3 – Tetaplah Kecil

Dalam BC 9.2.89 antara lain tertulis :

“Tinggallah kecil dan sederhana. Jangan mencoba menjadi ini atau itu.Tetaplah kecil, supaya kalian dapat merayap masuk kedalam lubuk Hati Kudus-Ku.”

Dulu, sewaktu belum mengetahui pedoman tersebut, saya pernah mencoba menjadi trainer untuk para murid Sekolah Evangelisasi Pribadi. Setelah diuji ternyata gagal, dengan nilai paling jelek. Hal tersebut meninggalkan bukan kekecewaan tapi rasa malu, karena gagal. Setelah mengetahui kalimat tersebut, saya tidak ingin menjadi apa-apa lagi. Kalau ada yang menyuruh, kebetulan saya bisa, ya berangkat. [Read more…]

2 – Terkena Stroke Ringan

Saya terpaksa absen mengikuti pertemuan meditasi yang setiap hari Senin untuk kira-kira 4 kali pertemuan. Sebabnya ialah saya yang selama ini sehat walafiat, pada suatu saat terkena stroke ringan, karena tangan sebelah kanan sulit digerakkan dan pembicaraan menjadi tidak jelas, kalau berjalan terhuyung- huyung. Tetapi saya tetap melakukan aktivitas seperti biasa, misalnya ke gereja, menghadiri pertemuan, meskipun tidak berbicara. Membaca buku Hidup Sejati Dalam Allah tetap saya lanjutkan, sampai pada suatu saat saya tekejut karena dalam BC 12.7.91 tertulis : [Read more…]

1 – Meditasi, Sebuah Pencarian

Pada minggu ke 3 bulan Februari 2010, telah genap 1 tahun saya mengikuti Meditasi Kristiani yang ada di Paroki saya. Secara perasaan, tak dapat disangkal bahwa proses pembaharuan diri saya berjalan terus, meskipun ada yang menurut saya hal-hal buruk dalam diri saya yang belum (atau tidak bisa) hilang, dan berfungsi sebagai duri dalam daging. [Read more…]

Tuhan Memberikan Tanda Melalui Bayi

Peristiwa ini terjadi ketika suatu sore saya sedang bemain dengan cucu perempuan saya, Krystal. Pada waktu itu Krystal, yang masih berusia 3 tahun, menyebut nama-nama anggota keluarga yang foto-fotonya tergantung pada dinding ruang tamu. Di antara foto-foto ini ada sebuah foto Yesus. Dia menunjuk foto Yesus dan menyebut nama-Nya, kemudian menoleh kepada saya dan menatap langsung ke mata saya, dan berkata “Vassula”.  Untuk sesaat saya tertegun. Saya menanyakan apa yang dikatakannya.  “Vassula”, katanya lagi sambil tetap menatap mata saya. [Read more…]

2 – Mimpi 3 Hari tentang Kejadian yang Sama

Berikut ini adalah salah satu yang saya alami, di tahun 1994, setelah saya membaca buku Hidup Sejati dalam Allah dari Jilid 1 s/d jilid 3. Selama 3 malam berturut-beturut saya bermimpi tentang kejadian sama sebagai berikut.

Saya dibawa Yesus di suatu tempat, keluar dari bumi, keluar dari galaksi, sampai di suatu ruangan yang berkabut seperti di film-film. Yesus mengatakan inilah ruang Pengadilan Terakhir dimana setiap manusia/pribadi dihakimi nantinya setelah ia meninggal. [Read more…]

1 – Menangis 6 Jam

Di tahun 1994, saya membaca buku Hidup Sejati Dalam Allah yang saya beli di toko buku Immanuel di Surabaya. Alasan membeli buku itu adalah, ingin tahu isi pesan-pesan Tuhan yang diterima oleh Vassula Ryden, yang saat itu dikenal sebagai orang yang menerima wahyu dari Tuhan dan menuliskannya ke dalam catatan hariannya. [Read more…]

Amanat yang Membawa pada Pertobatan dan Kehidupan yang Kudus

Perkenalan saya dengan buku “Hidup Sejati Dalam Allah” adalah sekitar Desember 1999. Sama seperti Vassula yang pertama-tama ragu menerima wahyu pribadi ini, saya pun pada awal mula membaca buku ini agak ragu-ragu apakah ini benar-benar wahyu pribadi yang sesuai dengan kitab suci atau bersumber dari yang jahat ? Namun perasaan itu hanya sekilas saja dan saya pun terus melanjutkan untuk membaca beberapa halaman. Dan saya pun menemukan suatu kesejukan dan kekaguman yang luar biasa yang berasal dari amanat-amanat ini. Begitu menyentuh perasaan saya saat itu. Oh alangkah indahnya tulisan ini. Ada suatu kekuatan besar yang menarik saya yang membuat saya tak pernah bosan atau lelah membaca buku Hidup Sejati Dalam Allah. [Read more…]

Melihat Wajah Yesus

Pada bulan Juni 1994, saya mendengarkan ceramah Vassula Ryden di South Hadley, Massachusetts, USA. Ceramahnya tentang doa dan Roh Kudus mempengaruhiku secara mendalam, memicu di dalam diriku rasa haus yang dalam kepada Allah dan kebutuhan doa yang lebih banyak dalam hidup sehari-hari saya. [Read more…]

Untuk yang Sudah Pernah Membaca Buku HSDA

Anda telah sampai ke halaman ini; itu berarti Anda pernah membaca buku Hidup Sejati Dalam Allah. Dan seperti kita ketahui, sebagian besar pembaca buku ini telah mengalami pertobatan atau peningkatan kehidupan spiritual, termasuk saya dan teman saya.

Seperti yang telah saya tulis, setelah membaca buku ini, saya telah mengalami perubahan yang drastis dari kehidupan ibadah rutin yang merupakan kewajiban keagamaan belaka, menjadi kehidupan ibadah yang penuh kerinduan dan keakraban dengan dengan Tri Tunggal Mahakudus serta sakramen-sakramen-Nya. Lalu, tahukah Anda apa yang terjadi dengan teman saya setelah saya meminjamkan Jilid Pertama buku Hidup Sejati Dalam Allah kepadanya? Tidak sampai satu bulan, dia menelpon saya dan berkata: “Ayo, kita buat website pewartaan, berisi kesaksian pertobatan setelah membaca buku Vassula, supaya kita bisa membawa banyak jiwa-jiwa kepada Tuhan Yesus!” Maka hadirlah website ini, dengan dia sebagai admin dan pembuat web ini, dan saya sebagai penulis content-nya.

Mengapa hal-hal yang demikian dahsyat bisa terjadi setelah membaca buku ini? Tidak lain dan tidak bukan, karena pesan-pesan dalam buku ini berasal dari Tuhan Yesus sendiri, dan seperti yang Dia pernah bilang: “Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup” (Yoh 6:63b).

Saya yakin, Anda pun telah mengalami pengalaman-pengalaman spiritual yang kurang lebih sama setelah membaca buku ini. Jika memang benar demikian, maka kami menawarkan kesempatan bagi Anda untuk bersaksi, agar orang lain juga mengalami pengalaman serupa dengan Anda. Sehingga, dengan demikian Anda telah mengambil bagian dalam tugas pewartaan yang ditugaskan oleh Yesus kepada semua murid-murid-Nya. Tugas yang setiap minggu didengungkan oleh imam pada akhir misa, saat dia berkata: “Pergilah, kita diutus”.

Cukup kirimkan lewat email ke amanatyesus@gmail.com tulisan Anda yang berisi kisah Anda pada saat sebelum dan sesudah membaca buku ini, serta apa yang terjadi saat Anda membaca buku ini. Silakan ceritakan se-detail mungkin, bila perlu disertai cuplikan Amanat-amanat Yesus yang telah menyentuh hati Anda. Ceritakan dengan alur yang tidak terlalu cepat, dan kalau memungkinkan, bagilah kisah Anda menjadi beberapa episode seperti yang saya lakukan. Tetapi semua isinya harus yang terkait dengan buku ini. Tujuannya adalah, agar orang lain tertarik pada Amanat-amanat Yesus dalam buku ini, dan mau mencari untuk membacanya juga. Anda juga boleh menggunakan nama samaran, nama kecil, atau nama baptis jika merasa kurang nyaman menggunakan nama resmi.

Saya tunggu tanggapan positif Anda.

Semoga semakin bertambah besar kemuliaan-Nya!

Salam dalam Kasih Kristus,
Petrus C.A.

NB: Kami mempunyai hak untuk mengedit tulisan Anda untuk keperluan estetika bahasa dan kesesuaian dengan ajaran-ajaran yang telah dipercayakan oleh Allah kepada Gereja.

Bertobat dan Mengenal Yesus Hanya dari Membaca Buku

Segala kemuliaan dan pujian untuk Yesus!

Saya lahir di sebuah keluarga Hindu India di kota Kalkuta. Saya tidak pernah tahu tentang Yesus atau pergi ke Gereja sebelumnya. Pada usia 18 tahun, saya memutuskan pergi ke negara bagian Maharastra untuk studi di Universitas. Saya lulus test di sebuah universitas teknik di sebuah kota kecil Kolhapur. Universitas itu terletak di pinggiran kota sama halnya dengan semua universitas-universitas yang lain. Pada tahun ketiga saya menderita depresi dan segala sesuatunya berjalan di luar yang saya harapkan. Ketika saya tinggal di sebuah asrama pria, melalui seseorang saya mendapatkan sebuah buku True Life In God Jilid IV. Saya tidak tahu buku ini tentang apa. Saat itu tahun 1999. [Read more…]