12 – Kesimpulan

Teman saya meminta, kalau pengalaman pribadi saya telah selesai ditulis, maka saya bisa menulis kesimpulan atau pendapat saya terhadap buku Hidup Sejati dalam Allah. Sebelumnya, saya tidak mempunyai pikiran untuk menulis kesimpulan, bukannya saya tidak mempunyai kesimpulan, tetapi saya pikir hal itu milik pribadi saya. Setiap orang yang membaca Injil atau Hidup Sejati dalam Allah akan memiliki kesimpulan sendiri sendiri sesuai keadaannya masing masing. Hal ini adalah haknya sesuai keyakinannya. Oleh karena itu kesimpulan setiap orang mungkin berbeda dan perbedaan bisa menimbulkan pertentangan/perbantahan.

Karena Tuhan Yesus sendiri mengatakan bahwa Dia akan menjadi perbantahan (Luk 12: 51-53), maka sebaiknya kita sadar untuk tidak berbantah tetapi merenungkan apa yang telah disabdakanNya , dan menghormati Nya sesuai dengan predikat kita sebagai pengikut Kristus, dan kalau mungkin bersikap sesuai yang Dia harapkan yaitu Dia sedang mengingatkan kita seperti halnya Bunda Maria mengingatkan kita dalam pesan- pesanNya didalam penampakan- penampakanNya. Kalau dulu Yohanes Pembabtis meratakan jalan bagi kedatanganNya, sekarang Tuhan menugaskan Bunda Maria untuk mempersiapkan kedatanganNya yang kedua (BC Vass 46 tgl 10.10.90).

Tujuan pokok Tuhan Yesus menyampaikan Amanat-Nya adalah untuk mengingatkan kita bahwa kedatangan-Nya yang kedua telah sangat dekat. Akhir zaman yaitu pergantian era yang penuh dosa dengan era pemerintahan-Nya yang penuh kasih dan damai segera tiba.

Dosa manusia telah melebihi zaman Sodom dan Gomora, manusia diminta segera berhenti berbuat dosa dan bertobat. Dia membimbing kita untuk hidup suci. Manusia diminta untuk datang kepadaNya apa adanya, Tuhan bukannya tidak terjangkau, Dia akan menerima siapa saja asalkan mau bertobat. Domba-domba-Nya yang telah tercerai- berai (umat Kristiani ) diminta untuk bersatu.

Setelah lama mempertimbangkannya, saya rasanya harus menyampaikan kesimpulan pribadi saya, tentu setelah berdoa mohon bimbingan Roh Kudus.

1. Pertobatan demi pertobatan.

Belajar di Sekolah Evangelisasi Pribadi dimana saya dilatih untuk merenungkan Injil, menbuat saya bertobat, menjadi biasa membaca Injil. Saya sekarang membaca atau mendengarkan Injil setiap hari, suatu hal yang dahulu tidak saya lakukan. Tentu pengetahuan akan isi Injil bertambah dan cukup melekat dalam hati karena diingatkan oleh Roh Kudus. Oleh Injil saya mengalami berbagai pertobatan . Sedang oleh Amanat Tuhan Yesus dalam Hidup Sejati dalam Allah, pertobatan saya diperluas, terutama hal- hal yang tidak secara detail diterangkan dalam Injil. Berpuasa 2 kali seminggu; meditasi; adorasi kontemplatif; devosi; memperbanyak doa / selalu berdoa penyerahan diri kepada Hati Kudus Yesus,doa kepada St Michael, Memorare St Bernardus, doa Rosario; berusaha setiap hari mengikuti Misa Kudus; berusaha mengaku dosa sebulan sekali; berdoa berbagai macam doa misalnya doa bagi persatuan umat Kristen, doa bagi perdamaian, doa bagi pertobatan orang lain, doa bagi para biarawan dan biarawati, doa untuk keselamatan jiwa-jiwa, doa persembahan kekuatiran, penderitaan, masalah saya maupun orang lain, adalah hal hal yang kemudian saya lakukan dimana sebelumnya tidak pernah saya lakukan. Apakah yang mendorong saya untuk melakukannya? Karena saya percaya pada Amanat-Nya sehingga saya merasa diperintah langsung oleh Tuhan Yesus yang kemudian mendorong saya untuk melakukannya. Ia mengajarkan yang baik-baik saja.

2. Mengapa saya percaya kepada Amanat-Nya dalam Hidup Sejati dalam Allah.

2.1. Yang disampaikan sama dengan Injil.

Saya sudah pernah membaca Injil keseluruhannya, dan saya sudah diajari untuk merenungkan Injil dan telah merenungkannya meskipun belum semuanya. Sejauh ini saya tidak menemukan ajaran yang berbeda dari Injil, seperti yang disabdakanNya bahwa Dia tidak mengajarkan hal hal baru, tetapi mengingatkan, menerangkan, menjelaskan akan hal hal yang telah ada didalam Injil. Saya bisa mengerti dan menerima alasan-alasan mengapa Dia datang dengan cara ini; mengapa memilih Vassula Ryden orang biasa yang pengetahuan agamanya minim, kok bukan orang yang pengetahuannya banyak; penjelasan Tuhan Yesus ada didalam Injil.( Luk. 10:21 )

Selain itu Mark 1: 16 mengatakan : Ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat Simon dan Andreas, saudara Simon. Mereka sedang menebarkan jala didanau, sebab mereka penjala ikan.

Yesus memilih orang kecil- penjala ikan

Lihat pula Luk 10 :21. Dia memilih Vassula Ryden orang kecil.

2.2. Domba yang hilang

Luk 15 : 4 mengatakan :

“Siapakah diantara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor diantaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor dipadang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya?

Dia sekarang melakukan ini untuk menyelamatkan kita. Lihat pula Mat 28:20 yang

mengatakan … ketahuilah, Aku menyertaimu sampai akhir zaman”.

Tuhan telah bersabda dan Dia benar benar melakukanNya; Dia selalu menyertai kita.

2.3. Mungkinkah Amanat ini dari si jahat.

Mark 3 : 23-25 mengatakan :

Yesus memanggil mereka, lalu berkata kepada mereka dalam perumpamaan: “Bagaimana iblis dapat mengusir iblis? Kalu suatu kerajaan terpecah- belah, kerajaan itu tidak bisa bertahan,dan jika suatu rumah tangga terpecah-pecah, rumah tangga itu tidak dapat bertahan.

Yesus mau menerangkan kalau pengajaran ini sesat, alias berasal dari iblis, padahal isi ajaran-Nya adalah melawan iblis, maka kerajaan iblis tidak akan bertahan.

Saya berpikir, jangan-jangan saya tertipu bahwa hal ini bukan dari Yesus tetapi dari si jahat . Tapi kalau dari si jahat kok semua diajak untuk berbuat yang baik / bertobat serta menolak iblis? Kenyataannya saya berbuahkan pertobatan, bertobat itu ajaran Yesus dan memang baik. Saya mengesampingkan pemikiran ini setelah ingat Mat.7:16 yang mengatakan : Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri?

Selain itu ada Mark 9:38-41 yaitu perikop tentang Seorang yang bukan murid Yesus mengusir setan. Yesus bersabda : ”Jangan kamu cegah dia! Sebab tidak seorangpun yang telah mengadakan mujizat demi namaKu, dapat seketika itu juga mengumpat Aku. Barang siapa tidak melawan kita, ia ada dipihak kita. …”

Lalu apa yang saya takutkan? Minimal “Vassula dan yang mendiktenya ada dipihak Yesus”. Tetapi tidak akan sampai sejauh itu, karena saya percaya bahwa HSDA adalah otentik karya Tuhan Yesus. Selain itu saya masih dalam rambu-rambu Injil.

2.4. Kasih.

Uraian yang agak aneh dari kasih adalah “percaya segala sesuatu”. Dulu sewaktu saya memikirkan hal ini langsung saya berpikir lho nanti kalau ketipu bagaimana? Tapi itulah yang tertulis di Injil (1Kor 13:7). Ayat 11 nya mengatakan: ”Ketika aku kanak-kanak,….aku berpikir seperti kanak –kanak…..” Berpikir seperti anak anak adalah tak: berpikir panjang, alias percaya saja, mengartikan Injil menggunakan iman anak anak. Yang dipakai iman bukan rasio. Bila menggunakan rasio, maka perihalnya menjadi tersembunyi (Luk 10:21 : “… Aku bersyukur kepadaMu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa itulah yang berkenan kepada-Mu.”

Masih ada satu peringatan lagi sesuai Luk 18: 17 : “ Aku berkata kepadamu: sesungguhnya barang siapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk kedalamnya”.

3. Tuhan Yesus mendidik saya untuk berelasi dengan–Nya.

Satu hal yang saya tidak tahu bagaimana caranya adalah bagaimana membangun relasi dengan Tuhan Yesus sesuai anjuran guru di SEP. Ternyata saya beruntung. Buku ini berupa dialog sedemikian rupa sehingga lama kelamaan setelah membaca, relasi dengan Tuhan Yesus mulai terbentuk. Tuhan Yesus benar benar sabar, seorang Bapa, penuh kasih, tak jemu jemu menasehati, tak pernah memaksa – selalu minta ijin – meskipun Dia Tuhan yang berkuasa, juga selalu memperingatkan agar saya tak terjerumus dalam dosa, selalu menganjurkan saya untuk berbuat yang baik-baik dan selalu bertobat, pemurah, pengampun dlsb. Saya dilatih untuk selalu menyapa/mengikutkan Dia dalam akal budi saya dalam melakukan segala sesuatu. Dalam hal ini saya sedang belajar.

4. Kesaksian.

Sebelum ikut SEP saya tak punya kesaksian sama sekali. Selama mengikuti SEP saya mulai mempunyai kesaksian yang berkaitan dengan proses pembaharuan diri saya. Selama membaca, merenungkan dan melakukan perintah Tuhan Yesus kesaksian saya bertambah banyak seperti yang telah saya tulis diatas. Sekarang, tugas saya adalah bersaksi.

5. Membaca serta merenungkan.

Saya membaca semua jilid (jilid 1 sampai 8) sampai 2 kali, bahkan lebih. Menurut saya, buku ini ada singkap – singkapnya. Bagian yang belum waktunya saya mengerti, tidak bisa saya mengerti, dan tidak “nyantol” dalam hati saya. Pada pembacaan yang berikutnya barulah saya dijadikan sadar dan jelas akan pesan-pesanNya yang lain. Setelah tahu akan hal ini, saya membaca berulang-ulang dan selalu menemukan hal yang “baru”. Isi pesan yang saya tangkap adalah yang ”mudah-mudah serta yang ringan–ringan” lebih dahulu, tahap yang berikutnya barulah hal hal yang lebih berat. Jadi benarlah kata-kata : “Semuanya ada waktunya sendiri sendiri”.

6. Dididik langsung oleh Tuhan Yesus.

Saya merasa beruntung bahwa saya mendapat pelajaran langsung dari Tuhan Yesus, berarti dari tangan pertama. Rasanya saya berbicara langsung dengan-Nya. Ini dimungkinkan karena nama Vassula diminta oleh Tuhan Yesus untuk diganti dengan nama saya (atau pembaca). Cara ini sekarang banyak ditiru oleh pengajar-pengajar. Sejauh ini saya tak menemui sesuatu yang bertentangan dengan Injil. Semua kesangsian, kalau tidak diterangkan oleh Tuhan Yesus sendiri, atas bimbingan Roh Kudus, saya ditunjukkkan ayat- ayat di dalam Injil, yang kemudian menghapus keraguan saya.

7. Mengikuti Jejak-Nya.

Inti dari ajaran Tuhan Yesus adalah seperti teladan yang telah ditunjukkan-Nya:

Yaitu Kasih dan berkorban. Karena kasih Dia rela berkorban dengan disalib. Dia telah memberi contoh dan saya diminta berbuat hal yang sama. Apa yang harus saya ikuti adalah jejak-Nya dan jejak-Nya digambarkan-Nya sebagai berikut:

“Bekas-bekas telapak kaki-Ku, hai anak-Ku, menunjukkan Aku bertelanjang kaki. Bekas-bekas itu berlumuran Darah-Ku dan beraroma mur-Ku.Anak-Ku, kelima buah luka ditubuh-Ku terbuka lebar kembali dan jubah-Ku berlumuran darah. Aku berpakaian kain karung dan kain compang –camping karena kejahatan dan dosa-dosa generasi ini.” ( BC Vass 52, 8.7.91 ).

Didalam Injil Luk. 16:24 tertulis : Lalu Yesus berkata kepada murid-muridnya : “Setiaporang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.” Jelas, menurut ukuran manusia, hal itu pasti bukan cita-cita kita. Sengsara, menderita, harus berkorban. Suka citanya adalah kalau bisa melakukan hal itu. Tetapi hati kecil saya mengatakan ajaran-Nya memang demikian dan malangnya hal itu memang benar, dan saya tidak menolaknya, karena saya juga percaya bahwa Tuhan membebani saya sesuai dengan kemampuan saya. Hadiahnya nanti….kalau saya bisa bertahan…yaitu hidup kekal.

8. Kesimpulan untuk apa?

Jadi apakah selanjutnya yang akan saya perbuat? Kesimpulan ini adalah pemeriksaan batin diri saya sendiri yang saya tulis; untuk ditujukan kepada kalangan intern dan untuk orang yang ingin percaya. Karena Tuhan memerintahkan kepada saya dan saya tidak berani melanggarnya yaitu sesuai Amanatnya dalam buku Hidup Sejati dalam Allah hal hal sebagai berikut :

– BC Vass 30 ,27.12.88.:

Aku telah mengutus engkau memaklumkan dan menyampaikan Amanat-Ku kepada dunia, tetapi ingatlah bahwa Aku tidak meminta kepadamu untuk meyakinkan mereka. Biarlah mereka yang yang bertelinga mendengar. Maka, ingatlah hai bunga, akan segala petunjuk-Ku. “Kita?”

– BC Vass.36, 13.9.89 :

Akal budi dan hati mereka lebih dekat pada dunia rasionalisme dari pada Dunia Spiritual-Ku. Wabah ini telah menyusup kedalam Gereja-Ku. Merekalah penyebab adanya begitu banyak pertentangan dalam Gereja.

– BC Vass. 36, 5.9.89.

Hindarilah omong kosong. Hindarilah percakapan-percakapan yang tidak berguna. Berbuahlah! Bicaralah atas dasar Ajaran-ajaran-Ku. Aku penasehatmu, dan nasehat selalu akan datang dari Aku.