Sebarluaskanlah Amanat-Ku

24.8.87

Vassula, bertobatlah1! Aku mengampuni dosa-dosamu. Sekarang Aku menghendaki engkau memuji-muji Aku2.

Vassula, katakanlah, “Kemuliaan bagi Allah Yang Mahakuasa.” Tahukah engkau siapa Aku ini?

Engkau adalah Alfa dan Omega, pencipta segala sesuatu.

Tepat katamu, anak-Ku. Sekarang Kukatakan ini kepadamu, “Terberkatilah mereka yang akan membaca Amanat-Ku dan percaya bahawa Akulah yang menuliskannya, biarpun tidak melihat Aku menuliskannya. Terberkatilah mereka yang mendengarkan Amanat-Ku dan menurutinya. Terberkatilah mereka yang bersatu dan menegakkan damai dan kasih.”

Sebarluaskan Amanat-Ku. Sebarluaskanlah Damai-Ku dan biarlah ia meraja dalam semua hati. Jangan pernah meragukan Kasih-Ku.

Dengan cara apa Engkau menghendaki aku menyebarluaskannya? Bagaimana aku dapat melakukan apa pun? Aku tidak berdaya.

Tunggulah, Vassula, dan engkau akan melihat. Aku akan membantu engkau. Mari, “Kita”?

Ya, Allahku. “Kita”.

  1. Aku bertobat.
  2. Aku bingung menemukan kata-kata yang tepat.

Amanat yang Membawa pada Pertobatan dan Kehidupan yang Kudus

Perkenalan saya dengan buku “Hidup Sejati Dalam Allah” adalah sekitar Desember 1999. Sama seperti Vassula yang pertama-tama ragu menerima wahyu pribadi ini, saya pun pada awal mula membaca buku ini agak ragu-ragu apakah ini benar-benar wahyu pribadi yang sesuai dengan kitab suci atau bersumber dari yang jahat ? Namun perasaan itu hanya sekilas saja dan saya pun terus melanjutkan untuk membaca beberapa halaman. Dan saya pun menemukan suatu kesejukan dan kekaguman yang luar biasa yang berasal dari amanat-amanat ini. Begitu menyentuh perasaan saya saat itu. Oh alangkah indahnya tulisan ini. Ada suatu kekuatan besar yang menarik saya yang membuat saya tak pernah bosan atau lelah membaca buku Hidup Sejati Dalam Allah. [Read more…]