Seorang yang Bekerja di Rumah Sakit Serawak, Mendoakan Dua Orang Pasien Hingga Sembuh

Damai sejahtera saudara saudari dalam Yesus Kritus. saya telah terjumpa akan web AmanatYesus.com ni pada 22/10/2010 semasa saya mencari kesaksian2 org yg pernah bertemu Yesus. Indah sekali perkongsian dalam web ini.. saya pun ingin memberi  kesaksian yang terjadi dalam hidup saya baru-baru ini. terlebih dahulu sy bagi serba sedikit tentang saya. Saya tinggal di sarawak, malaysia. baru berumur 24 tahun dan bekerja di salah satu Hospital (rumah sakit) di sini.

MARKUS 16:17-18 Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan  memegang ular, dan sekalipun mereka meminum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakan tangannya atas orang sakit, dan orang sakit itu akan sembuh. [Read more…]

Kasih Akan Kembali Kepadamu Sebagai Kasih

13.10.87

Aku melihat Yesus pada pintu kamar tidur. Aku tahu bahwa Ia memberi aku aba-aba untuk menulis, seperti seorang yang sedang menunggu.

Aku telah berada pada pintu. Mari, engkau akan berkarya bersama-Ku.

(Kadang-kadang Yesus mau membuktikan kepadaku bahwa kemampuanku untuk membeda-bedakan memang tepat.)

Aku akan menubuatkan kepadamu apa yang harus terjadi, sehingga mulai sekarang mereka yang menyebut diri sendiri bijaksana akan percaya akan Karya-karya-Ku dan mengikuti Aku.

Putri, Aku akan menyembuhkan banyak orang. Kasih akan kembali kepada kalian sebagai Kasih sambil menggenapkan Sabda-Ku. Dalam waktu singkat Aku akan membuktikan kepadamu bahwa amanat ini datang dari Aku. Vassula, Aku adalah Tuhan. Engkau akan datang kepada-Ku. Dengarkanlah Aku. Aku akan mengingatkan engkau apa yang telah Kuminta daripadamu beberapa hari yang lalu. Biarlah itu diketahui di mana-mana. Sebarluaskanlah sabda-sabda-Ku: “Aku, Tuhan memberkati anak-anak-Ku dari Garabandal”. Aku ingin mereka mendengarkan Aku.

Oh, Vassula, betapa Aku rindu.

Tuhan Yesus, aku akan berusaha sedapat mungkin dengan sarana-sarana yang telah Kauberikan kepadaku. Aku tak berdaya dan Engkau Mahakuasa. Maukah Engkau membantu aku, Yesus?

Kau akan Kubantu. Ingatlah akan cara Aku berkarya.

Vassula, hendaknya diketahui bahwa dalam waktu dekat Aku akan memberi kepadamu suatu tanda yang datang dari atas; engkau akan tahu bahwa tanda itu datang dari Aku. Aku akan menyinari engkau. Aku mengasihi engkau. Ah, betapa Aku mengasihi engkau semua. Engkau Kukasihi di luar jangkauan pemahamanmu. Aku adalah Penciptamu. Bukankah Aku telah mengatakan kepadamu bahwa citramu sudah Kuukir pada telapak tangan-Ku? Bagaimana Aku dapat neninggalkan engkau?

Aku sedang memikirkan penglihatan yang telah Kauberikan kepadaku. Hukuman yang kutakuti.

Akan Kutunjukkan kembali hal itu kepadamu, agar berbekas padamu.

Sekali lagi Tuhan, bantulah kami untuk menghindarinya. Aku tahu bahwa Engkau tidak suka melakukan hal itu terhadap kami dan Engkau tidak mendapat kebahagiaan dalam melaksanakan hal tersebut. Katakanlah kepadaku apa yang harus kulakukan?

Benar, Vassula; Aku tidak mendapat kesenangan apa-apa dengan menghukum engkau. Aku ingin agar Ciptaan-Ku kembali kepada Kasih. Amat banyak perbaikan yang perlu dilakukan. Perbaikilah hal-hal yang dapat memulihkan orang lain. Ciptaan-Ku harus berubah.

Putri-Ku, Ciptaan-Ku harus belajar dan percaya akan Karya spiritual-Ku. Ciptaan-Ku harus menerima Aku sebagai yang Mahakuasa. Jiwa-jiwa imam-Ku harus mengerti betapa kelirunya mereka dengan menolak Karya-karya-Ku di masa kini.

(Tetapi, banyak pula yang menerimanya).

Ada beberapa di antara mereka yang tidak menerima dan kepada merekalah Aku berbicara. Aku berbicara pula tentang mereka yang telah membelah Tubuh-Ku. Percayalah, putri, piala keadilan-Ku sudah penuh karena terbelahnya Tubuh-Ku. Aku tidak akan melindungi mereka lagi.

Vassula, izinkanlah Aku mengolah dirimu untuk beberapa saat lagi. Aku segera akan menuai panen-Ku. Mari terkasih-Ku.

Tuhan, terjadilah Kehendak-Mu.

Aku Tidak Dapat Menerima Adanya Pesaing-pesaing

25.5.87

Aku mulai mengerti, betapa lebih mudah berjumpa dengan Allah melalui rahmat yang diberikan-Nya kepadaku, bila aku datang tanpa sedikit pun keragu-raguan atau ketidakpercayaan, sambil merasakan Dia, melihat Dia dan membiarkan-Nya menulis. Aku mulai mengerti bahwa kepercayaan penuh memaksa roh-roh jahat lari dengan perasaan tersingkir dan tanpa kuasa. Mereka takut dan putus asa.

Bila aku datang sambil bimbang, ragu-ragu, mereka merasa kuat dan menyerang aku dengan menulis kata-kata penghinaan. Kepercayaan penuh dan hati terbuka bagi Allah mampu menggerakkan gunung-gunung! Aku merasakan Allah seperti aliran listrik dalam diriku. Sungguh menakjubkan. Aku tidak pernah ingin meninggalkan Dia atau kehilangan saat ketika Allah menyentuh aku dengan jari-Nya … Aku ingin keadaan ini berlangsung selama-lamanya.

Kasihilah Aku, kasihilah Aku, rasakanlah Aku. Rasakanlah Kasih-Ku kepadamu yang tak terpuaskan. Aku haus akan kasihmu. Aku menuntut darimu lebih banyak kasih, Vassula. Dengarkanlah denyut Hati-Ku.

Yesus penuh semangat.

Aku tidak dapat menerima adanya pesaing-pesaing, tak seorang pun! Bila Aku melihat atau menjumpai pesaing-pesaing, akan Kuhancurkan mereka. Tidak ada yang menggantikan Aku. Aku tetap Majikan. Berangkatlah sambil memuliakan Aku.

Malam ini Aku akan memurnikan engkau melalui Karya-karya Surgawi-Ku demi Damai dan Kasih1. Berdoalah, O terkasih, yang terberkati. Persatukanlah Gereja-Ku dengan menggambarkan tanda-Ku yang telah Kuberikan kepadamu. Sekarang gambarkanlah.

Melalui tanda yang diberkati ini, Aku, Tuhan, akan menunjukkan kepadamu jalan menuju Aku. Percayalah, percayalah, percayalah. Mekarlah dan bantulah orang-orang lain. Mekarlah untuk memulihkan kasih. Mekarlah untuk membawa damai2.

Aku mengasihi engkau, Vassula. Vassula, jangan bersusah hati, terkasih-Ku. Hai terberkati, datanglah kepada-Ku, Bapamu, Mempelaimu, Allahmu. Pernahkah Aku meninggalkan engkau? Karena kasih, Aku akan mengambil engkau. Karena kasih-Ku yang besar dan tak terpuaskan Aku akan memerdekakan engkau. Berdoalah bersama Aku:

Bapa Surgawi,
semoga aku mampu memuliakan Engkau.
Bebaskanlah anak-anak-Mu dari yang jahat;
semoga mereka tinggal dalam Terang-Mu,
semoga hati mereka terbuka dan,
berkat Kerahiman-Mu, menerima Engkau.
Amin.

Vassula, maukah engkau sepenuh-penuhnya menyadari Kehadiran-Ku dan mencium Luka-luka-Ku?

Ya, Tuhan Yesus.

Aku mengenali Dia dan melihat Dia lagi dalam Kemuliaan penuh. Sambil melihat Dia dengan mata jiwaku, pada saat itu aku melihat-Nya begitu indah dan dengan mahkota indah di kepala-Nya. Ia menghampiri aku sebagai Raja.

Tuhan, ulurkanlah Tangan kanan-Mu kepadaku.

Aku mencium Tangan kanan-Nya.

Aku mengasihi engkau.

Aku mencium luka-luka tangan, kaki dan lambung-Nya.

Aku mengasihi Engkau, Tuhan.

Membimbing engkau adalah sukacita bagi-Ku.

Aku merasa (aku tidak dapat menemukan kata-kata untuk mengungkapkannya).

Mari bersama-Ku. Akan Kuperlihatkan sesuatu kepadamu.

Aku melihat bunga-bunga api yang memancar dari dada-Nya yang bersinar-sinar.

Setiap bunga api yang berasal dari Hati-Ku dan yang menyentuh hatimu, akan menghidupkan nyala hatimu dan menyerapnya. Bunga api-Ku menghidupkan nyala dalam dirimu. Timbalah dari Hati-Ku. Suatu hari akan Kunyalakan hatimu seluruhnya dan membiarkan Nyala-Ku menyelubungi hatimu sambil menyerapnya.

Apa yang akan terjadi padaku, bila lantaran satu bunga api saja aku sudah merasa begini? (Yesus seolah-olah senang sekali karena tahu bahwa Ia telah menaklukkan diriku.)

Ya, Aku senang karena berjaya dan memenangkan kasihmu. Bila nanti Nyala-Ku menyelubungi hatimu seluruhnya, engkau tidak pernah akan terpisah dari Aku. Aku ingin engkau menjadi mempelai-Ku di surga. Aku telah menciptakan engkau bagi-Ku sendiri.

Kalau begitu, mengapa aku di sini? Aku tidak mengerti.

Tidak, engkau tidak dapat mengerti, Vassula. Tetapi pada suatu hari engkau akan mengerti.

Waktu adalah pesaing bagi-Ku, yaitu ketika engkau memandang arlojimu, padahal Aku bersamamu.

Aku telah menyinggung Dia sebab aku memperhatikan arlojiku.

Mari, putri, peganglah Tangan-Ku dan mari kita pergi. Mari, begitu banyak kerja kita!

Kerja ini atau kerja yang satu (di rumah) itu?

Kedua-duanya. Putri, kemana saja engkau pergi, Aku ada di situ3. Hai altar, Nyala-Ku harus terap bernyala untuk selama-lamanya. Benamkanlah dirimu dalam diri-Ku.

  1. Maksud Yesus: melalui cara mistik.
  2. Aku sedih.
  3. Seperti belum pernah sebelumnya, aku rindu akan Allah. Aku dahaga akan Allah.

Jeritan Keras Terakhir-Ku Dari Salib

29.4.87

Pagi, keesokan harinya.

Akulah Tuhan Yesus. Engkau telah mendengar jeritan-Ku. Itu memang Aku. Jeritan itu telah membangunkan engkau1. Aku menjerit dari Salib-Ku. Inilah jeritan-Ku keras terakhir yang Kunyaringkan sewaktu Aku masih bertubuh. Jeritan penuh derita, kesakitan dan kepahitan yang bergema dari kedalaman jiwa-Ku, menerobos ketinggian Surga. Jeritan itu mengguncangkan dasar-dasar bumi dan membelah hati mereka yang mengasihi Aku, sama seperti mengoyakkan tabir Bait Suci. Jeritan itu membangunkan pengikut-pengikut-Ku yang setia, sama seperti membangkitkan orang-orang mati dari kubur mereka, sambil menyingkirkan tanah yang menutupi mereka, sama seperti meruntuhkan Si Jahat. Remuruh-gemuruh dahsyat mengguncangkan Surga di atas, dan setiap malaikat, sambil gemetar, rebah tersungkur dan menyembah Aku dalam keheningan total. Bunda-Ku, yang berdiri dekat Aku, pada saat mendengar jeritan-Ku, bertekuk lutut dan menutup wajah-Nya sambil menangis. Ia menyimpan jeritan terakhir itu sampai harinya ia tertidur untuk selamanya. Ia menderita…

Aku penuh kepahitan. Aku masih menderita karena begitu banyak kedurhakaan dunia; kejahatan, ketidakadilan dan egoisme. Kian hari kian dahsyatlah jeritan-Ku. Aku telah ditinggal sendirian di Salib-Ku. Sendirian untuk memikul dosa-dosa dunia di atas pundak-Ku. Sendirian untuk menderita, sendirian untuk mati, menumpahkan Darah-Ku yang menutupi seluruh bumi yang membawa penebusan, hai para terkasih-Ku.

Jeritan yang sama sekarang menaungi bumi bagaikan gema masa lampau. Apakah Aku hidup dalam bayangan masa lampau? Sia-siakah Korban-Ku? Bagaimana mungkin kalian tidak mendengar jeritan-Ku dari Salib-Ku itu? Mengapa kalian menutup telinga dan berusaha supaya jangan terdengar?

Tuhan, kepada siapa amanat ini Kautujukan?

Kepada semua mereka yang bertelinga untuk mendengar Jeritan-Ku.

Aku sungguh-sungguh gusar setelah mengetahui betapa Ia menderita sendirian dan betapa Ia tetap menderita.

Allahku, aku setuju menjadi seperti yang Engkau kehendaki menurut amanat-Mu pada tanggal 23 April, yaitu korban-Mu, sasaran-Mu. Biarkanlah aku memikul Salib-Mu demi Engkau dan biarlah aku memberi istirahat kepada-Mu. Izinkanlah aku menghibur Engkau. Aku tidak sendirian, seperti yang kukatakan sebelumnya. Aku bersama-Mu2.

Aku mengasihi engkau, merpatiku yang kecil. Aku memanjakan dirimu dengan semua rahmat-Ku. Izinkanlah Aku memakai dirimu demi kepentingan-Ku sendiri dan demi Kemuliaan-Ku sendiri. Jangan mempertahankan apa-apa untuk dirimu sendiri dan perhatikanlah kepentingan-Ku saja. Muliakanlah Aku. Berkaryalah demi Aku. Tambahkanlah derita-Ku pada deritamu.

Betapa kuingin, supaya seluruh dunia memuji Nama-Mu dan supaya suaranya sampai kepada-Mu.

Persatuan akan memperkuat Gereja-Ku. Persatuan akan memuliakan Aku. Vassula, kasihilah Aku .

Ajarlah aku mengasihi Engkau sebagaimana Kaukehendaki.

Akan Kulakukan. Aku tidak akan meninggalkan engkau. Jangan jemu-jemu memikul Salib-Ku. Aku dekat padamu berbagi Salib itu denganmu, hai terkasih.

Di Paris semasa Paskah :

Ketika Arkhimandrita yang sedang memperhatikan Amanat, berkata kepadaku, “Ini sebuah mukjizat,” aku pun berpikir betapa menakjubkan dan indah bahwa Allah memberi kepada kita Amanat.

Tetapi dari lain pihak, betapa menakutkan pula. Menakutkan, sebab memperlihatkan Allah yang sedih, Allah yang menderita. Allah memberi Amanat dalam kecemasan, tidak bahagia dan ditinggalkan oleh banyak orang. Ini sebuah Amanat yang sedih.

Apakah aku sesunguhnya belajar, Yesus? Aku tidak bertanya untuk memuaskan diriku sendiri, tetapi untuk setidaktidaknya mengetahui bagaimana posisiku. Maksudku, apakah ada kemajuan, bila ada!

Vassula, Aku, Yesus, ada di hadapanmu dan engkau memang berkembang. Aku telah membangkitkan dirimu dari kematian dan Aku memberi makanan kepadamu. Engkau sedang makan Roti-Ku. Terang-Ku bersinar atas dirimu. Aku adalah Gurumu dan engkau belajar dari Kebijaksanaan.

Yesus, sering kali Engkau mengingatkan aku untuk tetap tinggal kecil dan menjadi tidak berarti. Tetapi sekarang Engkau mengatakan bahwa aku sedang berkembang?

Ya. Engkau harus tumbuh dalam roh, dalam kasih, dalam kesahajaan, dalam kerendahan hati, dalam kesetiaan. Biarkanlah semua keutamaan itu tumbuh dalam dirimu. Tetapi jangan sedikit pun tumbuh dalam kepongahan, dalam kejahatan dan dalam segala macam praktik yang menjijikkan dan tak terpuji dalam pandangan-Ku. Aku ingin supaya engkau menjadi sempurna.

  1. “Jeritan ini membangunkan engkau” – apakah ini suatu lambang?
  2. Aku mencabut apa yang kukatakan pada tanggal 7.4.87. Aku telah mencabutnya.

Jadilah Bukan Apa-Apa Dan Biarlah Aku Menjadi Segala-galanya

26.4.87

Akan Kukatakan kepadamu, terkasih, bahwa Aku telah menyusun rencana-Ku sebelum engkau dilahirkan. Kita selalu akan bekerja bersama-sama. Apakah engkau bersedia?

Aku bersedia, jika Engkau menerima aku, dengan ketidakmampuan ku, ya Allahku.

Aku mengasihi engkau, Vassula. Aku akan membantu engkau. Seminggu yang lalu, engkau diganggu dan diserang oleh si jahat. Meskipun demikian Aku menulis bersamamu setiap kata yang Kukehendaki. Aku melindungi engkau.

Apakah Engkau melindungi aku waktu si jahat mengutuk aku?

Ya, sewaktu ia mengumpat engkau dengan kasar. Aku memberkati engkau. Aku melindungi engkau.

Kemudian.

Dengarkanlah, Vassula, bahwa semakin engkau kecil, semakin Aku dapat lebih. Izinkanlah Aku bertindak dalam dirimu dan melakukan kehendak-Ku dalam dirimu. Jadilah bukan apa-apa.

Rasakanlah dirimu sebagai bukan apa-apa, dan biarlah Aku menjadi segala-galanya, supaya sabda-Ku mencapai ujung-ujung dunia dan Karya Damai dan Kasih-Ku mempesona setiap hati. Izinkanlah Aku mengingatkan engkau tentang kemalanganmu, sehingga peringatan itu akan menghalangi engkau meninggikan dirimu lantaran rahmat-rahmat yang telah Kuberi kan kepadamu. Jadilah altar-Ku yang murni …

Hai penjala manusia, tebarkanlah Jala Damai dan Kasih di seluruh dunia. Tariklah jala itu, dan biarkanlah Aku bersukacita atas hasil penangkapan-nya! Ketika Aku di bumi dalam daging, Aku mengajarkan sekelompok kecil orang untuk menjadi penjala-penjala manusia. Kutinggalkan mereka di dunia untuk menyebar-kan Sabda-Ku kepada segenap umat manusia. Aku, Tuhan Yesus, akan mendidik engkau dan memperlihatkan kepadamu bagaimana karya itu terlaksana.

(Apa yang dapat kukatakan? Bagaimana aku dapat melakukan sesuatu, apalagi misi yang demikian?! Aku merasa bahwa Amanat ini semakin berat dari hari ke hari. Aku ingin menyenangkan Allah, tetapi dengan cara apa? Aku hanya melihat semacam gunung Alpen dihadapanku, dan rasa beban wahyu ini atas diriku.)

Aku memikul Salib-Ku bersamamu. Ya, sesungguhnya Salib ini memang berat, tetapi jangan bersusah hati. Aku, Tuhan, membantu engkau. Tinggallah dekat Aku. Aku tidak akan meninggalkan engkau .

“Namun ini tetap terlalu banyak” . Yesus menyemangati aku untuk meneruskan.

Vassula, bukankah sampai sekarang Aku membantu engkau? Maka mengapa Aku harus meninggalkan engkau? Bersandarlah sepenuh- penuhnya pada-Ku. Andalkanlah Aku. Apa yang telah Kumulai dan Kuberkati, akan Kuselesaikan.

Aku Adalah Penjagamu Yang Setia

3.2.87

Tuhan, aku merasa hampa, kosong, tidak seperti biasa; dingin seperti batu!

Vassula, Akulah yang memangkas dahan-dahanmu, memberi kekuatan kepadamu. Aku adalah Penjaga yang Setia. Dengan memangkas dirimu, Aku memperkuat engkau, supaya engkau dapat menghasilkan buah yang berlimpah-limpah.

5 – Anjuran Untuk Berdoa

Anjuran untuk berdoa adalah anjuran yang paling sering dilakukan, tetapi paling tidak diindahkan. Mungkin berdoa kita anggap suatu hal yang biasa. Atau hal ini sesuatu yang paling penting sehingga ada hambatan yang besar untuk berdoa, sehingga kita benar–benar diuji. Tetapi, yang terang, semua mengatakan doa sangat besar kuasanya.

Dalam : BC Jumat Suci, 13.4.90 Amanat bagi semua orang yang berkarya dan menyebar luaskan amanat-amanat ini, tertulis: [Read more…]

3 – Tetaplah Kecil

Dalam BC 9.2.89 antara lain tertulis :

“Tinggallah kecil dan sederhana. Jangan mencoba menjadi ini atau itu.Tetaplah kecil, supaya kalian dapat merayap masuk kedalam lubuk Hati Kudus-Ku.”

Dulu, sewaktu belum mengetahui pedoman tersebut, saya pernah mencoba menjadi trainer untuk para murid Sekolah Evangelisasi Pribadi. Setelah diuji ternyata gagal, dengan nilai paling jelek. Hal tersebut meninggalkan bukan kekecewaan tapi rasa malu, karena gagal. Setelah mengetahui kalimat tersebut, saya tidak ingin menjadi apa-apa lagi. Kalau ada yang menyuruh, kebetulan saya bisa, ya berangkat. [Read more…]

Melihat Wajah Yesus

Pada bulan Juni 1994, saya mendengarkan ceramah Vassula Ryden di South Hadley, Massachusetts, USA. Ceramahnya tentang doa dan Roh Kudus mempengaruhiku secara mendalam, memicu di dalam diriku rasa haus yang dalam kepada Allah dan kebutuhan doa yang lebih banyak dalam hidup sehari-hari saya. [Read more…]

Bertobat dan Mengenal Yesus Hanya dari Membaca Buku

Segala kemuliaan dan pujian untuk Yesus!

Saya lahir di sebuah keluarga Hindu India di kota Kalkuta. Saya tidak pernah tahu tentang Yesus atau pergi ke Gereja sebelumnya. Pada usia 18 tahun, saya memutuskan pergi ke negara bagian Maharastra untuk studi di Universitas. Saya lulus test di sebuah universitas teknik di sebuah kota kecil Kolhapur. Universitas itu terletak di pinggiran kota sama halnya dengan semua universitas-universitas yang lain. Pada tahun ketiga saya menderita depresi dan segala sesuatunya berjalan di luar yang saya harapkan. Ketika saya tinggal di sebuah asrama pria, melalui seseorang saya mendapatkan sebuah buku True Life In God Jilid IV. Saya tidak tahu buku ini tentang apa. Saat itu tahun 1999. [Read more…]