Meditasi

Yesus

Home > Kisah Petrus C.A. II > 4 – Meditasi, Sebuah Penemuan Harta Karun

4 – Meditasi, Sebuah Penemuan Harta Karun

March 7th, 2010 Admin

Suatu ketika saya menerima email dari seorang ibu yang sedang mencari tahu tentang perbedaan antara meditasi dan kontemplasi. Kebetulan saya juga mencarinya tapi belum menemukannya. Banyak buku tentang meditasi dan kontemplasi yang saya miliki, termasuk buku HSDA yang memerintahkan saya untuk melakukan meditasi. Karena saya harus menjawab email tersebut, saya mengumpulkan seluruh data yang saya miliki.

Sambil berpikir tentang apa yang harus saya tulis dalam jawaban email saya, tiba-tiba terbersit suatu pikiran, yang menyuruh saya dahulu tentu sudah menerangkan kegunaan nya. Jadi tentunya buku HSDA sudah menerangkan kegunaan dari meditasi ataupun kontemplasi, hanya saja saya dulu tidak membaca secara teliti. Kemudian saya buka buku HSDA dan saya baca dengan teliti lagi.

Dalam BC 17.1.89 tertulis :

Bunga, Aku akan mengingatkan engkau kembali bagaimana bermeditasi dan bagaimana mendengar Aku. Aku, Yang adalah Sang Sabda, akan mengilhami engkau dan mengajar engkau dengan Kebijaksanaan. Bukalah, ya, bukalah diri lebar-lebar dan izinkanlah Roh-Ku memenuhi dirimu. Ya renungkanlah dengan cara apa lagi engkau dapat sampai kepadaku kalau bukan dengan cara ini?

Angkatlah jiwamu kepada-Ku dalam keheningan,dengan iman. Persembahkanlah kepada-Ku Bapamu, kehendakmu, dan Aku yang mengetahui kebutuhan-kebutuhanmu akan membimbing engkau dan memberi engkau makan. Karena itu, bekerjalah, hai kecil, bekerjalah dengan lebih keras.

Tuhan, aku tengah berusaha.

Senangkanlah hati-Ku dengan bercakap-cakap dengan Aku. Berdoalah kepada-Ku. Berdoa, berdoalah! Yang kuminta hanyalah doa-doa.

Saya dulu, disuruh, langsung melakukan meditasi (dengan cara yang ada), karena di Paroki saya ada kegiatan meditasi. Jadi saya berpedoman hanya dengan kata-kata saja yaitu meditasi. Ternyata ada banyak macam kegiatan meditasi. Meditasi Katolik, Meditasi Kristiani (yang saya ikuti), Meditasi Taize, Doa Yesus dan mungkin masih ada lagi yang lain.

Tapi memang saya harus salah dulu supaya tahu kesamaan dan perbedaan antara yang dilakukan manusia berdasar Injil dan cara Yesus seperti dalam HSDA. Kalau dianalisa maka cara yang ditunjukkan oleh Tuhan Yesus adalah sebagai berikut:

Meditasi Menurut HSDA Meditasi Kristiani
Syarat: Kita memberi izin Tuhan menyerahkan kehendak kita kepadaNya. Menggunakan kata mantra “Maranatha”, artinya datanglah Tuhan.
Suasana: Dalam keheningan. Dalam keheningan.
Cara: Bukalah diri lebar-lebar. berdiam diri relaks sambil mengucap mantra
Apa yang terjadi: Roh-Tuhan memenuhi diri kita. Tidak jelas.
Agar: Sang Sabda mengilhami, mengajar Kebijaksanaan. Membimbing kita diberi makan spiritualitas, buahnya dari pohon kehidupan (BC 23.8.89) Menghasilkan buah Roh.

Penjelasan dalam HSDA rasanya lebih jelas, sama dengan ayat kitab suci, hanya karena ayat tadi tersebar dimana-mana kita susah mencarinya apalagi menyimpulkannya. Kemudian saya menggunakan waktu yang 20-30 menit, duduk tegak, melakukan meditasi 2x sehari, mengucap mantra sebagai izin kita kepada Tuhan – seperti yang dilakukan dalam Meditasi Kristiani- sebagai acuan, karena dalam Kitab Suci dan HSDA tidak ada. Sekarang sudah jelas, saya tidak ada keraguan lagi dengan meditasi.

Pada BC tgl 4-12.89 tertulis:

Angkatlah jiwamu kepada- Ku dengan mengurangi pemikiran tentang hal-hal diluar. Himpunlah dayamu dan rasakan kehadiran-Ku. Biarkan jiwamu beralih dari meditasi ke kontemplasi. Raihlah Aku, Allahmu, dalam keheningan. Datanglah kepada-Ku dalam adorasi kontemplatif. Mengertikah engkau? Sekarang berdoalah rosario.

Sedang dalam BC tgl 17.12.89 tertulis:

Mari, engkau tidak perlu bicara kepada-Ku dengan kata-kata untuk menyatakan kasihmu kepada-Ku. Bicaralah dengan hatimu: menginginkan Aku, mengasihi Aku, berkontemplasi di hadapan-Ku. Dengan demikian engkau melakukan kehendak-Ku, sebab kehendak-Ku ialah supaya engkau mengasihi Aku dan menyembah Aku. Maka dengan melakukan ini saja, SEGALANYA terlaksana dalam keheningan. Persembahkanlah segala sesuatu yang kau miliki, kehendak, dirimu, kesenangan-kesenangan, segala-galanya.

Dalam buku Kontemplasi yang oleh Cyprianus Verbeek O. Carm, Bab 2 tertulis :

“Kata kontemplasi kita pahami disini menurut suatu tradisi lama dalam Gereja, yakni sebagai suatu anugerah Allah.”

“Tetapi perubahan itu sendiri yaitu menjadi seorang kontemplatif diberikan Tuhan.”

Jadi adorasi kontemplatif, dari ketiga data tersebut bisa diartikan :

“Penyembahan kepada Tuhan Yesus dalam keheningan oleh orang yang telah di anugerahi Tuhan pertobatan/perubahan dengan cara berbicara pada Tuhan dengan hati, yang isinya menginginkan, mengasihi Tuhan serta dengan mempersembahkan segala sesuatu yang dimiliki yaitu kehendak, diri, kesenangan-kesenangan, segala-galanya.”

Jadi jelaslah perbedaan antara meditasi dan adorasi kontemplatif. Dalam meditasi diri kita diubah oleh Tuhan Yesus sedang dalam adorasi kontemplatif kita bersyukur dengan cara menyembah Nya sesuai anjuran dalam Kol 1. : 9-12. yaitu setelah dianugerahi perubahan.

Apakah yang bisa kita ucapkan selain Haleluya – Terpujilah Tuhan dengan bersorak-sorak gembira karena diubah menjadi seorang yang kontemplatif ?

Soraklah Haleluya, Soraklah Haleluya, Haleluya!
Soraklah Haleluya, Soraklah Haleluya, Haleluya!

Petrus C.A.

Bersambung ke No. 5.

Comments are closed.