Aku Memberi Dengan Cuma-cuma

6.6.87

Biarkanlah Aku bebas melaksanakan Kehendak-Ku. Mari, biarlah Kujelaskan cara Aku berkarya. Aku telah memberi kepadamu banyak rahmat, Vassula. Tetapi Aku menghendaki engkau mengenali rahmat-Ku. Senangkan Aku dan lebih percayalah kepada-Ku.

Aku takut bahwa aku tidak menyenangkan hati-Mu, Engkau mungkin akan mengambil rahamt-rahmat itu …

Mengapa Aku harus menarik kembali rahmat-Ku?

Sebab, kalau aku tidak semakin maju dan tidak mengikut pada waktunya, Engkau mungkin akan mengambilnya.

Tidak, tidak pernah!

Tetapi aku menganggap tepat Engkau mengambilnya kalau seseorang tidak menyenangkan hati-Mu.

Ini tampak tepat di matamu, nak. Sampai saatnya Aku datang untuk membebaskan engkau, Aku akan memberi makan kepadamu. Aku tidak pernah akan menahan makanan-Ku.

Aku, yang bertahun-tahun merindukan engkau, Aku yang bertahun-tahun menanti untuk mendekap dirimu pada Hati-Ku, mengasihi engkau, haruskah Aku sekarang mengambil makanan-Ku daripadamu?

Mari, bersandarlah pada-Ku setiap kali engkau mau. Ingatlah, Aku adalah Kasih. Aku memberi dengan cuma-cuma, dan Aku tidak mengambil apa yang telah Kuberikan. Aku selalu akan mengingatkan engkau akan jalan-jalan-Ku.

Kasih Akan Menderita

6.5.87

Aku mulai mengerti apa yang dimaksudkan Allah dengan menyerah secara menyeluruh, yaitu tidak terikat, meninggalkan segala sesuatu dan mengikuti Dia. Kata-kata-Nya simbolis, tidak dimaksudkan secara harfiah.

Menyerah: Aku harus mengasihi-Nya sebagai yang utama, melampaui segala sesuatu yang lain, dan aku harus seperti Dia dan membiarkan Dia memakai aku.

Tidak terikat: Ya, sampai batas terlepas dari tubuhku sendiri, artinya menyadari bahwa aku memiliki jiwa yang berniat, ya, ingin melepaskan diri dari tubuh untuk bersatu dengan Dia dan hanya mengikuti Dia saja.

Menderita: Ya, menderita karena belum bersatu dengan Dia, karena tetap masih jasmaniah di bumi, merasa bagaikan janda di sini. Menderita, karena tahu bahwa harus menjalani hidup sehari-hari, hidup materiil, artinya sungguh-sungguh merasakan beban seolah-olah terus-menerus digosok oleh balsem Teknologi dan Ilmu Pengetahuan, oleh orang-orang yang tidak percaya, oleh yang bersikap skeptis, oleh orang-orang yang menyangka kita kehilangan arah karena usia lanjut. Menderita dalam arti: harus mengekang perasaan, padahal yang kurasakan hanyalah melepaskan diri dari dunia ini dan hidup bebas, bersama Allah, hanya Dia dan aku dan tak ada seorang lain pun di sekelilingku yang dapat mengalihkan perhatianku.

Malah apa yang kutuliskan ini, aku minta Allah, supaya Ia membantu aku mengungkapkan perasaanku, sebab aku tidak mampu mengungkapkan diri. Dan Ia melakukannya, sambil membisikakn ke dalam telingaku kata-kata yang tepat!

Ia menghendaku agar aku berada di tengah-tengah umat manusia. Inilah salib tambahan bagiku untuk dipikul. Tubuhku kesakitan.

Tubuh-Ku juga. Semuanya yang engkau rasakan, Aku pun rasakan. Putri, berkatilah Aku.

Aku memberkati Engkau, Allahku yang terkasih.

Aku mengasihi engkau, bukan? Kasih akan menderita. Kasih mengikat. Kasih menawarkan kesetiaan berlimpah. Kasih berkorban tanpa batas.

Vassula, waktu cepat berlalu. Waktumu sudah dekat. Persembahakanlah dirimu. Tumbuhlah dalam kerendahan hati. Makanlah dari tangan-Ku, hai terkasih. Aku akan melepaskan belenggumu, dan jiwamu akan segera meluncur kepada-Ku.

Aku mengasihi Engkau, Allahku.

Satu Kata Vassula? KASIH

8.4.87

Hari ini ada beberapa hal yang harus kulakukan, tetapi aku tidak kuasa untuk tidak menulis kepada Allah. Maka aku segera minta kepada Yesus, “Satu kata saja, ya Tuhan, satu kata saja”.

Satu kata, Vassula? K A S I H .

Aku mengasihi Engkau! (Yang kumaksudkan dengan “satu kata” ialah sebuah kalimat singkat ataupun…)

Dapatkah Engkau Berkarya Dengan Kasih, Demi Kasih?

3.3.87

Inilah Aku, Yesus.

Ampunilah segala dosaku…

Aku mengampuni engkau. Mari, Aku senang dengan dirimu.

Ingatkah engkau saat Aku memperlihatkan kepadamu kemuliaan-Ku?

Ya!

Maukah engkau melanjutkannya?

Aku merasa tidak yakin.

Ada apa?

Bapa, bolehkah aku sejenak menundanya?

Baiklah! Nanti akan Kutanyakan engkau lagi. Aku ingin memperlihatkan kepada-Mu lebih banyak kemuliaan-Ku, supaya engkau mampu menggambarkan kepada anak-anak-Ku, seperti apa Kerajaan-Ku itu. Dan mengenai amanat-Ku yang terdahulu, pada saat Aku merasa engkau sudah siap untuk menuliskannya, Aku akan memberitahukannya kepadamu.

Vassula, maukah engkau mengizinkan Aku memakai engkau hari ini?

Dengan cara apa, Tuhan?

Dengan memakai sari kasihmu kepada-Ku. Maka, kasihilah Aku dengan semangat, Vassula. Aku ingin menyelamatkan dari kejatuhan satu jiwa yang amat istimewa. Wanita itu salah seorang pilihan-Ku. Vassula, kita masih dapat menyelamatkannya. Akan Kutinggalkan dua tetes murni Darah-Ku pada hatimu. Kedua tetes itu akan cukup untuk mengemas seluruh hatimu dan akan membuat engkau merasakan keprihatinan-Ku.

Apa yang harus kulakukan?

Dapatkah engkau berkarya dengan kasih, demi kasih?

Akan kucoba, ya Tuhan.

Bersatulah dengan Aku. Kita akan memulihkan jiwa wanita itu hari ini. Kita akan menguatkan dia. Akan Kuajarkan kepadamu cara Aku berkarya, sebab inilah karya-karya Surgawi. Semua karya Surgawi berasal dari Aku.

Kebijaksanaan sedang mengajarkan engkau. Sekali-kali pun jangan engkau melupakannya. Engkau adalah bunga-Ku yang Kubiarkan tumbuh dalam Terang-Ku. Aku akan memurnikan kekotoranmu dan memberi apa yang tidak ada padamu.Aku akan kembali dan akan memberitahu kepadamu tentang hati jiwa pilihan-Ku yang khusus tadi. Aku mengasihi engkau. Kasihilah Aku, Vassula, sebab begitu banyak orang tergantung dari kasih ini.

Kemudian, pada sore hari, aku diserang oleh si jahat yang mencela aku. Aku tahu bahwa itu tidak mungkin berasal dari Allah, sebab aku telah diberitahu bahwa Ia tidak pernah mencela aku.

Aku memberkati engkau, putri. Aku tidak pernah akan mencela engkau atas apa saja yang Aku, Yahweh, telah beri kepadamu. Aku senang dengan dirimu. Aku telah memilih engkau untuk menyatakan Wajah-Ku. Renungilah Aku, Vassula. Rasakan, rasakanlah kasih yang ada pada-Ku terhadapmu. Tidak lama lagi engkau akan melihat aku. Ya, Aku akan datang.

Tuhan, ketika Engkau mengambil aku, aku tidak akan mengharapkan apa pun, karena aku tidak berbuat apa-apa dan aku tidak mampu pula melakukan apa pun. Sekali lagi mengakhiri dengan kata ‘Tidak layak’, namun betapa aku rindu berada dekat-Mu!

Vassula, rasakanlah tangan-Ku. Tangan-Ku selalu berusaha memegang engkau kuat-kuat dan mempertahankan dirimu dekat diri-Ku. Aku rindu melindungi engkau, membenamkan dirimu dalam kedalaman Hati-Ku dan menyembunyikan dirimu di situ sepenuh-penuhnya demi diri-Ku sendiri. Tampaknya engkau melupakan sabda-Ku. Bukankah Aku telah mengikat engkau pada-Ku untuk selama-lamanya? Bukankah kita sudah dipersatukan oleh-Ku yang telah menaruh buket kasih pada ikatan itu? Terkasih-Ku, kita berkarya bersama. Aku adalah Allah dan Pembimbingmu.

Tuhanku, aku lemah dan membutuhkan Engkau. Aku perlu dikuatkan dalam segala sesuatu, supaya aku mampu memuliakan Engkau.

Vassula, pandanglah tangan-tangan-Ku. Taruhlah tanganmu sedemikain rupa, supaya pucuk-pucuk jarimu menyentuh jari-Ku.

Aku melihat semacam kilat yang keluar dari pucuk-pucuk jari-Nya seperti listrik. Tanganku kutaruh, lalu kusentuh pucuk- pucuk jari-Nya. Hal ini terjadi pada saat aku bermeditasi dengan penuh kesadaran.

Rasakanlah Kekudusan-Ku. Kekuatan-Ku menembus lewat pucuk-pucuk jarimu. Karya macam ini adalah karya Surgawi. Aku memberkati engkau. Bersandarlah pada-Ku. Kini engkau telah menyerap Aku. Tempatkanlah tetap tanganmu dalam tangan-Ku sambil merasakan kehangatan-Ku.

Kemudian:

Vassula, dengarkan Aku. Sekarang kita telah menyelamatkan wanita itu dari kejatuhan. Bersukacitalah! Aku telah memakai sari kasihmu. Kita bekerja sama, sambil menolong dan menyembuhkan jiwa-jiwa. Putri, janganlah pernah jemu-jemu menyembuhkan mereka.

Aku diserang lagi oleh si jahat; mereka berkata, “Apakah kau akan lenyap dari sini? Lihatlah ke atas, pada lembaran ini.”

Vassula, mari, dekatilah Aku, terimalah kasih-Ku. Mengertikah engkau, mengapa mereka membenci dirimu? Engkau merampas dari si jahat jiwa-jiwa terkasih-Ku sambil membawa mereka kembali kepada-Ku.

Tuhan, bagaimanakah halnya dengan kasih yang diberikan kepada-Mu oleh orang-orang lain? Apakah kasih itu pun membantu?

Ya! Kasih apa pun dipakai untuk membaharui dan menyembuhkan jiwa-jiwa.

1Kerajaan-Ku akan meluas dan akan tumbuh berkembang berkat kasih yang diberikan. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, bahwa seluruh derita-Ku tidak akan sia-sia. Dengan Kemuliaan yang dahsyat akan Kutaklukkan segala kejahatan. Aku akan mengobarkan setiap hati, dan dengan demikian, akan Kusebarkan benih-benih Kasih dan Damai sambil mempersatukan anak-anak-Ku. Terang-Ku akan bersinar di seantero dunia, sebab demikiankah Kehendak-Ku.

Hormatilah Aku, Vassula, dengan mengasihi Aku. Ciumlah tangan-Ku.

Aku melakukannya secara mistik dan sekaligus pada sebuah gambar. Aku merasakan kebahagiaan yang memancar dari Allah. Allah sangat bahagia!

Muliakankah Aku selalu. Aku mengasihi kalian semua. Datanglah lebih dekat kepada-Ku, terkasih, sebab kasih-Ku kepadamu lebih besar daripada yang pernah dapat kaubayangkan.

  1. Lanjutan Amanat Damai dari BC 8; tgl 2.3.87.

Hanya Kasih Saja Yang Kuminta Darimu

13.2.87

Damai sertamu. Aku ada di sini. Inilah Aku, Yesus, yang membimbing engkau. Jangan takut. Bersatulah dalam diri-Ku, Vassula. Hanya kasih saja yang Kuminta daripadamu.

Aku mencemaskan amanat-amanat ini. Aku merasa bertanggung jawab. Aku tidak tahu bagaimana berkarya.

Aku mencukupi diri-Ku sendiri dan Aku mampu menolong semua anak-Ku tanpa pertolonganmu. Tetapi selaku Mempelai, Aku ingin berbagi semuanya. Jangan cemas. Sebab Aku adalah Kekuatan, hai terkasih. Bersandarlah pada-Ku dan biarkanlah Aku yang menuntun. Ingatlah bahwa Akulah yang memberi engkau kekuatan ini untuk menemui Aku.

Aku minta kepadamu, kasihilah Aku dengan setia. Kasihilah Aku dengan hangat. Hiburlah Aku, bila Aku mohon penghiburan. Sebab ada banyak orang di antara kalian yang melukai Aku. Begitu banyak dosa dilakukan setiap hari yang mendukakan Aku, mengisi diri-Ku dengan kepahitan, memenuhi Piala-Ku dengan kesedihan. Bagaimana mungkin mereka sampai melupakan Aku?

Vassula, bila mempelai pria merasa sedih, ke mana seharusnya ia mencari penghiburan kalau bukan pada mempelai wanita yang mengasihinya?

Aku akan menghibur Engkau, bila aku mampu. Tetapi apa yang harus kulakukan, aku yang tahu bahwa diriku tidak layak? Mungkin saja dengan tidak sengaja telah kulukai Engkau, sebab aku tidak memenuhi syarat dan gugup untuk berbicara kepada-Mu dan aku penuh ketidaklayakan.

Aku tahu, bahwa semuanya yang kaukatakan, memang benar. Tetapi bukankah Aku telah memilih engkau, padahal Aku mengetahui seluruh kelemahanmu? Aku mengasihi engkau, Vassula, dan Aku hanya menantikan suatu tanggapan atas kasih-Ku.

Aku sangat mengasihi Engkau. Engkau terus menerus ada dalam pikiranku. Aku hidup bagi-Mu. Aku mengasihi Engkau. Aku tidak dapat mengukur besarnya kasihku, namun Engkau dapat. Aku hanya dapat minta kepada-Mu, supaya Engkau mengajar aku mengasihi Engkau semakin banyak, supaya kasihku melampaui segala ukuran.

Terkasih-Ku, letakkanlah kepalamu pada-Ku dan biarkanlah Aku mengurapi engkau dengan kemurnian, supaya engkau menjadi salah satu bunga-Ku yang terisi oleh diri-Ku sebab telah menyerap Aku. Mari, Aku akan memberi makan kepadamu. Engkau akan makan dari tangan-Ku. Aku akan mengajar engkau semakin mengasihi Aku.

12 – Kesimpulan

Teman saya meminta, kalau pengalaman pribadi saya telah selesai ditulis, maka saya bisa menulis kesimpulan atau pendapat saya terhadap buku Hidup Sejati dalam Allah. Sebelumnya, saya tidak mempunyai pikiran untuk menulis kesimpulan, bukannya saya tidak mempunyai kesimpulan, tetapi saya pikir hal itu milik pribadi saya. Setiap orang yang membaca Injil atau Hidup Sejati dalam Allah akan memiliki kesimpulan sendiri sendiri sesuai keadaannya masing masing. Hal ini adalah haknya sesuai keyakinannya. Oleh karena itu kesimpulan setiap orang mungkin berbeda dan perbedaan bisa menimbulkan pertentangan/perbantahan.

Karena Tuhan Yesus sendiri mengatakan bahwa Dia akan menjadi perbantahan (Luk 12: 51-53), maka sebaiknya kita sadar untuk tidak berbantah tetapi merenungkan apa yang telah disabdakanNya , dan menghormati Nya sesuai dengan predikat kita sebagai pengikut Kristus, dan kalau mungkin bersikap sesuai yang Dia harapkan yaitu Dia sedang mengingatkan kita seperti halnya Bunda Maria mengingatkan kita dalam pesan- pesanNya didalam penampakan- penampakanNya. Kalau dulu Yohanes Pembabtis meratakan jalan bagi kedatanganNya, sekarang Tuhan menugaskan Bunda Maria untuk mempersiapkan kedatanganNya yang kedua (BC Vass 46 tgl 10.10.90). [Read more…]

6-Siapakah yang Diselamatkan?

Adalah wajar dan biasa apabila seseorang telah memilih dan memiliki keyakinan  dia akan menganggap pilihannya adalah yang terbaik. Masalahnya kemudian adalah apakah orang itu telah memahami ajaran yang dimaksudkan oleh keyakinan yang dipilihnya dengan benar sesuai dengan maksud ajaran itu. Saya telah mengalami kesalahan pemahaman seperti itu, yaitu sewaktu saya sedang belajar tapi pelajaran belum selesai saya ikuti. Saya telah salah memahami hal yang sangat penting, yaitu siapa yang diselamatkan oleh Tuhan Yesus. [Read more…]