5-Kembali pada Bunda Maria

bunda-maria

Semasa kanak-kanak saya dididik untuk selalu berdoa Rosario. Hal tersebut saya lakukan terus sampai awal saya mahasiswa, kemudian berangsur-angsur luntur. Rosario semasa kanak-kanak yang terbuat dari biji kana masih ada pada saya, dengan warna yang sudah luntur. Setiap kali saya persiapan ujian SD, SMP, SMA sampai awal mahasiswa saya berdoa Novena Santa Perawan Maria. Saya selalu lulus ujian.

Sewaktu saya mulai membaca Alkitab dan mengerjakan PR di SEP, Bunda Maria hampir tidak pernah disebut. Yang paling sering disebut adalah Tuhan Yesus. Saya juga  terbawa, menjadi melupakan Bunda Maria.

Setelah membaca Amanat Tuhan Yesus dalam buku Hidup Sejati Dalam Allah ternyata Bunda Maria selalu bersama sama dengan Tuhan Yesus dan kadang kadang ikut berbicara memberikan nasehat-nasehat. Tuhan Yesus dalam amanatNya meminta pembacanya setiap hari berdoa Rosario karena doa Rosario mengusir setan sehingga kita terlindung dari setan.

Selain itu  diterangkan bahwa Bunda Maria adalah ibu kita (Yoh 11: 27), dan kita diminta untuk menghormatinya. Karena diminta oleh Tuhan, saya patuh, dan segera mulai berdoa Rosario lagi.

Kebetulan waktu itu bulan Oktober 2007,  bulan Rosario, dimana di lingkungan, saya mendapat giliran untuk membawakan renungan mengenai Rosario dan bunda Maria. Jadi saya mempelajari ayat Kitab Suci yang menunjuk kepada Bunda Maria yang ternyata ayatnya cukup banyak, dimana yang menarik  perhatian saya adalah:

Kej 3 :14-15:

Bunda Maria  akan meremukkan kepala ular dan ular “hanya” meremukkan tumitnya.

Why 12:1-9:

Di mana perempuan itu adalah Maria yang ternyata punya peran yang sangat besar. Disini perempuan itu memang tidak secara eksplisit ditunjukkan sebagai Maria, tetapi gereja Katolik mempercayai dia adalah Maria. Gambar Maria dengan 12 bintang menghiasi buku doa pedoman doa Rosario.

Saya juga berpikir bahwa kita diperintah untuk mengasihi sesama, diperintah khusus untuk menghormati orang tua kita yaitu dalam 10 perintah Allah. Bunda Maria ditunjukkan sebagai ibu kita oleh Tuhan Yesus dalam Injil dan dia juga ibu Yesus Tuhan kita; jadi saya pikir sudah selayaknya kita menghormati /mengasihinya lebih dari kasih serta hormat kita kepada sesama dan ibu kandung kita sendiri.

Bunda Maria sering menampakkan diri melalui banyak visioner sedang menangis, yaitu sebagai peringatan kepada kita agar bertobat dan sebagai ungkapan kesedihan karena dosa-dosa kita yang sudah keterlaluan. Dia selalu berdoa bagi kita anak-anaknya.

Beberapa peristiwa lain yang membuat saya kembali kepada Maria:

Bunda Maria sangat taat, ia hanya berkata :  “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” (Luk 1:38), yaitu saat ia mendapat kabar dari malaekat Gabriel. Hal ini menunjukan bahwa ia pasrah kepada Tuhan karena dia adalah hamba-Nya. Satu ucapan yang patut saya teladani.

Juga ia rela harus menderita / berkorban. Pada saat mengandung ia harus pergi dari kota Nazaret di Galilea ke Yudea, kekota Daud yang bernama Bethlehem. Untuk pendaftaran diri karena sedang ada sensus (Luk 2:4). Betapa susahnya, pada waktu hamil tua.Ia harus melakukan perjalanan yang cukup jauh. Apalagi pergi pada zaman itu, tidak ada taksi ,bis, angkot apalagi pesawat terbang. Kalau kita sekarang mau melahirkan mencari tempat yang baik, ia harus melahirkan dijalan, tak ada tempat penginapan, terpaksa melahirkan dikandang, dimana tak ada fasilitas sama sekali. Sebuah tempat yang sangat tak layak bagi ibu Tuhan Yesus.

Peristiwa yang sangat berat adalah saat ia harus mengungsi ke Mesir, karena Herodes akan membunuh anak yang berumur 2th kebawah (Mat 2: 12,16.) Bayangkan ,harus ke Mesir! Naik apa? Tanpa persiapan lagi, karena harus segera berangkat malam itu.Betapa susahnya. Dan tinggal di sana sampai Herodes mati, padahal tidak tahu kapan Herodes akan mati.(Mat 2:13,14). Tentu dijalan amat susah apalagi pergi dengan perasaan takut karena Yesus kecil akan dibunuh.

Peristiwa yang perlu dicatat adalah ketika Yesus hilang di Bait Allah (Luk 2:41-50), terpaksa Maria bersusah payah mencari selama 5 hari baru ketemu.Betapa cemasnya waktu itu. Mencari Anak hilang sampai 5 hari. Untungnya ketemu, kalau tidak? Setelah ketemu mendapat jawaban yang tentu menyakitkan hati kita kalau kita yang mengalaminya karena Yesus berkata :” Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku” ( Luk 2:49 ). Tetapi Maria diam saja.

Tetapi peristiwa sangat berat yang harus ditanggung Maria adalah saat ia melihat sendiri peristiwa penyaliban Putranya …  Apalagi konon ia ikut merawat jenazah Putranya … Betapa sangat memilukan yang harus ditanggungnya.

Dalam BC 10.10.90 tertulis :

Sebagai pendahulu-Ku Aku mengirim kepadamu : Bunda-Ku, agar ia membuka jalan yang lebar, dan meratakan jalan itu digurun pasir ini. Aku mengutus kepadamu Ratu Surga, Pintu menuju surga,untuk mempersiapkan kalian dan mengajar kalian semua yang masih terbaring didalam debu, untuk melangkah maju dan berdamai kembali dengan Aku, Rajamu, sebelum Aku tiba kembali dengan agung.

Kalau Tuhan Yesus adalah Jalan dan kebenaran dan hidup ( Yoh 14:6 ) maka Bunda Maria ternyata adalah Pintu menuju Surga. Jadi saya berdoa dengan perantaraan Bunda Maria, terutama berdoa Novena Tiga Salam Maria dan Rosario Pembebasan. Rasanya lebih mudah bermanja kepada Bunda Maria dalam berdoa seperti bermanja kepada ibu duniawi kita dahulu.

Jika kita berdoa dengan perantaraan Bunda Maria, maka bukan berarti kita berharap bahwa yang nanti mengabulkan permohonan kita adalah dia. Kita memohon supaya dia menyampaikan segala permohonan kita kepada Yesus. Mujizat air menjadi anggur dalam Yoh 2: 1-11 memberikan ilustrasi betapa manjurnya permohonan yang disampaikan melalui Bunda Maria. Ini sama saja artinya dengan jika kita minta didoakan oleh teman, Romo, atau Pendeta. Mereka menjadi perantara bagi doa-doa kita. Kirta dapat berdoa secara langsung kepada Allah, tetapi sama seperti kita minta didoakan oleh orang yang kita kenal dan mengasihi kita, kita juga bisa minta didoakan oleh Bunda Maria. Dan kita boleh minta didoakan oleh Bunda Maria ataupun oleh para santo dan santa lainnya, karena, walaupun mereka sudah mati, tetapi mereka sekarang hidup di dalam Surga. (bdk. Yoh 11:25). Sudah pasti, berdoa dengan perantaraan Bunda Maria tentu lebih didengar daripada didoakan oleh orang lain karena dia adalah Bunda Yesus.

Dalam Buku Catatan tanggal 16.10.2000 dikatakan:

…maka Aku katakan kepada gereja-gereja yang para imamnya tidak menerima Misteri-Ku :

“sadarilah dan carilah Aku dengan sungguh-sungguh. Betapa marahnya kalian dan melawan Bunda-Ku. Semoga setiap ras mengetahui bahwa Tubuh dan Darah-Ku berasal dari Bunda-Ku. Ya, Tubuh-Ku berasal dari Perawan Suci, dari darah murni, terberkatilah namanya.

Sebelumnya, Buku Catatan tanggal 22 Desember 1987 Yesus mengamanatkan:

Hormatilah Bunda-Ku sebagaimana Aku, Sang Sabda, menghormati Dia atas segala-galanya. Maka, tidakkah wajar apabila Aku menginginkan agar engkau, yang sebenarnya debu dan abu, mengakui dia sebagai Ratu Surga, dan menghormati dia? Sekarang Aku berduka melihat betapa sedikit ciptaan-Ku menyadari pentingnya Bunda-Ku.

Untunglah saya dituntun untuk kembali kepada Bunda Maria!

(Bersambung ke bagian berikutnya: Siapakah yang Diselamatkan?)