Engkau Akan Menjadi Tanda Dari Karya-Ku

18.10.87

Putri, maukah engkau memegang Tangan-Ku dan melanjutkan Karya-Ku?

Ya, Tuhan, aku tidak pernah akan mau melepaskan Tangan-Mu.

Vassula, Aku menghendaki supaya apa yang telah Kukatakan sebelumnya, menjadi jelas bagimu. Aku telah menyatakan bahwa Aku akan menubuatkan kejadian-kejadian yang akan terjadi, sehingga tidak akan ada keraguan apa pun, bahwa ini berasal dari Aku.

Yesus, bukankah telah Kaukatakan bahwa akulah satu-satunya tanda yang akan Kauberikan?

Ya, Aku telah mengatakan bahwa engkau akan menjadi tanda dari Karya-Ku. Aku telah merancang rencana-Ku jauh sebelum engkau lahir. Bunga, tetaplah mekar, agar embun Kebenaran-Ku menetes ke dalam dirimu. Isaplah Keutamaan-keutamaan-Ku. Aku ingin agar engkau sempurna. Aku ingin bunga-Ku diperindah, dipenuhi dengan Kesempurnaan-Ku. Aku ingin bunga-Ku menyebarkan harum Mur ilahi-Ku.

Pandanglah Aku, Vassula.

(Aku memandang Yesus).

Semua keinginan-Ku akan terlaksana. Maukah engkau menyediakan lebih banyak waktu bagi-Ku, Vassula?

Waktuku adalah waku-Mu; aku hidup bagi-Mu.

Isilah kembali lampumu, ambillah dari diriku.

Yesus, apa yang dapat kukatakan? Engkau memberi kepadaku sedemikian banyaknya, padahal aku tidak layak apa-apa. Engkau terus memberi kepadaku, dan aku sama sekali tidak dapat memberi apa-apa kepada-Mu, yang sepadan dengan apa yang Kauberi kepadaku. Engkau memberi aku Terang. Engkau membangunkan aku dari kematian. Engkau telah menyembuhkan aku dan mencurahkan karya-Mu atas diriku.

Muliakanlah Aku. Siapakah yang membebaskan engkau, Vassula?

Engkau, Tuhan.

Bolehkah aku mengatakan sesuatu?

Terkasih, katakanlah kepada-Ku1.

Allahku, dengan Belas Kasih-Mu, Kasih dan Kuasa-Mu, lakukanlah terhadap saudara-saudaraku apa yang telah Kaulakukan terhadapku … Bebaskanlah mereka … angkatlah mereka kepada-Mu dan persatukanlah mereka dengan Diri-Mu. Biarkanlah mereka merasakan Kasih-Mu sebagaimana aku telah merasakannya. Aku ingin bersukacita melihat jiwa-jiwa mendekati Engkau. Kemudian, persatukanlah semua orang Kristen dan mereka yang menolak Bunda Suci kita.

Vassula, bersediakan engkau melakukan pengorbanan?

Ya, Tuhan, bila memang aku dapat digunakan seperti itu.

Aku akan menunjukkan kepadamu apa yang Kuinginkan darimu. Terkasih, timbalah selalu dari Aku. Aku mengasihi engkau hai bunga2. Ingatlah, simpanlah air matamu untuk kemudian, saat telingamu akan mendengar bagaimana mereka memperlakukan Bunda-Ku!

Jangan izinkan mereka berbuat demikian lagi.

Vassula, akan tiba harinya, dan hari itu amat dekat, bahwa Gereja-Ku akan memakai satu bahasa. Namun sebelum hari yang mulia itu, akan ada keguncangan-keguncangan yang dahsyat. Sebagian disebabkan karena kesombongan manusia, karena dosa dan karena tidak adanya kasih. Sebagiannya lagi karena Tubuh-Ku terbelah. Biar Kukatakan kepadamu sekali lagi, bahwa Tubuh-Ku akan Kumuliakan dan persatukan.

Bunga, Kasih akan mempersatukan engkau semua. Tulislah hal ini pula.

Hendaknya engkau tetap kecil agar seluruh wibawa datang dari Aku3. Ketahuilah, bahwa keingian-Ku kukuh, kini lebih kukuh dari sebelumnya.

Keinginan-Mu yang manakah Yesus?4.

Vassula, Aku ingin agar kau meneruskan kata-kata ini kepada anak-anak-Ku, yaitu: “Aku, Tuhan, memberkati kalian. Datanglah kepada-Ku”.

Tuhan, tuntunlah aku kepada mereka. Bantulah aku menyebarkan sabda-Mu.

Vassula, bersandarlah pada-Ku. Hiduplah dalam Terang-Ku dan beristirahatlah.

  1. Kedengarannya Allah seperti seorang Bapa yang toleran.
  2. Mataku telah berlinang.
  3. Aku rasa Yesus meneruskan tanpa menjawab.
  4. Yesus di dekatku, mengisyaratkan agar aku bangun.

Gereja-Ku Akan Menjadi Satu

16.10.87

Vassula, Aku selalu mencapai tujuan-Ku. Mari, akan Kuceritakan kepadamu. Pada suatu hari Kerajaan-Ku di bumi akan sama seperti di Surga. Gereja-Ku akan dipersatukan dan diberkati, sebab semua pengikut-Ku yang setia akan saling mengerti, dimuliakan oleh Tangan-Ku, dimurnikan oleh Darah-Ku. Gereja-Ku akan menjadi Satu.

Semoga keinginan-Mu menjadi kenyataan, Tuhan. Banyak di antara kami yang menginginkan hal ini. Terangilah mereka yang perlu dibantu agar mengerti keinginan-Mu.

Tahu Apa Yang Terbaik Bagi Jiwamu

15.10.87

Aku akan mematiragakan engkau, sebagaimana Aku pun dimatiragakan. Engkau akan Kubuat rendah hati.

Vassula, Aku mengasihi engkau dan karena kasihlah Aku mengawasi engkau. Dan karena Aku yang mengarahkan engkau, maka Aku tahu apa yang terbaik bagi jiwamu. Aku akan memberi kepadamu penitensi ini agar dapat menghapus kecenderungan kesombonganmu. Aku, Tuhan, akan menjaga agar jiwamu tidak kekurangan suatu apa pun. Aku selalu akan menjaga engkau.

Terima kasih, Allahku, karena Engkau menolong aku.

Sekarang ini Aku menggunakan engkau, tetapi dalam waktu dekat engkau akan dibebaskan dan akan berada dalam Tangan-Ku.

Ingatlah putri, bahwa sewaktu Aku dalam daging berada di antara kalian, hidup-Ku tak lain daripada sengsara belaka, pengorbanan, kecemasan, kepedihan, semuanya. Aku tidak pernah istirahat.

Vassula, Aku telah membesarkan engkau demi Amanat ini. Bunga-Ku, engkau akan memikul Salib-Ku bersama Aku hingga saat akhir. Aku mengasihi engkau tanpa batas.

Aku mengasihi Engkau Tuhan, dan bila Kehendak-Mu menuntut aku matiraga maka akan kulaksanakan Kehendak-Mu.

Jadilah lentur, supaya Aku dapat melakukan apa pun yang Kukehendaki terhadap dirimu. Nak, berbicaralah tentang Aku.

(Maksud Yesus agar aku berbicara kepada penduduk Rodos. Orang Yunani sangat gemar mendengarkan dan mudah memasng telinga).

Kasih Akan Kembali Kepadamu Sebagai Kasih

13.10.87

Aku melihat Yesus pada pintu kamar tidur. Aku tahu bahwa Ia memberi aku aba-aba untuk menulis, seperti seorang yang sedang menunggu.

Aku telah berada pada pintu. Mari, engkau akan berkarya bersama-Ku.

(Kadang-kadang Yesus mau membuktikan kepadaku bahwa kemampuanku untuk membeda-bedakan memang tepat.)

Aku akan menubuatkan kepadamu apa yang harus terjadi, sehingga mulai sekarang mereka yang menyebut diri sendiri bijaksana akan percaya akan Karya-karya-Ku dan mengikuti Aku.

Putri, Aku akan menyembuhkan banyak orang. Kasih akan kembali kepada kalian sebagai Kasih sambil menggenapkan Sabda-Ku. Dalam waktu singkat Aku akan membuktikan kepadamu bahwa amanat ini datang dari Aku. Vassula, Aku adalah Tuhan. Engkau akan datang kepada-Ku. Dengarkanlah Aku. Aku akan mengingatkan engkau apa yang telah Kuminta daripadamu beberapa hari yang lalu. Biarlah itu diketahui di mana-mana. Sebarluaskanlah sabda-sabda-Ku: “Aku, Tuhan memberkati anak-anak-Ku dari Garabandal”. Aku ingin mereka mendengarkan Aku.

Oh, Vassula, betapa Aku rindu.

Tuhan Yesus, aku akan berusaha sedapat mungkin dengan sarana-sarana yang telah Kauberikan kepadaku. Aku tak berdaya dan Engkau Mahakuasa. Maukah Engkau membantu aku, Yesus?

Kau akan Kubantu. Ingatlah akan cara Aku berkarya.

Vassula, hendaknya diketahui bahwa dalam waktu dekat Aku akan memberi kepadamu suatu tanda yang datang dari atas; engkau akan tahu bahwa tanda itu datang dari Aku. Aku akan menyinari engkau. Aku mengasihi engkau. Ah, betapa Aku mengasihi engkau semua. Engkau Kukasihi di luar jangkauan pemahamanmu. Aku adalah Penciptamu. Bukankah Aku telah mengatakan kepadamu bahwa citramu sudah Kuukir pada telapak tangan-Ku? Bagaimana Aku dapat neninggalkan engkau?

Aku sedang memikirkan penglihatan yang telah Kauberikan kepadaku. Hukuman yang kutakuti.

Akan Kutunjukkan kembali hal itu kepadamu, agar berbekas padamu.

Sekali lagi Tuhan, bantulah kami untuk menghindarinya. Aku tahu bahwa Engkau tidak suka melakukan hal itu terhadap kami dan Engkau tidak mendapat kebahagiaan dalam melaksanakan hal tersebut. Katakanlah kepadaku apa yang harus kulakukan?

Benar, Vassula; Aku tidak mendapat kesenangan apa-apa dengan menghukum engkau. Aku ingin agar Ciptaan-Ku kembali kepada Kasih. Amat banyak perbaikan yang perlu dilakukan. Perbaikilah hal-hal yang dapat memulihkan orang lain. Ciptaan-Ku harus berubah.

Putri-Ku, Ciptaan-Ku harus belajar dan percaya akan Karya spiritual-Ku. Ciptaan-Ku harus menerima Aku sebagai yang Mahakuasa. Jiwa-jiwa imam-Ku harus mengerti betapa kelirunya mereka dengan menolak Karya-karya-Ku di masa kini.

(Tetapi, banyak pula yang menerimanya).

Ada beberapa di antara mereka yang tidak menerima dan kepada merekalah Aku berbicara. Aku berbicara pula tentang mereka yang telah membelah Tubuh-Ku. Percayalah, putri, piala keadilan-Ku sudah penuh karena terbelahnya Tubuh-Ku. Aku tidak akan melindungi mereka lagi.

Vassula, izinkanlah Aku mengolah dirimu untuk beberapa saat lagi. Aku segera akan menuai panen-Ku. Mari terkasih-Ku.

Tuhan, terjadilah Kehendak-Mu.

Pujalah dan Hormatilah Bunda-Ku

10.10.87

Yesus?

Aku Yang Ada.

Oh, Yesus, aku tidak pernah tahu bahwa orang-orang Kristen tidak percaya. Maksudku: tidak menghormati St. Maria. Tidak pernah kutahu apa perasaan mereka mengenai dia. Tidak pernah kutahu bahwa ada perbedaan dahsyat antara otang-orang Kristen. Aku tidak tahu bahwa keadaannya begitu buruk.

Oh, Vassula, lebih buruk daripada yang kaupikirkan.

Oh, Yesus, mengapa keadaannya begitu buruk?

Sebab, Vassula, Tubuh-Ku telah terbelah. Aku menghendaki Tubuh-Ku dipersatukan!

Apakah nantinya mereka akan menghormati Bunda Suci kalau mereka sudah dipersatukan?

Mereka akan, nak.

Apakah kata “mereka akan” harus kupahami dalam arti ‘mereka akan menghormatinya’ atau dalam arti ‘hal ini akan terjadi’?

Aku akan menekuk mereka. Aku akan menekuk lutut mereka dan mereka akan menghargai dan menghormati Bunda-Ku.

Ya, Yesus.

Hai kecil, Aku akan menghidupkan Gereja-Ku. Mari. “Kita”?

Ya, Tuhan.

Jadilah Papan Tulis-Ku

6.10.87

Aku merasa miskin. Dan aku memang miskin. Aku tidak menyenangkan hati Allah, sebab ketidaktahuanku dan lamban dalam memahami. Aku tidak bahagia dengan diriku sendiri. Ia begitu tepat tentang aku sebagai insan ciptaan-Nya yang benar-benar paling malang.

Sekarang aku tidak suka berbicara tentang bagaimana ini mulai, sebab aku sadar bahwa aku berbicara tentang diriku sendiri. Benar-benar jelek. Sangar jelek. Tetapi para sahabat dan masyarakat ingin mendengar, bagaimana ini mulai. Aku terpaksa memberi penjelasan dan semakin banyak aku berbicara, semakin aku tidak dapat menghindari perasaan kehinaan, setiap kali aku mengatakan sesuatu tentang diriku sendiri. Halnya sebegitu jauhnya, sehingga aku memutuskan bahwa mulai sekarang aku tidak akan memberi penjelasan tentang bagaimana ini mulai supaya aku terhindar dari kenyataan bahwa aku berbicara tentang diriku sendiri. Aku berpikir bahwa mereka bisa mendapat informasi dari orang-orang lain. Bila mereka bersikap ingin tahu, mereka tidak akan dipuaskan oleh diriku. Bila mereka ingin membaca, sebab percaya, maka Allah akan menerangi mereka. Aku tidak akan menjadi saksi bagai diriku sendiri. Aku akan menyerahkan segala-galanya ke dalam tangan Allah. Hal mustahil Ia jadikan mungkin, sehingga mulai sekarang aku hanya akan menjadi sebuah pensil dan kertas bagi-Nya, juru tulis-Nya, seorang sekretaris yang diajarkan oleh-Nya untuk mengasihi-Nya serta mencatat sabda-sabda-Nya. Aku akan menjadi papan tulis bagi-Nya.

Ya, jadilah papan tulis-Ku yang membiarkan Aku mengukir Sabda-sabda-Ku padamu.

Namun jadilah lembut, supaya Sabda-Ku dapat diukir padamu secara mendalam.

Aku tidak sadar bahwa aku duduk di lantai. Ia memandang aku untuk mengingatkan aku. Aku berlutut.

Aku mengasihi engkau, Vassula. Bersama-sama, engkau dan Aku, kita berbagi Salib-Ku. Dengarkanlah Aku, Vassula. Engkau adalah terkasih Jiwa-Ku. Belumkah engkau paham? Rasakan, rasakanlah, betapa Allahmu mengasihi engkau. Anak-Ku, Mempelai-Ku yang amat tersayang.

Aku merasa Yesus menyelimuti aku dalam diri-Nya.

Vassula, dengarkanlah. Seluruh surga menggemakan seruan-seruan-Ku. Keinginan-Ku tak terguncangkan dan pasti sampai ke telingamu. Aku menghendaki keluwesan. Bagaimana kalian dapat bersatu, kalau tidak luwes?

Aku ingin mempersatukan Gereja-Ku. Maukah kalian merasakan Aku dan mendengarkan Suara-Ku?

Allahku, mengapa Engkau tidak membiarkan para pemimpin Gereja mengenal amanat-amanat-Mu?

Vassula, dengarkanlah. Aku telah menyatakan Wajah-Ku kepada saudara-saudara-Ku yang terkasih.

Siapa saja yang Kaumaksudkan, Tuhan?

David dan Pastor James.

Yesus, terangilah mereka supaya mereka melaksanakan keinginan-keinginan-Mu. Bertindaklah dalam diri mereka dan bimbinglah mereka.

Akan Kulakukan. Percantiklah Gereja-Ku. Kasihilah Aku. Ecclesia (=Gereja) akan hidup kembali!

Aku melihat sebuah gambar Yesus yang indah sekali, Agung dan Mulia. Sebuah gambar Yesus yang indah, jaya sebagai Raja. Ia menunjukkan kepadaku sebuah tanda dengan Tangan-Nya yang ke atas dan memberi tanda dengan jari-jari-Nya yang terangkat. Aku berpikir bahwa lewat tanda itu Ia memberi aku aba-aba KEMENANGAN.

Jadilah Korban Kasih-Ku

5.10.87

Ampunilah aku, Tuhan, akan ketidaklayakanku menyeluruh dan kegagalan-kegagalanku serta tidak adanya kebaikan apa pun sehingga membuat aku terus melukai Engkau dalam Kehadiran-Mu.

Aku mengampuni engkau sepenuh-penuhnya.

Aku mengasihi Engkau, Tuhan yang baik.

Setiap kali engkau mengatakan kepada-Ku. “Aku mengasihi Engkau”, Aku tidak akan memandang seluruh kemalanganmu. Aku menutup mata terhadapnya. Aku akan menghentikan Keadilan Ilahi-Ku supaya jangan memukul dirimu, Vassula, sebab sesungguhnya engkau malang secara tak terucapkan. Engkau meredakan murka-Ku dengan berkata kepada-Ku, “Aku mengasihi Engkau”.

(Yesus tampak keras; aku takut pada-Nya.) Aku takut pada-Mu.

Aku adalah Kasih. Maka jangan takut pada-Ku.

O Yesus, seandainya aku tidak sejahat ini, yang kurang berterima kasih dan dengki.

Aku kasihan padamu dan karena kasihan itu Aku jarang menyalakan murka terhadap dirimu.

Aku tahu, bahwa diriku tidak pantas menerima setetes rahmat pun. Engkau terlalu baik terhadap aku, sabar. Engkau tidak pernah murka terhadap aku. Engkau mengasihi aku berikut kesalahan-kesalahanku. Engkau memanjakan aku.

Vassula, demikianlah Kerahiman-Ku!

Yesus.

Aku Yang Ada.

Allahku.

Aku Yang Ada.

Aku mohon, ajarlah aku mengasihi Engkau lebih dan sesuai dengan kehendak-Mu, supaya Engkau mengasihani aku dan supaya aku dapat menghormati Engkau.

Hai kecil, Aku adalah Guru ilahimu yang akan mengajarkan engkau. Jangan pernah ragu-ragu. Jangan pernah meragukan Pengampunan-Ku.

Tidak, Tuhan, aku tidak akan meragukannya. Jadikanlah aku layak bagi-Mu demi Rahmat-Mu dan pendekatan-Mu kepadaku. Izinkanlah aku memuliakan Engkau. Laranglah aku berbuat dosa dan hindarkanlah aku dari kecenderungan terus-menerus untuk melukai Engkau dengan dosa-dosaku.

Berkatilah Aku.

Yesus, aku memberkati Engkau. Bapa, aku mengasihi Engkau.

Aku ingin melihat engkau di Jalan Salib-Ku.

O Yesus, bagaimana? Aku mau, tetapi bagaimana? Dengan siapa? Siapa yang akan membimbing aku? Di sini tidak ada Pastor James.

(Karena putus asa, mataku jadi basah.)

Simpanlah air matamu untuk nanti, ketika engkau akan mendengar penghinaan-penghinaan yang diucapkan terhadap Bunda-Ku.

O Yesus, tolonglah.

Putri, bersandarlah pada-Ku. Biarkanlah Aku mendidik engkau. Senangkanlah hati-Ku dengan menjadi lentur seperti engkau sekarang. Mari, tinggallah di dekat Aku. Aku mengasihi engkau.

Aku mengasihi Engkau, Yesus. Kasihanilah aku karena ketidaktahuanku.

Aku mengasihani. Sukacitakanlah Aku, dan katakanlah:

Tuhan, biarkanlah Aku menjadi korban-Mu,
korban Kasih-Mu yang membara.

Aku ingin menyembah Engkau,
Engkau semata-mata
terbentang pada Salib-Mu bersama-Mu,
dengan tidak pernah memandang ke kiri atau ke kanan

Aku ingin memuaskan dahaga-Mu
dengan memperoleh jiwa-jiwa bagi-Mu,
sebagai korban Kasih-Mu.

Aku akan menjadi Korban kasih-Mu.
Aku Mengasihi Engkau.

Ucapkanlah ini!

(Aku mengucapkannya.)

Mulai sekarang engkau tidak pernah akan meninggalkan Hati-Ku, Vassula. Pilihlah, Vassula: hidupmu atau hidup sebagai korban. Pilihlah.

Yesus, aku tidak mau Engkau meninggalkan aku. Aku ingin tinggal bersama-Mu, di samping-Mu.

Kalau begitu, engkau telah memilih dengan tepat. Engkau akan menyerupai Aku, menjadi korban Kasih. Bunga, engkau akan berkembang di bawah Terang-Ku.

Aku berterima kasih kepada-Mu. Aku memberkati Engkau atas segala sesuatu yang Kauberi kepada-Ku dan atas belas kasih yang Kautunjukkan kepadaku.

Terimalah Damai-Ku, putri. Jangan pernah lupa akan Kehadiran-Ku. Izinkanlah Aku

Aku Tidak Akan Melindungi Kaum Kain

29.9.87

Allahku, Engkau tampak begitu tidak bahagia karena sejumlah jiwa para imam-Mu.

Vassula, mereka bertanggung jawab atas sekian banyak jiwa. Mereka bukan hanya jatuh sendiri melainkan menyeret serta sekian banyak jiwa lain.

Tetapi, Tuhan, di antara mereka pasti ada banyak yang baik, yang mengasihi Engkau, yang berkarya sesuai dengan kehendak-Mu. Aku mengenal beberapa yang demikian.

Ah, Vassula, ada banyak yang mengikuti petunjuk-petunjuk-Ku, yang berkorban, hidup rendah hati, saling mengasihi, memberi makan kepada domba-domba-Ku. Mereka adalah garam bumi, Jiwa-Ku. Mereka adalah kaum Habel-Ku. Mereka itu pelipur lara bagi Luka-luka-Ku yang meringankan penderitaan-Ku.

Namun sedihnya, di antara mereka ada para Kain juga, panah-panah bagi Tubuh-Ku, yang licik, yang buta karena kepongahan, jahat dan dikuasai oleh kecenderungan-kecenderungan yang tercela. Mereka itu duri-duri dalam Kepala-Ku. Dosa mereka banyak. Guru mereka adalah kemunafikan. Dan terhadap merekalah Keadilan Ilahi-Ku bergejolak.

Peganglah Tangan-Ku, putri, tinggallah di dekat Aku dan Aku akan menunjukkan duri-duri itu kepadamu. Aku akan mengantarkan engkau dengan kekuatan ilahi-Ku kepada inti kedalaman Tubuh-Ku. Aku akan membiarkan engkau mengenali ujung tombak. Aku tidak akan melindungi kaum Kain, Vassula. Sebab mereka punya apa untuk dipersembahkan kepada-Ku?

Tangan mereka kosong dan mereka tidak punya apa-apa untuk dipersembahkan kepada anak domba-domba-Ku. Mereka suka menampakkan diri mereka di hadapan umum. Mereka suka, kalau disalami dengan sikap penuh hormat. Mereka itu mirip garam yang kehilangan rasanya.

Sungguh, Aku berkata kepadamu, putri, mereka itu kaum Farisi masa kini!

O, Allah, ini mengerikan.

Vassula, karena alasan inilah apa saja yang telah tersembunyi akan ditempatkan dalam terang dan apa saja yang ditutup-tutupi akan dibuka. Sebab inilah kehendak-Ku. Mari, jangan lupa akan Kehadiran-Ku.

Tidak, Tuhan. Aku memandang Engkau sebagai Bapaku yang Kudus, Sahabat yang Kudus, dan aku memandang St. Maria sebagai Bundaku yang Suci. Kalian adalah Keluarga Kudusku. Bagaimana mungkin aku melupakan Engkau?

Terkasih, Aku adalah Mempelaimu juga. Aku ingin engkau mengasihi dengan cara ini. Kasihilah Kami dengan mesra, namun jangan pernah engkau lupa bahwa Kami ini Kudus – sambil menghormati Kami. Kami adalah Keluarga Kudusmu. Aku adalah Allahmu. Waspadalah.

Ya, Tuhan.

Mari kita pergi.

Mari.

Mereka Tidak Mengakui Aku

28.9.87

Vassula, bahagiakah engkau bahwa Aku telah membebaskan engkau?

Ya, Allahku, aku amat bahagia bersama-Mu. Aku merasa melekat kepada-Mu dan bahagia.

Percayakah engkau sekarang bahwa Aku telah mengikat engkau dengan ikatan-ikatan Kasih?

Aku kini percaya, ya Tuhan.

Hai kecil, berkatilah Aku.

Aku memberkati Engkau, Yesus, dan aku mengasihi Engkau serta berterima kasih kepada-Mu.

Vassula, tahukah engkau bahwa tanda-tanda yang telah Kuberikan dan yang tetap akan Kuberikan, diberi agar Nama-Ku dikenal oleh kalian, supaya dengan demikian Kasih yang ada pada-Ku terhadap kalian semua dapat tinggal dalam diri kalian, dan supaya Aku dapat berada dalam diri kalian? Tetapi banyak jiwa para imam-Ku tidak mengakui Aku di hadapan manusia.

Bagaimana, Tuhan?

Dengan tidak mengakui tanda-tanda-Ku, mereka tidak mengakui Aku, Allah mereka. Bukankah telah Kukatakan bahwa manusia yang tidak mengakui Aku di hadapan orang tidak akan diakui dihadapan para malaikat-Ku? Bukankah telah Kukatakan bahwa Aku akan tetap berusaha memperkenalkan Nama-Ku kepada kalian?

Maka, mengapa mereka ragu-ragu apakah Aku berada di antara kalian dan bahwa karena Kerahiman-Ku Aku memberi kepada kalian tanda-tanda dan mukjizat-mukjizat yang hampir tidak dihargai? Biarlah Aku mengatakannya kepadamu, putri: mereka telah mengambil kunci pengetahuan! Mereka sendiri tidak memasukinya dan tidak membiarkan orang lain pun memasukinya padahal mereka menghendakinya!

Allahku! Engkau tampak begitu murka, Tuhan!

Vassula, saatnya telah tiba untuk memuliakan Aku. Waspadalah dan berdirilah di dekat Aku. Aku mengasihi engkau, hai kecil. Bersatulah dengan Aku.

Ya, Tuhan.

“Kita”?

Ya, “kita”.

Mari.

Io Sono Con Te

27.9.87

Terjadi lagi kekacauan. Si jahat mengamuk. Jiwaku disiksa sehingga aku sampai memohon Tuhan, supaya Ia meneruskan (karya-Nya) tanpa aku; bahwa aku senantiasa akan mengasihi-Nya, tetapi aku tidak berdaya lagi untuk meneruskan.

Langsung aku menyesali kata-kataku itu sambil memohon, supaya Tuhan meninggalkan aku karena ketidaklayakanku.

Selama aku beristirahat, aku melihat diriku di sebuah jalan yang berlubang. Aku terjatuh. Di dekatku kulihat kaki Yesus tanpa sepatu. Ia membungkuk dan mengangkat aku lagi. Lalu di hadapanku telah kulihat kira-kira 100 anak tangga (tangga besar) dan di puncaknya berdirilah para Kudus yang memanggil aku untuk naik ke sana. Aku memandang sekeliling dan melihat seorang yang kukenal, yaitu seorang pastor. Ia penuh humor dan berbicara kepadaku dalam bahas Italia. Aku mengenali Padre Pio! Di dekat dia aku melihat St. Fransiskus dari Asisi. St. Fransiskus mendekati aku; mereka semua memberiku semangat untuk meneruskan.

Yesus?

Aku Yang Ada, Vassula. Jangan takut.

Yesus, ampunilah kelemahanku.

Kelemahanmu akan ditiadakan dalam Kekuatan-Ku. Io sono con te, Padre Pio (=Aku ada bersamamu, Padre Pio).

Allahku, apakah ini sungguh terjadi?

Ya, ia bersama-Ku, Vassula dan ia telah dikuduskan oleh-Ku. Aku ada bersamamu, Bunda-Ku serta semua orang Kudus.

Kemudian, sesudah pertemuan dalam kelompok Karismatik. Aku tidak dapat mengikutinya karena ketidaktahuanku. Aku juga menginginkan keheningan. Aku merasa bersalah, sangat bersalah karena ketidaktahuanku.

Vassula, jangan cemas. Setiap orang memiliki jalannya sendiri untuk memuliakan Aku serta memuji-muji Aku. Aku telah memberi kepadamu cara ini1. Aku dan engkau, engkau dan Aku. Engkau harus beribadah dalam Keheningan. Ingatlah, Aku sudah memberi petunjuk kepadamu beberapa bulan yang lalu.

(Memang benar, lih. BC 12 tgl. 29.5.87)

Aku berdiri di sampingmu.

(Aku merasakan-Nya begitu dekat, sehingga rasanya dapat menyentuh Dia secara nyata. Jiwaku bahagia kembali dan penuh damai).

Hai kecil, bukankah Aku mempelaimu? Kalau demikian, bukankah tugas-Ku menghibur engkau bila engkau membutuhkan penghiburan? Datanglah kepada-Ku dan Aku akan mengangkat bebanmu. Datanglah kepada-Ku dan Aku akan menghibur engkau. Andalkanlah Aku, putri, Aku adalah Pembimbing Spiritualmu. Aku adalah Dia yang paling mengasihi engkau. Aku adalah Penciptamu dan Allah. Datanglah dan jatuhkanlah dirimu ke dalam rangkulanku dan rasakanlah kehangatan-Ku.

Yesus memberi kepada jiwaku keseimbangan penuh dan damai.

  1. Lewat tulisan.