8-Meditasi

“Buku meditasi! Buku meditasi! Rp 10.00!Rp 10.000!”

Demikianlah, ditawarkan oleh seorang ibu usai acara doa bersama-sembahyangan di Lingkunganku pada pertengahan tahun 2008 yang lalu. Saya waktu itu belum tertarik masalah meditasi, tapi saya telah tahu bahwa di Paroki telah ada kegiatan meditasi. Karena harga bukunya  hanya Rp 10.000, maka tak apa kalau saya membelinya, alih-alih untuk bacaan karena saya mempunyai banyak waktu luang untuk membaca. Kemudian saya sempat membaca beberapa halaman tapi selanjutnya bukunya “parkir”.

Sementara itu waktu berjalan cepat, kegiatan saya tetap yaitu disela-sela bekerja menjaga Music Studio Rental yang ada di rumah, setiap hari saya merenungkan Kitab Suci sesuai kalender liturgi, berdoa Rosario, berdoa penyerahan diri kepada Hati Kudus Yesus, doa kepada St. Michael, Doa kepada Santa  Maria-Memorare St. Bernardus, dan membaca serta merenungkan Amanat Tuhan Yesus dalam Hidup Sejati dalam Allah yang diwahyukan kepada ibu Vassula Ryden.

Dalam buku yang terakhir ini, pada  kira-kira awal Februari 2009, saya membaca perintah Tuhan Yesus agar saya melakukan meditasi untuk menemuiNya dalam keheningan. Saya menjadi teringat akan buku meditasi yang telah saya beli, kemudian pada pertengahan bulan Februari saya telah mulai mengikuti pertemuan meditasi yang dilakukan seminggu sekali, sedang meditasinya sendiri, sesuai ajaran John Main pengarang buku Meditasi Kristiani yang telah saya beli itu, saya lakukan sehari 2 kali masing-masing selama 20 menit.

Saya menghadiri  pertemuan sampai dengan sekarang, dan pada bulan Juni 2009, dalam amanatNya (BC Vass-39  tgl 4.12.89) saya diminta melakukan hal sbb :

“Angkatlah jiwamu kepada-Ku dengan mengurangi pemikiran tentang hal-hal di luar. Himpunlah dayamu dan rasakan Kehadiran-Ku. Biarkan jiwamu beralih dari meditasi ke kontemplasi.Raihlah Aku, Allahmu, dalam keheningan. Datanglah kepada-Ku dalam adorasi kontemplatif. Mengertikah Engkau?”

Saya tidak tahu persis tentang kontemplasi, saya pikir itu tentang merenungkan Tuhan dengan cara khusus. Oleh karena itu saya segera mencari untuk  membeli buku tentang kontemplasi dan mendapatkan buku: Kontemplasi – bagi setiap orang beriman yang ditulis oleh Pastor Cyprianus Verbeek O. Carm.

Di dalam menerangkan mengenai kontemplasi Pastor Verbeek mengambil contoh tentang Samuel yang ada dalam Kitab Samuel, yang pada prinsipnya pengertiannya adalah : karena Samuel mendapat kontak dari Tuhan, maka Samuel berubah dengan perubahan yang besar. Ia mulai mengenal Tuhan dan melihat kejahatan yang dilakukan oleh Hofni dan Pinehas dengan mata baru.  Berkat kontak Tuhan Samuel menjadi seorang kontemplatif ( hal 12-13).

Sedang proses perubahan tersebut ada 3 tahap :

  1. Tahap Awal: Jalan pembersihan yang diwarnai oleh usaha memperbaiki diri dan oleh pelbagai jenis doa. Dalam tahap ini usaha manusialah yang paling menonjol.
  2. Tahap Kontemplasi: Jalan penerangan dimana keselarasan dalam pribadi manusia yang telah berhasil mengatasi bentrokan antara dorongan nafsu egoisme dan tuntutan tuntutan moral. Orang mulai mengalami suatu perubahan dalam cara berdoa: ia mulai  mempunyai visi baru yang menyalakan cinta Ilahi dalam hatinya. Pada tahap ini orang masuk kedalam relasi baru dengan Tuhan.
  3. Tahap persatuan atau pernikahan rohani: Jalan penyempurnaan dimana manusia lama yang masih dikuasai oleh egoisme yang beraneka ragam bentuknya, mati dan manusia baru yang menurut citra  dan gambar Putra Sulung nampak. (halaman 37-38).

Sungguh saya baru mengetahui hal ini pada waktu saya menulis ini, jadi kalau saya diminta melakukan adorasi kontemplasi, maka saya boleh mengetahui bahwa saya memasuki tahap kontemplasi yaitu setelah 5 tahun mendapat pendidikan Tuhan melalui SEP dan Amanat Tuhan Yesus dalam Kitab Hidup Sejati dalam Allah yang diwahyukan melalui ibu Vassula Ryden.

Saya merasa bahwa setiap hari saya mendapatkan didikan yang terus meningkat,  sesuai keadaan diri saya. Saya hanya bisa menulis dan mengucap dalam hati: “Terpujilah Tuhan Yesus !” Saya akan segera melakukan Adorasi Kontemplatif sesuai Perintah-Nya.

Kontemplasi adalah suatu anugerah Allah.

(Bersambung ke bagian berikutnya: Ekaristi.)