Seorang yang Bekerja di Rumah Sakit Serawak, Mendoakan Dua Orang Pasien Hingga Sembuh

Damai sejahtera saudara saudari dalam Yesus Kritus. saya telah terjumpa akan web AmanatYesus.com ni pada 22/10/2010 semasa saya mencari kesaksian2 org yg pernah bertemu Yesus. Indah sekali perkongsian dalam web ini.. saya pun ingin memberi  kesaksian yang terjadi dalam hidup saya baru-baru ini. terlebih dahulu sy bagi serba sedikit tentang saya. Saya tinggal di sarawak, malaysia. baru berumur 24 tahun dan bekerja di salah satu Hospital (rumah sakit) di sini.

MARKUS 16:17-18 Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan  memegang ular, dan sekalipun mereka meminum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakan tangannya atas orang sakit, dan orang sakit itu akan sembuh. [Read more…]

Jadilah Manusia Tanpa Noda

23.9.87

Mempelai, jangan mendengarkan mereka yang sedang tertidur lelap. Sebab mereka tidak tahu apa-apa, tidak merasa apa-apa, tidak melihat apa-apa, tidak mendengar apa-apa. Bagaimana mungkin, sebab mereka sedang tidur dan karena itu sepenuh-penuhnya tidak sadar!

Yesus menyadarkan aku akan adanya 2 dunia. Yang satu materiil, fisik, yang lain – tidak kelihatan dan spiritual.

Mari. Inilah Aku, Yesus Kristus, Putra Terkasih Allah. Seandainya Aku menghendakinya, Aku dapat memberi kepadamu lebih banyak bukti. Tetapi Aku membatasi dirimu karena alasan-alasan yang ada pada-Ku. Membimbing engkau secara buta, menyenangkan hati-Ku, memuliakan Aku. Lalu Aku menghendaki supaya ini menjadi pelajaran bagi mereka yang dibutakan oleh pengetahuan. Aku menghendaki engkau murni, sederhana. Bimbingan terhadapmu dengan cara khusus ini dimaksudkan supaya jiwa-jiwa para religius-Ku mengerti bahwa Aku, Tuhan, memberi dengan berlimpah-limpah.

Putri, katakanlah kepada mereka bahwa tidaklah sulit percaya akan Karya-karya Adikodrati-Ku. Bukankah Aku Allah dan Roh? Bersikaplah seperti anak-anak dan percayalah. Siapa dari anak-anak akan ragu-ragu bahwa Aku ini yang menulis, membimbing dengan cara ini, seandainya engkau memperlihatkan karya-karya-Ku ini kepada mereka? Jadilah manusia tanpa noda!

Engkau Telah Kuajarkan

28.8.87

Mari, Vassula, terjemahkanlah Karya-Ku ke dalam Bahasa Perancis. Aku akan membantu engkau. Biarkanlah Roti-Ku dibagi dengan cuma-cuma.

Akan kulakukan,Tuhan, aku tahu Engkau akan membantu aku.

Vassula, Aku telah mencurahkan kemampuan membeda-bedakan serta pengetahuan atas dirimu. Engkau telah Kuajarkan. Aku telah memberi kepadamu Roti-Ku dari persediaan-Ku. Aku telah memberi kepadamu buah dari kebun-Ku. Aku telah menuangkan ke dalam dirimu Karya-karya-Ku untuk menerangi dunia ini sambil memperlihatkan Wajah-Ku. Mari, jangan lupa, mengapa Aku telah memilih engkau. Berpuaslah dengan apa yang Kuberi kepadamu, putri. Aku telah memberi kepadamu secara berlimpah-limpah dari pohon Kehidupan, supaya orang-orang lain diberi makan. Bersandarlah pada-Ku. Andalkanlah Aku. Maukah engkau memberi Aku segala sesuatu yang kaumiliki?

Segala sesuatu yang kumiliki adalah milik-Mu. Tidak ada sesuatu pun yang ingin kupertahankan untuk diriku sendiri.

Memang, apa saja yang kaumiliki adalah milik-Ku. Tetapi Aku telah memberi kepadamu kebebasan untuk memilih.

Untuk memilih apa, Tuhan?

Untuk memilih antara yang jahat dan yang baik. Kepada setiap orang telah Kuberi kebebasan memilih.

Jadi, kalau inilah satu-satunya hal yang kumiliki, aku memilih untuk tinggal bersama-Mu.

Bila demikian, biarkanlah Aku mengikat engkau lebih erat kepada-Ku. Biarkanlah Aku membimbing engkau ke tempat Aku aku paling dicari.

Aku mengasihi Engkau, Bapa. Terjadilah kehendak-Mu.

Kasihilah Aku, nak. Dengarkan Aku: sebelum Aku menggenapkan Karya-karya-Ku, tidak akan Kubuka ikatan, supaya engkau datang kepada-Ku. Aku akan membiarkan diri-Ku memakai dirmu untuk mencatat keinginan-keinginan-Ku. Kasih mengasihi engkau. Gambarkan tanda-Ku.

Yesus Kristus, Putra Terkasih Allah dan Juru Selamat.

Izinkanlah Aku Membimbing Engkau Tanpa Syarat

26.8.87

Vassula, apakah engkau tetap mau menjadi pembawa amanat-Ku?

Ya, Tuhan, bila Engkau tetap menghendaki diriku dengan segenap ketidakmampuan dan kegagalan-kegagalanku.

Nak, Aku akan membantu engkau. Kebijaksanaan akan membimbing engkau. Maukah engkau menolak kesenangan-kesenanganmu dan lebih banyak berkorban bagi-Ku?

Ya, aku mau.

Peganglah tangan-Ku. Aku akan menopang engkau. Vassula, eramu kehilangan segala nilai spiritual. Namun Aku akan selalu dekat padamu untuk menolong engkau. Aku adalah Yesus Kristus, Putra Terkasih Allah. Aku sedang mempersiapkan dirimu. Izinkanlah Aku membimbing engkau tanpa syarat. Percayalah kepada-Ku secara buta sampai akhir1

  1. Artinya, “Jangan menuntut bukti apa pun mengenai hal ini, tetapi percayalah saja. “Percaya secara buta memuliakan Allah”.

Semua Rahmat Yang Engkau Terima Adalah Demi Kepentingan-Ku

19.5.87

Babette, temanku, datang. Ia berbicara kepada Yesus. Kami bertiga bersama-sama. Babette tidak perlu mengajukan pertanyaannya dengan suara keras. Cukuplah pikiran muncul dalam benaknya, dan ia langsung menerima jawaban melalui tulisan tangannya. Melalui kejadian ini Yesus meyakinkan kami akan Kehadiran-Nya yang nyata dan bahwa Ia memanggil kami menjandi lebih akrab dengan-Nya dan supaya mengingat akan Kehadiran-Nya, sambil mengasihi-Nya.

Harus kuakui, aku sangat terkesan, bahwa Yesus menjumpai Babette dengan cara demikian …

Bersandarlah pada-Ku.

Yesus, temanku minta supaya aku bertanya kepada-Mu, mengapa Engkau tidak datang kepada kami lagi? Yaitu seperti sebelumnya, dalam daging? Supaya dengan demikian manusia berubah.

Ah, Vassula … Aku akan kembali. Setiap kali fajar menyingsing, kian dekatlah kedatangan-Ku kepada kalian. Vassula, tahukah engkau apa artinya?

Katakanlah kepadaku, Tuhan.

Kasih akan kembali lagi. Sekali lagi Kasih akan ada di antara kalian. Kasih akan membawa lagi Damai kepada kalian. Kerajaan-Ku di bumi akan sama seperti di Surga. Kasih akan memuliakan Kasih. Aku akan segera bersama kalian, terkasih. Berdoalah, sebab waktunya sudah dekat. Hai kecil, maukah engkau tetap berkarya bagi-Ku?

Aku ingin mendengar nama-Mu.

Aku adalah Kasih.

Ya, aku akan berkarya demi Kasih, biar aku tidak mampu, sambil tergantung daripada-Mu sepenuh-penuhnya.

Aku tahu bahwa engkau bingung tanpa Aku, hai terkasih, Engkau adalah bunga-Ku yang memerlukan Terang-Ku.

Alangkah bahagianya aku!

Putri, Aku amat sangat mengasihi engkau. Bersandarlah sepenuh-penuhnya pada-Ku. Aku akan membesarkan kemampuanmu untuk membeda-bedakan.

Tuhanku! Apakah Engkau memperkuat perasaanku untuk merasakan Engkau dan melihat Engkau serta mendengar Engkau?

Ya. Engkau akan merasakan Aku dan akan mampu lebih mengenali Aku.

Allahku! Mengapa semua rahmat ini bagiku? Tidak ada jasaku untuk menjadi layak menerima apa pun.

Aku tahu, tetapi Aku mengasihi engkau. Namun jangan lupa siapakah engkau.

Aku mohon, tolonglah mengingatkan hal ini kepadaku, Tuhan.

Aku akan mencegah, supaya engkau jangan meninggikan diri lantaran semua rahmat yang telah Kuberikan itu, yaitu dengan mengingatkan engkau akan Kemalanganmu. Aku akan mengingatkan engkau, bahwa semua rahmat yang engkau terima daripada-Ku adalah demi Kepentingan-Ku sendiri, bukan demi kepentinganmu. Maka timbalah dari Hati-Ku dan penuhilah hatimu. Aku ingin supaya altar-Ku tetap menyala. Hiduplah bagi-Ku, bernapaslah bagi-Ku. Jadilah milik-Ku untuk selama-lamanya.

(Aku mau demi Allah.)

Allahku?

Aku Yang Ada.

Kasihilah Aku dan perhatikanlah kepentingan-Ku.

Tuhan!… (Aku menarik napas panjang). Aku ini nol dan Engkau mengetahuinya, ya Tuhan. Aku mohon, jangan mengandalkan aku!

Biarkanlah Aku bertindak dalam dirimu dengan bebas. Mari, Aku akan menjawab pertanyaanmu. Kasih akan kembali ke tengah-tengah kalian sebagai Kasih. Mari kita berdoa bersama-sama.

O Bapa Surgawi, Bapa Kasih, datanglah kepada kami,
bebaskan kami dari yang jahat.

Bapa, kasihilah kami dan izinkahlah kami
diam dalam Terang-Mu.

Berbuatlah sesuai dengan keinginan Hati-Mu.
Dimuliakanlah Nama-Mu. Amin.

Izinkanlah Aku memakai engkau.

Izinkanlah aku dan biarkanlah aku mendengar lagi nama-Mu.

Aku adalah Yesus Kristus, Putra Allah yang terkasih. Yang Kuminta daripadamu, Vassula, hanyalah kasih dan supaya engkau berbagi Salib Damai dan Kasih-Ku bersama dengan Aku.

Ya, Tuhan.

Putri, janganlah pernah melepaskan Tangan-Ku. Kasihilah Aku, hai putri.

Ajarlah aku mengasihi Engkau dengan cara yang Engkau kehendaki kami mengasihi Engkau. Bila Engkau mengendakinya, biarlah aku yang paling mengasihi Engkau di dunia.

Engkau sedang tersenyum!

Aku begitu bahagia! Maukah engkau melakukannya untuk Aku?

Ya!

Terkasih, bersama Aku engkau akan belajar. Maukah engkau juga menderita demi Aku?

Bagi Tuhan – ya, bila Ia menghendakinya juga dengan cara yang sama …

Maka semuanya akan terjadi sesuai dengan kehendak-Ku.

(Engkau mengetahui apa yang baik bagi jiwa. Maka aku mengandalkan Allah.)

Aku adalah Allah. Datanglah sekarang ke tempat khusus itu yang Kusediakan bagimu dalam Hati-Ku dan tinggallah di situ.

Getsemani (1)

16.5.87

Semalam, setelah aku kembali dari acara makan, aku naik tangga, lalu harum dupa kuat menembus masuk ke dalam hidungku lagi. Aku sudah mengerti.

Vassula, bila engkau mencium dupa, itulah Aku, Yesus Kristus. Aku ingin engkau merasakan Kehadiran-Ku. Vassula, Aku mengasihi engkau secara tak terpahami dan tak terbatas. Tetapi, sayang! Kasih yang membanjiri Hati-Ku itu, Nyala Kasih hangat yang membara itu begitu kurang dipahami! Begitu sedikit orang yang datang menimba daripadanya … Begitu sedikit …

Yesus, banyak orang tidak tahu bagaimana mendekati diri-Mu. Aku sangat yakin hal ini …

Mereka dapat datang dan bicara kepada-Ku. Aku mendengar mereka. Berjam-jam dapat Kunikmati percakapan manapun juga. Percakapan demikian membawa begitu banyak sukacita bagi-Ku, bila mereka mengikutsertakan Aku ke dalam kalangan sahabat-sahabat mereka.

Semalam seorang pria berkata kepadaku bahwa semua wanita ingin menjadi serupa dengan Magdalena.

Lo1, tidak semua.

Baiklah, tetapi mereka yang mengasihi Engkau, barangkali berbuat demikian.

Aku mau supaya mereka seperti itu.

Yesus, aku merasa bahwa kita harus lari cepat.

Ke mana?

Ke bawah untuk mengecek kompor.

Kalau begitu, mari kita pergi.

Yesus, sebelum Engkau mendekati aku, aku mendengar tentang diri-Mu seperti sebuah mitos saja. Aku tidak pernah sadar betapa Engkau NYATA. Menurut hematku, Engkau begitu jauh. Sebuah cerita dalam buku saja!

Aku tahu, Vassula. Aku tahu. Bagi banyak orang Aku masih sebuah mitos saja.

Pada pejumpaan kita berikutnya, temukanlah Aku di Getsemani. Aku akan menyatakan kepadamu kegelisahan-Ku, derita-Ku dan ketakutan malam itu. Mari, izinkanlah Aku istirahat dalam dirimu, hai putri.

  1. Dalam bahasa Ibrani, artinya tidak

Aku Akan Menjadikan Engkau Altar-Ku

22.3.87

Ketenanganlah yang Kusukai. Engkau harus berkarya dengan tenang, tidak tergesa-gesa. Aku telah kembali dengan buku-Ku.

Ada apa lagi dalam buku itu?

Di dalamnya telah Kutuliskan nama sejumlah jiwa yang akan menghidupkan Nyala-Ku, Nyala Kasih. Maukah engkau baca tempat yang akan Kutunjukkan kepadamu?

Ya Tuhan. Aku cemas, karena buku kecil yang tidak dapat kubaca itu.
(Tepatkah penglihatanku bahwa sampulnya lembut dan keemasan?)

Ya, sampulnya keemasan. Lihatlah ke dalamnya dan bacalah. “Aku akan menjadikan engkau altar-Ku; di atasnya akan Kutempatkan keinginan-keinginan Hati-Ku yang membara. Nyala-Ku akan hidup dalam diri mu. Timbalah dari Hati-Ku dan penuhilah hatimu. Aku, Tuhan, akan mempertahankan Nyala-Ku bernyala selama-lamanya.” Maukah engkau sekarang mencium buku-Ku, putri?

(Aku menciumnya.)

Akan Kukatakan kepadamu.

(Aku punya sebuah pertanyaan.)

Inilah bimbingan rohani bagi jiwa-jiwa pilihan-Ku. Sekarang engkau sudah tahu.

Kemudian gelombang ketidakpastian dan keragu-raguan menguasai aku lagi.

Vassula, jangan takut. Inilah Aku, Yesus. Dengarkanlah, hai terkasih, seluruh bimbingan berkaitan dengan penderitaan juga. Dalam kasusmu, ketidakpastianlah yang menimbulkan penderitaanmu. Bukankah sudah Kukatakan kepadamu bahwa penderitaan memurnikan jiwamu? Terimalah ini, dan biarkanlah Aku dengan bebas berbuat apa yang terbaik bagimu. Biarkanlah Aku bertindak dalam dirimu. Maukah engkau?

Aku akan melakukannya, bila inilah Engkau, Yesus.

Aku adalah Yesus, Juru Selamatmu!

Kita akan menderita bersama-sama, kita akan berjuang bersama-sama. Mari, bersandarlah pada-Ku. Mari kita membaca bersama-sama.

Kemudian:

Aku di sini. Hiduplah demi Aku. Muliakanlah Aku dengan mengasihi Aku. Mari, semuanya ini demi kepentingan Kasih dan Damai-Ku. Jangan lah pernah engkau menolak Aku. Si jahat senantiasa akan berusaha dan campur tangan untuk menghentikan rencana-Ku. Tetapi Aku akan menang. Maka andalkanlah Aku.

Tetapi, Tuhan, bolehkah aku mengeluh mengenai sesuatu?

Bersikaplah bebas terhadap Aku, Vassula.

Aku ingin mengatakan kepada-Mu, apa yang menyusahkan aku: barangkali apa saja yang kukatakan atau kupikirkan, sesungguhnya salah, maka apa saja yang kulakukan, salah pula. Dalam kenyataannya aku jadi tidak punya dukungan apa pun. Maksudku, aku di sini, sambil menuliskan amanat-amanat yang kuterima daripada-Mu. Nah, orang-orang lain rupanya mendapat amanat yang sama seperti aku. Bimbingan lain ataupun amanat-amanat yang berasal daripada-Mu, diterima oleh orang-orang lain pula. Tetapi orang-orang itu pada umumnya tinggal di biara-biara. Mereka dikelilingi oleh kaum religius, imam, uskup, dan seterusnya. Ketika pendekatan adi-kodrati terjadi pada mereka, mereka sunguh-sungguh diamati dan diperhatikan dari dekat. Mudah bagi mereka menyerahkan tulisan mereka kepada pemimpin biara, lalu tulisan itu diserahkan kepada uskup dan kemudian kepada paus. Mereka semua menerimanya sebagai tulisan yang datang daripada-Mu. Mungkin aku keliru, tetapi tampaknya mereka lebih mudah menerimanya dari seseorang yang berasal dari lingkungan mereka sendiri, yang mereka kenal dengan baik. Jadi, tulisan itu diedit lebih mudah untuk diterbitkan, setidak-tidaknya sebagaian saja1.

Lalu, lihatlah aku. Aku telah mendatangi para imam. Kebetulan mereka Katolik. Bagiku yang beragama Ortodoks-Yunani karena baptisan, bukan masalah siapa mereka itu. Juga seandainya aku Katolik, dan para imam itu Protestan. Aku tidak memilih-milih, sebab kita semua Kristen. Beberapa imam sudah mengetahui tulisan ini sekarang. Namun reaksi mereka masing-masing berbeda-beda seperti siang dan malam.

Salah seorang dari mereka hingga sekarang berkata, bahwa ini berasal dari si jahat. Dengan kata lain, aku ini kerasukan, sebab aku kerasukan suatu roh. Tetapi aku tahu bahwa ini berasal daripada-Mu, Allah Yang Mahakuasa. Setelah membaca sebagian kecil amanat ini, imam itu langsung menentukan sikapnya dan tidak pernah mau mengubahnya. Kalau suatu ketika ia akan mengerti bahwa kau tidak kerasukan, mungkin ia akan berpendapat bahwa ini hasil bawah sadarku. Ya, apa saja akan dikatakannya, kecuali bahwa ini berasal daripada-Mu.

Lalu reaksi seorang imam lain. “Ya, teruskanlah menulis, sebab ini ilahi dan berasal dari Allah.” Jadi ia percaya bahwa ini sabda Allah. Tetapi ia terlalu sibuk untuk bertanya lebih lanjut ataupun mengikuti perkembangannya, Inilah yang mengherankan aku. Kalau ia percaya bahwa Allah berusaha mengungkapkan suatu amanat, mengapa ia tidak menyibukkan diri lebih lanjut untuk mengetahui apa ini sebenarnya?

Imam yang ketiga pada waktu diberi penjelasan, mendengarkan dengan perhatian karena tugas, sambil sekali-kali memperhatikan jam, lalu berkata, “Baik, teruskanlah, ini menakjubkan, tulislah terus!” Aku minta supaya ia datang kepadaku kapan saja untuk membicarakan hal ini. Aku tidak pernah melihatnya lagi.

Seorang imam lain lagi telah kuberi penjelasan, dan setelah membaca satu atau dua halaman, ia berkata, “Aku tidak mau menyatakan pendapat apa pun. Tetapi kami yang beragama Katolok diingatkan, bahwa si jahat berkarya dengan cara yang sama pula2. Saya tidak mengatakan bahwa ini berasal dari si jahat, melainkan kami diajarkan, supaya hati-hati.”

Masuk akal – kukatakan – tetapi karena semua setuju mengenai satu hal, yaitu bahwa “ini memang perkara adikodrati”, maka mengapa ini tidak diperlakukan secara lebih sungguh-sungguh untuk memahami dan menjelaskannya? Sebab bagaimanapun juga, mereka mencari Allah.

Imam pertama yang mengatakan bahwa ini berasal dari si jahat, mengatakan pula kepadaku, bahwa, “Allah memberi amanat, dan ada banyak buku yang berisikan amanat di seluruh dunia, sehingga hal ini sangat umum. Ada begitu banyak buku bimbingan bagi orang-orang yang menempuh jalan adikodrati, sehingga hal ini sangat umum, tetapi kebanyakan berlaku bagi orang-orang dari lingkungan mereka sendiri.”

Imam lain lagi mengatakan bahwa memang ada yang disebut “Wahyi ilahi Hati” dan wahyu itu berasal dari Allah. Lalu ia menunjukkan kepadaku alamat seorang mistikus profesional yang dapat kujumpai untuk berbicara dengannya.

Aku tahu bahwa seandainya aku “salah seorang dari mereka”, persoalannya akan lebih mudah. Tetapi aku justru tidak berasal dari lingkungan mereka, lagi pula penampilanku menimbulkan kejutan.

Aku adalah Yesus, Vassula, bersandarlah pada-Ku dan beristirahatlah.

Era, o era! Apakah engkau menyatakan sikap sebelum memperhatikan Sabda-sabda-Ku, biar sekejap saja? Bukankah engkau seolah-olah memuliakan Aku dan melindungi Aku, tetapi dengan tidak sengaja mengejek Aku? Vassula, Aku mengasihi engkau. Bersandarlah pada-Ku, sayang-Ku.

Tuhan, ada yang lain lagi. Bila aku menyatakan ataupun menyampaikan kepada-Mu keragu-raguanku, aku yakin bahwa aku melukai Engkau. Karena aku ragu-ragu. Dan seandainya aku tidak ragu-ragu, padahal ini bukan bimbingan-Mu, aku melukai Engkau juga, sebab aku memang berbuat demikian, Maka apa pun yang kulakukan, aku melukai Engkau, entah aku percaya entah tidak percaya bahwa ini berasal daripada-Mu; apa pun pikiranku, aku melukai Engkau. Dan ini membuat aku sedih, sebab akulah orang terakhir yang berniat melukai Engkau! Maka aku juga menderita karenanya.

O, putri, jangan bersedih. Jangan pernah berpikir bahwa Aku dilukai oleh kasih. Engkau hanya makan dari Aku. Aku adalah Yesus, Yesus Kristus, dan Roti-Kulah yang engkau makan.

Jiwa, o jiwa terkasih, jangan menyiksa dirimu lagi. Percayalah, terkasih, dan rasakanlah dirimu dikasihi oleh-Ku.

Ampunilah aku, karena aku begitu lemah …

Aku mengampuni engkau sepenuhpenuhnya. Rasakanlah, betapa Aku mengasihi engkau. Kelemahanmu sangat mempesona Aku, kelemahanmu yang tidak terhingga! Kemalanganmu tidak dapat diungkapkan dengan kata. Mari kepada-Ku, ke sini, ke dalam Hati-Ku. Biarkanlah jiwamu sepenuh-penuhnya hilang dalam Aku. Jadilah surga-Ku. Aku mengasihi engkau.

Terimalah Damai-Ku sekarang.

  1. Naskah-naskahnya diakui, sebab tanpa pengakuan itu Sabda dapat terasa berat.
  2. Mungkin saja, tetapi berapa lama? Sampai saatnya orang banyak berbalik kepada Allah? Sebab orang banyak sudah mulai berbalik, dan ini baru permulaan …

Aku Mencukupi Diri-Ku Sendiri

11.2.87

Vassula, inilah Aku, Yesus Kristus. Putri, deritamu akan menjadi derita-Ku dan derita-Ku akan menjadi deritamu. Engkau akan berbagi segala sesuatu yang Kumiliki, ya, derita-Ku sekalipun. Aku akan di dekatmu, menghibur engkau, bila engkau akan memerlukan Aku. Tetapi Aku ingin dihibur pula, bila Aku menderita.

Yesus, sesungguhnya Engkau tidak membutuhkan siapa pun, lebih-lebih aku!

Memang tidak. Aku tidak membutuhkan siapa pun. Aku mencukupi diri-Ku sendiri. Tetapi bukankah Aku berbagi apa saja denganmu yang Ku-miliki? Akulah Juru Selamatmu, Penyembuhmu, Bapamu, Mempelaimu. Aku adalah Allahmu yang tidak pernah akan meninggalkan engkau.

Malam hari, ketika aku di ruangan bawah dan sedang akan menaiki tangga dengan tangan penuh membawa gelas, dengan jelas sekali kulihat sebuah salib gelap besar di tingkat atas tangga. Di atas salib besar itu tergantunglah Yesus, sambil merintih kesakitan. Ia penuh memar dan darah.

Aku harus melewati-Nya. Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan. Waku melewati-Nya, aku mendengar Yesus berseru, kata-Nya, “Tolonglah Aku, Vassula, dekatilah Aku.”

Aku segera lari ke atas. Langsung kutinggalkan gelas-gelas itu di atas meja, aku lari dan mengambil buku catatanku, lalu Yesus menulis, “Sekarat-Ku amat berat. Derita-Ku banyak sekali. Tidak maukah engkau menolong Aku yang telah wafat bagimu? Aku dipaku pada Salib-Ku, dan Aku tidak dapat datang kepadamu. Maka datanglah. Aku ingin engkau lebih dekat, Vassula, betapa Aku mengasihi kalian semua. Sembuhkanlah anak-anak-Ku. Panggillah mereka, buatlah mereka mengasihi Aku. Diberkatilah engkau. Dekatlah pada-Ku. Aku mengasihi engkau.”

Sambil menulis ini, Yesus membuat aku sangat terguncang dan aku tidak sadar bahwa dalam beberapa detik saja tubuhku bercucuran peluh.

Vassula, Aku, Yesus, menderita dan engkau sepenuh-penuhnya menangkap Salib-Ku dan Aku yang di atasnya. Aku ingin supaya engkau merasakan sekarat-Ku. Hendaknya engkau menderita bersama-Ku, putri. Hiduplah dalam Aku dan Aku akan mengizinkan engkau merasa kan Hati-Ku yang tertembus, yang terluka oleh tombak dan terluka oleh begitu banyak jiwa yang terkasih. Aku mengasihi engkau.

Apakah engkau akan menolak Aku? Apakah hatimu akan berani melawan Aku yang telah menderita dan mati demi engkau? Aku telah menderita demi kasih. Terdorong oleh kasih, Aku telah memanggil engkau. Aku te lah memberkati dirimu, memberi makan kepadamu. Maka sekarang, karena memilih engkau, Aku ingin engkau menghibur Aku, mengasihi Aku dengan hangat. Aku ingin engkau menanggapi Aku.

Vassula, janganlah takut. Serahkanlah dirimu sepenuhnya kepada-Ku. Ya, menyerahlah seutuhnya, serahkan diri sepenuh-penuhnya kepada-Ku, dan biarkanlah Aku dengan bebas berbuat apa saja yang ingin Kulakukan dengan dirimu.

Aku sudah setuju berkarya bagi-Mu, Tuhan. Maka, sekarang Engkau dapat melakukan apa saja yang Kaukehendaki terhadapku, ya Tuhan.

Ya, menyerahlah. Aku mengasihi engkau. Aku senang mendengar engkau menyerahkan diri. Janganlah sekali-kali menolak Aku, sebab Kasih-Ku kepadamu tidak terbatas. Aku akan meneruskan ajaran-Ku dengan menyampaikan kepadamu suatu rahasia.

Vassula, ambillah buku catatanmu. Jangan takut. Sebab ajaran-Ku datang dari Kebijaksanaan. Belum semua rahasia dinyatakan. Semua karya diberikan kepada mereka yang tahu bagaimana mengasihi Aku.

Sekarang akan kuambil buku catatanku … Yesus menyatakan kepadaku rahasianya. Lalu Ia bersabda, “Masih banyak karya tersembunyi lain yang akan Kunyatakan kepadamu.” Dan itulah rahasia ketiga.

Dengan berlalunya setiap hari, engkau semakin dekat pada-Ku.

Apa artinya?

Artinya: Aku segera akan bersamamu.

(Kematian sama sekali tidak membuat aku takut!)

Bapa-Ku Menyenangi Anak-anak

10.2.87

Vassula, inilah Aku, Yesus Kristus. Aku bersamamu, terkasih-Ku.

Tahukah engkau bahwa Aku menuntun engkau melalui Hades1? Dengan menghadapkan engkau pada Hades, banyak jiwa disembuhkan. Aku telah mengajar engkau mengasihi Aku.

Kasihilah Aku. Kasihmu kepada-Ku menyembuhkan mereka2. Aku memakai kasihmu sebagai obat untuk me-nyembuhkan mereka. Sembuhkanlah mereka, Vassula, sembuhkanlah mereka. Engkau memikul Salib-Ku bersama-Ku, Vassula. Karya-karya ini adalah karya surgawi yang sedang dinyatakan kepadamu oleh Bapa-Ku. Banyak karya surgawi tetap tersembunyi dan merupakan misteri bagi kalian.

Banyak orang yang tidak akan menerima hal ini, ya Yesus. Mereka akan mencelanya sebagai buah fantasiku.

Vassula, berapa dari antara mereka yang sepenuhnya memahami karya Bapa-Ku di bumi?

Ada beberapa karya yang tidak terpahami dan tetap tinggal misteri.

Maka bagaimana mereka akan memahami sesuatu yang surgawi?

Vassula, segenap Kebijaksanaan diberikan kepada orang-orang sahaja. Bapa-Ku menyenangi anak-anak. Berbahagialah engkau, putri, dan pujilah Bapa, karena Ia baik kepadamu.

Putri, jadilah pembawa amanat-Nya dan muliakanlah Dia. Jangan cemas. Aku membimbing engkau. Berkaryalah dengan cara ini. Aku adalah Gurumu. Aku akan terus membentuk engkau, terkasih. Aku membentuk dirimu, demikian pula anak-anak-Ku yang lain. Pergilah dalam damai dan ingatlah bahwa engkau dibimbing oleh-Ku. Dengarkan Aku. Aku mengasihi engkau dan Aku ingin engkau bersama-Ku. Vassula, Aku senang sekali bahwa imanmu telah bertambah. Murnikanlah dirimu dengan makan dan minum dari Aku.

Aku akan melakukannya, Yesus. Aku akan menyambut Komuni suci.

Datanglah kepada-Ku. Segenap kasih-Ku menaungi engkau. Aku mengasihi engkau, nak.

Yesus, aku mengasihi Engkau dan aku akan berjuang demi Engkau.

Aku tidak menghendaki adanya pertempuran! Sebab Aku adalah Damai dan engkau akan berkarya dengan damai, demi Damai. Penuhilah Aku dengan sukacita, dengan tinggal sedekat mungkin pada-Ku.

Maukah engkau mencium kaki-Ku?

Aku mengambil sebuah gambar Yesus dan mencium kaki-Nya.

Aku mengasihi engkau. Pergilah dalam damai.

  1. Api penyucian. Jiwaku dihadapkan pada Api Penyucian. Dengan mengasihi Allah, jiwa-jiwa dapat dibebaskan dari Api Penyucian. Doa-doa juga membebaskan jiwa-jiwa dari Api Penyucian.
  2. Dengan memadamkan api mereka.

Bapa-Ku Menciptakan Kalian Karena Kasih | Hukum-Ku Adalah Hukum Kasih

2.2.87

O, putri, hanya kasihlah yang Kuminta dari kalian semua. Bapa-Ku telah menciptakan kalian karena kasih. Ia memberikan Putra-Nya yang tunggal karena kasih. Aku telah menderita demi kalian dan mati di Salib karena kasih. Karena kasihlah Aku telah menyelamatkan kalian dari kematian. Maka mengapa, mengapa ada di antara kalian yang membenci Aku dan menganiaya Aku? Apakah kalian membenci Aku karena Hukum yang telah Kuberikan? Adakah Aku menghalang-halangi kalian hidup bebas dan jatuh ke dalam pemberontakan? Ataukah mungkin kalian belum mendengar tentang Aku, sebab tidak ada seorang pun yang mengajar kalian, sehingga kalian mengembangkan hukum kalian sendiri, sambil mengejar kekayaan dan kesenangan-kesenangan serta menuruti kecenderungan-kecenderungan kalian sendiri? Anak-anak yang terkasih, inilah awal kebencian kalian terhadap Aku. Sebab kalian tidak mengenal Aku. Maka datanglah dan temuilah Aku. Aku adalah kasih. Percayalah kepada-Ku.

Jika kalian berkata, bahwa kalian tidak mengenal Aku, maka Aku berkata bahwa Aku mengenal kalian sebelum kalian lahir, dan Aku telah menyucikan kalian. Jika kalian berkata kepada-Ku bahwa kalian membenci Aku, maka Aku berkata kepada kalian, bahwa Aku mengasihi kalian. Jika kalian telah berdosa, Aku telah mengampuni kalian. Jika kalian telah mencemarkan Nama-Ku, Aku telah me-nunjukkan Kerahiman-Ku kepada kalian. Jika kalian telah melukai Aku, Aku tetap saja mengasihi kalian dan menawarkan kepada kalian kesempatan untuk berbagi Kerajaan-Ku di Surga. Biarpun kalian berlaku jahat, sepenuhnya kalian Kuampuni.

Vassula, Aku mengasihi engkau. Beristirahatlah. Nanti akan Kulanjutkan dikte-Ku kepadamu.

(Kemudian.)

Aku di sini. Inilah Aku, Yesus Kristus. Izinkanlah Aku mendiktekan sabda-sabda-Ku kepadamu, putri. Dengarkan Aku dan kenalilah Aku.

Apakah kalian ketakutan, menyangkal Aku, karena pandangan-Ku dapat menembus kalian dan mampu membaca segala sesuatu yang telah dilakukan oleh jiwa kalian? Jangan takut pada-Ku, sebab Aku sudah mengampuni kalian. Darah-Ku telah tertumpah demi keselamatan kalian. Aku pernah berada di bumi di dalam daging. Aku telah hidup di antara para pendosa, sambil menyembuhkan orang-orang sakit dan membangkitkan orang- orang mati. Aku tidak meninggalkan kalian. Sebab Aku tetap di antara kalian, menyembuhkan kalian. Datanglah kepada-Ku untuk disembuhkan. Akan Kuangkat jiwa-jiwa kalian kepada-Ku. Akan Kuajarkan kalian mengasihi Aku dan saling mengasihi.

Jika kalian lemah, Kekuatan-Ku akan menopang kalian. Jika kalian tersesat, Aku akan ada di sana dan menunjukkan Jalan kepada kalian. Hukum-Ku adalah Hukum Kasih. Turutilah Hukum itu. Dengan menurutinya, Aku akan membuka hati kalian, untuk membuat kalian mam pu menerima Aku. Aku akan mengilhami kalian. Aku akan mengajar kalian bagaimana mengasihi, bagaimana mengampuni, bagaimana menjadi suci dan hidup suci. Maka marilah, para terkasih-Ku, datanglah dan belajarlah dari Aku. Aku adalah Kasih. Aku adalah Damai. Aku adalah Kerahiman. Aku lemah-lembut dan rendah hati. Aku adalah Pengampunan. Aku mengasihi kalian semua.