Engkau Tidak Sendirian

31.8.87

Vassula, Aku akan datang dalam keheningan malam ini. Saatnya dekat. Engkau tidak sendirian. Dunia tampaknya melupakan Kehadiran-Ku. Aku adalah Allah, tetapi berapa orang memikirkan Aku? Sangat sedikit.

Aku menyaksikan malam penuh bintang, hening, sedangkan di balik bintang-bintang itu Mata Allah yang mengamati kita.

Berjaga-jagalah. Sebab dalam keheningan malam ini Aku akan turun. Aku telah menetapkan rencana-rencan-Ku sebelum Aku menciptakan engkau, hai kecil. Aku akan mengangkut engkau kepada-Ku dan memperlihatkan sesuatu kepadamu. Sekarang, beristirahatlah, hai terkasih.

Berbicaralah Kepada-Ku

18.7.87

Sejak kedatanganku ke Swiss, aku tidak merasa cukup sehat untuk menulis. Kesehatanku kurang baik. Mula-mula flu disusul dengan infeksi mulut. Aku hampir tidak makan. Lalu menyusul sakit yang menusuk di pinggang yang menggagalkan tidurku selama 5 malam, dan tetap berlangsung, selain flu menyeluruh, ditambah dengan infeksi bibir.

Mari. Biarlah Aku mengatakannya kepadamu: semuanya ini berasal dari Aku. Inilah cara Aku memurnikan. Hai putri, Aku mengasihi engkau. Pelajarilah cara Aku berkarya. Aku akan menopang engkau, biarpun engkau harus menderita. Aku merawat engkau dan tidak akan pernah Kuizinkan suatu noda pun pada jiwamu. Pahamilah cara Aku berkarya. Tetapi rasakanlah Aku. Biarkanlah Aku mendengar engkau berbicara kepada-Ku. Ingatlah akan Aku. Tidak pernah Kuizinkan apa pun mendahului Aku. Aku adalah Yang Pertama. Setelah jiwaku dipoles, ia akan berkilau seperti emas. Sekarang akan Kuingatkan engkau, mengapa Aku telah memilih dirimu.

Aku telah memilih engkau, karena kemalanganmu dan kelemahan yang tak terkatakan. Aku adalah Allah Kerahiman. Sekarang engkau boleh bekerja, tetapi ingatlah selalu akan diri-Ku. Aku tidak pernah melepaskan engkau dari pandangan-Ku. Amatilah bibir-Ku bila Aku berbicara kepadamu. Aku mengasihi engkau, datanglah. Bangunlah, hadaplah Aku dan biarlah Aku sekarang mendengarkan engkau.

(Benar, aku telah mengabaikan Allah selama beberapa waktu. Perpindahan kami ke negeri lain membuat aku sibuk dengan urusan-urusan lain.)

Izinkanlah Aku masih memakai dirmu lagi selama waktu tertentu.

Ya, Tuhan.

Terimalah berkat-Ku.

Aku memberkati Engkau, Tuhan.

Alfa Dan Omega

12.7.87

Vassula, Aku gembira, bila engkau sadar.

(Kadang-kadang aku sepenuh sadar, bahwa aku sungguh-sungguh bersama dengan Allah dan bahwa Ia berkomunikasi dengan aku melalui cara ini, sehingga melonjak-lonjaklah hatiku! Datangnya bergelombang. Lebih sering aku menyadarinya, tetapi tidak benar-benar sepenuhnya.)

Tahukah Engkau, ya Tuhan, tentang hal ini?

Aku tahu. Aku benar-benar tahu. Vassula, ingatkah engkau akan Juan?

Kita akan mempersatukan dia dengan diri-Ku.

Allahku!

Aku Yang Ada.

Engkau sering memikirkan Juan!

Ia jiwa terkasih bagi-Ku. Aku mengasihi dia. Aku ingin dia dekat pada-Ku. Aku ingin membimbing dia dan menjadikan dia seorang abdi yang baik sekali. O Vassula, betapa besarnya karya yang dapat ia lakukan bagi-Ku!

Tetapi, Tuhan, hal ini mustahil!! Alasan pertamanya: ia tidak percaya akan diri-Mu, kedua: ia sibuk dalam hidupnya dengan urusan-urusan lain!

Anak-Ku, sadarkah engkau siapa yang membimbing dirimu?

Ya, Allahku…

Aku adalah Alfa dan Omega, Pencipta segala sesuatu. Sadarkah engkau bahwa ia sedang mencari Aku bertahun-tahun lamanya?

Benarkah? Aku mengira, bahwa ia tidak percaya.

Ia selalu percaya. Ia hanya kehilangan arah. Aku mengasihi dia dan akan memimbing dia untuk menemukan Aku. Aku adalah Kasih, dan ia akan datang kepada Kasih. Aku akan mengisinya dengan Kasih-Ku, Semua berkat-Ku akan memulihkannya.

Terkasih, sekarang engkau harus istirahat.

Tuhan, apakah Engkau tetap menghendaki agar aku berlutut waktu menulis?

Aku menghendakinya. Hormatilah Kehadiran-Ku.

Ya, Tuhan.

Dalam Kamus-Ku Tidak Ada Kata “Untung”

11.7.87

Ciptaan! Ciptaan-Ku! Hari ini kalian mengingkari Aku sebagai Allah kalian, tetapi esok kalian akan memuji-muji Aku, beribadah kepada-Ku dan merindukan Aku!

Mari, Vassula, jangan pernah kau lupa siapakah Aku ini. Peganglah teguh kepada-Ku, serukanlah Aku seperti kemarin dan Aku akan cepat-cepat datang kepadamu. Aku mengasihi engkau. Hormatilah Aku dengan merindukan Aku dan mengasihi Aku.

Peristiwanya terjadi semalam. Dalam rumah susun baru kami, ‘penjaga’ mengunci pintu masuk gedung pada pkl.22.00. Kunci kami tertinggal di kamar. Melihat pintu tertutup, kami tahu bahwa tidak mungkin kami masuk. Aku menghampiri pintu sambil mengeluh, “O, Allah, jangan mengatakan kepadaku bahwa pintu tertutup. Biarlah pintunya terbuka! Aku mohon!” Pintu memang tutup, tetapi pada saat itu datanglah salah seorang penghuni lain baru datang pula dan membukanya.

Dalam situasi demikian, sebagian besar dari kalian akan berkata, “Kami beruntung”, tetapi lupa akan diri-Ku! Dalam kamus-Ku tidak ada kata seperti “untung”! Akulah yang membantu kalian, hai ciptaan.

Bertobatlah!

Aku berterima kasih karena Engkau, ya Allahku, menangani aku.

(Aku bertobat.)

Hai terkasih, semuanya telah dimaafkan, sebab begitulah kerahiman-Ku. Aku akan mengajar engkau melihat sebelum engkau membuat langkah selanjutnya. Waspadalah. Utamakanlah Aku atas segala-galanya. Hai bunga, jangan memalingkan wajahmu dari Terang-Ku. Pandanglah Aku. Hadapilah Aku. Mekarlah!

Aku lemah. Kadang-kadang aku merasa berat memikul salib-Mu.

Hai sisa-Ku1, bersatulah dengan Aku dan jadilah Satu. Bersama-sama, bersama-sama akan kita perbaharui Gereja-Ku.

  1. Kata sisa dikenal dari Kitab Suci Perjanjian Lama, dan mengacu kepada sejumlah orang Yahudi yang tetap setia kepada Allah, mengandalkan-Nya dalam hidup sehari-hari, walaupun mereka hidup dalam keadaan yang tidak menguntungkan. (Catatan Redaksi)

Darah-Ku Bercucuran

11.6.87

Sekarang, kebanyakan mebel sudah terangkut. Aku harus mencari kursi untuk duduk dan menulis. Setelah para pengepak barang pergi, rumah masih kacau. Di sana sini ada tumpukan kertas, sepatu, botol, koran, tali di semua meja.

Namun di tengah-tengah perpindahan ini serta acara-acara perpisahan (yang satu untuk 80 orang, yang lain untuk 30 orang), tangan Allah tidak melepaskan aku sedikitpun. Aku selalu mendapatkan waktu buat Dia untuk menulis selama 2-3 jam sehari. Ia memberi aku kekuatan yang luar biasa dan aku tidak merasa lelah sama sekali. Aku berada dalam kepenuhan damai, dalam Damai-Nya.

Vassula, terkasih Jiwa-Ku, tinggallah dekat Aku, hadaplah Aku, biarkan jari-Ku menyentuh hatimu. Anak-Ku, seandainya engkau tahu, betapa Aku mengasihi engkau. Aku akan membimbing engkau sampai akhir. Berkorbanlah lebih demi Aku.

Maukah engkau menderita demi Aku?

Ya, Tuhan, lakukanlah sesuka hati-Mu. (Hal ini pernah sebelumnya ditanyakan-Nya, tetapi waktu itu aku ragu-ragu, takut. Sekarang Ia bertanya lagi.)

Vassula, Aku begitu bahagia! Maukah engkau mempersembahkan diri bagi-Ku seperti seekor anak domba?

Lakukanlah apa yang menyenangkan hati-Mu, Tuhan.

Tidak akan ada yang sia-sia. Semuanya akan demi Damai dan Kasih. Dahaga-Ku besar, Vassula. Aku akan menuntun engkau ke negeri-negeri yang gersang; di situ matamu akan melihat hal-hal yang belum pernah kaulihat. Aku akan menuntun engkau dengan Kekuatan Surgawi, lurus menuju kedalaman yang paling dalam dari Tubuh-Ku yang Berdarah.

Dengan jari-Ku akan Kutunjukkan kepadamu semua imam-pendosa yang menjadi duri-duri bagi Tubuh-Ku. Aku tidak akan kasihan ke pada mereka. Aku kelelahan. Luka-luka-Ku lebih lebar daripada sebelumnya. Darah-Ku bercucuran. Aku disalibkan kembali oleh milik-Ku, yaitu jiwa-jiwa para imam-Ku sendiri!

Allahku, Engkau begitu menyengsarakan aku. Mengapa mereka mau melakukan hal itu kepada-Mu? Mengapa?

Vassula, mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan. Terkasih, berjuanglah bersama Allahmu. Relalah menghadapi derita-derita-Ku, dan berbagilah derita itu bersama-Ku.

Aku mau demi menghibur diri-Mu! Ingatlah, ya Yesus, akan mereka yang mengasihi Engkau!

Mereka itu para terkasih Jiwa-Ku. Aku memerlukan lebih banyak jiwa yang demikian, yang mengorbankan hatinya demi Aku. Aku mengasihi mereka. Aku mengandalkan mereka.

Mereka makan dari Aku. Mereka adalah korban-Ku. Mereka adalah daun-daun bunga halus yang menggantikan duri-duri-Ku. Mereka adalah mur-Ku.

Vassula, jangan takut. Kita akan masuk lebih dalam lagi, ke tempat kegelapan merajalela. Aku akan menuntun engkau.

Kemudian jiwaku mulai merasakan kepahitan derita Allah. Segala sesuatu, setiap jenis makanan atau minuman yang masuk ke dalam mulutku terasa pahit. Ia menyuruh aku minum dari Piala-Nya. Lalu aku mengalami kesulitan bernapas. Jiwaku dan tubuhku kesakitan.

Engkau Tetap Milik-Ku Secara Setia

9.5.7

Tarikan napasmu yang dalam, hai mempelai, bagaikan sejuta kata kasih bagi-Ku. Ya, Aku bicara tentang napasmu yang kauungkapkan pagi ini terhadap-Ku.

Ini benar. Tadi pagi aku memikirkan Yesus dengan kasih. Aku ingin menyatakan begitu banyak hal kepada-Nya, tetapi karena tidak dapat menemukan kata-kata yang tepat, aku menarik napas dalam saja. Namun tampaknya Ia menangkap banyak dari tarikan napas itu.

Vassula, kasihilah Aku secara buta dan biarkanlah Aku menggunakan engkau sesuai kehendak-Ku. Jadilah bukan apa-apa, supaya dalam yang “bukan apa-apa” itu, Aku dapat menjadi segala sesuatu, dan dengan demikian menggenapkan Karya-karya-Ku. Menciptakan dirimu telah menjadi sukacita bagi-Ku.

Allahku, aku takut mengecewakan Engkau dengan menjadi tidak setia terhadap-Mu. Aku malah tidak tahu, apakah aku sudah mulai berlaku setia. Lebih-lebih, bagaimana aku dapat bicara tentang mempertahankan kesetiaan, kalau aku tidak tahu, apakah aku sudah pernah setia.

Sejak kekekalan, Aku sudah tahu bahwa engkau lemah dan malang. Tetapi Aku mengasihi engkau. Aku telah mengamnbil langkah-langkah-Ku, supaya engkau tetap milik-Ku secara setia. Apakah engkau membayangkan bahwa Aku sama sekali tidak mengetahuinya? Aku sudah tahu segala sesuatu, dan justru karena itulah Aku telah memilih engkau. Telah Kukatakan kepadamu bhawa kelemahanmu tidak terungkapkan serta kemalangan, menarik Aku. Mari, bimbingan ini akan memulihkan kehormatan-Ku. Aku bersukacita, betapa bimbingan ini akan memulihkan tindakan-tindakan ketidakadilan kalian. Vassula, mahkotailah Aku dengan kata-kata mesra!

Dengan kata-kataku, Tuhan? Bagaimana mungkin kata-kata itu bernilai, dibanding Kehadiran-Mu yang Agung?!

Setiap kata mesra dan penuh kasih, biarpun datang dari dirmu, menjadi ilahi dalam Kehadiran-Ku, menjadi agung dalam telinga-Ku.

Jangan pernah jemu menulis, hai sarana-Ku yang mungil. Apa saja yang kaulakukan, berasal dari Aku. Aku menopang dirimu dengan Kekuatan-Ku dan Aku memanggil engkau, kapan saja Aku menghendakinya. Aku mengasihi engkau. Kasihilah Tuhanmu juga.

Aku merasa lagi bahwa Keagungan-Nya sepenuh-penuhnya meniadakan aku. Aku seolah-olah cemplung ke dalam samudera yang paling dalam. Suatu perasaan yang sungguh-sungguh menakjubkan, yaitu ingin dikuasai oleh Allah serta merasa senang dikuasai!

Domba-domba-Ku Tercerai Berai

4.4.87

Selama berkeliling di Swiss, aku memperhatikan orang dan cara hidup mereka. Banyak orang, sama seperti di mana saja, menghadapi masalah- masalah sehari-hari; ada yang menghadapi lebih banyak masalah daripada orang lain. Banyak orang tampaknya sangat tidak bahagia dan penuh perjuangan. Sebelum Allah mendekati aku, aku tidak pernah menyadarinya.

Ya, Vassula, Aku ingin engkau melihat segala sesuatu, Aku ingin engkau memperhatikan dan mendengar apa saja kata mereka. Aku sedih waktu mendengar dan memperhatikan domba-domba-Ku. Mengapa mereka melupakan Aku, padahal Aku adalah Penghibur mereka? Aku mampu menghibur mereka. Mereka dapat minta pertolongan kepada-Ku.

Saat ini aku mulai berpikir-pikir, apakah ini Yahweh atau Yesus.

Vassula, Aku adalah Satu. Aku adalah Satu! Vassula, Aku adalah Allah yang telah memberi hidup kepadamu. Aku telah menetapkan Sabda-Ku, Aku telah datang ke bumi dalam daging. Aku adalah Satu. Aku memberkati engkau, Vassula. Trinitas Kudus ada dalam Yang Satu. Aku adalah Satu.

(Aku kebetulan berpikir bahwa aku akan menanyakan hal ini kepada para imam).

Engkau akan belajar bersama Aku.

Kemudian…

Putri, setelah engkau mengerti, betapa dunia sudah tidak peduli akan Aku, engkau akan mengerti kepahitan-Ku. Piala Kerahiman-Ku penuh, dan Piala Keadilan-Ku penuh juga. Mereka mendukakan Aku. Mereka menimbulkan revolusi-revolusi1, memberontak terhadap Aku dan terhadap Hukum-Ku. Aku adalah Allah yang sama, Yang Hidup. Tetapi umat-Ku tidak mengenal takut lagi. Mereka menantang Aku, membangkitkan amarah-Ku! Menciptakan mereka adalah sukacita-Ku. Mengapa mereka memberontak melawan Aku? Kepada siapakah mereka dapat minta tolong? Aku menderita. Ke manakah – menurut mereka – mereka mengarah? Tubuh-Ku letih dan terluka. Tubuh-Ku membutuhkan istirahat dan perlu diberi kelegaan.

Apakah ini menyangkut Gereja, Tuhan?

Ya, Tubuh-Ku ialah Gereja. Vassula, Aku ingin memulihkan Gereja-Ku.

Aku ingin mempersatukan semua imam-Ku bagaikan suatu bala tentara, bala tentara penyelamatan. Domba-domba-Ku tercerai-berai. Semua imam harus bersatu.

Allahku, aku sendiri telah dibaptis sebagai Ortodoks-Yunani. Tuhanku, siapa Yang Engkau maksudkan: orang-orang Katolik atau Protestan, sekte-sekte ataupun agama-agama lain? Bila aku berani memper tanyakannya kepada-Mu, sebab begitulah kenyataannya.

O Vassula, Vassula. Aku adalah Satu. Aku, Allah, adalah Satu. Semua anak-Ku telah tercipta oleh Tangan-Ku. Mengapa semua anak-Ku itu terpisah-pisah? Aku menghendaki Kesatuan2.

Aku menghendaki, supaya anak-anak-Ku bersatu. Aku adalah Satu Allah dan mereka harus mengerti bahwa Trinitas yang Kudus seluruhnya Satu! Roh Kudus, Bapa yang Kudus dan Yesus Kristus, Putra, ketiga-tiganya ada dalam Yang Satu.

Vassula, melekatlah kepada-Ku, belajarlah daripada-Ku.

Allah-Ku, bagaimanakah halnya dengan Terang itu?

Aku adalah Terang. Aku adalah Satu.

  1. Aku menduga: revolusi-revolusi keagamaan.
  2. Kesatuan. Aku malah tidak berani menyatakan pemikiranku, macam apakah keinginan-keinginan Allah itu!!!. Aku telah mengerti …

Selaku Mempelai Aku Akan Membekali Engkau Berlimpah-limpah

5.3.87

Damai sertamu. Vassula, apakah engkau mengasihi Aku?

Aku mengasihi Engkau, Yahweh, Allahku, dengan segenap hatiku, dan aku ingin tinggal dekat pada-Mu.

Aku juga mengasihi engkau. Tidak pernah akan Kutinggalkan engkau. Vassula, Aku adalah Raja serta Tuhan Damai dan Kasih. Aku ada di hadapanmu, sambil menyatakan Wajah-Ku yang Kudus kepada kalian semua. Inilah awal seruan-Ku kepada Damai dan Kasih. Putri, Aku akan mengajarkan engkau lebih banyak dengan Kebijaksanaan. Aku sangat berkenan kepadamu. Senangkanlah Aku dengan mendengarkan seruan-seruan-Ku dan dengan mencatatnya. Jangan letih karena menulis. Mari, semuanya tidak akan sia-sia.

Aku memberi berkat-Ku kepadamu. Mari, bersandarlah pada-Ku. Muliakanlah Aku dengan mengasihi Aku. Putri, carilah Aku selalu, jangan pernah menolak Aku, jadilah silih bagi orang-orang lain, laksanakanlah sabda-Ku. Terimalah Damai-Ku yang kekal.

Vassula, tinggallah dekat Aku. Aku akan mengingatkan engkau, bahwa selaku Mempelai, dengan berlimpah-limpah akan Kubekali engkau untuk apa saja yang kurang kepadamu. Aku mengasihi engkau. Setiap kata yang Kuucapkan akan tercatat. Kita akan berkarya bersama. Jangan jemu-jemu menulis.

Aku mengucapkan dia kepada Santo Mikhael. Santo Mikhael menanggapi aku, katanya:

Aku, Santo Mikhael, dengan kuasa Allah akan kucampakkan ke dalam neraka Setan dan semua roh jahat lain yang membinasakan jiwa-jiwa.

Lalu aku mengucapkan doa Memorare St. Bernardus.

Putri terkasih, aku akan menolonh engkau. Terimalah Damai-ku yang kekal. Aku dekat padamu sampai akhir. Vassula, laksanakanlah Amanat, laksanakanlah sabda Allah. Bersandarlah pada Bapamu yang Kudus, sebab Dia Mahakuasa. Kasihilah Dia dan muliakanlah Dia. Maukah engkau melakukan semuanya ini? Tinggallah dekat kami. Aku mengasihi engkau.

Kita Telah Terikat Satu Sama Lain

4.3.87

Karena sadar, betapa mudahnya aku tidak setia, aku takut bahwa suatu hari aku akan meninggalkan Engkau karena kelemahanku. Pikiran itu begitu menakutkan. Aku tidak tahu bagaimana hal itu dapat terjadi, tetapi aku tidak mau itu terjadi ataupun bahwa Engkau sendiri meninggalkan aku!

Vassula, Aku Yahweh mengasihi engkau. Pernahkah Kutinggalkan engkau? Kita telah terikat satu sama lain. Karena saling terikat, engkau tidak akan mampu meninggalkan Aku. Pahamkah engkau? Aku sudah mengatur persatuan kita. Kita akan tetap menyatu sampai akhir: engkau tanpa gangguan, selalu ingin membebaskan dirimu demi diri-Ku.

Allahku, Engkaukah yang mengatakannya?

Ya, Akulah yang mengatakannya. Maukah engkau mengemukakan pertanyaanmu kepada-Ku?

Aku tidak berani!

Mengapa? Jangan takut pada-Ku.

(Aku sadar bahwa Ia tahu pertanyaan itu, tetapi aku tidak mau menuliskannya.) Ampun, ya Allah!

Ayo, mari kita belajar. Aku adalah Yang Mahakuasa dan Aku tahu apa yang terbaik bagi jiwamu. Bila seorang dari kalian mengajukan pertanyaan kepada-Ku ataupun memohon suatu karunia, Aku akan menjawab. Jawaban-Ku itu akan paling baik, sebab akan dapat menjadi makanan bagi jiwa itu. Halnya akan serupa dengan mencari buah yang paling ideal di antara segala buah, sehingga akan menghasilkan yang terbaik jiwa itu.

Sudahkah pernah kaudengar, berapa kali Aku dapat mengampuni?

Ya Tuhan, tetapi dalam sejumlah buku dikatakan bahwa biarpun Engkau tidak mau menjawab mereka (secara adikodrati), Engkau tetap menjawab, tetapi tidak menyukainya dan bahwa Engkau murka.

Aku, Yahweh, berkata kepadamu: Pola pikir-Ku bukan pola pikir kalian dan jalan-Ku bukan jalan kalian1.

Vassula, Aku adalah Allah Yang Maharahim, Bapa yang Kudus bagimu dan yang mengasihi engkau. Aku tahu kebutuhan-kebutuhan kalian serta kelemahan kalian. Kasih-Ku kepada kalian semua adalah kasih yang cemburu. Mari, datanglah lebih dekat kepada-Ku. Aku, Yahweh,memanfaatkan setiap kesempatan untuk menggapai kalian.

Bapaku, saat aku bersama-Mu, aku merasa begitu dikasihi oleh-Mu, dan kasihku kepada-Mu berkembang. Namun aku takut mengecewakan Engkau, sebab aku penuh dosa.

Vassula, bukankah Aku tahu semuanya itu? Engkau adalah sejumput debu, dan seandainya Aku meniupkannya, engkau akan lenyap. Aku tahu, betapa rapuhnya dirimu. Bagaimanapun juga engkau hanyalah sebuah bayang-bayang sementara di bumi. Namun, biar engkau bukan apa-apa dan begitu malang, pandangan-Ku tidak lepas darimu. Aku memandang kelemahanmu dengan Iba dan Kasih. Jangan takut, sebab Aku akan menguatkan dirimu. Dosa-dosamu Kuangkat, dan Aku memberi pengampunan-Ku kepadamu.

Vassula, jangan bekerja lagi pada hari ini. Besok akan Kupanggil engkau lagi. Terimalah Damai-Ku.

  1. Ini berarti bahwa teori yang dikemukakan dalam buku-buku tersebut tidak benar.

Jadilah Silih Bagi Mereka Yang Menjadikan Hidup-Nya Pahit

20.2.87

Aku sedang mengucapkan doa kepada St. Maria, yaitu Memorare St. Bernardus.

Putri, Yesuslah yang membimbing dirimu. Jangat takut, Vassula. Putriku, dengarkanlah aku, Bundamu yang suci. Aku hadir di sini, di dekatmu. Aku menolong engkau. Aku mengasihi engkau. Aku akan membantu engkau mengerti cara Yesus berkarya. Jangan gelisah. Sekarang Yesus telah mempersatukan dirimu dengan diri-Nya. Bersukacitalah, Vassula.

Seharusnya engkau percaya kepadaku, kalau aku berkata kepadamu bahwa jiwamu menyembuhkan jiwa-jiwa lain di dalam Hades (= Api Penyucian). Vassula, lakukanlah apa yang diminta oleh Yesus daripadamu. Ia hanya menghendaki kasih daripadamu. Kasihilah Dia. Jadilah silih bagi mereka yang menjadikan hidup-Nya pahit. Serukanlah Dia selalu untuk mengatakan kepada-Nya bahwa engkau mengasihi-Nya. Jangan meninggalkan Dia.

Selesaikanlah segala tugasmu yang lain dengan kasih, demi kasih. Sebab tindakan-tindakan kasihlah yang paling berarti bagi-Nya, entah berapa kecilnya dan tampaknya tidak berarti menurut pandanganmu. Tindakan-tindakan itu justru bernilai tinggi dalam pandangan Yesus, dan karena itulah menjadi besar. Ikutilah Dia dan jadilah silih bagi orang-orang lain yang mengabaikan-Nya.

Putri, karena sekatang engkau telah dipersatukan dengan-Nya, maka akan kaurasakan Hati-Nya. Ia akan minta engkau berbagi perasaan-Nya dengan diri-Nya. Ia akan minta engkau berbagi Salib-Nya.

Menderitalah pada saat Ia menderita. Bersukacitalah ketika Ia bersuka cita. Deritamu akan menjadi derita-Nya sendiri. Penuhilah keinginan-keinginan-Nya, sebab Dia adalah Allah. Belajarlah mengenali Dia. Ingatlah semua yang yang telah diajarkan-Nya kepadamu. Sebab Ia adalah Allah Pengasih, Sang Maharahim.

Ia mengasihi kalian semua dengan kelembutan yang tidak terucapkan. Ia tidak pernah akan meminta dari kalian sesuatu yang dapat merugikan kalian. Ia lemah-lembut dan baik. Belajarlah mengenali Dia, Vassula. Dia adalah Allah penuh kasih. Ia tidak pernah bersikap keras. Ia akan menjagai dirimu sambil melindungi terhadap segala kejahatan. Ia tidak pernah akan meninggalkan engkau.

Vassula, tabahkanlah dirimu, putri. Panggillah aku bila kauinginkan. Aku mengasihi engkau.

Aku mengasihi engkau juga. Bunda, ajarkanlah aku semakin mengasihi engkau.

Aku disini, terkasih-Ku. Inilah Aku, Yesus.

Yesus, aku mengasihi engkau juga, Aku menyerahkan diri kepada-Mu lagi.

Aku mengasihi engkau. Berilah Aku hatimu yang kecil. Di dalamnya akan Kutaburkan benih-benih Damai dan Kasih. Aku akan membentuk dirimu, supaya engkau menjadi seperti yang Kukehendaki. Tidak ada yang sia-sia. Semuanya akan berguna demi keselamatan anak-anak-Ku. Jangan takut. Biarkanlah Aku membimbing engkau, putri.