siapa yang diselamatkan

siapa yang diselamatkan

Home > Kisah Saya > 6-Siapakah yang Diselamatkan?

6-Siapakah yang Diselamatkan?

Adalah wajar dan biasa apabila seseorang telah memilih dan memiliki keyakinan  dia akan menganggap pilihannya adalah yang terbaik. Masalahnya kemudian adalah apakah orang itu telah memahami ajaran yang dimaksudkan oleh keyakinan yang dipilihnya dengan benar sesuai dengan maksud ajaran itu. Saya telah mengalami kesalahan pemahaman seperti itu, yaitu sewaktu saya sedang belajar tapi pelajaran belum selesai saya ikuti. Saya telah salah memahami hal yang sangat penting, yaitu siapa yang diselamatkan oleh Tuhan Yesus.

Pada suatu mata pelajaran SEP, kami diajar oleh 2 orang guru, sebutlah guru-A dan guru-B. ada saat guru-A mengajar, guru-B duduk di belakang. Guru-A mengajarkan bahwa  Juru Selamat kita Yesus Kristus menghendaki semua orang diselamatkan ;  keselamatan bersifat universal. Pada waktu itu, yang saya ketahui barulah beberapa ayat Injil antara lain Yoh 3:16 dimana di sana disebutkan bahwa

“….supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa tetapi beroleh hidup yang kekal.”

Juga saya ingat Yoh 14:6:

“….Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa,kalau tidak melalui Aku.”

Saya berpikir lho kok dibilang keselamatan adalah universal? Kan yang percaya kepadaNya orang Kristen? Pada saat pelajaran dihentikan untuk beristirahat, saya menginginkan suatu kepastian dengan bertanya kepada guru – A apakah memang benar keselamatan itu universal. Dia menjawab ya  keselamatan adalah universal.

Merasa belum puas, saya bertanya kepada guru-B yang tadi duduk dibelakang : “Siapakah yang diselamatkan, orang Kristen atau semua orang?” Dia menjawab : “Orang Kristen”. Saya menjadi tenang karena jawaban sesuai dengan yang saya ketahui (waktu itu).

Pada pelajaran minggu selanjutnya, tanpa disangka guru-B yang mestinya saat itu tidak mengajar,  muncul di depan kelas. Dia meralat jawaban pertanyaan yang saya ajukan dengan mengatakan sbb .: “Minggu lalu ada yang bertanya kepada saya siapakah yang diselamatkan, saya telah menjawab orang Kristen; tetapi saya ingin mengoreksi bahwa yang diselamatkan adalah orang lain juga.

Pendukung ayatnya adalah Yoh 10: 16:

”Ada lagi  padaKu domba-domba lain yang bukan dari kandang ini, domba-domba itu harus kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suaraKu dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala.”

Tetapi mereka tetap harus melalui Yesus,  bagaimana melaluinya itu tidak penting; yang penting ialah bahwa mereka masuk ke dalam hubungan pribadi dengan Yesus;  kapan hubungan itu terjadi, kita tidak tahu.  Demikianlah kesalahan telah dikoreksi.

Saya mengerti akan hal itu, tetapi masih berpikir bahwa domba dari kandang yang lain adalah orang Kristen Orthodox, orang Protestan dan denominasinya. Pada pokoknya, masih ada yang mengganjal dalam hati saya.

Kemudian sampai pada saat saya mendapatkan Amanat Tuhan Yesus dalam Buku Hidup Sejati dalam Allah. Di dalam buku ini diamanatkan oleh Tuhan Yesus bahwa sehubungan dengan waktu yang sudah sangat dekat dengan kedatanganNya yang kedua, maka Dia memanggil semua orang untuk datang kepadaNya sebelum terlambat, Tuhan meminta agar semua orang  bertobat – berhenti berbuat dosa. Khusus bagi domba-dombaNya, yaitu orang orang yang telah percaya kepadaNya – yang telah tercerai berai, Dia meminta agar mereka bersatu kembali karena dimataNya mereka itu adalah satu kandang. Tuhan Yesus juga bersabda seperti di dalam Yesaya 65:1:

“Aku telah berkenan memberi petunjuk kepada orang yang tidak menanyakan Aku; Aku telah berkenan ditemukan oleh orang yang tidak mencari Aku.”

Di sini barulah saya menjadi terbuka bahwa domba- dombaNya  dari gereja manapun dimataNya adalah satu kandang, satu kawanan. Sehingga yang dimaksud dengan  domba- domba lain yang bukan dari kandang ini, seperti yang dimaksudkan dalam Yoh 10:16  adalah orang lain dari agama/kepercayaan lainnya yang juga akan diselamatkan Tuhan Yesus (sesuai Yesaya 65:1).

Selanjutnya lebih jelas lagi Tuhan Yesus juga bersabda :

“Jangan membedakan warna maupun iman kepercayaan, sebab kalian semua diciptakan sesuai dengan citra gambaranKu, dan pengorbanan-Ku diadakan demi segala bangsa. Jadilah satu di bawah  nama-Ku yang Kudus.” (Buku Catatan Vassula –BC Vass –29).

Saya kemudian juga diingatkan akan ayat Yoh 14:12 yang mengatakan :

“Sesungguhnya barang siapa percaya kepadaKu, ia akan melakukan juga-pekerjaan yang Aku lakukan …”

Kita tahu bahwa yang dilakukan Tuhan dalam Injil adalah teladanNya yang harus kita lakukan yaitu melakukan kasih. Perintah Tuhan adalah untuk mengasihi Tuhan dan juga mengasihi sesama (Mat 22:     37-38). Kita mengasihi Tuhan apabila kita melakukan perintahNya (Yoh 14:15).

Juga ada perumpamaan tentang dua orang anak ( Mat 21: 28-31) yang mengisahkan tentang 2 anak yang disuruh bekerja oleh orang tuanya, yang satu mengatakan tidak mau tetapi melakukan apa yang diperintahkan orang tuanya, sedang yang lain mengatakan mau tetapi tidak melakukan perintah orang tuanya. Ternyata yang mengatakan tidak, tetapi melakukan adalah yang benar yaitu yang telah melakukan kehendak ayahnya.

Saya juga ingat akan ajaran yang diulang-ulang tapi tidak saya tangkap karena seolah-olah sudah biasa. Di dalam kitab Hidup Sejati dalam Allah, kata itu adalah :

“Lakukanlah kasih demi Kasih.”

Kemudian didalam 1Yoh 4 : 16 disebutkan :

“Allah adalah kasih.”

Jadi kata kata dalam Yoh 14:6:

“Tidak ada seorangpun datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku”

bisa dibaca: “Tidak ada seorangpun datang kepada Bapa kalau tidak melalui kasih”- (perbuatan  kasih). Mengapa? Karena Yesus adalah Allah dan Allah adalah kasih.

Jadi marilah kita yang berwarna-warni dan dari berbagai iman kepercayaan hanya berlomba melakukan perbuatan kasih karena hal itu sama dengan “melalui Aku”(Yesus). Atau jadilah anak yang mengatakan tidak mau tapi akhirnya melakukan perintah bapaknya, yaitu mengasihi Tuhan dan sesama; atau – mestinya yang terbaik – menjadi anak yang mengatakan ya, dan benar benar melakukannya.

Kemudian barulah saya tenang dan menjadi lebih damai serta lebih berkemauan untuk mencintai  sesama, karena kesalahan pemahaman yang ada pada saya telah dikoreksi oleh Tuhan Yesus melalui firmanNya dalam Injil dan amanatNya yang ada dalam buku Hidup Sejati dalam Allah. Kejadian ini sungguh menenteramkan saya dan merupakan hal yang luar biasa.

(Bersambung ke bagian berikutnya: Jangan Mencoba Menjadi Ini atau Itu.)

  1. No comments yet.
You must be logged in to post a comment.