Mendengar “Suara” yang Pernah Dikenal Sejak Masa Kecil Yesus

Kisah saya mengenai “True Life In God” dimulai dengan ketidaksetujuan saya pada buku tersebut.  Selama lebih dari 25 tahun saya menjadi direktur spiritual dari sebuah mistik. (Saya menerima jabatan ini dengan sepengetahuan uskup kami dan terus menjabatnya atas permintaan beliau.) Saya juga seorang pengusir setan di lingkungan keuskupan. Saya tidak banyak tahu tentang tulisan-tulisan Vassula, dan seperti halnya orang lain yang mendengar tentang dia, saya mengandalkan informasi dari tangan kedua atau ketiga, yang beberapa di antaranya adalah orang yang saya kagumi dan percayai, dan itu membentuk opini saya bahwa dia dan tulisan-tulisannya sangat patut dicurigai dan dihindari. Saya bahkan memberitahu beberapa umat Katolik yang tertarik kepadanya untuk tidak berhubungan dengannya.

Pada saat mengikuti retret di Wales, saya menemukan sebuah buku yang sedang diobral di koridor, dan memberi peringatan ke managernya, Suster Mary, bahwa ini adalah kesalahannya dan bahwa buku ini sebaiknya segera disingkirkan. Ia bilang bahwa seorang pertapa lokal yang menempatkan buku itu di sana. Kemudian saya berbicara dengan pertapa itu. Pertapa itu, seorang wanita, dengan masuk akal meminta saya melihat dan membaca tulisan-tulisan tersebut sebelum mengutuk mereka! Saya setuju.

Sejak mulai halaman pertama saya merasa  bahwa saya mengenal sebuah “suara” yang sudah saya kenal sejak masa kecil saya. Saya sadar bahwa ini adalah perasaan subyektif, tetapi saya tidak dapat menyangkal kepastiannya dalam kedalaman batin saya. Siapakah dia? Akhirnya saya dapat mengungkapkannya dengan cara terbaik dengan mengatakan bahwa saya mengenalnya sebagai Hati Kudus Yesus, Kehadiran Nyata dalam Tabernakel, Wajah pada Kain Kafan, dan Seseorang yang, saya yakini, telah memanggil saya untuk masuk ke dalam imamat. Hal-hal yang lain juga terjadi saat membaca buku itu. (Tetapi tidak saya jelaskan karena terlalu panjang).

Segera setelah itu saya berjumpa dengan Vassula di Roma dan merayakan misa di rumahnya. Sejak hari itu saya diyakinkan bahwa dia adalah orang yang sangat normal, jujur dan terbuka. Dia tampil sebagai orang yang tidak mempunyai masalah psikologis dan tampak seperti orang biasa. Ia tidak mempromosikan dirinya sendiri, meskipun dia sudah menjadi semacam selebriti, tetapi berbicara secara terbuka tentang imannya dan tentang Allah yang dia cintai dan dia layani.

Fr. Abberton

Sumber : http://yorkshireshepherd.blogspot.com/2009/01/christian-unity-vassula-ryden-and-true.html