3 – Tetaplah Kecil

Dalam BC 9.2.89 antara lain tertulis :

“Tinggallah kecil dan sederhana. Jangan mencoba menjadi ini atau itu.Tetaplah kecil, supaya kalian dapat merayap masuk kedalam lubuk Hati Kudus-Ku.”

Dulu, sewaktu belum mengetahui pedoman tersebut, saya pernah mencoba menjadi trainer untuk para murid Sekolah Evangelisasi Pribadi. Setelah diuji ternyata gagal, dengan nilai paling jelek. Hal tersebut meninggalkan bukan kekecewaan tapi rasa malu, karena gagal. Setelah mengetahui kalimat tersebut, saya tidak ingin menjadi apa-apa lagi. Kalau ada yang menyuruh, kebetulan saya bisa, ya berangkat. [Read more…]

11-Benarkah Saya Dipilih?

Saya ingin mengajak saudara kembali ke th 2004, ketika saya baru mengikuti Sekolah Evangelisasi Pribadi (SEP).

Ketika itu baru awal kuliah. Seorang guru mengatakan: ”Bukan kebetulan bapak ibu dan saudara sekalian berada di sini. Bapak secara khusus telah dipilih oleh Tuhan Yesus.“ (Lihat Yoh 15:16). Saya menjadi ingat gurauan umat untuk memaksa umat lainnya agar mau menerima tugas atau jabatan tertentu di dalam kegiatan bersama. Mereka mengucapkan kata-kata itu pula, agar orang yang dimaksud tidak berani menolak pilihan. Dasar saya waktu itu boleh dikata adalah orang dunia, baru dalam hal kerohanian alias orang yang masih akan belajar, maka dalam hati saya berkomentar: “Ah guru ini kan maksudnya agar kami senang atau ingin memotivisasi kami murid baru, agar kami kerasan belajar disini.”  Di satu sisi saya tidak percaya, karena saya bukan anak kecil (bahkan kelewat tua karena sudah pensiun); tapi di sisi lain ada  rasa senang atau bangga karena dipilih. Tentu saya punya kelebihan, pikir saya. [Read more…]

7-Jangan Mencoba Menjadi Ini atau Itu

memikul-salibPada saat saya mengikuti kelas Ajaran Gereja th 2007, yang merupakan kelas terakhir yaitu pada tahun ke-4 dari SEP Surabaya, sekolah mengeluarkan pengumuman bahwa awal th 2008 akan diadakan Trainer’s Course. Barang siapa yang telah selesai mengikuti SEP ingin menjadi Trainer diperkenankan untuk mendaftarkan diri. Saya berkeinginan untuk mendaftarkan diri karena dalam pikiran saya hal itu adalah ideal. Tetapi saya tahu bahwa saya tidak pandai mengungkapkan sesuatu dan mudah panik serta emosional. Jadi tidak cocok untuk menjadi trainer. [Read more…]