Bagi Yang Tidak Bisa Mengalami Sukacita

Saya kok tidak bisa mengalami sukacita ya? Itulah pertanyaan saya di depan kelas SEP tahun 2004 pada saat saya diberi kesempatan bersaksi. Itulah pengakuan saya, karena semua dalam kesaksiannya berlomba menjadi yang sudah baik. Tapi memang saya berkata jujur, karena memang demikian halnya. Saya tidak mudah bergembira. Selalu kelihatan serius. Padahal saya harusnya bergembira atau bersukacita.

Inilah contoh mengapa saya harus bergembira, saya ambilkan dari buku Misi Evangelisasi BAB II : [Read more…]