Bertobat dan Mengenal Yesus Hanya dari Membaca Buku

Segala kemuliaan dan pujian untuk Yesus!

Saya lahir di sebuah keluarga Hindu India di kota Kalkuta. Saya tidak pernah tahu tentang Yesus atau pergi ke Gereja sebelumnya. Pada usia 18 tahun, saya memutuskan pergi ke negara bagian Maharastra untuk studi di Universitas. Saya lulus test di sebuah universitas teknik di sebuah kota kecil Kolhapur. Universitas itu terletak di pinggiran kota sama halnya dengan semua universitas-universitas yang lain. Pada tahun ketiga saya menderita depresi dan segala sesuatunya berjalan di luar yang saya harapkan. Ketika saya tinggal di sebuah asrama pria, melalui seseorang saya mendapatkan sebuah buku True Life In God Jilid IV. Saya tidak tahu buku ini tentang apa. Saat itu tahun 1999.

Ketika saya membaca buku itu, semua yang saya ketahui adalah bahwa Seseorang bernama Yesus sedang dalam perjalanan untuk datang kembali. Ada rasa takut dalam hati saya. Saya mulai memahami keilahian-Nya dan menyadari bahwa jika Dia datang kembali sekarang dan melihat saya dalam kondisi seperti ini, itu bukan hal yang baik untuk saya. Malam itu saya merasakan kehadiran-Nya yang penuh kuasa dalam kamar saya, dan saya mulai mengerti bahwa Dialah juru selamat saya, dan bahwa Dia mencintai saya. Kemudian dari pesan-pesan tersebut saya tahu bahwa ini disebut “Kunjungan Tuhan”. Saya mulai melihat gambar pada cover buku dan berdoa. Tatapan mata-Nya menembus ke dalam jiwa saya, dan air mata saya keluar. Air mata itu memberikan begitu banyak kelegaan dan kegembiraan. Benih sudah tertanam!

Selanjutnya yang terjadi adalah seperti aliran sungai. Saya mengalir bersama dengan Sang Sungai. Saya masih belum mampu mengerti apa yang sedang terjadi pada saya. Saya mengerti apa itu dosa dan apa yang bukan dosa. Saya mendapatkan sebuah Kitab Suci dan mulai membacanya. Saya telah membaca banyak buku sebelumnya tetapi belum pernah menemukan buku seperti TLIG, begitu ilahi, begitu murni, dan begitu menggembirakan untuk dibaca.

Selama liburan, saya tidak pulang ke rumah seperti halnya yang lain, tetapi pergi ke Pusat Retret Ilahi di Kerala. Sepuluh hari di sana mengubah diri saya secara lengkap. Saya membaca pesan-pesan buku itu, yang saya tahu ditulis untuk saya. Yesus menggunakan tangan Vassula untuk menuls, maka saya dapat membacanya. Bahkan sebelum saya membaca instuksi cara membaca buku itu, Roh Kudus memberi inspirasi kepada saya untuk mengganti nama Vassula dengan nama saya. Saya menangis parah selama beberapa hari. Saya tidak mampu mengangkat mata saya kepada Tuhan yang disalibkan, karena melihat pada salib memberikan saya banyak kepedihan dalam diri saya. Saya merasakan penderitaan Yesus. Saya mendengar Yesus memanggil saya dengan nama Paul (saya belum pernah tahu nama Paul di Kitab Suci). Bagian dalam diri saya bergetar. Kemudian saya diliputi oleh Yesus. Roh-Nya membungkus saya secara penuh. Saya mampu menyampaikan beberapa pesan dari Tuhan kepada beberapa orang di sana. Mereka terkejut, bagaimana saya tahu kehidupan mereka.

Bunda Suci ada di sana selama proses pemurnian saya. Perlu waktu satu hari bagi saya untuk belajar berdoa Rosario dengan bantuan Bunda Maria. Suatu hari, Yesus melalui pesan-pesan-Nya memberikan saya Roh Persatuan, dan meminta saya mempertahankannya sampai hari terakhir. Pada saat semua kejadian ini berlangsung, tak seorang pun menceritakan saya tentang Yesus atau berkonsultasi dengan saya. Semua yang saya punya hanyalah Rosario, Kitab Suci dan Buku True Life In God. Yesuslah yang memberikan inspirasi semuanya.

Dalam sebuah penglihatan saya diyakinkan oleh Yesus bahwa tidak ada perlawanan dari keluarga saya dan ternyata memang demikian. Ibu saya sangat mendukung dan banyak membantu saya.

Hal terbaik yang terjadi pada saya setelah mengenal Yesus melalui pesan-pesan-Nya adalah Ekaristi. Ada begitu banyak kuasa dan rahmat yang keluar dari Sakrament Berkat itu! Karena Ekaristi saya ditarik lebih dekat dan dekat ke Bunda Gereja. Ketika saya kembali ke rumah saya, saya menjelajahi internet untuk mendapatkan pesan-pesan dan informasi tentang TLIG. Pesan-pesan tersebut mengajari saya banyak kebenaran tentang Gereja dan membantu saya untuk menembus ke dalam Misteri-misteri Allah.

Saya dibaptis. Dan setelah itu, saya berhasil mendapatkan buku-buku TLIG yang lain.

Sejumlah rahmat dan berkat yang saya terima dengan membaca pesan-pesan itu besar sekali dan tidak dapat ditulis pada kertas, tetapi hanya bisa dirasakan. Sulit dipercaya bahwa Dia menjemput saya, dan menyatakan wajah-Nya kepada saya. Semua yang saya tahu adalah bahwa Hymne Kasih ini benar dan jika pesan-pesan-Nya tidak dapat mengubah pesan seseorang, maka tak ada lagi yang bisa. Datanglah Kerajaan-Nya! Amin.

Paul Datta
Kalkuta,
India

Sumber : http://www.tlig.org/en/testimonies/other/datta/