Berdoa

Tuhan Yesus

Home > Kisah Petrus C.A. II > 5 – Anjuran Untuk Berdoa

5 – Anjuran Untuk Berdoa

March 8th, 2010 Admin

Anjuran untuk berdoa adalah anjuran yang paling sering dilakukan, tetapi paling tidak diindahkan. Mungkin berdoa kita anggap suatu hal yang biasa. Atau hal ini sesuatu yang paling penting sehingga ada hambatan yang besar untuk berdoa, sehingga kita benar–benar diuji. Tetapi, yang terang, semua mengatakan doa sangat besar kuasanya.

Dalam : BC Jumat Suci, 13.4.90 Amanat bagi semua orang yang berkarya dan menyebar luaskan amanat-amanat ini, tertulis:

Berdoalah tanpa hentinya, supaya si penggoda tidak berpeluang mendekati engkau. Inilah petunjuk-Ku: berdoalah , berdoalah , berdoalah dan ingatlah selalu akan kehadiran-Ku. Berpuasalah, akukan dosa-dosamu dan sembahlah Aku.

Hal ini ditulis pada th 1990, padahal pada tahun 1987 Vassula Ryden sudah didikte untuk menulis, dimana anjuran untuk berdoa sudah berulang kali disampaikan.

Tadi, pagi –pagi benar tiba-tiba ada ide untuk menulis tentang doa, tetapi saya tidak tahu akan bahan yang harus saya tulis. Yang terang, saya ingat, ada perintah untuk berdoa yang berulang kali diulangi. Adanya perintah tadi di jilid IV. Waktu saya mencarinya, saya menemukan amanat yang diatas ini. Tanggal berapa ibu Vassula menulisnya, ternyata pada hari Jumat Suci 13.4.90. Pada waktu membaca buku HSDA jilid IV ini dulu, saya tak menyadarinya. Bahkan tulisan “bagi semua orang yang berkarya dan menyebar luaskan amanat-amanat ini” tak saya sadari. Saya merasa diminta untuk berkarya dengan menulis apa yang saya ketahui.

Pesan ini ditulis pada Jumat Suci, tentu isinya khusus, dan memang khusus. Dari 3 kalimat ini saja sudah ada 3 pesan : Untuk berdoa, untuk mengaku dosa dan untuk berpuasa. Yang paling sukar dilakukan adalah untuk mengaku dosa minimal satu bulan sekali. Saya sendiri mengaku dosa, dulu, waktu anak-anak, sekali seminggu karena dipaksa pergi oleh orang tua. Sekarang, baru saya lakukan beberapa tahun, yaitu pada masa Paskah; masa Natal; pada saat disuruh mengaku dosa karena mengikuti acara–acara tertentu serta pada saat merasa harus mengaku dosa. Tapi belum minimal setiap bulan sekali. Apa hambatannya? Menurut saya karena pastornya tidak siap di kamar pengakuan. Untuk mengaku dosa, saya harus mencari pastornya dahulu. Padahal kalau meminta, pastor tidak pernah menolak. Itu alasan saya, orang lain, lain lagi alasannya.

Dalam BC : 30-4-90 tertulis:

Berilah kami kebijaksanaan untuk meniru Engkau.

Kebijaksanaan diberikan kepada yang bersikap anak–anak. Kalau mereka tidak mencari Aku dalam kesederhanaan hati, Kebijaksanaan tidak akan diberikan pada mereka. Dan selama mereka memakai otak saja, Kebijaksanaan akan tetap tersembunyi dan tetap menjadi teka-teki bagi mereka.

Cabutlah kecerdasan mereka, ya Tuhan, supaya mereka akhirnya melihat dengan mata mereka. Keindahan-Mu dan Kemegahan-Mu!

Vassula (dan pembaca) termasuk saya, malah disuruh oleh Tuhan Yesus :

Kalau begitu, hai hati kecil, berdoalah untuk mereka. Berdoalah di masa-masa yang tak ber-Tuhan ini. Biarlah doa-doamu bagaikan ramuan kemenyan.

Kemudian disusul 7 amanat Tuhan Yesus :

  • Berdoalah supaya Aku dapat memulihkan penglihatan mereka.
  • Berdoalah supaya Aku dapat pergi kepada mereka dan membangunkan mereka dari tidur kekal.
  • Berdoalah, hai kecil-Ku, engkau yang memiliki Hukum yang Aku sendiri bawa kepadamu, dan yang telah dibimbing oleh Roh-Ku.
  • Berdoalah supaya mereka mati bagi dosa mereka dan bangkit menuju Kekudusan, Kasih dan Iman.

Sedang di halaman berikutnya tertulis:

  • Berdoalah pula bagi mereka yang melupakan Aku.
  • Berdoalah untuk mereka yang tak ber-Tuhan.
  • Berdoalah untuk mereka yang tidak siap menerima Aku

Sebenarnya inilah yang saya cari, dianjurkan untuk berdoa, dimana anjuran untuk berdoa diulang–ulang. Karena inilah yang saya ingat untuk ditulis lagi.

Tentu di BC yang lain, hal doa ini sangat sering diulang kembali, karena demikian pentingnya kita untuk berdoa.

Bagaimana saya sendiri? Sejak dianjurkan untuk berdoa Rosario (di Jilid 2) saya berdoa Rosario, barangkali 3 tahun yang lalu. Kemudian secara bertahap saya menambah porsi doa saya. Kalau tak bisa melakukan doa, karena suatu hal, saya mencoba untuk mengangsur nya.

Sr. Faustina (1905- 1938) mendapatkan penampakan Tuhan Yesus. Tuhan meminta agar umat berdoa Koronka. Doa Koronka sekarang ini sedang populer di Surabaya. Dalam pengantar untuk buku tentang Kerahiman Ilahi dimana buku tersebut berisi buku catatan Sr. Faustina mengenai penampakan Tuhan Yesus kepadanya, P.Ceslaus Osiecki, SVD menulis sbb: “Hampir sama dengan Vassula Ryden, seorang ibu keluarga yang menulis dalam bukunya “Hidup Yang Benar dalam Allah” (maksudnya tentu Hidup Sejati dalam Allah -yang mempunyai arti sama-).

Buku HSDA sendiri, pada BC 20.8. 88 di catatan kaki tertulis : Di masa kita ini, penglihatan-penglihatan dialami oleh anak- anak. Contohnya Medjugorje, Fatima, Garabandal.

Di Medjugorje, Sr. Emmanuela menulis dalam bukunya, bahwa di hampir setiap pesannya, Bunda Maria minta agar kita berdoa.

Jadi dalam semua penampakan kepada Sr. Faustina, Vassula Ryden, anak-anak Medjugorje, pesannya selalu salah satunya adalah untuk berdoa. Ternyata peristiwa itu terhubung atau ada hubungannya karena saling sebut. Ketiganya, perannya kalau tidak Bunda Maria ya Tuhan Yesus.

Hal ini memaksa saya berpikir bahwa tentu ini pesan yang mengandung maksud yang sangat penting dan bermanfaat bagi hidup rohani saya.

BC 14.2.91 mengatakan: ”Kesucian tidak datang dalam satu hari.” Mencari Kerajaan Allah jalannya cukup panjang. Tidak bisa cepat menemukan, karena namanya mencari, apalagi Kitab Sucinya setebal itu. Ketebalan inilah yang membuat saya dulu awang-awangen. Tapi semua orang dijamin bahwa “Yang mencari pasti menemukan”. Dahulu saya segera mencari karena takut kalau mata saya tidak bisa membaca lagi, karena saya menjadi tua dan lagi Kitab Suci tulisannya kecil-kecil. Bahkan dalam doa berdevosi kepada Tuhan Yesus, anjuran Sr. Birgita, dijanjikan bahwa orang yang berdoa devosi tadi, apabila hari ini seharusnya sudah meninggal akan diperpanjang umurnya. Berdoa adalah salah satu syarat dalam mencari Kerajaan Allah, karena dengan berdoa kita bisa memohon mengatasi segala kesulitan dalam mencari Kerajaan Allah.

Dalam buku Medjugorje tahun 90-an oleh Sr Emmanuela disebutkan (pesan 25 Februari 1993) Bunda Maria berpesan :

Berdoalah, dan Tuhan akan memberimu pengetahuan apa yang harus kau lakukan dan ke mana kamu harus berubah.

Sedang dalam pesannya tanggal 18 Maret 1993, Bunda Maria berpesan:

Berdoalah, dan aku akan bisa menuntunmu.

Sedang pesan tgl 25 Mei 1993 :

Hari ini aku mengundangmu untuk membuka dirimu kepada Allah dengan melalui doa agar Roh Kudus bisa melakukan keajaiban-keajaiban dalam dirimu.

Pesan Bunda Maria sepanjang yang saya alami dalam pertobatan saya adalah benar semuanya.

Pada pesan tanggal 13,4,90 kitab HSDA tertulis juga “dan ingatlah selalu akan kehadiran-Ku “, karena kalau kita mengingat kehadiran-Nya kita terdorong untuk berbicara kepada Dia. Dan kalau berbicara kepada Dia, hal itu sama dengan berdoa. Saya sendiri masih belajar melakukannya.

Yang paling mudah adalah berdoa Rosario dan hal ini memang dianjurkan oleh Tuhan Yesus. Dalam BC 18.3.91 tertulis:

Jangan pernah berhenti berdoa Rosario. Datanglah dengan sukacita untuk berdoa Rosario. Orang kaya tidak akan menanggapi, tetapi orang miskin akan dating kepada-Ku dengan rosarionya, dan dalam kemiskinannya itu Aku akan mendengarkan dia ketika dia mendaraskan doa sederhana ini.

Saya dahulu, setelah kembali “berdamai” dengan Bunda Maria juga berdoa Rosario . Makin lama saya dimampukan untuk berdoa yang lainnya. Termasuk doa devosi dalam lembaran doa yang sering dibagikan oleh orang-orang yang melayani. Dulu lembaran semacam ini saya abaikan. “Apa sih ini,” pikir saya, tapi dalam bahasa Jawa. Ternyata kemudian dalam BC 15.4.91 tertulis “Rahasia kekudusan adalah devosi kepada-Ku.”

Comments are closed.