1 – Meditasi, Sebuah Pencarian

Pada minggu ke 3 bulan Februari 2010, telah genap 1 tahun saya mengikuti Meditasi Kristiani yang ada di Paroki saya. Secara perasaan, tak dapat disangkal bahwa proses pembaharuan diri saya berjalan terus, meskipun ada yang menurut saya hal-hal buruk dalam diri saya yang belum (atau tidak bisa) hilang, dan berfungsi sebagai duri dalam daging.

Dari yang saya lihat dan rasakan selama mengikuti meditasi selama 1 tahun yang lalu, cara melakukan meditasi relatif mudah, tetapi yang tidak diketahui oleh para meditator adalah apa yang terjadi selama meditasi. Tuhan melakukan apa pada diri kita? Mengapa harus melakukan meditasi? Yang jelas, semua anggota yang tekun mengikuti merasakan manfaatnya yaitu misalnya lebih bisa sabar dan tidak cepat marah, lebih mengerti orang lain dan mulai mengasihi, mulai menyadari keburukan dalam diri kita, berusaha menjadi lebih baik dan sebagainya. Mengenai waktu pencapaiannya tidak diketahui, ada yang cepat ada yang lama sekali.

Anggota yang mengikuti meditasi datang dan pergi. Ada yang datang sekali atau beberapa kali kemudian tidak muncul. Mungkin mereka sedang dalam pencarian. Pada saat merasa itu bukan yang mereka cari, mereka tidak kembali. Atau, pertemuan meditasi tidak menjawab secara jelas apa yang mereka cari. Buah-buah kita rasakan, ayat-ayat Kitab Suci ditunjukkan, tetapi bahwa itu harus dicapai dengan cara meditasi tidak diketahui dengan jelas. Pada saat pertemuan terakhir pun, seseorang yang telah melakukan meditasi sejak tahun 70-an, belum menemukan apa yang terjadi selama meditasi. Kebetulan saya mencoba untuk meminjamkan buku jilid 1 buku Hidup Sejati Dalam Allah, barangkali dia tertarik untuk membaca. Dia membawanya pulang. Entah mau membaca terus atau tidak, saya tidak tahu, karena saya belum bertemu dengan dia lagi.

Beberapa ayat Kitab suci yang dipakai untuk menjelaskan masalah meditasi adalah sebagai berikut:

  • Rom 8: 26 : ”… kita tidak tahu bagaimana sebenarnya berdoa; tetapi Roh  sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.”
  • Mat 6: 6 : ”Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang berada ditempat yang tersembunyi.”
  • 1 Kor 6:19 : “… tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, …”
  • Mat 6:7 : “Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah.”
  • Mat 14:23 : ”Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ.
  • Mrk 1 : 35 : Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap. Ia bangun dan pergi keluar. Ia pergi ketempat sunyi dan berdoa di sana.
  • Luk 9 : 28 : Kira-Kira delapan hari sesudah segala pengajaran itu, Yesus membawa Petrus,Yohanes dan Yakobus, lalu naik keatas gunung untuk bedoa.
  • Yoh 17 :  9 : “ Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan keoada-Ku, sebab mereka adalah milik-Mu”
  • Mat 5 : 3 : “Berbahagialah orang yang miskin dihadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan sorga.”
  • Yoh 14 : 6 : “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup.Tidak ada seorangpun yang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.”
  • Ef 2: 17-18 : “ Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang “jauh” dan damai sejahtera kepada mereka yang “dekat”, karena oleh Dia kita kedua pihak dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa.”
  • 2 Kor 4 :5-6 : “… Ia juga yang membuat terang-Nya bercahaya dalam hati kita,supaya kita beroleh terang dari pengetahuan tentang kemuliaan Allah yang nampak dalam wajah Kristus.”
  • Yoh 8 : 12 : “Akulah terang dunia; barang siapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.”
  • Mat 18 : 3 : ”Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk dalam Kerajaan Sorga.”
  • Mat 6 : 33 : “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu”.
  • Kol 3 : 12-15 : “…kenakanlah belas kasihan,kemurahan, kerendahan hati, kelemah lembutan dan kesabaran…Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu , karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh.”
  • Yeh 36 : 27 : “Roh –Ku akan Kuberikan diam didalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapanKu dan…..”
  • Rm 11 : 18 : “… ingatlah, bahwa bukan kamu yang menopang akar itu, melainkan akar itu yang menopang kamu.”
  • Kol 1 : 9 – 12 : “… dan mengucap syukur dengan suka cita kepada Bapa, yang melayakkan kamu untuk mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang kudus didalam kerajaan terang.”
  • 1 Pet 3 : 15 : “Tetapi kuduskanlah Kristus dalam hatimu sebagai Tuhan.”
  • Sir 6:32-33 : ”Jika engkau mau, hai anakku,niscaya engkau akan diajar, … dan kalau kau condongkan telinga pasti menjadi bijaksana.”
  • Luk 14:33 : ”Demikian pulalah tiap-tiap orang diantara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku.”

Apakah kesimpulan pokok semuanya dari ayat-ayat Kitab Suci ini?

“Kalau kita ingin menjadi murid-Nya, kita harus melepaskan diri dari segala milik kita, kita diminta untuk mencari Kerajaan Allah ditempat yang sunyi. Menurut seperti anak kecil, sehingga Roh Allah bisa tinggal dalam hati kita, agar damai sejahtera Kristus memerintah dalam hati kita. Kalau kita mau, kita akan diajar oleh Kristus, karena Dia-lah jalan. Ingatlah bahwa Allahlah yang merubah kita, dan kemudian mengucap syukur dengan suka cita kepada Bapa.”

Para ahli kemudian membuat suatu cara, yang kita kenal dengan meditasi sekarang ini. Hal ini kita rasakan benar, karena buahnya memang demikian. Tapi banyak yang meragukannya karena tidak mengetahui ayat–ayat kitab Sucinya, kalaupun tahu tempat ayatnya yang di mana-mana sangat menyulitkan untuk merangkainya. Buku yang ada, sepanjang yang saya ketahui sampai dengan saat ini, tidak menyimpulkan secara total. Pengajarannya satu ayat – satu ayat alias sepotong-sepotong. Kita harus menyimpulkan sendiri. Tetapi cara melakukannya apa benar dengan meditasi? Seandainya ya, anda tetap saja ragu–ragu karena yang mengatakannya bukan Tuhan Yesus sendiri.

Bersambung ke No. 2

Petrus C.A.