Kesaksian setelah membaca Buku True Life in God.

Setelah membaca buku True Life in God by Vassula Ryden, tidaklah heran mengapa Yesus mengatakan di dalam buku itu bahwa semua Amanat – amanat Yesus yang tertulis dalam buku True Life in God itu dijaga oleh para Malaikat Allah dengan penuh semangat berapi api di Surga. Karena setelah saya membaca amanat Yesus dalam buku ini, saya sungguh merasakan suatu pandangan, perasaan, pengetahuan yang baru tentang Allah yang  merubah seluruh cara hidup dan mindset saya sehari – hari. Suatu anugerah besar bagi saya karena saya merasa tidak mungkin meraihnya sendiri, ini semua hanya semata – mata pemberian gratis dari Allah untuk umatnya yang malang dan bodoh ini.  Dengan buku ini seolah – olah kita bisa secara instan mengerti keagamaan terutama spiritualitas Katoliknya merasakan keakraban dengan Allah, yang mana biasanya keakraban dengan Allah itu butuh waktu bertahun – tahun lamanya diiringi doa dan meditasi. Saya tidak mengatakan bahwa doa dan meditasi tidak penting. Itu penting sekali dan masih saya lakukan untuk pencapaian keakraban dengan Allah (transformasi dengan Yesus) semaksimal mungkin. Saya hanya ingin mengatakan bahwa semenjak membaca buku ini, saya seperti dibawa langsung pada keakraban yang sepertinya seharusnya digali bertahun – tahun lamanya.

Membaca amanat – amanat Yesus di dalam buku ini merubah cara hidup dan pikiran saya. Mendadak saya sadar bahwa kegiatan kesalehan yang saya lakukan semenjak dibaptis dari bayi, banyak salahnya. Salah satunya adalah bahwa secara tidak sadar saya menjadikan diri sendiri adalah raja. Maksudnya saya menentukan segala sesuatu menurut pikiran, selera, kehendak sendiri, dengan tujuan untuk kepuasan diri sendiri juga. Tapi setelah membaca amanat Yesus, seluruh sumber kehendak saya berubah, semua hanya bersumber karena cinta. Melakukan segala sesuatunya hanya berdasarkan “oleh”, “bersama”, “untuk” Yesus saja. Bagi saya diluar ini sungguh – sungguh mengerikan (maksudnya diluar “untuk Yesus”). Tentu saja saya masih ada keinginan ego untuk berbuat segala sesuatu yang bukan semata – mata untuk Yesus. Dan saya melatih diri terus menerus untuk itu (hanya untuk Yesus saja).

Jika menulis seluruh kesaksian berkat membaca buku True Life in God ini, tentunya tidak akan ada habis – habisnya. Saya ingin sekali semua orang bisa membaca buku ini supaya mengetahui Yesus yang sebenarnya. Dulu saya merasakan Yesus itu jauh dimana, dan orangnya serius dan seperti guru yang siap menegur. Tapi ternyata Yesus itu sungguh sangat pengertian, tidak kaku, humoris, murah senyum dan sensitive sekali.
Itulah hal hal yang saya rasakan tentang siapa Yesus kalau boleh mengatakannya, karena Dia sempurna tak terkatakan. Pandangan saya yang baru tentang Yesus pribadi merubah iman saya, iman saya dikuatkan.

Banyak hal – hal dalam buku ini yang saya baca, “pengetahuan – pengetahuan” baru yang kelihatannya sepele tapi berdampak besar yang tidak pernah kita dapatkan di sekolah agama. Yesus begitu rendah hatinya mau mengajarkan teologi dan filsafat dengan cara sederhana, sehingga orang – orang tidak intelektuil pun akan mengerti tentang pengetahuan Kebijaksanaan yang seharusnya dipelajari di sekolah teologi dan filsafat.
Contoh: tentang apa yang dimaksud kerajaan Allah, apa arti bahagia sebenarnya. Jika membaca buku ini, kita akan merasakan dan mengerti seluruh dasar filosofi terminologi – terminologi tersebut.

Sekian sampai disini sedikit ulasan pengalaman yang saya rasakan setelah membaca True Life in God.

Oh ya ada sedikit tambahan dari saya, bagi saya buku ini  bisa dikatakan juga: “Mengenal Kekasih”.