Himpunlah Anak-anak-Ku

25.9.87

Pagi ini tercium olehku harum dupa lagi. Aku tahu akan hal itu, pada tempat khusus aku berdiri.

Hai sisa-Ku, satu-satunya hal yang Kuminta darimu ialah kasih. Kasihilah Aku. Sebarluasknlah sabda-sabda-Ku berikut ini:

“Aku, Tuhan, memberkati anak-anak-Ku dari Garabandal. Aku mengasihi mereka.”

Himpunlah mereka. Persatukanlah mereka. Terimalah segala sesuatu yang akan terjadi, entah itu sukacitta entah penderitaan. Aku ada di hadapan-Mu.

Ya, Tuhan. Terjadilah kehendak-Mu, dan hendaknya terwujudlah keinginan-keinginan-Mu.

Mari, rasakanlah Aku. Biarlah kita berbagi segala sesuatu.

Gereja Akan Hidup Kembali!

24.9.87

Aku merasa bahwa St. Maria ada di dekat aku.

Vassula, benar, ini memang Aku, Bundamu. Aku telah menampakkan diri kepada anak-anakku di Garabandal. Aku mengizinkan mereka melihat aku dan mendengar aku. Aku telah menampakkan diri kepada mereka dan mereka tahu hal itu. Aku ingin engkau memberkati mereka.

St. Maria, tolonglah aku melaksanakan keinginan-keinginanmu.

Aku akan membimbing engkau, Vassula.

Terima kasih.

Aku merasa kagum. Kemudian terciumlah olehku bau dupa di sekelilingku.

Inilah Aku, Yesus. Aku telah memberkati engkau dan mengharumi engkau dengan harum dupa-Ku. Gereja akan hidup kembali! Kita adalah satu. Sewaktu mempersatukan Gereja-Ku, Aku tidak akan menunggu lagi. Dapatkah engkau merasakan betapa Jiwa-Ku rindu padamu? Aku akan menjembut engkau, terkasih. Aku mengasihi engkau.

(Aku senang mendengar ini.)

Aku merasa bahwa aku tidak termasuk dunia ini lagi dan bahwa bumi benar-benar merupakan tempat pembuangan.

Terkasih, adanya dirimu di pembuangan ini membuat Aku menderita juga. Tetapi tidak akan ada sesuatu pun yang sia-sia. Aku mengasihi ciptaan-Ku dan tugasmu ialah membawa ciptaan-Ku kembali kepada-Ku. Aku menderita melihat engkau di bumi. Hiduplah bagi-Ku, putri. Engkau harus ingat, bagaimana Aku mengorbankan diri-Ku sendiri. Maukah engkau melakukan hal yang sama bagi-Ku, Bapamu?

Jadikanlah aku layak bagi-Mu dan buat pengorbanan apa saja, Tuhan.

Terkasih, Aku. Tuhan, memberkati engkau. Mari, segala sesuatu tidak akan sia-sia.

Kebijaksanaan Terdapat Dalam Kitab Suci

9.9.87

Vassula, Aku menghendaki, supaya sabda-sabda yang akan Kuberikan kepadamu, dikenal. Aku ingin, supaya sabda-sabda itu disebarluaskan ke mana-mana: “Aku, Tuhan, memberkati anak-anak-Ku dari Garabandal.”

Vassula, berkatilah mereka, persatukanlah mereka.

Berkat pertolongan-Mu, Tuhan, semuanya akan kulakukan.

Setelah itu ‘terjadilah keguncangan.’ Setan marah sekali. Begitu pula semua pengikutnya. Mereka malah bernama. Aku mengenal mereka yang menyerang aku.

Vassula, mari. Aku akan menyadarkan engkau. Jangan takut.

Yesus menarik aku ke bagian bawah bumi. Di sana kami berdiri. Aku Yesus menarik aku ke bagian bawah bumi. Di sana kami berdiri. Aku mengenali neraka, sebab kakiku ada di dalam lumpur yang hitam, berlendir dan lengket. Keadaannya seperti sebuah gua di bawah tanah. Yesus mengajak aku mendengarkan.

(Kata Setan:)

Aha, ini dia lagi, tukang sihir satu lagi! Bo, hati-hatilah sekarang. Lukailah dia. Buatlah ia cacat untuk selamanya. Lukailah dia, supaya kami menang. Susahkanlah dia, agar ia merasakan kebencian yang ada padaku terhadap dia dan sisa ciptaannya. Sabi, pergilah jiga dan lukailah dia. Aku membenci kalian semua!

Lagi-lagi Setan serupa dengan orang yang mengamuk.

Yesus membawa aku kembali ke luar.

Sekarang engkau telah mendengar kebenciannya, maka engkau seharusnya sadar, betapa nekatnya ia menahan engkau supaya jangan menulis. Aku, Yesus, mengasihi engkau dan melindungi engkau di bawah sayap-sayap-Ku. Sesaat pun tidak pernah Kulepaskan dirimu dari pandangan-Ku.

Kenudian:

Vassula, jangan membaca buku-buku ini. Isinya bukan Kebijaksanaan, bukan Kebenaran pula. Kebijaksanaan terdapat dalam Kitab Suci. Aku senang engkau mendengarkan Aku.

Aku tidak melakukan banyak hal, sebab sebagian besar hari kuhabiskan untuk merenung. Setelah sadar bahwa waktunya cepat berlalu, aku pergi mempersiapkan makan. Begitu aku mulai bekerja,

Yesus yang mengamati aku menghentikan pekerjaanku sesaat, sambil berkata, “Vassula, ada waktu sedikit bagi-Ku?”

Aku berkata, “Ya, Aku punya jutaan waktu bagi-Mu, bukan sesaat saja.” Aku meninggalkan pekerjaanku dan pergi menulis. Ia berkata ke padaku untuk berhenti membaca sebuah buku yang sedang kubaca, sambil menasihati aku bahwa buku itu tidak ada gunanya. Buku itu membicarakan hal-hal yang belum pernah kudengar, tentang legenda- legenda, agama-agama, dan tentang semua tulisan itu dibuat oleh orang yang bukan teolog.

(Kemudian, pada malam hari.)

Semua bagian Wajah-Ku ini telah terluka.

(Aku memandang foto Kain Kafan Suci.)

Semua bagian yang kulihat, Tuhan?

Ya, semua. Mereka mencabut sebagian janggut-Ku. Mereka melukai mata kanan-Ku.

Yesus, aku tidak tahu apa yang harus kukatakan.

Katakanlah kepada-Ku: Aku mengasihi Engkau!

AKU MENGASIHI ENGKAU.

Vassula, jangan kehilangan semangat. JANGAN PERNAH. Aku akan bersamamu. Kita bersama-sama memikul Salib-Ku.

Garabandal (2)

5.9.87

Vassula, jangan takut. Catatlah kata Garabandal. Garabandal adalah lanjutan tanda-tanda lain. Penampakan-penampakan di Garabandal otentik. Percayakah hai kalian semua yang tidak melihat. Percayalah, percayalah!

Putri, Aku telah memakai dirimu supaya Aku dapat menyatakan Diri-Ku melalui dirimu.

Bunda-Ku telah menampakkan diri kepada jiwa-jiwa pilihan-Ku. Melalui mulut mereka telah disampaikan Kebenaran. Tetapi banyak jiwa para imam menyatakan bahwa penampakan-penampakan itu meragukan dan sejumlah dari mereka menolaknya sama sekali. Aku telah menyatakan diri-Ku melalui dirimu untuk mengangkat keragu-raguan tentang Garabandal. Penampakan-penampakan di Garabandal memang otentik dan anak-anak-Ku sungguh-sungguh melihat Bunda-Ku serta mendengar Amanat-amanatnya.

Vassula, suatu cobaan yang lebih berat lagi akan menimpa dirimu, yang akan membuat Salib-Ku lebih berat di atas pundakmu dan akan menambah berat Piala Keadilan-Ku. Aku telah memperingatkan dunia.

Allahku, beberapa orang saja mungkin tahu tentang kejadian ini.

Benar, banyak orang tidak tahu, akibat keragu-raguan dan ketakutan yang dialami oleh jiwa-jiwa para imam-Ku. Karena meragukan, mereka mengingkari Karya-karya Surgawi-Ku. Mereka telah lupa bahwa Aku adalah Yang Mahakuasa. Karena telah mengeraskan hati, mereka kehilangan spiritualitas mereka. Karena buta, mereka mencari tanpa terang dan tanpa Kebijaksanaan. Semua Karya-Ku selalu diberi kepada anak-anak yang sahaja, tidak pernah kepada orang yang terpelajar. Karya-karya-Ku tampak tidak lazim di mata mereka, tetapi hal itu terjadi karena mereka membanding-bandingkan diri mereka sendiri dengan diri-Ku. Sejak permulaan zaman Aku tidak pernah meninggalkan kalian1.

Vassula, ingatkah engkau akan orang-orang Farisi?

Ya, Tuhan.

Mereka pernah menuduh Aku mengajar orang melawan Hukum Musa. Apa perbedaannya dengan masa kini? Aku dituduh sebagai dia yang bergaul dengan sembarangan manusia dan bahwa Aku melawan Hukum mereka.

Tuduhan-tuduhan dan ketidakpastian masa kini tidak jauh berbeda dengan yang dulu. Aku mengatakan kepadamu, bahwa mereka yang menolak wahyu-wahyu, penampakan-penampakan dan Amanat-amanat, melukai Aku. Mereka itu duri-duri bagi Tubuh-Ku. Pernah sudah Kukatakan kepadamu2 bahwa dengan Kuasa Surgawi Aku akan menuntun engkau ke dalam inti kadalaman Tubuh-Ku yang Berdarah. Telah Kukatakan bahwa dengan jari-Ku akan Kutunjukkan kepadamu mereka yang melukai Aku. Aku adalah Yesus Kristus, Putra Terkasih Allah.

Vassula, jangan takut, sebab Aku di depanmu.

  1. Ia menyadarkan aku bahwa tanda-tanda yang diberikan ini mengingatkan kita akan Kehadiran-Nya di antara kita untuk memberi semangat kepada kita.
  2. Pada tgl 11 Juni 1987 Allah menyampaikan kepadaku amanat yang sama. Ia mengatakan bahwa Ia tidak akan menyayangkan mereka (BC 13). Pada waktu itu aku tidak tahu amanat itu ditujukan kepada siapa.

Garabandal (1)

4.9.87

Dalam buku catatanku, pribadi Yesus memberi kepadaku suatu amanat yang mengejutkan aku. Aku berdiri, sambil meninggalkan amanat itu. Kemudian aku meneruskan menulis. Yesus mengulangi amanat itu. Aku mulai takut.

Sama seperti sebelumnya, pikiranku mulai kacau. Aku bertanya kepada diriku dan Allah, “Mengapa aku?” Mengapa sebenarnya semua catatan ini pernah mulai? Mengapa aku merasa seperti ini, yaitu terikat pada Allah? Bagaimanakah aku satu setengah tahun yang lalu dan bagaimanakah aku sekarang? Aku hidup dalam kebenaran dan aku merasa bertanggung jawab atas segala sesuatu yang telah terjadi. Aku merasa bahwa aku harus menyenangkan hati Allah. Lalu keragu-raguan muncul lagi; keragu-raguan yang mendorong aku menguji Yesus (sepotong kertas ter-lampir:) Aku datang kepada-Nya sambil ragu-ragu. Ia mengetahuinya. Ia bertanya, “Bagaimana?”, dan berkata supaya aku mencoba lagi1.

Yesus?

Aku Yang Ada.

Bagaimana? Engkau dapat mencoba lagi. Tulislah. Tulislah! Kasih Kasih Kasih Kasih.

Aku bermaksud mencatat urusanku sendiri, sambil sendiri mengontrol tangan. Ketiga titik yang dilingkari itu menunjukkan betapa aku berjuang untuk menulis, tetapi aku tidak mampu. Lalu Ia menulis, “Tulislah”, dan Ia memaksa tanganku untuk mencatat kata kasih sebanyak 4 kali, padahal aku berjuang untuk menghentikan tanganku.

Aku adalah kasih. Aku ingin mengingatkan engkau bahwa di atas pundakmu telah Kuletakkan Salib Damai dan Kasih-Ku. Berdiri! Berdirilah! Angkat! Angkatlah!

Putri, sadarkah engkau mengapa Aku telah membesarkan engkau? Aku telah mendidik engkau untuk mempersatukan Gereja-Ku.

Altar, bukankah telah Kukatakan bahwa dari mulut bayi akan kau dengar kebenaran dan bukan dari orang cerdik-pandai? Telah Kukatakan bahwa orang bijaksana akan mendengar dan mendengar namun tidak mengerti, akan melihat dan melihat namun tidak menangkap, sebab hati mereka telah menjadi tumpul, mereka telah menutup telinga mereka dan menutup mata mereka.

Vassula, Aku telah membangkitkan engkau dari kematian sambil membina engkau lewat Kebijaksanaan. Jangan takut dan majulah.

(Yesus memberi aku suatu penglihatan tentang diriku sendiri yang sedang menghadap-Nya. Aku merasa tidak yakin. Ia memegang tanganku dan sambil berjalan ke belakang, Ia menarik aku untuk berjalan maju.)

O putri, betapa Aku mengasihi engkau! Bunga, apa saja yang kaurasakan, berasal daripada-Ku. Majulah.

(Aku merasa mirip anak yang membuat langkah-langkahku yang pertama dan aku sangat kegirangan!)

Vassula, sikap seganmu mempesona Aku.

Putri, catatlah kata: Garabandal.

Vassula, ketika Aku membangunkan engkau dari tidurmu, Aku tidak melakukannya untuk sekadar membangunkan engkau, melainkan juga untuk memakai engkau, hai terkasih. Pemurnianmu tidak dimaksudkan sebagai pembersihan dirimu saja, melainkan juga supaya engkau merasakan Kehadiran-Ku dan tinggal dalam Kehadiran-Ku. Aku memakai dirimu bukan hanya sebagai pencatat Amanat-amanat-Ku serta keinginan-keinginan-Ku, melainkan juga untuk menuliskan berkat-berkat-Ku bagi anak-anak-Ku yang kecil dari Garabandal.

Aku datang supaya Amanat-Ku dimuliakan. Hai altar, pertahankanlah nyala api itu tetap bernyala. Dengan Kuasa-Ku akan Kupulihkan kembali Gereja-Ku. Kasihilah Aku, jangan kebingungan. Bersandarlah pada-Ku dan istirahatlah. Aku akan membantu engkau maju. Saatnya dekat.

Berdoalah bersama Aku.

Bapa, tariklah aku ke dalam rangkulan-Mu,
Biarlah aku beristirahat di dekat-Mu.
Kuduskanlah aku, Bapa,
pada saat Engkau menerima aku.
Ampunilah dosa-dosaku seperti aku mengampuni orang-orang lain.
Kemuliaan kepada Allah, Bapaku.
Aku memberkati Engkau. Amin.

  1. Mencoba mengontrol tanganku.

5 – Anjuran Untuk Berdoa

Anjuran untuk berdoa adalah anjuran yang paling sering dilakukan, tetapi paling tidak diindahkan. Mungkin berdoa kita anggap suatu hal yang biasa. Atau hal ini sesuatu yang paling penting sehingga ada hambatan yang besar untuk berdoa, sehingga kita benar–benar diuji. Tetapi, yang terang, semua mengatakan doa sangat besar kuasanya.

Dalam : BC Jumat Suci, 13.4.90 Amanat bagi semua orang yang berkarya dan menyebar luaskan amanat-amanat ini, tertulis: [Read more…]