2 – Terkena Stroke Ringan

Saya terpaksa absen mengikuti pertemuan meditasi yang setiap hari Senin untuk kira-kira 4 kali pertemuan. Sebabnya ialah saya yang selama ini sehat walafiat, pada suatu saat terkena stroke ringan, karena tangan sebelah kanan sulit digerakkan dan pembicaraan menjadi tidak jelas, kalau berjalan terhuyung- huyung. Tetapi saya tetap melakukan aktivitas seperti biasa, misalnya ke gereja, menghadiri pertemuan, meskipun tidak berbicara. Membaca buku Hidup Sejati Dalam Allah tetap saya lanjutkan, sampai pada suatu saat saya tekejut karena dalam BC 12.7.91 tertulis :

“Bila Aku harus membuat engkau menderita karena deraan sebanyak seratus kali, hingga engkau hampir mati demi menyempurnakan jiwamu, maka Aku akan melakukan hal itu tanpa ragu ragu untuk menyelamatkan engkau.”

Kini telah lima setengah bulan sejak saya terkena stroke, saya sembuh. Terpujilah Tuhan yang telah memberikan deraan itu karena setelah peristiwa itu, saya menjadi sadar, bahwa saya bisa mati sewaktu-waktu, bahwa hidup saya Dia-lah yang menentukan. Kesombongan saya berkurang.  Saya menjadi ingat bahwa mati raga dengan tidak makan suatu makanan tertentu serta mengurangi serta menahan diri untuk tidak makan yang saya sukai, sangat penting untuk dilakukan karena perintah Tuhan. Sayapun juga menjadi rajin pergi ke laboratorium. Kehidupan rohanipun bertambah semangatnya.

Bersambung ke No. 3.

Petrus C.A.