Dikhianati Suami, Mendapat Kebahagian Bersama Yesus Berkat Buku HSDA

Sungguh bukan kebetulan saya sampai ke website ini. Tuhan Yesus telah menunjukkan bahwa saya tidak sendiri. Sama seperti Bapak Petrus yang tergerak untuk mengasihi Tuhan melalui buku Hidup Sejati Dalam Allah, demikian pula saya.

Melalui buku itu Yesus memperkenalkan diri-Nya kepada saya, yang saat itu mengalami penderitaan, yaitu dikianati suami dan disiksa badani oleh suami. Melalui penderitaan itu, saya dimurnikan oleh Tuhan sendiri. Saya memang kehilangan suami. Suami saya tidak ada niat untuk kembali setelah 11 tahun perselingkuhan. Kami belum resmi bercerai. [Read more…]

Berilah Nama: “Hidup Sejati Dalam Allah”

10.6.87, Dhaka

Kemarin adalah hari terakhir untuk mengepak barang menjelang keberangkatan. Banyak kerja!

Tuhan, aku memikirkan sebuah teori yang kunamakan “Kesadaran akan Kristus”. Aku berpikir bahwa ini searti dengan “batin kita yang baik”. Mungkin itulah sumber tulisan-tulisannya?

Vassula, tidakkah Kukatakan kepadamu, bahwa kita telah dipersatukan? Kita adalah satu, terkasih. Berilah nama HIDUP SEJATI DALAM ALLAH kepada tulisan ini. Hiduplah demi Aku. Inilah yang Kuingin kautuliskan.

(Aku merasa heran lantaran suatu perasaan, apa yang dikehendaki Allah aku menulis sekarang …)

Keinginan-keinginan-Ku, hai kecil.

(Allah mengarahkan aku untuk membaca sebagian dari Kitab Suci.)

Ya, bangunlah, dengarkanlah Aku: maukah engkau mengunjungi Aku di dalam Gereja-Ku? Vassula, datanglah kepada-Ku.

Gereja mana Tuhan, gereja mana yang Engkau maksudkan?

Semua Gereja adalah milik-Ku. Semuanya milik-Ku. Semuanya milik-Ku dan hanya milik-Ku saja. Aku adalah Gereja. Aku adalah kepala Gere ja.

Tetapi Yesus, Engkau mengatakannya dengan cara seolah-olah menghendaki Aku pergi ke salah satu gereja khusus. Inilah yang kutangkap dan dengar!

Engkau dapat datang kepada-Ku setiap saat dan ke gereja manapun juga. Jangan mengadakan perbedaan apa pun seperti orang-orang lain. Semua gereja adalah milik-Ku. Aku adalah Satu Allah dan pada-Ku ada Satu Tubuh, yaitu Tubuh yang mereka lumpuhkan. Batu-batu giling telah merusak Tubuh-Ku

Allahku, Engkau tampak begitu gusar?!!

Gusar?? O Vassula, mengapa, mengapa mereka mencincang Aku dengan kejam?

Allah benar-benar gusar. Ia mengingatkan kepadaku saat Ia pergi dan menjungkirbalikkkan meja penukar uang di Bait Suci di Yerusalem. Sampai sekarang aku belum pernah mendengar ataupun melihat-Nya demikian gusar!

Vassula.

Yesus?

Aku Yang Ada.

Benarkah Engkau begitu gusar?

O ya. Inilah Aku. O ya, akhirnya Aku dapat menaruh sabda-sabda-Ku dalam dirimu. Vassula, karisma tidak diberikan kepadamu demi kepentinganmu, tetapi diberikan kepadamu supaya Sabda-sabda-Ku terukir padamu.

Sebelumnya belum pernah kurasakan Engkau begitu gusar! Benarkah Engkau gusar?

Ya. Tubuh-Ku kesakitan, tercabikcabik.

Allahku! Tetapi apa yang dapat kulakukan? Aku tak berdaya!

Bukankah Aku tahu semuanya ini, Vassula? Aku akan memakai dirimu sampai akhir. Jangan pernah takut padaku, putri. Pemersatuan Gereja-Ku akan menjadi Kemuliaan Tubuh-Ku. Terimalah Damai-Ku, terkasih.

Ya, Tuhan. Aku tidak akan memandang ke kiri atau ke kanan atau ke belakang. Aku akan memandang lurus ke depan.

Ya, pahamilah cara Aku berkarya. Bersikaplah diam seperti saat ini. Siaplah menyenangkan Aku. Jadilah satu dengan Aku.

Tuhan, andaikata mereka yang Engkau kehendaki mendengarkan Engkau, tidak mau mendengar. Lalu apa?

Sekarang engkau berada selangkah di depan-Ku! Anak-Ku, berjalanlah bersama-Ku, bersama-sama. Ya, ikutlah Aku, andalkan Aku. Mari, Aku akan menuntun engkau.

Tiba-tiba aku dikejutkan karena mendengar gonggongan anjing (hal ini tidak biasa), lalu pintu kamar tidurku terbuka dan aku mengenali di hadapanku pencuri yang 3 malam yang lalu masuk ke dalam kamar kami untuk mencuri uang dan lari. Dia di situ lagi. Aku menyuruh dia keluar. Ia berbalik dan pergi. Lalu aku menjerit. Aku tahu bahwa Allah sungguh-sungguh berusaja mengatakan sesuatu kepadaku.

Vassula, Aku ingin mengingatkan sesuatu kepadamu. Ketika penyamun1 itu memasuki kamarmu, apakah engkau menduganya?

Tidak!

Dengan cara itulah pula Aku datang. Dengan tiba-tiba. Tidak seorang pun mengenalinya, sebab tidak seorang pun menduga ia akan di sana.

Yesus memikirkan ke-10 orang pengepak barang-barang dan para pegawai kantor yang melihat pencuri itu tetapi tidak percaya bahwa ia pencuri. Aku punya perasaan bahwa kalimat terakhir tadi sangat penting dan bermakna lebih mendalam daripada kata belaka. Kata “mengenali” sangat mendalam pula artinya.

Apakah kejadian ini mengingatkan sesuatu yang lain kepadamu? Biarkanlah Aku mengatakan kepada-mu: ia telah berdosa, tetapi mereka yang menjatuhkan vonis terhadap dirinya dan mematahkan tongkat di atas punggungya, bukankah mereka berdosa juga?

Aku tidak tahu apa yang mau Engkau katakan kepadaku agar kupahami dan, ya, memang kami semua pendosa.

Vassula, apakah Aku yang melihat semuanya ini akan tinggal diam?

Apakah Engkau sedang membela pencuri itu, Tuhan?

Tidak, Vassula, Aku tidak membela2. Sebutkanlah nama satu orang yang tidak berdosa.

(Tidak ada yang muncul di pikiranku.)

Dosa besar, dosa kecil, semuanya sama-sama dosa. Berdosa berarti membuat Aku sedih.

Vassula, Aku sedang menyaksikan begitu banyak dosa. Kasih menderita. Kasih bersedih hati, bersedih hati… Hai, ciptaan! Ciptaan-Ku, kembalilah kepada Kasih … Putri, penuhilah Aku dengan kasih, adakanlah silih, terkasih, adakanlah silih.

  1. Allah memakai kata tepat yang kami temukan kemudian. Orang itu termasuk sekelompok penyamun. Para penyamun ialah pencuri-pencuri yang berkelompok.
  2. Yesus terdiam sejenak.

5 – Anjuran Untuk Berdoa

Anjuran untuk berdoa adalah anjuran yang paling sering dilakukan, tetapi paling tidak diindahkan. Mungkin berdoa kita anggap suatu hal yang biasa. Atau hal ini sesuatu yang paling penting sehingga ada hambatan yang besar untuk berdoa, sehingga kita benar–benar diuji. Tetapi, yang terang, semua mengatakan doa sangat besar kuasanya.

Dalam : BC Jumat Suci, 13.4.90 Amanat bagi semua orang yang berkarya dan menyebar luaskan amanat-amanat ini, tertulis: [Read more…]

2 – Terkena Stroke Ringan

Saya terpaksa absen mengikuti pertemuan meditasi yang setiap hari Senin untuk kira-kira 4 kali pertemuan. Sebabnya ialah saya yang selama ini sehat walafiat, pada suatu saat terkena stroke ringan, karena tangan sebelah kanan sulit digerakkan dan pembicaraan menjadi tidak jelas, kalau berjalan terhuyung- huyung. Tetapi saya tetap melakukan aktivitas seperti biasa, misalnya ke gereja, menghadiri pertemuan, meskipun tidak berbicara. Membaca buku Hidup Sejati Dalam Allah tetap saya lanjutkan, sampai pada suatu saat saya tekejut karena dalam BC 12.7.91 tertulis : [Read more…]

1 – Menangis 6 Jam

Di tahun 1994, saya membaca buku Hidup Sejati Dalam Allah yang saya beli di toko buku Immanuel di Surabaya. Alasan membeli buku itu adalah, ingin tahu isi pesan-pesan Tuhan yang diterima oleh Vassula Ryden, yang saat itu dikenal sebagai orang yang menerima wahyu dari Tuhan dan menuliskannya ke dalam catatan hariannya. [Read more…]

Amanat yang Membawa pada Pertobatan dan Kehidupan yang Kudus

Perkenalan saya dengan buku “Hidup Sejati Dalam Allah” adalah sekitar Desember 1999. Sama seperti Vassula yang pertama-tama ragu menerima wahyu pribadi ini, saya pun pada awal mula membaca buku ini agak ragu-ragu apakah ini benar-benar wahyu pribadi yang sesuai dengan kitab suci atau bersumber dari yang jahat ? Namun perasaan itu hanya sekilas saja dan saya pun terus melanjutkan untuk membaca beberapa halaman. Dan saya pun menemukan suatu kesejukan dan kekaguman yang luar biasa yang berasal dari amanat-amanat ini. Begitu menyentuh perasaan saya saat itu. Oh alangkah indahnya tulisan ini. Ada suatu kekuatan besar yang menarik saya yang membuat saya tak pernah bosan atau lelah membaca buku Hidup Sejati Dalam Allah. [Read more…]

12 – Kesimpulan

Teman saya meminta, kalau pengalaman pribadi saya telah selesai ditulis, maka saya bisa menulis kesimpulan atau pendapat saya terhadap buku Hidup Sejati dalam Allah. Sebelumnya, saya tidak mempunyai pikiran untuk menulis kesimpulan, bukannya saya tidak mempunyai kesimpulan, tetapi saya pikir hal itu milik pribadi saya. Setiap orang yang membaca Injil atau Hidup Sejati dalam Allah akan memiliki kesimpulan sendiri sendiri sesuai keadaannya masing masing. Hal ini adalah haknya sesuai keyakinannya. Oleh karena itu kesimpulan setiap orang mungkin berbeda dan perbedaan bisa menimbulkan pertentangan/perbantahan.

Karena Tuhan Yesus sendiri mengatakan bahwa Dia akan menjadi perbantahan (Luk 12: 51-53), maka sebaiknya kita sadar untuk tidak berbantah tetapi merenungkan apa yang telah disabdakanNya , dan menghormati Nya sesuai dengan predikat kita sebagai pengikut Kristus, dan kalau mungkin bersikap sesuai yang Dia harapkan yaitu Dia sedang mengingatkan kita seperti halnya Bunda Maria mengingatkan kita dalam pesan- pesanNya didalam penampakan- penampakanNya. Kalau dulu Yohanes Pembabtis meratakan jalan bagi kedatanganNya, sekarang Tuhan menugaskan Bunda Maria untuk mempersiapkan kedatanganNya yang kedua (BC Vass 46 tgl 10.10.90). [Read more…]

11-Benarkah Saya Dipilih?

Saya ingin mengajak saudara kembali ke th 2004, ketika saya baru mengikuti Sekolah Evangelisasi Pribadi (SEP).

Ketika itu baru awal kuliah. Seorang guru mengatakan: ”Bukan kebetulan bapak ibu dan saudara sekalian berada di sini. Bapak secara khusus telah dipilih oleh Tuhan Yesus.“ (Lihat Yoh 15:16). Saya menjadi ingat gurauan umat untuk memaksa umat lainnya agar mau menerima tugas atau jabatan tertentu di dalam kegiatan bersama. Mereka mengucapkan kata-kata itu pula, agar orang yang dimaksud tidak berani menolak pilihan. Dasar saya waktu itu boleh dikata adalah orang dunia, baru dalam hal kerohanian alias orang yang masih akan belajar, maka dalam hati saya berkomentar: “Ah guru ini kan maksudnya agar kami senang atau ingin memotivisasi kami murid baru, agar kami kerasan belajar disini.”  Di satu sisi saya tidak percaya, karena saya bukan anak kecil (bahkan kelewat tua karena sudah pensiun); tapi di sisi lain ada  rasa senang atau bangga karena dipilih. Tentu saya punya kelebihan, pikir saya. [Read more…]

10-Apa Tugasku?

tugas pewartaanSekarang tahun 2009, sudah hampir 1 tahun saya selesai mengikuti Sekolah Evangelisasi Pribadi SEP) yang telah saya tempuh selama 4 tahun. Berarti sudah 5 tahun saya membaca dan merenungkan Injil; dan sudah 3 tahun lebih saya mulai membaca dan merenungkan Amanat Tuhan Yesus dalam buku Hidup Sejati dalam Allah yang berisi wahyu Tuhan yang disampaikan melalui ibu Vassula Ryden.

Suatu saat dalam hati saya muncul pertanyaan: “Apakah tugas saya?” padahal sejak tahun pertama mengikuti SEP saya ditunjuk menjadi Seksi Pewartaan Lingkungan dan pada tahun ke-2 ditunjuk pula menjadi seksi Pewartaan Wilayah. Teman-teman sekelas saya telah sibuk dengan pekerjaan pelayanannya masing-masing. Ada yang tetap berkegiatan di SEP, ada pula yang aktif di lingkungannya masing-masing, serta ada yang menghibur orang sakit di rumah sakit atau mengunjungi orang yang di penjara. [Read more…]

7-Jangan Mencoba Menjadi Ini atau Itu

memikul-salibPada saat saya mengikuti kelas Ajaran Gereja th 2007, yang merupakan kelas terakhir yaitu pada tahun ke-4 dari SEP Surabaya, sekolah mengeluarkan pengumuman bahwa awal th 2008 akan diadakan Trainer’s Course. Barang siapa yang telah selesai mengikuti SEP ingin menjadi Trainer diperkenankan untuk mendaftarkan diri. Saya berkeinginan untuk mendaftarkan diri karena dalam pikiran saya hal itu adalah ideal. Tetapi saya tahu bahwa saya tidak pandai mengungkapkan sesuatu dan mudah panik serta emosional. Jadi tidak cocok untuk menjadi trainer. [Read more…]