Hidupku Sedang Berubah Karena Yesus

Sebelumnya saya perlu menceritakan tentang diri saya terlebih dulu.

Saya seorang pria berusia 45 tahun. Saya terdidik secara Katolik dan kedua orang tua saya penganut Katolik yang kuat. Ketika saya muda, saya belajar dengan baik. Saya bagus sekali dalam olah raga dan saya selalu berusaha mengerjakan segala sesuatu sebaik mungkin. Tetapi saya tidak pernah merasa bahagia. Selalu ada ketakutan di dalam diri saya.

Soal agama juga. Meskipun saya berusaha menjalankannya dengan baik, saya tidak pernah merasa nyaman. Dua puluh tahun tahun terakhir ini, selangkah demi selangkah saya menjauh dari wajah Allah dan Yesus.

Saya mempunyai banyak masalah setelah perceraian saya. Saya kehilangan banyak uang bersama dengan “teman-teman baik” saya. Teman saya yang terakhir mati bunuh diri. Saya jarang menghabiskan waktu bersama anak-anak saya. Pelan-pelan saya mulai menemukan kedamaian dalam merokok, alkohol dan wanita … sampai akhirnya saya jatuh sakit karenanya. Jadilah saya pria yang sangat kesepian yang menyembunyikan dirinya dalam rumah dan buku-bukunya.

Dua tahun lalu, untuk pertama kalinya saya membaca buku Vassula (True Life In God (TLIG)). Saya tersentuh oleh buku itu. Saya heran, karena saya membaca semuanya. Saya tahu bahwa apa yang tertulis di sana benar dan baik untuk dilakukan. Tetapi saat itu saya belum siap untuk melakukan apa yang tertulis dalam buku itu.

Beberapa bulan berikutnya, saya benar-benar jatuh sakit lagi kerena terlalu banyak minum pil dan alkohol. Saya tidak pergi ke rumah sakit, tetapi ke “Cenalo”, sebuah organisasi Suster Elvira. Di sana saya berdoa selama 3 jam (juga pada malam hari), bekerja keras, banyak berolah raga, tetapi tidak ada buku, musik, televisi, rokok dan alkohol. Tubuh saya menjadi kuat kembali. Tetapi setelah 6 bulan berdoa setiap hari dan mencoba berusaha keras untuk meyakinkan diri sendiri, saya masih belum merasa lebih dekat dengan Allah. Kekosongan dan ketakutan masih tetap ada.

Maka setelah pengalaman ini, saya tidak ingin pergi ke Namur, ketika Vassula datang ke sana pada Desember 2009. Setelah dibujuk berulang-ulang oleh ibu dan saudara perempuan saya, saya akhirnya mau pergi, terutama karena rasa ingin tahu yang besar tentang wanita yang menulis buku yang aneh itu (TLIG) …

Saya tidak dapat menjelaskannya, tetapi dari awal, ketika dia sedang berbicara, saya merasakan ada karisma yang bukan berasal dari manusia. Setiap kata yang diucapkannya menyentuh hati saya. Saya tidak pernah mengalami hal ini dalam hidup saya.

Kemudian, pada hari Sabtu malam, ada acara penyembuhan untuk semua orang, acara yang tidak saya sukai … Orang-orang rubuh ke lantai, atau menangis. Bagi saya ini sama halnya dengan histeria massa. Semua orang mengajak saya pergi ke sana, tetapi ketika saya melihat semua orang itu berjatuhan, saya mencoba melarikan diri ke hotel.

Ketika saya masih di jalan, Genieve, teman saya, berlari mengejar saya dan berkata bahwa dia harus membawa saya kepada Yesus lewat Vassula. Saya ragu-ragu, tetapi teman saya terus memaksa dan meyakinkan saya untuk pergi kepada Vassula. Akhirnya saya mengikutinya.

Aneh, orang-orang pada menepi sehingga teman saya itu berhasil membawa ke hadapan Vassula hanya dalam waktu 3 menit atau kurang. Pada saat itu saya pikir: ini tidak akan memakan waktu lama sehingga saya bisa pergi secepatnya ke hotel saya. Maka saya menutup mata. Pada saat Vassula menyentuhkan salibnya ke wajah saya, saya merasakan sakit hebat pada kepala saya. Dan saya merasa ada sebuah kilatan cahaya. Saya membuka mata saya agar bisa pergi. Saat saat itu juga saya melihat wajah seorang pria dengan mata yang lembut. Dengan cepat saya pergi menjauh … Ketika sedang dalam perjalanan ke hotel, saya menyadari bahwa pria itu seperti wajah Yesus di buku-buku Vassula.

Emosi saya begitu kuatnya sehingga, untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun lamanya, saya tidak dapat berhenti menangis. Sepertinya, semua rasa sakit dan penderitaan sejak 15 tahun lalu, sedang mengalir keluar dengan derasnya dari tubuh saya.

Beberapa hari sesudah itu, saya tidak ingin terlalu membicarakan hal itu, karena saya tidak tahu apa yang harus saya kerjakan dengan pengalaman ini. Saya merasa lebih bingung daripada sebelumnya. Saya ingin melupakannya. Tetapi orang melihat perubahan pada diri saya sejak saat itu. Maka saya mulai menceritakan kejadian itu kepada beberapa orang. Mereka berkata bahwa hal itu bisa  saja terjadi dan bahwa Yesus ingin menunjukkan kepada saya bahwa Dia mencintai saya dan mempunyai rencana dalam hidup saya. Maka saya merasa sedikit lebih baik.

Pastilah sangat membantu mengetahui bahwa banyak orang sedang berdoa saat ini. Sehingga, segala sesuatu menjadi jelas bagi saya sekarang. Satu hal yang meyakinkan, walaupun saya tidak tahu persis apa itu, hidup saya mulai berubah secara perlahan … Saya pikir, melalui Vassula, Yesus benar-benar ingin mengubah hidup saya.

Saya berterima kasih kepada-Nya!

Tetapi juga berterima kasih kepada Vassula …!

Seorang pria dari Ghent, Belgia
Sumber: www.tlig.org