Hidupku Sedang Berubah Karena Yesus

Sebelumnya saya perlu menceritakan tentang diri saya terlebih dulu.

Saya seorang pria berusia 45 tahun. Saya terdidik secara Katolik dan kedua orang tua saya penganut Katolik yang kuat. Ketika saya muda, saya belajar dengan baik. Saya bagus sekali dalam olah raga dan saya selalu berusaha mengerjakan segala sesuatu sebaik mungkin. Tetapi saya tidak pernah merasa bahagia. Selalu ada ketakutan di dalam diri saya.

Soal agama juga. Meskipun saya berusaha menjalankannya dengan baik, saya tidak pernah merasa nyaman. Dua puluh tahun tahun terakhir ini, selangkah demi selangkah saya menjauh dari wajah Allah dan Yesus. [Read more…]

Bertobat dan Mengenal Yesus Hanya dari Membaca Buku

Segala kemuliaan dan pujian untuk Yesus!

Saya lahir di sebuah keluarga Hindu India di kota Kalkuta. Saya tidak pernah tahu tentang Yesus atau pergi ke Gereja sebelumnya. Pada usia 18 tahun, saya memutuskan pergi ke negara bagian Maharastra untuk studi di Universitas. Saya lulus test di sebuah universitas teknik di sebuah kota kecil Kolhapur. Universitas itu terletak di pinggiran kota sama halnya dengan semua universitas-universitas yang lain. Pada tahun ketiga saya menderita depresi dan segala sesuatunya berjalan di luar yang saya harapkan. Ketika saya tinggal di sebuah asrama pria, melalui seseorang saya mendapatkan sebuah buku True Life In God Jilid IV. Saya tidak tahu buku ini tentang apa. Saat itu tahun 1999. [Read more…]

Kesaksian setelah membaca Buku True Life in God.

Setelah membaca buku True Life in God by Vassula Ryden, tidaklah heran mengapa Yesus mengatakan di dalam buku itu bahwa semua Amanat – amanat Yesus yang tertulis dalam buku True Life in God itu dijaga oleh para Malaikat Allah dengan penuh semangat berapi api di Surga. Karena setelah saya membaca amanat Yesus dalam buku ini, saya sungguh merasakan suatu pandangan, perasaan, pengetahuan yang baru tentang Allah yang¬† merubah seluruh cara hidup dan mindset saya sehari – hari. Suatu anugerah besar bagi saya karena saya merasa tidak mungkin meraihnya sendiri, ini semua hanya semata – mata pemberian gratis dari Allah untuk umatnya yang malang dan bodoh ini.¬† Dengan buku ini seolah – olah kita bisa secara instan mengerti keagamaan terutama spiritualitas Katoliknya merasakan keakraban dengan Allah, yang mana biasanya keakraban dengan Allah itu butuh waktu bertahun – tahun lamanya diiringi doa dan meditasi. Saya tidak mengatakan bahwa doa dan meditasi tidak penting. Itu penting sekali dan masih saya lakukan untuk pencapaian keakraban dengan Allah (transformasi dengan Yesus) semaksimal mungkin. Saya hanya ingin mengatakan bahwa semenjak membaca buku ini, saya seperti dibawa langsung pada keakraban yang sepertinya seharusnya digali bertahun – tahun lamanya. [Read more…]