadah, sambil berdoa.)
Yesus, Engkau tahu, betapa aku mengasihi engkau. Aku akan menolong Engkau memikul Salib-Mu untuk meringankan diri-Mu … Kita dapat berbagi Salib itu bersama.

Putri, betapa Aku selalu rindu mendengarkan engkau mengatakan hal ini kepada-Ku. Mari, terkasih, mari kita meneruskan jalan kita ini.

Yesus begitu senang. Bahagia. (Keesokan harinya). Aku mendengar namaku. Yesus sedang memanggil aku tanpa henti-hentinya. Aku sedang melukis. Aku melemparkan kuas-kuas ke udara, langsung bangun dan lari ke meja.

Vassula, Vassula, Vassula. Aku, Yesus, memanggil engkau.

O, Vassula, betapa Aku mengasihi engkau! Muliakanlah Aku, tinggallah selalu bersama-Ku. Setiap kali engkau mengasihi Aku sehangat ini, Aku merasa dimuliakan. Senangkanlah Aku selalu dengan mendengarkan Aku seperti saat ini.

Ingatlah, Aku segera akan bersamamu. Aku akan datang untuk segera membawa engkau dekat kepada-Ku, terkasih. Sebab Aku mengasihi engkau dengan kedalaman yang tidak pernah dapat engkau bayangkan. Tetapi sebelumnya, engkau harus memperkenalkan Amanat-Ku kepada semua bangsa seperti yang sekarang kaulakukan. Lalu Aku segera akan menjemput engkau. Aku akan membawa engkau ke tempat Aku berada dan akan memiliki dirimu dekat pada-Ku untuk selama-lamanya. Aku, Yesus Kristus, mengasihi engkau. Aku telah memberi rahmat ini kepadamu, Vassula. Aku telah memberkati engkau. Aku tidak pernah akan mengambil apa yang telah Kuberikan.

Putri, maukah engkau menghidupkan kembali Gereja-Ku?

O, Yesus. Engkau meminta sesuatu yang tidak dapat kulakukan bagi-Mu!

Andalkanlah Aku!

Aku akan melekat pada-Mu dan akan sepenuhnya tergantung pada-Mu. Engkaulah Guruku.

Muliakanlah Aku. Aku akan menuntun engkau.

  1. Okultisme ialah kepercayaan kepada kekuatan-kekuatan gaib yang dapat dikuasai manusia.
  2. Satanisme ialah kepercayaan kepada Setan yang sering diwujudkan dalam sembah sujud kepadanya.
  3. Roh-roh jahat
  4. Yaitu Masa Penyucian.
  5. Jiwa-jiwa yang membutuhkan doa dan kasih, supaya dibebaskan dari Api Penyucian.

Engkau Harus Meraih Kebijaksanaan

16.12.86

Aku membutuhkan sehari penuh untuk menyadari apa yang telah Engkau tawarkan kepadaku! Aku terheran-heran akan diriku sendiri bahwa aku begitu saja mengiyakannya tanpa memikirkan apa sesungguhnya yang Engkau tawarkan kepadaku! Aku ingin mengucapkan terima kasih kepada-Mu, Tuhan.

Damai sertamu. Sadarkah engkau akan pentingnya?

Ya, tetapi lamban! Aku tidak layak menerima rahmat yang demikian.

Engkau harus meraih Kebijaksanaan. Namun jangan putus harapan. Aku akan mengajarkan engkau bagaimana meraihnya. Engkau berada dalam Terang-Ku, dan dengan berada dalam Terang-Ku, engkau akan belajar.

Dengarkanlah Suara-Ku, dan cobalah mengenali Aku. Aku adalah Yesus Kristus, dan Aku adalah Gurumu. Telah Kuajarkan engkau berkarya melalui Roh Kudus. Telah Kuajarkan engkau mengasihi Aku. Telah Kucurahkan atas dirimu Karya-karya-Ku, supaya engkau mampu memahami Aku. Aku adalah Kekuatanmu. Engkau akan diberi Kekuatan untuk mengatasi para penindasmu yang akan berjumlah banyak, anak-Ku1.

(Allah tampak agak sedih.)
Mengapa? Mengapa?

Mengapa? Sebab banyak orang tidak percaya bahwa Aku berkarya dengan cara yang demikian juga. Ada beberapa orang yang sama sekali tidak percaya kepada-Ku.

Putri, Aku harus memperingatkan engkau2. Aku mengatakan hal ini kepadamu, supaya engkau siap dan waspada menghadapi orang-orang demikian. Sebab mereka tuli dan buta dan telah menutup hati mereka. Mereka akan coba membenarkan pendapatnya. Mereka akan mengisi dirimu dengan teori-teori beracun. Mereka akan menemukan cara-cara untuk menunjukkan kepadamu bahwa engkau keliru. Mereka akan menyodorkan kepadamu teori-teori mereka3 untuk dibaca, dan meyakinkan engkau bahwa engkau keliru. Maka Aku memperingatkan engkau, putri. Jangan biarkan semangatmu dipatahkan. Jangan biarkan eramu menghancurkan dirimu.

Tuhan, apa yang dapat kulakukan? Kecuali bila Engkau melindungi aku dengan Tangan-Mu!

Setiap saat Aku akan dekat padamu. Jangan merasa ditinggalkan. Aku akan mengajar engkau untuk menjadi kuat dan engkau akan mengatasi para penindasmu. Aku sedang mempersiapkan engkau. Aku akan mengisi engkau, supaya engkau penuh. Terimalah Damai-Ku dan tinggallah dalam diri-Ku.

Simbol Yesus KristusYesus Kristus

  1. Hal ini mengejutkan aku, sebab suara Allah tiba-tiba berubah menjadi serius dan sedih.
  2. Allah berbicara dengan nada kebapaan dan akrab.
  3. Nubuat ini menjadi kenyataan kira-kira seminggu sesudahnya.

Suci Adalah Menjadi Seperti Aku

13.12.86

Putri, apakah engkau berpikir bahwa Aku menjebak dirimu? Aku mengasihi engkau, terkasih, jangan takut pada-Ku. Tampaknya engkau takut bahwa Aku menjebak dirimu!

(Memang benar, dalam percakapan dengan teman-temanku, aku menggunakan kata ‘perangkap’).

Aku tahu. Aku menginginkan engkau mengasihi Aku.

Marahkah Engkau?

Tidak. Aku tidak marah.

Bolehkah aku bicara terus terang?

Berterus teranglah.

Engkau menghendaki aku mengasihi Engkau?

Benar.

Sudahkah Engkau mencapainya?

Sudah.

Engkau telah mempesona aku dan aku menyukainya!

Bahagiakah engkau dengan cara ini?

Aku sangat bahagia! Ah, seandainya aku tidak terlalu blak-blakan!

Engkau sedang belajar. Makanlah dari Aku. Diberkatilah engkau.

Mungkinkah aku juga memberkati Engkau?

Mungkin.

Maka terimalah berkatku, ya Yesus Kristus!

Aku mengasihi engkau. Aku telah mengangkat engkau menjadi pembawa amanat-Ku. Aku menghendaki engkau menjadi suci, sebab Aku adalah Kudus, dan engkau bersedia mengikut Aku dan berkarya bagi-Ku. Jangan takut menjadi suci. Mengapa engkau begitu takut karenanya?

Marahkah Engkau?

Tidak. Aku tidak marah. Suci berarti menjadi murni dan hidup dalam Aku. Suci berarti mengikut Aku, mengasihi Aku. Suci berarti menjadi seperti Aku. Aku akan mengajar engkau menjadi seperti Aku. Aku akan mengajar engkau menjadi suci, bila engkau bersedia.

Aku ingin melakukan apa yang Engkau kehendaki, sebab aku mengasihi Engkau.

Maka Aku akan mengajar engkau, putri. Tinggallah dekat Aku dan engkau akan belajar. Andalkanlah Aku dan percayalah kepada-Ku. Percayailah Aku bila Aku berkata bahwa bahwa Aku bahagia mendapatkan engkau dekat Aku. Engkau akan belajar. Pergilah dalam damai dan ingatlah, rasakan betapa Aku mengasihi engkau.

Penyaliban

9.11.86

Damai sertamu. Aku di sini. Aku adalah Yesus Kristus. Aku di hadapanmu. Akulah Gurumu dan Aku mengasihi engkau. Si jahat telah dikalahkan ketika Aku mengorbankan diri-Ku.

Jangan kalian tertidur, sebab Aku segera akan bersamamu. Aku adalah Sang Wahyu. Aku punya amanat yang akan berbicara.

Vassula, bicaralah kepada-Ku tentang penyaliban-Ku.

Apa yang harus kukatakan? Haruskah aku berpikir sebelumnya atau pada waktu aku berbicara?

Sebelumnya.

(Yesus memberi aku gambaran tentang penderitaan-Nya).

Setelah Aku didera mereka meludahi Aku dan berkali-kali memukuli kepala-Ku dengan keras, hingga Aku pusing. Mereka menendang perut-Ku, sehingga napas-Ku terengah-engah, dan Aku terjatuh ke atas tanah, sambil merintih kesakitan. Mereka menjadikan Aku mainan dengan menyepak Aku secara bergilir. Aku tidak dapat dikenali lagi. Tubuh-Ku hancur, demikian pula hati-Ku. Daging-Ku yang sudah terkoyak-koyak itu, bergantungan pada seluruh badan-Ku. Salah seorang dari mereka mengangkat Aku dan menyeret Aku, sebab kaki-Ku tidak sanggup lagi menopang Aku. Lalu mereka mengenakan pada-Ku salah satu jubah mereka, mendorong Aku ke depan, dan sambil mengulangi pukulan-pukulan, mereka menampar muka-Ku, mematahkan hidung-Ku, dan mengganggu Aku.

Aku mendengarkan kata-kata penghinaan mereka, hai putri. Betapa penuh kebencian dan ejekan suara mereka bergema, sambil menambah isi piala-Ku. Aku mendengar mereka berkata, “Di manakah berkumpul para sahabatmu pada saat raja mereka bersama kita? Apakah semua orang Yahudi memang pengkhianat seperti mereka itu? Lihatlah raja mereka!”

Dan mereka menobatkan Aku dengan mahkota duri, hai putri. “Di manakah orang Yahudimu untuk mengelukan engkau? Engkau adalah raja, bukan? Dapatkah engkau memainkan peranan raja? Tertawalah! Jangan menangis. Engkau adalah raja, bukan? Maka bersikaplah sebagai raja.”

Mereka mengikat kaki-Ku dengan tali dan menyuruh Aku berjalan ke tempat di mana Salib-Ku sudah tersedia. Putri, aku tidak sanggup berjalan, karena mereka mengikat kaki-Ku. Maka mereka mencampakkan Aku ke tanah dan sambil menarik rambut-Ku, mereka menyeret Aku ke arah salib-Ku. Sakit-Ku tidak tertahankan. Bagian-bagian tubuh-Ku yang bergantungan akibat penderaan, tersobek-sobek. Mereka melonggarkan tali kaki-Ku dan menyepak Aku, supaya Aku bangun dan mengambil kuk-Ku ke atas pundak-Ku. Aku tidak bisa melihat di mana Salib-Ku, sebab duri-duri yang tertancap dalam kepala-Ku membanjiri mata-Ku dengan darah yang mencoreng wajah-Ku. Maka mereka mengangkat Salib-Ku dan menaruhnya di atas pundak-Ku sambil mendorong aku menunju pintu gerbang. Putri, betapa beratnya Salib-Ku yang harus Kupikul! Sambil meraba-raba Aku menghampiri pintu gerbang, dituntun dari belakang oleh cambuk. Aku coba melihat jalan-Ku lewat darah-Ku yang memedihkan mata-Ku.

Lalu Aku merasa ada seorang yang mengusap wajah-Ku. Wanita-wanita yang tercekam ketakutan mendekati Aku untuk membasuh wajah-Ku yang bengkak. Aku mendengar tangis dan ratap mereka. Aku merasakan mereka. “Diberkatilah kalian!”, Kukatakan. “Darah-Ku akan mencuci bersih semua dosa umat manusia. Hai putri-putri, lihatlah, saat penyelamatanmu sudah tiba.” Dengan susah Kuseret badan-Ku. Khalayak ramai menggila.

Aku tidak melihat seorang teman pun di sekeliling-Ku. Tidak ada seorang pun untuk menghibur Aku. Sakratul maut-Ku tampaknya semakin dahsyat, dan Aku terjatuh ke tanah.

Karena khawatir bahwa Aku akan mati sebelum disalibkan, para serdadu memerinathkan seorang pria bernama Simon untuk memikul salib-Ku. Putri, ini bukan tindakan kebajikan atau iba, melainkan usaha mengamankan Aku, supaya Aku dapat disalibkan.

Setibanya di Gunung, mereka melemparkan Aku ke tanah. Mereka menanggalkan pakaian-Ku, dan membiarkan Aku telanjang, menjadi tontonan bagi semua orang. Luka-luka-Ku terbuk lagi dan darah-Ku bercucuran ke tanah. Para serdadu menawarkan kepada-Ku anggur tercampur empedu. Aku menolaknya sebab batin-Ku sudah terisi penuh oleh kepahitan yang diberikan para musuh-Ku. Mereka cepat-cepat memaku pergelangan tangan-Ku dulu. Setelah menancapkan Aku dengan paku pada kayu Salib-Ku, mereka merantangkan tubuh-Ku yang hancur dan seacara kasar menembus telapak kaki-Ku.

Putri, o putri-Ku, betapa sakitnya, betapa besar derita! Betapa jiwa-Ku tersiksa! Aku ditinggalkan oleh mereka yang Kukasihi, Aku disangkal oleh Petrus yang Kujadikan landasan bagi Gereja-Ku, diingkari oleh para sahabat-Ku yang lain, ditinggal seorang diri, dibiarkan bagi para musuh-Ku. Aku menangis, sebab Jiwa-Ku penuh dukacita.

Para serdadu menegakkan salib-Ku dan menancapkannya di dalam lubang tanah. Aku memandang khalayak ramai dari tempat Aku berada, dan hampir tidak melihat apa-apa karena mata-Ku bengkak. Aku mengamati dunia. Aku tidak melihat seorang teman pun di antara mereka yang mengolok-olok Aku.

“Allah-Ku! Ya, Allah-Ku! Mengapa Engkau meninggalkan Aku?” Aku ditinggalkan semua orang yang mengasihi Aku, Mata-Ku menatap ibu-Ku. Aku memandangnya dan kedua hati kami berbicara. “Aku mempercayakan kepadamu anak-anak-Ku yang terkasih, supaya mereka juga menjadi anak-anakmu. Hendaknya engkau menjadi Ibu mereka.”

Semuanya sudah digenapi, keselamatan sudah dekat. Aku melihat surga terbuka dan masing-masing malaikat berdiri tegak. Semua mereka berdiri dalam keheningan.”Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan Roh-Ku. Sekarang Aku beserrta-Mu.”

Aku, Yesus Kristus, telah mendiktekan kepadamu gambaran sakratul maut-Ku. Pikullah1 Salib-Ku, Vassula, pikullah salib itu demi Aku. Salib-Ku menyerukan Damai dan Kasih. Aku akan menunjukkan kepadamu Jalannya, sebab Aku mengasihi engkau, putri.

Vassula membuat catatan pada 3 Februari 1987 sebagai berikut:

Dua minggu lalu telah kusadari bahwa Yesus biasa mengungkapkan perasaan yang dialami-Nya pada waktu penyaliban kepada semua orang yang dipilih-Nya untuk menerima wahyu, sehingga mereka dapat merasakan siksaan-Nya dengan cara mistik. Hal ini kubaca dalam buku Suster J. Menendez yang baru-baru ini mulai kubaca.

  1. Untuk pertama kalinya Yesus berbicara tentang “memikul Salib-Nya” dalam Buku Catatan pada tanggal 23.10.86.

Rumah Mana Yang Lebih Kaubutuhkan?

23.10.86

Vassula, rumah mana yang lebih kaubutuhkan? Aku ingin engkau memilih.

Yesus, jika Engkau bertanya, rumah mana yang lebih penting, yaitu Rumah-Mu atau rumahku, tentu saja akan kujawab: Rumah-Mu. Dan jika aku harus memilih, aku memilih Rumah-Mu.

Aku memberkati engkau.

(Yesus tampaknya sangat senang!)

Akan Kubimbing engkau, hai kecil. Mari, bawalah Salib-Ku dan ikutilah Aku. Ingatlah, Aku akan membantu engkau. Engkau akan menjadi murid-Ku. Aku akan membantu engkau untuk menyatakan diri-Ku. Aku adalah Yang Kudus.

Aku adalah Yang Kudus, maka jadilah Suci, hiduplah Suci. Aku akan menopang engkau.

Vassula, maukah engkau berkarya bagi-Ku?

Sebutlah lagi Nama-Mu.

Yesus Kristus.

Ya, aku mau berkarya bagi-Mu.

Aku mengasih engkau. Panggilah Aku, kapan saja engkau menghendakinya.

(Aku telah setuju, tanpa menyadari apa arti ‘berkarya bagi Allah’. Tetapi karena aku mengasihi Allah, aku ingin menyenangkan Dia. Aku tidak pernah menyadari ketidakmampuanku!)

Dengarkanlah Aku. Dengarkanlah jeritan-jeritan-Ku, dengarkanlah jeritan-jeritan-Ku. Dapatkah engkau melihat Salib-Ku? Akulah Yesus yang memberi penglihatan ini kepadamu1. Aku memanggil. Aku menderita, sebab Aku menghargai kalian, para kekasih-Ku, dan Aku melihat kalian tercerai-berai dan tidak menyadari bahaya yang dipasang roh jahat terhadap kalian. Hati-Ku terkoyak ketika Aku melihat, betapa jauhnya kalian dari Aku!

Selama sebulan penuh Yesus memperlihatkan kepadaku Salib-Nya. Ke mana saja kulayangkan mataku dan memandang, di situ berdirilah salib yang besar berwarna coklat gelap itu. Bila pada waktu makan aku melepaskan pandangan mataku dari piringku dan menengadah, Salib raksasa itu ada di situ. Ketika aku memandang lewat kelambuku, Salib itu ada lagi. Bila aku berjalan dan pergi ke kamar lain, untuk duduk atau untuk apa saja, Salib itu mengikuti aku dan ada di situ. Keadaan demikian berlangsung selama sebulan; salib itu seolah-olah memburu aku.

Lalu ada hal lain lagi yang mulai menghantui aku, yaitu pemikiran bahwa semuanya yang telah terjadi itu barangkali tidak berasal dari Allah. Tetapi jika itu dari roh jahat, mungkinkah ia begitu dungu?! Aku mulai takut bahwa masyarakat akan mulai bicara tentang hal itu. Apa yang akan terjadi dengan diriku? Aku akan dicemoohkan!

Putri, o putri, hiduplah dalam Damai!

(Aku curiga.) Siapakah ini?

Inilah Aku. Yesus. Tinggallah dekat Aku. Aku telah memanggil engkau sekian tahun lamanya. Aku ingin engkau mengasihi Aku, Vassula

Yesus, kapan untuk pertama kalinya Engkau memanggil aku?

Pada waktu engkau sedang pergi ke Libanon. Aku memanggil engkau dalam tidurmu. Engkau telah melihat Aku. Ingatkah engkau, bagaimana Aku menarik dirimu kepada-Ku, sambil memanggil engkau?

Ya, aku ingat. Aku sangat ketakutan. Ini terjadi waktu aku berusia kira-kira 10 tahun. Aku ketakutan oleh Kekuatan-Mu yang menarik aku. Terasa seperti suatu aliran kuat, serupa dengan magnit yang menarik sebuah magnit kecil. Aku coba melawan dan menjauh, tetapi aku tidak mampu, sampai aku menyadari bahwa aku sudah melekat pada diri-Mu. Saat itulah aku terbangun. Aku merasa aneh bahwa Yesus mengingatkan mimpi itu, dan bahwa aku masih mengingatnya!

  1. Ini sebuah salib gelap raksasa.

Melihat Wajah Yesus

Pada bulan Juni 1994, saya mendengarkan ceramah Vassula Ryden di South Hadley, Massachusetts, USA. Ceramahnya tentang doa dan Roh Kudus mempengaruhiku secara mendalam, memicu di dalam diriku rasa haus yang dalam kepada Allah dan kebutuhan doa yang lebih banyak dalam hidup sehari-hari saya. [Read more…]

6-Siapakah yang Diselamatkan?

Adalah wajar dan biasa apabila seseorang telah memilih dan memiliki keyakinan  dia akan menganggap pilihannya adalah yang terbaik. Masalahnya kemudian adalah apakah orang itu telah memahami ajaran yang dimaksudkan oleh keyakinan yang dipilihnya dengan benar sesuai dengan maksud ajaran itu. Saya telah mengalami kesalahan pemahaman seperti itu, yaitu sewaktu saya sedang belajar tapi pelajaran belum selesai saya ikuti. Saya telah salah memahami hal yang sangat penting, yaitu siapa yang diselamatkan oleh Tuhan Yesus. [Read more…]