Kemalanganmu Memukau Belas Kasih-Ku

12.11.87

Terkasih, inilah Aku, Yesus. Peganglah salib-Ku erat-erat, seperti yang telah Kuajarkan kepadamu, bila sedang beristirahat1. Jangan pernah tinggalkan Aku, sedetik pun jangan. Aku Semua dan Segala-galanya. Dengan memegang Salib-Ku, engkau memuliakan dan sekaligus menghormati Aku.

Aku, Allahmu, memnurnikan engkau dan menghibur engkau, anak-Ku. Maka, hormatilah Bapamu yang demikian giat mencari engkau, ketika engkau di jalan sesat, jauh dari sisi-Ku, menyimpang dari jalan ilahi-Ku.

Ketahuilah nak, bahwa selama ini engkau selalu milik-Ku. Sekarang setelah kau Kutemukan, kau akan Kulindungi dan akan Kusimpan di dalam jubah-Ku; lihat!

(Aku melihat Yesus Kristus dalam jubah panjang berwarna merah tua. Ia membukanya dengan kedua tangannya sambil memperlihatkan suatu nyala terang yang terpancar dari dada-Nya. Tiba-tiba, bagaikan kilat, mencuatlah dari situ lidah api, mendekati aku dan menembus diriku. Tidak terasa sakit, hanya mengobarkan api kasihku kepada-Nya, membuat aku semakin merindukan Dia, lebih dari biasanya).

Nyala api-Ku akan mengobarkan hatimu. Nyala api-Ku harus tetap bernyala selama-lamanya dalam dirimu, hai altar. Aku telah membaharui Nyala Api-Ku dalam dirimu, agar engkau dapat melangkah maju dengan amanat-Ku. Karena engkau tak mampu mengambilnya sendiri dari Aku, maka akan Kuatur, supaya Nyala Api-Ku tetap bernyala dalam dirimu.

Mari, Aku menyukai ketidakmampuanmu. Karena itu Aku telah memberi engkau rahmat untuk menyadari hal ini. Aku merasa dimuliakan, bila engkau membutuhkan Aku dalam segala sesuatu. Kelemahanmu memikat Kekuatan-Ku. Kemalanganmu memukau Belas Kasih-Ku.

Kasihilah Aku, Vassula. Turutlah serta merasakan paku dan duri-Ku. Turutlah serta merasakan salib-Ku. Mahkotailah Aku dengan kasihmu. Hormatilah Aku dengan kepercayaanmu. Izinkan Aku menuntun engkau secara buta hingga tuntas. Aku takkan pernah meninggalkan engkau! Percayalah akan setiap kata yang terucap dalam Kitab Suci.

  1. Yesus mengajar aku cara memegang salib sambil beristirahat pada malam hari. Dengan cara ini, pada saat aku bangun, aku merasakan salib-Nya dalam tanganku, dan dengan demikian, pikiranku segera terpusat pada-Nya.

Biarkanlah Ciptaan-Ku Mengetahui Kasih-Ku yang Besar

10.11.87

Allahku, semoga Engkau menggunakan aku, supaya dalam diriku terukir segala sesuatu yang dikehendaki oleh Hati-Mu. Terjadilah Kehendak-Mu dan dimuliakanlah Nama-Mu.

Mari, biarkan Aku menulis kepada kedua hamba-Ku demi kemuliaan Tuhan-Ku.

Hamba-hamba yang mana, Tuhan?

James dan David tentunya1.

Waktunya telah tiba untuk menebarkan benih-benih-Ku di antara umat manusia. Sampaikanlah amanat-Ku. Aku akan membantu engkau dalam segala upayamu. Biarlah sabda-Ku dikenal. Upayakanlah agar ciptaan-Ku mengetahui betapa besarnya Kasih-Ku, betapa tak terbatasnya Kerahiman-Ku. Upayakanlah agar ciptaan-Ku mengetahuo betapa besarnya Kasih-Ku, betapa tak terbatasnya Kerahiman-Ku. Kerajaan-Ku berciri Kedamaian, Kasih dan Kesatuan. Aku telah memilih Vassula sebagai insan yang malang dan tak mampu, yang tak berguna dan tanpa kemampuan berbicara. Tulislah hal ini juga2. Ya, yang tanpa pengetahuan dasar apa pun mengenai Gereja-Ku, suatu kanvas kosong, yang Aku, Tuhan, dengan bebas dapat isi dengan Karya-Ku saja, agar menjadi jelas, bahwa segala yang tertulis, berasal dari Mulut-Ku. Segala tindakan akan dilaksanakan oleh Aku melalui dia. Aku akan berbicara melalui dia, bertindak melalui dia. Aku telah membentuk dia, dengan mencurahkan segenap Karya-Ku ke atas dirinya, agar dia dapat menjadi pembawa amanat-Ku ini, yang akan dikenal.

Maukah engkau menyampaikan amanat-Ku? Maukah engkau melakukan ini untuk-Ku? Ingat, inilah Aku, Yesus, Putra Terkasih Allah, Juru Selamat umat manusia, Sang Sabda, yang memberkati engkau. Aku memberkati upayamu. Entah apa yang akan ditemui, kegembiraan ataupun kesengsaraan, yakinlah, Aku akan memberi dukungan-Ku kepadamu. Aku ada di hadapanmu, dan selalu membimbing engkau.

Persatuan Gereja-Ku akan memuliakan Aku! Aku akan menuntun engkau ke inti kedalaman yang paling dalam dari Tubuh-Ku yang Berdarah. Aku akan menunjukkan duri-duri-Ku kepadamu. Engkau akan mengenalinya.

Jangan berpamrih apa pun selain menginginkan Kemuliaan-Ku. Jangan pernah meragukan Karya-Ku. Kasih menyinari dirimu. Terkasih yang amat Kukasihi, berusahalah dan senangkanlah hati-Ku. Mari, Aku ada di sisimu.

Terimalah Damai-Ku3. Mari kita berdoa kepada Bapa:

Bapa Yang Benar dan Terkasih, terpujilah Nama-Mu.
Kumpulkanlah semua hamba-Mu yang setia.
Semoga Surga memaklumkan Kebenaran-Mu.
Semoga setiap bibir memuji Nama-Mu yang Kudus
dengan tak henti-hentinya.

Kejahatan para penipu haruslah dibasmi.
Bantulah mereka yang patah semangat.
Bangkitkanlah mereka seturut jaminan sabda-Mu.

Aku akan menepati janjiku serta melaksanakannya.
Kudoakan Gereja-gereja-Mu,
supaya mereka semua menjadi Satu.
Bapa, semoga mereka bersatu dalam Dirimu. Amin.

(Yesus membantu aku berdoa, inilah kata-kata-Nya).

  1. Yesus kelihatannya heran akan pertanyaanku, karena seharusnya aku yakin, seharusnya aku mengerti.
  2. Aku mendengar Dia mengatakan kalimat berikutnya, dan aku memandang-Nya dengan tersipu malu dan ragu-ragu.
  3. Sambil menoleh kepadaku Ia berkata:

Aku Satu-satunya Kasihmu – Salib-Ku Adalah Pintu Menuju Hidup Sejati

8.11.87

Yesus?

Aku Ada.

Seandainya Aku tidak membebaskan dirimu, engkau pasti masih tidur lelap.

Aku menyerah, Yesus.

Aku sangat malu. Sesungguhnya aku orang yang terakhir yang layak berbicara. Apa pun yang kulakukan dan kucoba perbaiki … dan mencoba menyatakan terima kasih, Tuhan, bukanlah ungkapan yang memadai untuk menyatakan segala-galanya kepada-Mu, sebab apa yang telah Kaulakukan terhadapku jauh lebih banyak dari ini. Biarpun aku berdoa untuk orang lain, aku tetap merasa bersalah dan ragu-ragu, sebab, Tuhan, bagaimana mungkin aku berani berdoa untuk orang lain yang jauh lebih baik dari aku? Bagaimana mungkin dia “yang paling malang” dapat berdoa untuk orang lain yang lebih baik daripadanya? Ini mengingatkan aku akan sabda-Mu tentang balok di mata dan serbuk di mata orang lain. Aku merasa mempunyai sebuah balok, seluruh hutan. Karena itu bagaimana mungkin aku, dengan segala kayu yang di dalam mataku, dapat berani bersuara? Kecuali jika Engkau membebaskan aku, Tuhan. Aku mohon, izinkanlah aku meminta kepada-Ku, untuk membersihkan diriku. Kasihanilah jiwaku, bila Engkau memang hendak membuat aku layak berdoa dengan penuh hormat bagi saudara-saudaraku.

Vassula, Aku senang mendengar kata-katamu itu, karena selama engkau belum menyadari ketidaklayakanmu, engkau tidak mungkin memulai jalan menuju kesempurnaan.

Bila memang begitulah kehendak-Mu, izinkanlah aku, Bapa, memohon pertolongan-Mu.

Putri-Ku, penuhilah kembali lampumu dengan minyak-Ku. Jangan menunggu. Tumbuhlah dalam Terang-Ku, nak. Siapa pun yang percaya akan Amanat ini, bukan percaya kepadamu, melainkan percaya kepada-Ku; Aku, Sang Terang, turun ke dunia melalui dirimu, sehingga siapa pun yang percaya akan amanat-Ku, tidak akan tinggal dalam kegelapan lagi. Para saksimu tahu apa yang benar. Mereka tahu bahwa kata-kata ini bukanlah kata-katamu. Bukan, Vassula-Ku. Semuanya yang tertuls, datang dari Aku, Tuhan. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: barangsiapa menyambut dirimu, menyambut Aku.

Tidak, Allahku, aku tidak layak!

Mengapa, Vassula? Bukankah Aku telah memurnikan engkau? Bukanlah Aku sendiri telah mengurapi engkau menjadi milik-Ku? Sungguh, Aku akan menyatakan diri-Ku melalui dirimu. Maka, hormatilah Aku, putri.

Mari, Aku akan mengajarkan cara-Ku kepadamu. Aku dan engkau. Biarkan Aku bernapas dalam dirimu. Biarkan Aku beristirahat dalam dirimu, putri. Bebaskanlah Aku dari mereka, yang melukai jiwa-Ku. Oh Vassula, seandainya engkau tahu, Darah-Ku tertumpah lagi pada hari ini.

Oh Allah, padahal ini hari Minggu! Mengapa?

Nak, mereka menusuk Hati-Ku terus menerus.

Allahku, biarlah mereka menusuk aku saja!

Dengarkan Aku, engkau akan tertusuk; mereka akan menusuk dirimu.

(Mengapa, mengapa semuanya seperti ini? Ada apa sebenarnya? Mengapa mereka melakukan ini kepada Allah kita, Allah Kasih, Damai, seorang Bapa, seorang Sahabat? Betapa teganya mereka!

Aku merasa mual. Hari ini Yesus berdarah lagi, menderita akibat kejahatan kita. Dapat dikatakan bahwa dunia telah diculik oleh Setan, dan Yesus kembali berusaha menyelamatkan kami).

Allahku, Engkau telah memberi aku begitu banyak kepedihan, agar aku dapat merasakan diri-Mu yang begitu terluka; Engkau satu-satunya Kebaikan yang tak terhingga, dan sumber Kasih. Mengapa mereka begitu menyiksa diri-Mu? Aku tidak tahan lagi melihat penderitaan-Mu, bukan karena siksaan daging dan kesakitanku sendiri, melainkan karena aku peduli akan penderitaan-Mu, akan kesakitan-Mu, Tuhan. Aku peduli dan mengasihi Engkau.

Vassula, Vassula-Ku, korban Jiwa-Ku, korban Hati-Ku. Pikullah penderitaan-Ku, dan berbagilah penderitaan itu dengan Aku. Minumlah dari Piala-Ku. Rasakan siksaan-Ku. Terkasih Jiwa-Ku, apa sajakah yang tidak mau Kulakukan untukmu? Demi kasih, Aku mengizinkan engkau turut merasakan penderitaan-Ku. Aku telah memilih engkau menjadi korban Hati-Ku yang berdarah, demi segala penderitaan yang dapat dipikul oleh hatimu, korban Jiwa-Ku, karena semua kesedihan, penolakan dan cemoohan yang dapat dipikul jiwamu. Mari, engkau akan berbagi Salib-Ku.

Aku satu-satunya Kasihmu. Aku telah mencapai tujuan-Ku. Izinkanlah Aku menjadi siksaan manis dari pikiran dan jiwamu. Engkau menyenangkan hati-Ku, sebab sekarang Aku telah memusnahkan semua saingan-Ku. Mereka telah punah, tak ada sisa! Hanya Aku, Yesusmu yang tinggal padamu! Betapa senangnya hati-Ku! Dan kini, biarkan Aku mengasihi engkau dengan bebas. Biarkan Aku merajai dirimu. Aku telah menemukan tempat bagi keagungan dan kelimpahan-Ku. Aku bukan mengasihi engkau karena apa adanya engkau, tetapi karena engkau bukan apa-apa. Mari, ke-”bukan apa-apa”-anmu mempesona Aku. Ketidakmampuanmu membuat Aku terdiam.

Tuhan, aku merasa malu.

Vassula, jangan pernah mencari akal untuk menjadi sesuatu; tetaplah “bukan apa-apa”, sebab setiap karya ilahi yang akan Kulaksanakan, akan benar-benar dari diri-Ku dan bukan dari dirimu.

Gereja-Ku akan menjadi satu, di bawah satu Wibawa. Bukankah Aku senditi yang meminta Petrus untuk memberi makan kepada anak-anak domba-Ku? Bukankah Aku yang telah memilih dia untuk memberi makan kepada domba-domba-Ku? Bukankah Aku sendiri yang berkata: “Engkaulah Petrus, dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan Gereja-Ku”. Mengapa ada kesombongan itu di antara bangsa-bangsa, komplotan sia-sia itu di antara manusia? Aku telah memilih Petrus, seorang menurut Hati-Ku, batu karang; di atas dirinya Aku mendirikan Gereja-Ku. Mengapa ketetapan-Ku itu dikacaukan?

Siapakah yang Kaumaksudkan, Tuhan?

Aku berbicara tentang mereka, yang merancang komplotan melawan Fundasi-Ku. Tidak sadarkah engkau bahwa komplotanmu akan sia-sia saja?

Tuhan, aku tidak tahu siapa yang Kaumaksudkan.

Aku tahu Vassula, semuanya kabur bagimu. Namun sangat jelas, bagaikan siang hari, bagi para penipu itu! Pandangan-Ku terpusat pada mereka. Pedang-Ku terangkat, siap untuk menebas. Mereka mengenal diri mereka, dan percayalah kepada-Ku, hari-hari mereka sudah dapat dihitung.

Ya, lihatlah sekelilingmu, hai para penipu! Mengapa engkau terkejut? Engkau akan musnah! Sebab pada hari-hari ini, Aku sedang melakukan sesuatu yang akan sulit dipercayai seandainya engkau tahu!

Terkasih, biarkan Aku menjawab pertanyaan yang ada dalam pikiranmu. Amanat-Ku akan dibaca juga oleh para penipu itu.

Terkasih, rasakanlah perasaan-Ku. Aku terluka, sama seperti engkau. Salib-Ku ada padamu, pikullah ia dengan kasih. Salib-Ku adalah pintu menuju hidup sejati. Rangkullah Salib itu dengan sukarela. Vassula, penyangkalan diri serta penderitaan akan mengantarkan kepada kesucian dan keutamaan1. Mari, oh terkasih, Aku bersama engkau2.

Tuhan, aku merasa sangat sedih. Aku bahwa sebaiknya aku tidak meneteskan air mata lagi dan menyimpannya untuk kemudian. Sebagai gantinya, aku bersedia meneteskan darah, sebagai ganti air mataku seandainya aku kehabisan.

Vassula-Ku, ingatlah bahwa engkau bukan milik dunia ini. Engkau milik-Ku. Dapatkah engkau melihat Hati-Ku yang Kudus?3 Masuklah ke dalam Hati-Ku yang Kudus. Dalam kedalaman-Nya engkau akan mendapatkan istirahatmu. Aku akan membawa engkau dan memasukkan engkau ke inti kedalaman-Nya. Kepedihan-Ku tidak tertahankan4. Ingatkah engkau ketika engkau masih anak-anak? Akan apa yang telah Kulakukan padamu?

(Yesus lalu memberi aku penglihatan yang sama dengan yang kualami ketika aku berumur 10 tahun. Itulah penggilan yang pertama).

Pada waktu itu engkau tidak mampu bergerak. Aku adalah Kuasa Ilahi. Terkasih, di dalam-Nyalah kediamanmu5.

Marilah sekarang. Aku perlu dihibur. Mari kita beristirahat, satu dalam yang lain.

(Yesus amat menderita dan sedih.)

Bagaimanakah aku dapat menghibur kesedihan yang demikian?

Dengan mengasihi Aku secara hangat. Kasihilah Aku dan hiburlah Aku. Vassula, kasihilah Aku dengan segenap jiwamu.

Aku benar mengasihi Engkau, Tuhan, Engkau sendiri mengetahuinya.

Kasihilah Aku tanpa batas!

Ajarkanlah aku mengasihi Engkau tanpa batas.

Aku Ada.

Sekarang marilah, Aku punya sebuah rahasia yang ingin Kusampaikan kepadamu. Jangan takut, Aku akan membisikkannya ke dalam telingamu6.

Oh Allah, apakah benar Engkau mau melakukan ini?

Aku mau, terkasih, pastikanlah.

Jangan pernah ragu, segalanya akan terlaksana pada saatnya, Vassula-Ku.

Yesus, Allahku, terima kasih. Izinkanlah aku memberkati Engkau.

Aku pun memberkati engkau, terkasih. Mari, sudah larut malam, kita akan beristirahat, satu dalam yang lain.

Baik, Tuhan.

Kalau begitu marilah.

  1. Aku merasa sedih, tak berdaya
  2. Yesus sedang membelai kepalaku
  3. Yesus menunjuk kepada dada dan hati yang menyala.
  4. Sebab aku dalam pengasingan.
  5. Yesus menunjuk dengan jari telunjuk-Nya kepada Hati-Nya.
  6. Yesus memberi aku rahasia-Nya uang sangat menggembirakan diriku.

Engkau Bukan Milik Dunia

5.11.87

Andalkanlah Aku. Biarkan Aku menuntun engkau kemana Kukehendaki. Letakkanlah tanganmu ke dalam Tangan-Ku. Jangan takut. Aku akan menuntun engkau ke pusat kedalaman Tubuh-Ku yang Terluka. Vassula, genapilah Sabda-Ku.

Putri, jangan takut. Aku ingin agar engkau memperindah taman-Ku.

Bapa Yang Benar,
aku tidak dapat menyangkal bahwa aku takut; tolonglah aku;
izinkanlah aku menerima Kekuatan-Mu.
Izinkanlah aku tumbuh dalam Terang-Mu.
Dalam diri-Mu. Jangan tinggalkan aku.
Bila itu menjadi kehendak-Mu jadikan aku layak,
sehingga Engkau dapat menggunakan aku,
dan agar aku dapat turut serta menggenapkan keinginan-Hati-Mu, agar terjadilah kehendakmu, bukan kehendakku.
Amin.

Kasih akan menolongmu. Namun ingatlah, bahwa segera setelah Sabda-Ku terwujud, kepada-Kulah engkau akan datang! Aku sudah tidak sanggup melihat engkau di pengasingan. Jiwa-Ku rindu padamu!

Bapa! Betapa besarnya sukacita yang Engkau berikan kepadaku. Betapa kebahagiaan dan penghiburan yang diberi oleh Sabda-Mu kepada jiwaku! Aku amat bahagia!

Ya, terkasih, kasihilah Aku. Inginkanlah Aku. Bahagiakanlah Hati ini yang mencari engkau. Aku akan segera datang kepadamu. Tetapi, sementara engkau masih di dunia, dekatilah Aku, sambil memuji Aku, menghormati Aku. Biarkanlah Aku bersukacita penuh.

Jangan berkecil hati bila dunia menolakmu. Sebab engkau bukan milik dunia, demikian pula Aku bukan milik dunia sewaktu Aku dalam daging. Engkau datang dari Aku. Aku adalah Bapamu dan Aku hidup dalam dirimu. Hormatilah Nama-Ku. Muliakanlah Tubuh-Ku. Tinggallah dalam Kasih-Ku. Ikutilah ajaran-Ku dan tinggallah dalam Kasih-Ku. Aku tidak akan mengecewakan engkau ataupun meninggalkan engkau. Maka, terkasih, janganlah takut pada siapa pun. Taburkanlah benih-Ku, yang akan membuahkan kekudusan. Jadilah suci, sebab Aku adalah Yang Kudus.

“Aku sedang mendengarkan. Apa yang dikatakan Yahweh? Yang dikatakan Allah berarti Damai dan Kasih bagi anak-anak-Nya, bagi bumi, bagi Tubuh-Nya. Oh, sekiranya mereka mau melepaskan kebodohan mereka. Bagi mereka yang takut akan Dia, penebusan-Nya sudah dekat, dan Kemuliaan akan hidup di bumi. Kasih dan Kerahiman kini sedang turun. Kebenaran dan Damai kini akan memeluk kami. Kebenaran selalu mendahului Dia, dan Damai mengikuti jejak-Nya.” (Allah menuntun aku untuk menulis kalimat ini, yang diambil dari Mzm 84:8-13, dengan mengubah beberapa kata).

Terkasih, yang Kukatakan adalah bahwa Aku akan menyirami taman bunga-Ku. Aku bermaksud mengairi petak-petak taman bunga-Ku.

Dengarkanlah Aku. Anak sungai-Ku akan membesar menjadi sungai, dan sungai-Ku akan membesar menjadi samudera, dan upaya yang tidak tergoyahkan akan kelihatan Berkilau, dan Aku akan membuat Cahaya-Ku jauh dan meluas, memuliakan Tubuh-Ku. Maka, marilah, peganglah Tangan-Ku dan biarkan Aku menuntun engkau.

Putri, jangan mengerjakan apa-apa lagi hari ini. Beristirahatlah dalam Hati-Ku.

Membungkuklah! Membungkuklah Agar Dapat Bersatu!

30.10.87

Aku telah memberikan kepada ciptaan-Ku tanda yang tak terhitung jumlahnya untuk memperingatkan mereka. Aku membina sejumlah orang kudus, agar mereka memaklumkan keinginan-keinginan-Ku. Namun, apakah umat mendengarkan? Adakah sesuatu yang berubah?

Tuhan, seandainya mereka mendengarkan kali ini, seandainya mereka bersedia, seandainya mereka membaca dan percaya, dan bersatu serta mengupayakan kemuliaan-Mu, dan kali ini bukan mencari kepentingan mereka, seandainya mereka percaya akan amanat ini …

Vassula, ah, Vassula, banyak di antara mereka yang akan takut, juga mereka yang akan percaya pada Amanat-Ku dan mengakui bahwa itu adalah Aku. Karena mereka takut dicemoohkan dan takut pada atasan mereka. Banyak yang lebih mementikangkan penghormatan dari manusia, daripada hormat yang datang dari Aku. Hormatilah Aku, dan sebarkan Amanat-Ku.

Seandainya, Tuhan, mereka (mengalah dan) membungkuk?

Aku tentu akan meniadakan Penghakiman-Ku yang membayangi diri mereka secara berat. Tetapi mereka tetap saja saling melontarkan anak panah yang berbisa, yang melukai Tubuh-Ku. Tetap saja akan ada ketidakrukunan yang berkuasa di antara mereka karena tidak adanya kasih.

Vassula, seandainya mereka menuruti perintah-Ku untuk saling mengasihi seperti Aku mengasihi mereka, dan merendahkan diri, Tubuh-Ku sekarang pasti berkuasa dalam kerukunan. Apakah mereka pernah merendahkan diri mereka dan saling membasuh kaki? Bukankah Aku sudah memberi hal ini sebagi contoh agar dapat diikuti? Membungkuklah! Membungkuklahk agar dapat bersatu!

Hai jiwa, saatnya telah tiba bagi hamba-Ku terkasih Yohanes Paulus untuk mendengarkan Aku. Memang Aku sudah mendengar seruannya. Tangisnya telah terdengar di Surga. Tangisnya menggema di seluruh alam semesta. Tangisnya sudah sampai ke telinga-Ku! Kukatkan kepadamu bahwa dalam waktu singkat akan ada satu kawanan dan satu gembala. Aku akan menuntun semua domba-Ku, termasuk mereka yang bukan dari kawanan ini.

Kasih akan mempersatukan kalian. Namun sebelum ini terjadi, akan ada kemelut dahsyat. Seluruh langit surgawi akan guncang! Berjaga-jagalah, putri. Sampaikanlah ajaran-Ku. Semuanya itu tercakup dalam tulisan kudus-Ku. Sambil menyampaikan Amanat-Ku engkau akan mengerti.

Yesus, oh Santa Maria, apakah yang akan mereka katakan? Pahamilah aku, Santa Maria; bukan tempatku untuk mengadapi semua orang senior itu.

Vassula, jangan takut. Ketidakmampuanmu mempesona Yesus. Tetaplah mungil.

Santa Maria, bagaimana kalau mereka tidak mau mendengarkan?

Nak, Wahyu Ilahi ini akan merupakan peringatan-Nya yang terakhir. Bila mereka tidak mau mendengarkan atau memahami, aku akan mengizinkan Tangan-Nya jatuh atas mereka dan memukul mereka.

Vassula, yang hanya perlu kaulakukan adalah mengasihi Dia. Berjaga-jagalah sebab Setan sedang murka dan mengupayakan segala macam jabakan. Jangan takut. Aku menjagaimu.

Terima kasih Santa Maria atas doronganmu. Terima kasih atas bimbinganmu. Aku memberkati engkau.

Vassula, Aku memberkati engkau, nak.

Pedang-Ku Akan Menebas Mereka

26.10.87

Pada malam hari tanggal 24, Allah menerangi aku agar memahami arti penampakan Santa Maria dalam bentuk Patung raksasa kepada sepupuku. Ini adalah untuk menegaskan bahwa Allah berkenan dan mengizinkan adanya patung-patung di dalam Gereja-Nya yang menggambarkan Wajah-Nya dan wajah Santa Maria.

Lalu pada malam tanggal 25 Allah menerangi aku lagi dan membuat aku mengerti, bahwa Dia menyetujui dan mengizinkan kami menghias Gereja dengan patung-pating yang menggambarkan Dia, foto-foto, lukisan-lukisan, dan sebagainya, melalui pesan-Nya tertanggal 19 (Oktober), sewaktu Dia secara khusus minta aku mengirim 3 foto gambar Kain Kafan dan Wajah-Nya kepada Pastor James dan David, seraya memberkati foto-foto tersebut. Ini merupakan amanat-Nya yang kedua, yang mengizinkan hal ini, yang rupanya dikutuk oleh kaum Kristen lainnya.

Aku mengizinkan Gereja-Ku memasang gambar-Ku. Jangan menelanjangi Tubuh-Ku. Hiasilah Aku, perindahlah Aku, biarkan hal itu sebagaimana adanya.

Dengarkan, Vassula, Aku adalah Gereja. Andalkanlah Aku.

Terkasih, Aku adalah Yahweh.

Tulislah putri:

Ah ciptaan, bukankah Aku telah mengutus para Kudus dan Nabi untuk memperingatkan engkau akan akhir zaman? Bukankah Aku telah mengatakan sebelumnya, bahwa Aku akan mengutus Malaikat dari Istana Surgawi-Ku, untuk memaklumkan maksud rahasia-Ku, agar dapat digenapi?

Keteguhan Sabda-Ku akan dikukuhkan kembali. Bukankah Aku telah menubuatkan kepadamu bahwa misi pembawa amanat-Ku adalah penyampaian Wahyu-Ku? Kesaksian-Ku adalah semangat Nubuat.

Bersukacitalah dan bersoraklah hai kalian yang setia kepada-Ku! Sebaliknya, malanglah mereka yang tidak setia, sebab sabda-Ku akan datang pada mereka bagaikan Pedang yang menebas, menghancurkan segenap kebijaksanaan palsu mereka, kebijaksanaan yang menjadi penyebab jatuhnya ciptaan-Ku ke dalam jaring jerat-jerat Setan, menubah anak-anak domba-Ku menjadi orang-orang yang tak ber-Allah, tidak takut, tidak bermoral.

Vassula, Aku telah memberi suatu penglihatan peringatan, suatu kiasan dari apa yang telah Kulakukan pada Sodom dan Gomora. Biar mereka memperhatikan peringatan-Ku, sebab Aku, Tuhan, telah menubuatkan kepada ciptaan-Ku, bahwa Pedang-Ku akan menebas mereka, kecuali bila mereka bertobat dan menerima Aku sebagai Pencipta mereka.

Hanya karena Kerahiman-Ku yang tanpa bataslah maka Aku turun ke bumi untuk memperingatkan engkau.

Akulah Roh Kebenaran yang bersabda; dengarkan apa yang harus Kusampaikan kepada Gereja-gereja-Ku. Hai ciptaan, jangan sekedar diam, sampaikan peringatan-Ku. Aku berdiri di depan pintu sambil mengetuk, Bila ada yang mendengar Suara-Ku dan membuka pintu, Aku, Tuhan, akan masuk dan turut serta bersantap dengan dia sebelah menyebelah. Janganlah takut, Aku menggenapi Sabda-Ku. Aku berdiri di hadapanmu.

Tuhan, apakah Engkau mengisyaratkan padaku pribadi agar aku menyampaikan peringatan-Mu? Bila ya, bagaimanakah caranya tuhan, selain fotocopy?

Hanya kasih yang Kuminta darimu. Biarkan Aku mengukir atas dirimu. Aku telah memilih mereka yang akan menyampaikan Amanat-Ku. Mari, Aku bersamamu. Rasakanlah Aku. Rasakanlah Kehadiran-Ku. Ya.

(Aku merasakan kehadiran Yesus.)

Kasihilah Aku.

Aku mengasihi Engkau, Yesus. Ajarkanlah aku bagaimana aku dapat mengasihi Engkau, sebagaimana Engkau menghendaki kami mengasihi diri-Mu.

Aku Ada.

Aku Mengutus Engkau Sebagai Pembawa Amanat-Ku

23.10.87

Pagi ini aku membayangkan bagaimana perasaan Yesus sewaktu orang-orang Farisi tidak pernah percaya kepada-Nya, dan betapa sukarnya bagi Dia meyakinkan mereka bahwa Dia sebenarnya Putra Allah. Betapa mereka salah paham tentang Dia. Memang di luar kemampuan manusia untuk memahami, bahwa hal ini mungkin terjadi di zaman mereka. Mereka tidak mau mengerti atau pun menerima mukjizat seperti itu.

Dan sekarang, berapa orang yang memahami atau percaya penuh akan Amanat-Ku?

Cukup banyak yang percaya, lebih daripada mereka yang tidak percaya.

Katakanlah, jumlah mana yang lebih besar di antara mereka yang mendengarkan, percaya dan memahami penuh Amanat-Ku: Domba-Ku atau anak domba-Ku1? Siapakah yang lebih bersedia mendengarkan?

Menurut prngalamanku, kurasa anak domba-Mulah yang lebih bersedia.

Hari ini sama seperti kemarin. Putri, zaman tidaklah berubah; hari ini sama seperti kemarin. Sewaktu Aku di bumi dalam daging, beberapa orang mempercayai Aku sebagai seorang nabi. Hanya beberapa yang percaya kepada-Ku sebagai Mesias.

Sewaktu kaum Farisi mendengar Aku, mereka bergegas untuk melempari Aku dengan batu dengan tuduhan menghujah.

Dan kini, Vassula, mengapa engkau heran akan apa yang dipercayai orang-orang? Engkau berasal dari Aku dan hari ini Aku mengutus engkau sebagai pembawa amanat-Ku yang berisikan amanat Damai dan Kasih. Aku datang untuk mempersatukan Gereja-Ku, namun hari ini bagaikan kemarin.

Coba dengarkan: Orang-orang berkuasa akan kebingunangan, dan banyak dari mereka tidak akan mau percaya penuh bahwa Amanat ini turun langsung dari Aku. Beberapa orang akan mencemoohkan engkau; mereka akan menyelidiki dirimu. Orang lain malah tidak akan mau meluangkan waktu semenit pun untuk mendengarkan engkau. Beberapa orang akan salah paham mengenai amanat-Ku, sebab, lagi-lagi hal ini di luar jangkauan pemahaman mereka.

Maka Aku datang ke sini, dengan Tawaran Hati-Ku dalam Tangan-Ku, Serba Rahim, dengan menggunakan dirimu, yang lemah dan malang, untuk menjadi alat-Ku, untuk menyatakan diri-Ku melalui engkau, turun ke bumi dan mempersatukan kalian.

Namun Kukatakan sesungguhnya, seandainya mereka menangkap ilham orang terkasih-Ku, Yohanes, yang seluruhnya berasal dari Aku, mereka akan memahami bahwa saatnya telah tiba. Carilah kata-katanya, karena setiap nubuat yang disampaikannya benar-benar berasal dari Aku. Nak, tunjukkanlah kepada mereka Cara Aku berkarya.

Allahku dan Bapa Terkasih, aku kadang-kadang takut menghdapi segala pengingkaran, cemoohan, ketulian, penolakan, sebab aku benar-benar percaya bahwa ini sungguh-sungguh Engkau.

Ah, betapa besar kebahagiaan yang akan mereka alami seandainya mereka benar-benar percaya bahwa dari Kerahiman serta Kasih-Mu yang tanpa batas, Engkau turunkan kepada kami dan sekali lagi menolong kami, mempersatukan kami!! Menebus kami!! Menghidupkan kembali Gereja-Mu!!

Hai Sisa-Ku2, jangan takut. Bila mereka mencemoohkan Aku. Bila mereka menolak engkau, mereka menolak Aku. Apa pun yang mereka lakukan terhadapmu, mereka lakukan pula terhadap-Ku.

Berbahagialah jiwamu yang mampu membedakan dengan tegas apa saja yang telah kauhayati, sebab Aku berkata kepadamu, bahwa banyaklah jiwa yang Kuhormati yang juga merindukan kemampuan menghayati apa yang telah kauhayati, tetapi tidak pernah berhasil, ingin mendengar apa yang kaudengar, merasakan apa yang kaurasakan, namun tidak pernah merasakannya.

Vassula, padamu telah Kuletakkan rahmat-Ku.

Aku meluhurkan Engkau ya Bapa,
sebab Engkau berkenan memandang ciptaan-Mu yang paling malang,
dan telah mencurahkan segala rahamt-Mu ini.
Kemuliaan kepada Allah Yang Mahakuasa, yang menyinari diriku.

Tinggallah selalu dekat pada-Ku, sebab engkau masih akan menghadapi banyak cobaan, “Kita?”

Ya, Tuhan, “kita”.

  1. Domba: para imam; anak domba: awam.
  2. Sisa-Ku: kata yang cukup sering muncul dalam Kitab Suci, mengacu kepada sebagian bangsa Israel yang tetap setia kepada Allah serta segenap harapan kepada-Nya (Catatan Redaksi)

Engkau Akan Menjadi Jala-Ku

22.10.87

Pada pkl. 2.30 pagi aku terbangun. Mulut dan bibirku kering pecah karena haus. Yesus berkata kepadaku, “Bangunlah dan minumlah sekarang, dua harimu sudah selesai”. Lalu aku meneguk air sedikit, tidak terlalu banyak karena aku tidak tahan.

Pagi ini, jiwaku yang amat teramat sedih dan tak terbayangkan, sangat merindukan Dia. Mengapa aku dibangunkan-Nya? Apakah untuk menolak aku mendapat hak istimewa tinggal di Rumah-Nya di antara mereka? Andaikata mereka sadar akan keistimewaan mereka! Dalam diriku telah ditimbulkan keinginan itu, tetapi sekarang aku dicegah untuk masuk dan dinaungi oleh Damai-Nya. Aku malah harus hidup dalam pengasingan penuh dengan cobaan …

O putri, yang diberkati Jiwa-Ku, yang diberkati Hati-Ku, kepedihan terhembus pula dari kedalaman sanubari-Ku. Tetapi, Vassula, Aku telah menciptakan engkau untuk tinggal di antara umat manusia dan membaur dengan mereka. Kasih-Ku kepadamu tak terlukiskan, malah begitu rupa hingga kemesraan seolah-olah kebodohan.

Vassula yang amat malang, korbankanlah dirimu, terkasih, dan hadirlah di antara kaum malang dan orang-orang tak ber-Allah, sebab engkau akan menjadi jala-Ku. Biarkan Bapamu yang Kudus bersukacita atas hasil tangkapanmu. Biarkan Hati-Ku kali ini dipenuhi jiwa-jiwa kepada-Ku. Simpanlah air matamu, sebab akan habislah air matamu nanti, bila telingamu mendengar segala hujah yang dilontarkan terhadap Bunda-Ku!

Yesus, jangan biarkan lidah mereka mengucapkannya, ketika mereka menghujah.

Vassula, Aku, Tuhan, akan menganugerahkan pengampunan-Ku kepada mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka katakan.

Tuhan, apakah mereka pernah akan ‘belajar’?

Semua orang akan belajar. Setiap ciptaaan akan belajar, asal mereka mendengarkan. Izinkan Aku menjawab pertanyaan yang ada dalam benakmu.

Tetapi, Tuhan, Engkau mengatakan “asal”. Itu berarti bahwa akan ada beberapa orang yang tidak akan mendengarkan.

Dengan amat sedih Aku terpaksa mengiyakan, bahwa akan ada di antara mereka yang menutup telinganya! Mereka, yang akan menolak untuk mendengarkan, kali ini tidak akan diselamatkan. Marilah, bangun dan ikuti Aku1.

Ke mana, Tuhan? (Yang kutangkap adalah: ke rumah).

Aku ingin agar engkau menulis kepada Pastor James.

Ya, Tuhan.

Maka, marilah, kita akan menulis bersama.

  1. Yesus di dekatku, mengisyaratkan agar aku bangun.

Korban Tubuh dan Jiwa-Ku

21.10.87

Hari ini aku menerima berita yang mengecewakan. Teolog katolik dari Lyon, yang dukungannya amat kuharapkan, mendingin antusiasmenya setelah ia mengetahui bahwa aku tidak termasuk komunitas Katolik. Ia mengatakan bahwa aku menghayati Allah. Namun ia tidak memahami bahwa penghayatan tersebut tidak sekedar itu saja tetapi ada sesuatu yang lebih dari itu.

Allah memberikan amanat kepada kita semua; malah menjangkau para pejabat gereja maupun Takhta Suci. Ya, memang, mengapa ia harus percaya? Aku memang ibaratnya bukan siapa-siapa. Seperti yang pernah kukatakan, seandainya aku salah seorang dari mereka, pasti aku diterima, dan mereka pasti akan berupaya memperhatikan amanat ini.

Justru inilah yang hendak diajarkan Allah kepada kita, yaitu supaya kita jangan saling membeda-bedakan. Kita semua berada di bawah satu wibawa, wibawa Allah. Mengapa kita harus saling membeda-bedakan? Kita pun cenderung membeda-bedakan orang atas dasar kepribadiannya. Memang, aku tidak mengenakan jubah biarawati, namun pentingkah itu?

Allah, bolehkah aku bertanya ‘mengapa?’ Dia telah memilih aku dan menghendaki aku yang seperti ini.

Vassula, engkau sedang mengalami hal-hal yang sama seperti aku, ketika Aku dalam daging di bumi. Ingatkah engkau, Vassula, sewaktu orang-orang Farisi bertanya kepada-Ku dari manakah datangnya wibawa-Ku untuk berkhotbah?

Ya, Tuhan.

Terkasih, Amanat-Ku berasal dari Aku. Segenap wibawa akan datang dari Aku. Engkau milik-Ku. Apakah sekejap pun Aku pernah menulis bahwa wibawamu akan diberikan oleh manusia? Anak-Ku yang kecil, sandarkanlah kepalamu pada Sang Kebijaksanaan.

(Aku menjadi gusar dan sedih, air mataku bercucuran dan aku terpaksa berhenti menulis sejenak, agar tenang kembali).

Korban-Ku, Aku telah memilih engkau untuk menjadi korban Hati-Ku, siksaan manis jiwamu, korban Tubuh dan Jiwa-Ku, melalui penolakan, kecemasan dan kesengsaraan. Engkau akan mengalami Hidup-Ku di bumi. Vassula, Aku akan memberikan semua itu kepadamu dalam takaran kecil setiap kalinya, sesuai dengan daya serap jiwamu. Engkau akan, malah sudah, ditolak, dituduh, dicemoohkan, disisihkan.

Vassula, masih banyak penderitaan yang akan kaualami. Namun, di lain pihak, Aku telah memberikan kepadamu mereka yang percaya akan Amanat Damai dan Kasih-Ku. Merekalah saksimu. Kuperingatkan bahwa engkau pun akan dikhianati.

Oleh seseorang?

Vassula, Aku mengasihi engkau. Aku, Tuhan, adalah penopangmu. Datanglah kepada-Ku untuk dihibur. Biarkanlah Damai-Ku membungkus dirimu. Mari, segenap wibawa datang dari Aku dan bukan dari manusia. Engkau milik Wibawa-Ku, yaitu, Satu. Satu Wibawa saja.

Allahku, terima kasih atas dukungan-Mu. Terima kasih pula atas para saksi yang Kauberikan kepadaku. Aku tidak akan mengangkat suaraku lagi. Aku harus menepati kata-kataku, yaitu:

“Lakukanlah apa pun yang Engkau kehendaki daripadaku, entah itu kesenangan entah kesengsaraan, aku akan tetap berterima kasih kepada-Mu.
Jika Engkau menghendaki agar aku dilempar, maka biarlah aku terlempar.
Jika Engkau menghendaki agar aku dirangkul, aku tidak layak untuk itu.
Lakukanlah apa yang paling dikehendaki oleh Hati-Mu. Aku milik-Mu.”

Ya, jadilah lentur, agar Aku dapat mengukir Sabda-Ku dalam dirimu secara mendalam. Ingatlah akan Kehadiran-Ku dan Kasih-Ku.

Pengorbanan

Swiss, 19.10.87

Aku mau menambahkan di sini bahwa sewaktu di Yunani aku membaca otobiografi Santa Theresia dari Lisieux. Aku terus memikirkan dia, dan sewaktu aku dalam bis kota dan asyik berkontemplasi tentang dia, membayangkan dia penuh kasih, bisnya berhenti dan dalam kontemplasiku terdalam aku melihat tulisan Yunani, “Aku mengasihi Engkau”, berikut dua hati. Setiap huruf setinggi satu inci, tertulis pada atap halte bis; 4 meter jaraknya dariku. Karena inderaku sedang melayang ke planet lain, aku tahu bahwa Santa Theresia menyatakan hal ini kepadaku. Itulah pesannya.

Vassula, ambillah gambar-gambar-Ku yang kausimpan.

(Aku pergi dan mengambilnya dari tempatnya, yaitu gambar dari Yesus pada Kain Kafan Suci. Aku mengira Dia kurang senang bahwa aku menyimpannya).

Mari, berikanlah dua kepada Pastor James dan satu kepada David, Katakan kepada mereka bahwa Aku telah memberkatinya dengan Tangan-Ku. Mereka akan mengerti.

Tulislah kepada Pastor James dan katakanlah bahwa Aku ingin agar ia melakukan Jalan Salib dengan cara sama ketika kalian berdua melakukannya. Vassula, ajaklah David pula.

Aku akan memberkati mereka berdua pada saat Jalan Salib itu. Yang ingin Kuperkenalkan adalah nyala lilin. Aku ingin agar mereka menghormati Bunda-Ku juga dengan menyalakan lilin baginya. Selanjutnya mereka harus menghormati Aku dengan berlutut pada setiap Perhentian.

Vassula, kini Aku, Allahmu, dan engkau, akan bergandengan tangan menyempurnakan Jalan Salib-Ku.

(Lalu hening sejenak …)

Putri, sadarkah engkau bahwa rencana-Ku telah ditetapkan jauh sebelum engkau dilahirkan? Tunggulah, dan engkau akan melihat.

Berisitirahatlah sekarang. Perlengkapilah dirimu dari Aku selalu. Aku mengasihi engkau.

Yesus Terkasih, aku mengasihi Engkau.

Putri, terimalah damai-Ku. Aku akan menjaga engkau tidak kekurangan suatu apa pun. Carilah istirahatmu hanya di Hati-Ku, jangan di tempat lain mana pun.

Tuhan aku bertanya kepada-Mu, apakah ada yang dapat diperbuat untuk menolong putra Ibu X?

Dengarkan Aku. Karya kasih dapat membebaskannya.

Karya siapa, Tuhan?

Karya engkau semua, Vassula.

Yesus Terkasih, kumohon kepada-Mu, berkatilah komunitas di Bangladesh dengan Tangan Ilahi-Mu. Kumohon, berkatilah mereka semua. Dukunglah mereka.

Vassula, katakanlah kepada mereka untuk mengemban kasih-Ku, yang ada di dalam diri mereka. Aku ada di tengah-tengah para terkasih-Ku. Putri, dengan Tangan-Ku Aku memberkati mereka.

(Aku berdoa bagi putra Ibu X).

Percayalah akan apa yang kauminta. Nak, percayalah kepada-Ku.

Yesus, dapatkah Engkau melihat apa yang menjadi masalah putra itu?

Aku dapat.

Apakah Engkau tidak menginginkannya di dekat-Mu Tuhan?

Aku sangat menginginkannya, terkasih, tetapi Setan sedang berkuasa atas dia.

(Aku dengar Setan berteriak, “Aku tidak mau melepas”; ia mengamuk!) Tuhan Yesus, bila Engkau mau aku menderita demi dia dan hal itu akan membawa dia lebih dekat kepada-Mu, lakukankah itu, Tetapi apa yang dapat kuperbuat? Mungkin aku harus pantang air selama 2 hari? (Iklim Swis amat kering dan orang cenderung minum banyak).

Vassula, menderitalah demi dia. Jangan minum cairan apa pun sewaktu engkau memikul Salib-Ku.

Aku akan melakukannya sebagai pengorbanan.

Terkasih, kelak engkau akan mengerti. Perhatikanlah saudaramu, berkorbanlah demi dia. Aku mengasihi dia.

Yesus, aku akan melakukannya.