Dialog Antara Vassula Ryden dan CDF

Pengantar

Antara tahun 2001 dan 2004, Mrs. Vassula Ryden berdialog secara resmi dengan Kongregasi untuk Ajaran Iman (Congregation for the Doctrine of ht Faith / CDF) di Vatikan yang diminta oleh Prefek CDF, Kardinal Joseph Ratzinger, sekarang Paus Benediktus XVI.

Tujuan dari laporan ini bukanlah untuk memberikan propaganda murahan bagi Ny Ryden, melainkan untuk menawarkan wawasan berimbang dan terinci ke dalam perkembangan dan hasil dari dialog ini.

Harus ditekankan di sini bahwa dialog itu memang telah berlangsung dan telah mencapai hasil kesimpulan yang hati-hati namun positif. Seluruh dialog antara Ny Ryden dan CDF diterbitkan dalam bentuk buklet pada tahun 2004 dan, atas permintaan khusus dari Kardinal Ratzinger, juga dicantumkan dalam bagian kata pengantar semua versi berikutnya dari buku Mrs. Ryden yang berjudul True Life In God (Hidup Sejati Dalam Allah), untuk mengingatkan bahwa kritik dari CDF sudah diklarifikasi melalui dialog.

Karena akan menjadi jelas dalam laporan ini, Kardinal Ratzinger pertama kali menolak ketika ditanya pada tahun 1999 untuk bertemu Ny. Ryden karena “situasi Notifikasi tahun 1995”, seperti yang ia katakan.

Namun, apa yang beliau benar-benar tawarkan adalah dialog resmi dengan CDF. Dialog dan hasil positifnya inilah yang memungkinkan Cardinal Ratzinger untuk menerima Vassula Ryden, bersama dengan saya, pada audiensi pribadi di bulan November 2004 di mana foto di bawah ini merupakan hasil jepretan dari saya sendiri.

Haruslah dipahami bahwa dialog tidak dengan sendirinya menjadi “persetujuan” resmi terhadap pesan-pesan dalam Hidup Sejati Dalam Allah yang dialami oleh Vassula Ryden. Notifikasi 1995 dengan beberapa komentar-komentar kritis terhadap pengalaman Vassula Ryden tetap memberikan efek secara formal. Hanya publikasi sebuah Notifikasi baru yang bisa “membatalkan” Notifikasi tahun 1995, dan publikasi semacam ini kemungkinan besar tidak akan terjadi selama Vassula Ryden masih hidup, karena Vatikan selalu berhati-hati dalam menyikapi status mistikus selama yang bersangkutan masih hidup.

Ketika Vassula Ryden bertanya kepada Cardinal Ratzinger selama acara audiensi ini apa yang CDF akan jawab apabila ditanya tentang statusnya, beliau menjawab: “Kami akan mengatakan bahwa ada sudah ada modifikasi-modifikasi dalam arti bahwa kami sudah sudah menulis kepada uskup-uskup yang berkepentingan bahwa sekarang orang harus membaca Notifikasi dalam konteks kata pengantar Anda dan dengan komentar baru yang sudah Anda buat.”

Sedikitnya ada tiga alasan mengapa saya mengambil ini sebagai tugas saya untuk menghubungkan fakta-fakta dari dialog ini:

1. Sayalah yang pertama-tama meminta diadakannya dialog dengan Cardinal Ratzinger menyusul wawancara dengan beliau yang dipublikasikan di Communio pada tahun 1999 dan di media lain.

2. Dari tahun 1997 sampai 2001 saya menulis disertasi doktoral terkait persoalan Kenabian Kristiani di Pontifical Gregorian University. Disertasi ini memuat sebuah paragraf tentang kasus Vassula Ryden sebagai sebuah contoh historis yang mungkin dari pengalaman yang dilihat oleh banyak orang sebagai profetik (kenabian). Disertasi ini dipublikasikan oleh Oxford University Press pada tahun 2007, dengan kata pengantar oleh Cardinal Ratzinger (lihat www.christian-prophecy.org). Setelah studi-studi doktoral tersebut, saya mengajar teologi di Pontifical Gregorian University dan saya tinggal di Roma mulai 1997 sampai 2004 sehingga mampu secara dekat mengikuti dan terlibat dalam dialog tersebut. Karena itu, saya menjadi saksi dari semua yang terjadi.

3. Beberapa orang telah menyampaian keragu-raguan tentang legitimasi atau hasil positif dari dialog, yang sebagian disebabkan oleh surat yang agak misterius dari Cardinal William Levada, Prefect CDF saat ini, pada bulan Januari 2007. Jadi, dengan laporan ini, saya ingin menghilangkan keragu-raguan tentang legitimasi dan hasil positif dari dialog tersebut.

Laporan ini memuat hal-hal sebagai berikut:

I. Pembukaan dialog antara tahun 1995 – 1999

II. Dialog itu sendiri mulai 1999-2004 yang berakhir dengan pertemuan antara Kardinal Ratzinger dan Vassula Ryden seperti yang disebutkan di atas.

III. Perkembagan selanjutnya yang timbul dari surat Cardinal Levada bulan Januari 2007.

Semua surat-surat yang disebutkan dalam laporan ini ada dalam arsip penulis. Untuk maksud-maksud penting, salinan surat-surat tersebut dapat diperoleh dengan menghubungi kami di n.c@hvidt.com.
Best Regards

Niels Christian Hvidt
Associate Professor
Research Unit of Helath, Man and Society
Univesity of Southern Denmark

I. PEMBUKAAN

Pada tahun 1995, Congregation for the Doctrine of the Faith (CDF) menerbitkan sebuah Notifikasi 1995 tentang Ny. Vassula Ryden. Notifikasi dikirim kepada semua Konferensi Uskup Katolik di seluruh dunia. Seperti yang disebutkan dalam Notifikasi, investigasi mengarah pada publikasi bahwa “selain memberikan aspek-aspek positif, tulisan Vassula juga menimbulkan sejumlah hal-hal mendasar yang harus dianggap negatif dalam terang doktrin Katolik.”

Notifikasi 1995 ditegaskan dalam Notifikasi kedua satu tahun kemudian yang mengatasi kebingungan-kebingungan karena fakta bahwa Notifikasi pertama belum ditandatangani.

Ini adalah situasi mengenai Vassula Ryden dan bukunya yang berjudul True Life In God (TLIG), ketika saya tiba di Roma pada akhir Agustus 1997. Saya telah menyelesaikan master teologi saya di Theological Faculty of the University of Copenhagen, sebuah universitas negeri yang merupakan warisan teologi Lutheran. Karena itu, sebagai seorang penganut Katolik Roma merupakan hal yang alamiah jika saya melanjutkan studi di Roma.

Saya mendaftar di Pontifical Gregorian University, dan di sana saya meneruskan riset saya mengenai teologi Kenabian Kristen di bawah arahan Romo Profesor Elmar Salmann dari Pontifical Institute of Sant’Anselmo.

Setelah membaca karya-karya Cardinal Joseph Radzinger waktu itu, saya berusaha untuk bertanya kepada beliau untuk wawancara mengenai topik Kenabian Kristen. Pertama kali saya menanyai beliau seusai mia Kamis pagi di German Seminary, Campo Santo, di Vatican. Cardinal Ratzinger hadir pada kebanyakan misa-misa pagi ini, dan saya sering hadir di sana juga karena misa-misa itu menggunakan bahasa ibu saya, yaitu Jerman, dan dirayakan dengan indah. Selama periode ketika banyak peziarah berdatangan, gereja akan penuh, tetapi di luar periode puncak tersebut gereja hanya mendapat kunjungan dari mahasiswa seminari dan beberapa orang Jerman yang tinggal di Roma. Pada perayaan khusus ini saya bersama dengan Profesor Yvonne Maria Werner dari Universitas Lund Swedia yang menerjemahkan buku-buku yang ditulis oleh Cardinal Ratziger dan sangat fasih dengan teologi beliau. Bersama-sama, kami melakukan pendekaan dan meminta kesediaan beliau untuk saya wawancarai. Beliau menjawab dengan ramah dan menyarankan saya menulis surat ke CDF untuk permintaan ini, dan saya lakukan.

 

19 Februari 1998. Surat permintaan untuk interview dengan Kardinal Ratzinger di atas terkirim pada tanggal 19 Februari 1998. Saya menerima jawaban positif dari sekretaris pribadi Kardinal Ratzinger, Mons Joseph Clemens.

 

16 Maret 1998. Wawancara diadakan satu bulan kemudian di gedung audiensi Cardinal Ratzinger di CDF. Profesor Werner hadir selama wawancara. Sebelum wawancara, saya sudah mengirimkan pertanyaan-pertanyaan saya ke Cardinal Ratzinger dan beliau telah mempersiapkan diri dengan cantik. Interview berlangsung selama 50 menit dan Kardinal sangat fasih dan menghasilkan sebuah tingkat refleksi yang siap untuk dicetak hampir sama dengan sebuah surat. Setelah transkripsi dan pengeditan, saya mengirimkan teks ke CDF untuk persetujuan dan saya menerimanya kembali dengan pengeditan yang minor beberapa minggu kemudian.

Ketika saya menanyakan pertanyaan terakhir ke Kardinal Ratzinger soal Vassula Ryden (silakan baca wawancaranya di sini, suaranya mendadak berubah, beliau menaikan lengannya tinggi-tinggi, dan berseru: “Oh, itu adalah soal yang besar dan bermasalah. Mungin sebaiknya tidak usah dibahas sekarang!” Saya bersikeras, dan bertanya kepada beliau: “Orang mengatakan bahwa Vassula Ryden telah dikutuk oleh Vatikan. Apakah benar?”

Beliau segera menjawab: “Anda telah menyentuh sebuah persoalan yang sangat bermasalah. Tidak, Notifikasi adalah sebuah peringatan, bukan sebuah kutukan. Dari sudut pandang prosedural yang ketat, tidak seorang pun boleh dikutuk tanpa sebuah pengadilan dan tanpa diberikan kesempatan untuk menyampaikan pandangan mereka terlebih dulu. Apa yang kami katakan adalah bahwa ada banyak hal yang jelas. Ada beberapa elemen apocalyptic dan aspek-aspek eklesiologikal yang tidak jelas. Tulisan-tulisan Vassula memuat banyak hal baik tetapi gandum dan sekam tercampur. Itula mengapa kami mengundang umat Katolik untuk memandang ini semua dengan mata yang bijaksana dan mengukurnya dengan tolok ukur iman Gereja yang konstan.”

Saya bertanya: “Apakah prosedur untuk mengklarifikasi pertanyaan masih berjalan?”

Kardinal Ratzinger menjawab: “Ya, dan selama proses klarifikasi umat harus berhati-hati, dan mempertahankan sikap ‘discrening’. Tidak ada keraguan bahwa ada evolusi dalam tulisan-tulisan itu, yang tampaknya masih belum disimpulkan. Kita harus ingat bahwa mampu mengatur diri sendiri sebagai kata dan gambar kontak interior dengan Allah, bahkan dalam kasus mistisisme otentik, selalu tergantung pada kemungkinan-kemungkinan jiwa manusia dan batasan-batasannya. Kepercayaan tak terbatas hendaknya hanya ditujukan pada Firman dan Wahyu nyata yang kita temui dalam iman yang disebarkan oleh Gereja.”

 

29 Mei 1998. Pada tanggal 29 Mei 1998 saya mengirim sebuah surat ke Kardinal Ratzinger yang meminta izin kepada beliau untuk mempublikasikan hasil wawancara tersebut di jurnal-jurnal Skandinavia, yaitu Signum dan AC Revue, begitu saya menerima pengeditan dari CDF. Kemudian, saya menerima izin untuk mempublikasikannya Communio, 30Giomi, dan media-media publikasi lainnya.

 

23 Januari 1999. Pada tanggal 23 Januari 1999 saya mengirim surat kepada Kardinal Ratzinger yang di dalamnya saya mengungkapkan keprihatinan tentang kata-kata keras (“gandum dan sekam tercampur”) tentang Vassula Ryden. Kemudian, saya berjumpa dengan beliau lagi di Campo Santo dan berbicara dengan beliau tentang kasus ini. Pada waktu itu, beliau tetap kukuh dengan kritik yang diucapkannya. Ketika saya bertanya kepada beliau untuk mempertimbangkan ulang kata-kata mengenai Vassula Ryden bahwa “gandum dan sekam tercampur”, beliau dengan cepat menjawab: “Ya, memang begitu adanya!” Akhir cerita. Pada waktu itu, Kardinal Ratzinger masih yakin bahwa ada elemen-elemen yang tidak sehat dalam tulisan-tulisan Vassula Ryden.

Ini adalah situasi ketika saya berbicara dengan Vassula Ryden tentang kemungkinan sebuah dialog formal dengan CDF. Vassula tahu bahwa hasil dari dialog dapat lebih buruk daripada Notifikasi 1995. Notifikasi hanya merupakan sebuah peringatan, seperti yang dikatakan oleh Kardinal Ratzinger selama wawancara. Namun, sebuah dialog formal dapat menghasilkan sebuah kutukan jika CDF menganggap bahwa tulisan-tulisan itu sesat setelah dialog dilakukan. Karena Vassula Ryden yakin seluruhnya bahwa tulisan-tulisan tu berasal dari Kristus sendiri, dia tampak tidak ragu-ragu sedetik pun untuk mengambil risiko itu dan ingin menjalani dialog dengan CDF.

II. DIALOG SEBENARNYA

1 Juni 1999. Pada 1 Juni 1999 saya meminta Kardinal Joseph Ratzinger waktu itu di sebuah Misa pagi apakah beliau mau bertemu dengan Vassula Ryden. Dengan sangat tenang beliau menjawab bahwa ini tidak akan mungkin saat ini karena situasi yang mengikuti Notifikasi 1995. Bagaimana pun, beliau berkata bahwa beliau ingin Vassula bertemu dengan sekretarisna, waktu itu Uskup Agung Tarcisio Bertone, S.D.B., yang sekarang adalah Kardinal dan Sekretaris Negara Vatikan. Saya bertemu “sottosegretario”, wakil sekretaris waktu itu, Fr. Giafranco Girotti, ranking nomor tiga di Congregation for the Doctrine of the Faith (CDF) untuk mengatur pertemuan.

Pertemuan itu berlangsung beberapa minggu kemudian. Yang mengejutkan saya, tidak hanya Fr Girotti, tetapi Uskup Agung Bertone juga hadir. Kami mendiskusikan situasi terkait dengan Notifikasi. Uskup Agung Bertone menekankan bahwa Vatikan selalu tertarik untuk berdialog dan hal ini juga berlaku untuk Vassula Ryden. Beliau meminta agar detail kemungkinan pertemuan dengan Vassula dirahasiakan untuk sementara waktu.

 

14 Februari 2001. Pertemuan informal pertama antara Vassula Ryden dan wakil Vatican terjadi pada tanggal 14 Februari 2001. Uskup Agung Bertone, Fr. Girotti, Vassula Ryden dan saya sendiri hadir. Pembicaraan berlangsung dengan ramah dan informal. Uskup Agung Bertone menanyakan latar belakang Vassula Ryden, pekerjaan suaminya di International Fund for Agricultural Development (IFAD) dan, tentu saja, tentang apa yang dia alami.

Pada pertemuan ini disetujui bahwa Vassula hendaknya masuk ke dalam dialog formal dengan CDF. Untuk maksud ini, konsultan-konsultan akan ditunjuk untuk membaca dan mengevaluasi tulisan-tulisan Vassula Ryden, yang berjudul True Life In God (TLIG), dan segala tindakan lanjutan akan dijalankan berdasarkan kesimpulan mereka. Salah satu keprihatian dari Uskup Agung Bertone adalah bahwa ada kesalahan-kesalahan dalam terjemahan Italia dan terjemahan ini harus direvisi, dan hal ini disetujui oleh Vassula Ryden.

Sebuah diskusi informal kemudian terjadi tentang kerasulan Vassula Ryden. Uskup Agung Bertone tampak terkesan dengan mengatakan bahwa hal ini seperti sebuah misi bagi dia dan bahwa Vassula Ryden adalah “seorang rasul” dalam lingkaran diplomatik. Vassula menceritakan kepada beliau tentang cara dia menerima pesan-pesan sebagai lokusi.

20 Maret 2001. Pada tanggal 20 Maret 2001 saya menulis surat kepada Uskup Agung Bertone, dengan salam dari Vassula Ryden memastikan kepada beliau bahwa terjemahan Italia akan diperiksa.

 

1 Desember 2001. Saya menerima panggilan telpon dari Fr. Girotti di bulan Desember 2001, meminta tiga salinan dari semua buku-buku TLIG yang dipublikasikan di Inggris sampai tanggal tersebut, untuk para konsultan. Saya mengirimkan buku-buku ini kepada Fr. Girotti beberapa hari kemudian dan juga mengirim sebanyak mungkin video tentang kesaksian Vassula.

 

4 April 2002. Pada 4 April 2002 Vassula Ryden menerima sebuah surat dari Fr. Prospero Grech, profesor teologi biblikal yang terkenal di Pontifical Institute Augustinianum. Vassula Ryden dan saya telah bertemu dengannya di sebuah pertemuan di mana Vassula Ryden berbicara di hadapan imam-imam di Dehoniane Publishers di Roma beberapa bulan sebelumnya. Beliau tertarik dengan pengalaman Vassula, sebagian karena dia sudah mempelajari teologi kenabian dalam Perjanjian Baru. Fr Prospero menulis bahwa dia sudah ditugasi oleh Kardinal Ratzinger untuk bertanya kepada Vassula lima pertanyaan untuk memberi Vassula “kesempatan untuk mengklarifikasi arti dari beberapa pernyataan” dalam tulisan-tulisan TLIG. Vassula bertemu dengan Fr. Grech dan saya untuk menentukan lebih jauh bagaimana CDF meminta Vassula untuk menjawab.

Vassula kemudian mengerjakan jawaban-jawabannya. Di dalam surat dari Fr. Grech dia diminta untuk berkonsultasi dengan ahli-ahli teologi untuk membantu dia memformulasikan pemikiran-pemikirannya, maka dia meminta saya sendiri bersama dengan Mons. Eleutherio Fortino dari Dewan Pontifikal untuk Mempromosikan Persatuan Kristiani dan Uskup Teran Dutari dari Quito, Ekuador.

 

26 Juni 2002. Jawaban-jawaban Vassula Ryden kepada CDF diserahkan dalam bentuk surat pada 6 Juli 2002. Fr. Grech diperbolehkan melihat jawaban-jawabannya sebelum dikirim. Dia mengatakan jawaban-jawaban tersebut “ekselen”.

 

September 2002. Setelah musim panas berlalu dan saya kembali ke Roma, saya sekali lagi pergi ke misa pagi di Campo Santo. Di sini saya bertemu Kardinal Ratzinger. Dia mendekati saya secara spontan dan berseru dalam bahasa Jerman: “Ah! Die Vassula hat ja sehr gut geantwortet”. Dalam bahasa Inggris: “Ah, Vassula sudah menjawab dengan sangat baik!” Beliau jelas sangat puas dengan jawaban Vassula dan mengungkapkan kepuasannya. Meskipun demikian, tidak terjadi apa-apa sampai tahun 2003, ketika Vassula Ryden menulis surat lagi kepada Kardinal Ratzinger.

 

15 Januari 2003. Pada 16 Januari 2003 saya menemui Kardinal Ratzinger setelah Misa di Campo Santo. Saya membawa kepadanya surat dari Vassula tertanggal 15 Januari 2003, yang di dalamnya Vassula menyatakan penyesalannya bahwa tidak ada tanggapan terhadap jawabannya. Dia juga menyebutkan fitnah yang terus menghantui dia; misalnya sebuah surat terkini dalam koran Katolik Italia Avvenire yang berisi wawancara dengan Fr. Francois Dermine, yang sejak awal mendiskreditkan Vassula, bahwa dia sudah “dikutuk” oleh Vatikan.

 

7 April 2003. Sebuah surat dikirim dari CDF kepada semua Konferensi para Uskup di seluruh dunia. Surat itu berisi sebuah permintaan informasi tentang Vassula Ryden dan aktivitas-aktivitasnya sejak Notifikasi 1995: “Sekarang beberapa tahun telah berlalu, Kongregasi akan berterima kasih jika anda memberikan – dengan cara rahasia – informasi, dan mungkin juga evaluasi, mengenai pengaruh dari Vasslua Ryden terhadap umat Katolik di dunia.

Pada waktu yang sama, Kardinal Ratzinger, melalui Fr. Grech, meminta Vassula agar dialog (pertanyaan-pertanyaan dari CDF dan jawaban-jawaban dari Vassula) dimasukkan dalam publikasi buku-buku TLIG berikutnya. Maksud dari permintaan ini adalah agar dunia mendapat informasi tentang dialog itu tetapi, dengan jelas, hal ini juga merupakan sebuah tes untuk memastikan bahwa jawaban-jawaban Vassula benar-benar dari dia. Dialog tersebut dicetak di Volume 12 dan penerbitan ulang True Life In God.

Beberapa bulan berlalu. Saya sering bertemu Kardinal Ratzinger, Mons. Clemens, dan belakangan Georg Ganswein, yang mengganti posisi sekretaris Kardinal Ratzinger setelah Mons Clemens, dan orang-orang yang mengetahui proses, dan mereka selalu mengulang: “Batu-batu milestone menggelinding dengan perlahan di Vatikan.” Mons Ganswein berkata kepada saya bahwa kita perlu bersabar, supaya tidak memprovokasi setiap orang untuk terlibat dalam proses dan Kardinal Ratzinger sendiri berkata kepada saya bahwa, meskipun dia ingin melihat sebuah Notifikasi baru, dia harus “mematuhi para kardinal”. Saya menyimpulkan dari pernyataan ini bahwa beberapa kardinal menentang prospek ke arah hasil dialog yang positif dengan seorang mistikus kontemporer yang menghasilkan Notifikasi baru dan menyebabkan Notifikasi lama menjadi usang.

Bulan Mei 2004 Fr. Grech menegaskan bahwa tanggapan terhadap Vassula Ryden sangat positif. Meskipun demikian, CDF tidak akan menerbitkan sebuah Notifikasi “baru” yang akan membatalkan Notifikasi pertama tahun 1995. Tetapi, tanggapan positif ini akan tersimpan dengan intensitas yang rendah (kept low-key).

Dia sudah mengadakan pertemuan dengan Uskup Agung Angelo Amato di mana dia bertanya kapan proses dengan Vassula Ryden selesai. Mons Amato berkata kepadanya dengan agak tiba-tiba bahwa tidak akan ada balasan dan bahwa Notifikasi tetap berlaku. Namun, kami mendengar bahwa CDF sedang mempertimbangkan untuk menulis surat lagi kepada konferensi uskup yang sebelumnya menganggapi secara negatif surat Kardinal Ratzinger mengenai Vassula yang disebutkan di atas.

Vassula sangat kecewa dengan informasi ini. Keyakinannya yang tulus adalah bahwa jika hasil dari dialog adalah negatif, maka CDF akan mengumumkannya secara publik dan mungkin bahkan mengutuknya secara formal. Tetapi sekarang kesimpulannya positif, dengan tanggapan yang “disimpan dengan intensitas rendah”.
29 Juni 2004. Karena itu, pada 29 Juni 2004 Vassula Ryden menulis surat kepada Kardinal Ratzinger, menungkapkan kekecewaannya dengan tidak adanya balasan:

Anda pasti memahami saya jika sekarang saya bertanya kepada diri saya sendiri: Apa keseluruhan maksud dari prosedur ini? Anda mengatakan dalam wawancawa dengan Niels Christian Hvidth bahwa seseorang tidak dapat dikutuk tanpa sebuah proses. Apakah saya dikutuk, atau apakah saya dibebaskan dan tidak ditemukan bersalah? Seorang hakim dan juri dalam semua pengadilan akan menyatakan putusan. Tetapi di sini, hakim dan juri tampaknya telah meninggalkan kursi-kursi mereka. Tidak satu pun di seluruh dunia akan tahu bahwa Anda telah menulis kepada beberapa konferensi uskup … Bekerja untuk Kristus memiliki penderitaan-penderitaan dan juga rahmat-rahmat, tetapi memperbesar pengadilan ini secara tidak perlu saya yakini akan menyakiti Allah.

Karena itu dengan kepercayaan yang sama saya sudah meminta dengan sungguh-sungguh kepada yang mulia: Mohon berikan kepada saya tulisan dari pihak Anda, bahkan hanya sebuah surat yang mengandung spirit yang positif sehingga orang melihat bahwa kesimpulan Anda tidak negatif. Juga, pemahaman saya adalah bahwa saya akan mendapat kehormatan jika dapat bertemu Anda begitu proses berakhir. Saya masih ingin sekali bertemu dengan Anda secara pribadi dan meminta Anda untuk sebuah audiensi.
10 Juli 2004. Sebagai tanggapan langsung dari surat ini, Vassula Ryden menerima sebuah surat dua minggu kemudian, tertanggal 10 Juli 2004, dari Fr. Jose Augustine di Noia, wakil sekretaris CDF yang baru. Diinformasikan kepada Vassula Ryden bahwa CDF sudah menulis surat kepada sejumlah Presiden Konferensi para Uskup dan melampirkan salinan surat itu. Surat baru dari CDF kepada Konferensi para Uskup juga tertanggal 19 Juli 2004. Kami kemudian tahu bahwa surat ini dikirim kepada Presiden dari lima Konferensi Uskup yang menanggapi permintaan informasi dari uskup-uskup pada tanggal 7 April 2003, yang disebutkan di atas.

Surat itu berisi informasi sebagai berikut:

Seperti Anda ketahui, Kongregasi ini menerbitkan sebuah Notifikasi tahun 1995 terhadap tulisan-tulisan Vassula Ryden. Setelah itu, dan atas permintaannya, sebuah dialog menyeluruh dijalankan. Sebagai kesimpulan dari dialog, sebuah surat dari Vassula Ryden tertanggal 4 April 2002 kemudian dipublikasikan dalam jilid terakhir buku “True Life In God”, yang di dalamnya Vassula Ryden memberikan klarifikasi-klarifikasi yang berguna, mengenai situasi perkawinannya, juga tentang beberapa kesulitan yang disebutkan dalam Notifikasi mengenai tulisan-tulisan Vassula dan partisipasinya dalam sakramen (terlampir).

Sejak tulisan-tulisan yang disebutkan di atas menyebar di negara Anda, Kongregasi ini menganggap berguna untuk memberitahu Anda hal di atas. Mengenai partisipasi di dalam persekutuan doa yang diorganisasi oleh Vassula Ryden, umat Katolik hendaknya mengikuti disposisi dari keuskupan.

Ini adalah tanggapan positif berintensitas rendah dari CDF!

 

15 Oktober 2004. Keseluruhan dialog antara Vassula Ryden dan CDF dipublikasikan dalam bentuk sebuah booklet pada bulan Oktober 2004. Booklet itu memuat surat permulaan kepada Vassula Ryden dengan lima pertanyaan. Vassula Ryden menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, dan juga menjawab surat Mons. Surat Di Noia kepada Vassula Ryden tertanggal 10 Juli 2004 dengan sebuah salinan surat Kardinal Ratzinger kepada Konferensi para Uskup. Booklet itu memuat kata pengantar dari Uskup Ramon Arguelles dari Philipina dan kata penutup berupa komentar dari Fr. Lars Messerschmidt dari Denmark. Booklet berisi dialog penuh dapat diunduh di www.tlig.org/cdf.

22 Juli 2004. Keseluruhan dialog antara Vassula Ryden dan CDF diawali oleh permintaan saya kepada Kardinal Ratzinger untuk bertemu dengan Vassula pada tahun 1999. Seperti yang disebutkan sebelumnya, beliau berkata bahwa waktu itu pertemuan masih belum memungkinkan karena situasi akibat Notifikasi, teapi beliau ingin Vassula berdialog dengan CDF. Sekarang dialog sudah selesai dan situasi sudah diklarifikasi. Kerena itu, inilah waktu untuk bertanya kepada Kardinal Ratzinger untuk pertemuan yang dijanjikan dulu jika ada hasil positif dari dialog.

Saya menyampaikan permintaan ini kepada Kardinal Ratzinger, persis seperti yang disampaikan di surat Vassula pada 29 Juni 2004 yang disebutkan di atas. Kardinal Ratzinger mengatakan kepada saya, ya, kita hendaknya bertemu, tetapi sebaiknya dipersiapkan dengan baik bersifat “setengah resmi”. Pada saat itu, Vassula Ryden dan suaminya segera meninggalkan Washington, di mana suami Vassula mempunyai jabatan baru di Bank Dunia.

Kardinal Ratzinger memberikan audiensi pada tanggal 22 November 2004. Kami diterima dengan sangat ramah, pertama-tama oleh sekretaris pribadi beliau, Mons. Ganswein, dan kemudian oleh Kardinal Ratzinger sendiri, di ruang audiensi yang indah di Congregation for the Doctrine of the Faith. Saya membuat catatan-catatan pembicaraan kami sesegra setelah pertemuan dan saya yakin bahwa saya cukup akurat dalam merujuk hal-hal yang penting.

Percakapan berlangsung informal dan sangat ramah. Diucapkan dalam bahasa Perancis, bahasa umum yang bisa diucapkan dengan baik oleh semuanya. Kardinal Ratzinger memulai dengan berseru: “Baiklah, akhirnya kita dapat berjumpa!” Seruan ini secara jelas menunjukkan bahwa proses bersama Vassula Ryden sudah selesai dengan sukses dan bahwa ini adalah alasan mengapa meeting ini bisa diadakan. Vassula Ryden menjawab dengan ekspresi terima kasih sepenuh hati bahwa Yang Mulia sudah menunjukan keberanian untuk berdialog dengannya dan bahwa, meskipun dia ingin mendapatkan Notifikasi kedua, dia sangat memahami dan menghargai bahwa Kardinal Ratzinger sudah mengerjakan semua yang bisa dilakukan dan telah berupaya keras untuk kasusnya.

Kardinal Ratzinger menjawab:

Baik, kita selalu mencari perdamaian. Kita semua mencari untuk mengerjakan apa yang Tuhan berikan kepada kita dan hidup untuk melayani Tuhan, dan kita berharap bahwa Tuhan membimbing kita dalam damai. Secara alami, seperti Anda ketahui, kami juga mempunyai tugas untuk mempertahankan identitas iman Katolik dan displin iman, dan dalam arti ini, kami mengerjakan semua yang bisa kami kerjakan. Kami berharap bahwa Tuhan mengampuni kesalahan-kesalahan kami dan memberikan kepada kami jalan yang tepat.

Sebuah percakapan yang panjang kemudian berlangsung, tentang misi Vassula Ryden, tentang dialognya dengan umat Kristiani lain dan bahkan dengan tradisi agama lain seperti Muslim dengan karakter iman Kristiani

Pandangan Kardinal Ratzinger adalah dialog-dialog demikian adalah sulit, tetapi sangat penting. Pada akhir percakapan, Vassula Ryden menanyakan Kardinal Ratzinger sebuah pertanyaan yang dia refleksikan saat mengalami kekecewaan akibat balasan dengan intensitas rendah (“low-key”) dari CDF:

“Pertanyaan terakhir: Apa tanggapan Anda jika seseorang menghubungi kantor Anda untuk meyakinkan mereka sendiri tentang kasus saya dan mereka bertanya: ‘Apakah Notifikasi masih valid’? Apa tanggapan Anda?”

Kardinal Ratzinger menjawab:

“Baik, kami akan mengatakan bahwa telah ada modifikasi-modifikasi dalam artian bahwa kami telah menulis kepada para uskup bahwa orang harus membaca Notifikasi dalam konteks kata pengantar Anda dan dengan komentar-komentar baru yang sudah Anda buat.”

Kami setuju untuk tetap berdialog. Jika CDF mempunyai pertanyaan lain dari Vassula Ryden, dia akan menjawab mereka. Juga, jika CDF mempunyai pertanyaan-pertanyaan mengenai aktivitas-aktivitas pembaca buku TLIG, Vassula akan dengan gembira menasehati pembaca-pembaca ini.

Pada akhir pertemuan ini, Vassula Ryden menawarkan sebuah ikon kepada Kardinal Ratzinger, yang diterimanya dengan penuh rasa terima kasih. Sebuah foto diambil dengan persetujuan bahwa foto itu tidak digunakan sebagai “propaganda murahan”, seperti yang diminta Kardinal Ratzinger. Vassula menjaga janji ini dan menceritakan tentang pertemuan ini dan menunjukkan foto itu kepada teman-teman saja. Demikian juga, saya tidak menganggap laporan ini sebagai propaganda murahan, tetapi sebagai sebuah kesaksian penting tentang rangkaian kejadian-kejadian yang terjadi dalam kehidupan Gereja dan keinginan CDF untuk terlibat dalam dialog yang serius.

PEKEMBANGAN LANJUTAN DARI 2004-2007

Vassula Ryden sangat gembira dengan hasil dialog. Dia berpikir sangat tidak adil bahwa CDF tidak menerbitkan Notifikasi dengan ringkasan hasil dialog, tetapi dia menghargai upaya CDF dan Kardinal Ratzinger secara khusus sudah selesai. Dia tidak pernah berharap bahwa CDF akan menerbitkan pernyataan-pertanyaan negatif yang baru, khususnya sekarang Kardinal Ratzinger telah terpilih menjadi Paus.

8 Desember 2005. Untuk memanifestasikan komitmennya pada semagat pertukaran dan dialog berkelanjutan, dia menulis surat kepada Kardinal William Levada (waktu itu masih Uskup Agung) setelah terpilihnya sebagai Prefect dari Congregation for the Doctrine of the Faith (CDF), juga kepada Uskup Agung Angelo Amato, Sekretaris CDF. Dalam surat itu dia memastikan kepada mereka bahwa dia ingin melanjutkan komunikasi dengan CDF, seperti yang disepakati dalam audiensi dengan Kardinal Ratzinger, dan mereka dapat menghubungi Vassula setiap saat jika mereka mempunyai pertanyaan-pertanyaan lanjutan. Sayangnya, Vassula Ryden tidak mendapatkan balasan dari mereka.

25 Januari 2007. Pada tanggal 25 Januari 2007 , Kardinal Levada mengirim surat kepada semua Konferensi Uskup mengenai Vassula Ryden. Surat itu didorong oleh banyaknya permintaan terus diterima oleh CDF mengenai Vassula, “khususnya berkaitan dengan Notifikasi 6 Oktober 1995, dan kriteria yang perlu dipertimbangkan oleh Gereja lokal dalam menilai apakah tulisan-tulisan Vasula Ryden boleh disebarluaskan.” Surat itu berlanjut dengan tiga klarifikasi:

1. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, Notifikasi tetap valid.

2. Namun,Vassula Ryden sekarang sudah “menawarkan klarifikasi-klarifikasi pada poin-poin bermasalah dalam tulisan-tulisannya dan pada sifat pesan-pesannya, yang disajikan tidak sebagai wahyu-wahyu ilahi, tetapi hanya sebagai meditasi pribadi [mengacu pada klarifikasi Vassula pada dialog]. Karena itu dari sudut pandang normatif, mengikuti klarifikasi-klarifikasi yang sama, penilaian secara hati-hati kasus per kasus diperlukan dalam memandang kemungkinan dari orang-orang beriman mampu membaca tulisan-tulisan dalam terang klarifikasi-klarifikasi tersebut.”

Jadi, Kardinal Levada mengkonfirmasi apa yang dijawab oleh Kardinal Ratzinger ketika Vassula Ryden menanyakan kepadanya bagaimana mereka menanggapi jika orang bertanya tentang kasusnya (lihat di atas): Notifikasi dan tulisan-tulisan Vassula sebaiknya sekarang dibaca dalam terang klarifikasi-klarifikasi yang sudah dia berikan. Dengan kata lain, nasehat universal untuk tidak membaca pesan-pesan yang diungkap dalam Notifikasi 1995 sudah dimodifikasi dalam arti yang lebih positif, di mana sekarang merupakan “penilaian kasus per kasus”.

Namun ada satu ungkapan yang tetap misteius: Surat itu menyebutkan bahwa Vassula Ryden dalam klarifikasinya menyampaikan pesan-pesan yang “bukan wahyu-wahyu pribadi, tetapi sebagai meditasi pribadi.” Pemeriksaan secara teliti terhadap kalrifikasi-klarifikasi Vassula menunjukkan bahwa ekspresi seperti itu tidak ditemukan di surat Vassula. Vassula Ryden mengkonfirmasi bahwa ada perbedaan normatif antara pengalamannya dan Wahyu Pribadi (dengan huruf besar R), tetapi tidak pernah disebutkan di mana saja bahwa mereka adalah hasil dari “meditasi pribadi”.

3. Paragraf terakhir datang dengan kejutan. Kesimpulan yang agak positif di bahwa poin 2 diikuti dengan sebuah pernyataan bahwa “tetaplah tidak pantas bagi umat Katolik untuk mengambil bagian dalam persekutuan-persekutuan doa yang diadakan oleh Vassula Ryden” dan umat beriman sebaiknya “mengikuti norma-norma direktori ekumenis, kode kanon, dan keuskupan.”

Surat ini benar-benar tidak diharapkan oleh Vassula Ryden. Dia gembira bahwa surat itu mengkonfirmasi dialog dan bahwa CDF masih menganggap dia menyampaikan “karifikasi-klarifikasi yang berguna” yang disebut dalam surat Kardinal Ratzinger bulan Juli 2004. Namun dia prihatin dengan beberapa ambiguitas / kemenduaan yang dia lihat dalam surat itu.

18 Mei 2007. Vassula Ryden menyampaikan tiga keprihatinan utama dalam surat tanggal 18 Mei 2007 yang ditujukan ke Cardinal Levada:

1. Dia mengungkapkan kekecewaannya bahwa pernyataan negative yang baru ini telah diterbitkan, sekali lagi, tanpa memanggil dia terlebih dulu, padahal CDF telah mengungkapkan komitmen untuk memanggil semua penulis-penulis yang mempunyai sesuatu yang bertentangan – Seperti yang terjadi dengan Notifikasi pertama tahun 1995 dan tindak lanjut Notifikasi 1996.

2. Dalam suratmya, dia menunjuk tiga kesalahan, yaitu bahwa surat tanggapannya tidak dipublikasikan tanggal 4 April 2002, seperti yang disebutkan dalam surat Cardinal Levada, tetapi pada tanggal 26 Juni 2002, juga tidak di Jilid 10, tetapi di Jilid 12 dari buku True Love In God yang di dalamnya ada publikasi dialog, dan bahwa hal ini mungkin akan membingungkan pembaca. Lebih penting lagi, Vassula menunjuk pada pernyataan bahwa dia mempresentasikan tulisan-tulisannya “hanyalah sebagai hasil dari meditasi pribadi.” Mengutip Vassula Ryden: “Ini sama sekali tidak benar! Kata-kata ini tidak ditemukan di mana pun di surat saya. Saya dengan jelas menunjukkan bahwa pesan-pesan saya (seperti semua wahyu-wahyu pasca-Alkitab) tidak berkisar pada tingkat yang sama seperti Wahyu Publik, tetapi itu membawa saya atau orang lain dengan pengetahuan yang minim tentang tulisan-tulisan saya kepada kesimpulan bahwa mereka adalah tidak lebih dari meditasi-meditasi pribadi. Mereka adalah karunia ilahi yang bermanfaat bagi gereja.”

3. Vassula mengungkapkan kebingungan kepada Kardinal yang menyebutkan bahwa “tetaplah tidak pantas” untuk umat Katolik berpartisipasi dalam persekutuan doa ekumenikal True Life In God karena Hukum Kanonik Gereja Katolik tidak tidak hanya mengijinkan, tetapi bahkan menyerukan agar persekutuan doa ekumenikal seperti itu dibentuk.

Akhirnya Vassula menegaskan, sekali lagi, keinginannya untuk meneruskan dialog dengan CDF, menanyakan Cardinal Levada untuk mengungkapkan segala keprihatinan yang masih dimiliki CDF terhadap tulisan-tulisan atau aktivitas-aktivitas Vassula sehingga dia dapat memberikan klarifikasi, sama halnya Kardinal Ratzinger waktu itu memberikan kesempatan untuk melakukan hal itu.

Salinan-salinan surat dikirim ke Paus Benediktus XVI, kepada Kardinal Bertone, yang saat ini adalah Sekretaris Negara, kepada Mons. Angelo Amato, Sekretaris CDF waktu itu, kepada Kardinal Walter Kasper, Presiden Pontifica Council untuk Promosi Persatuan Kristiani waktu itu, kepada Mons. Eleutherio Fortinu, wakil sekretaris dari dewan yang sama dan bertanggung jawab untuk dialog dengan Orthodox, dan Mons. Georg Ganswein, sekretaris pribadi Paus Bendictus XVI.

2 Juni 2007. Di bulan Juni 2007 Vassula Ryden menerima balasan dari Mons Gabriele Caccia, atas nama Cardinal Bertone, meyakinkan Vassula bahwa Kardinal telah mencatat isi suratnya.

16 Juli 2007. Kemudian pada musim panas itu, Vassula menerima balasan dari Mons. Amato. Dia menulis ke Konferensi Para Uskup secara tepat sehingga mereka akan diberitahu mengenai dialog, mengimplikasikan bahwa Vassula Ryden sebaiknya bersyukur bahwa mereka telah melakukan itu dan bahwa surat Kardinal Levada adalah hal yang baik untuk Vassula, untuk mengutip Mons. Amato secara langsung:

“Dalam mengacu keasyikan yang Anda ungkapkan dalam surat tanggal 8 Mei 2007, saya mempertimbangkan akan berguna untuk meminta perhatian Anda pada fakta bahwa korespondensi yang Anda rujuk secara tepat memiliki jangkauan bahwa semua Uskup Katolik mengetahui dialog yang mengambil tempat di antara Anda sendiri dan Kongregasi in, agar supaya mereka boleh mengetahui bagaimana mereka mengatur diri mereka sendiri.”

Faktanya, meskipun ada ambiguitas seperti disebutkan di atas, ini tentunya baik untuk persepektif Vassula minimal untuk 2 alasan:

1. Notifikasi tahun 1995 dan 1996 dikirim ke semua uskup Katolik di dunia. Sebaliknya, surat positif Kardinal Ratzinger tahun 2004 dikirim hanya kepada Presidence Konferensi Para Uskup Katolik yang menanggapi suratnya pada tahun 2003 (lihat di atas). Sekarang, sebagai hasil dari suart Kardinal Levada tanggal 25 Januari 2007, semua uskup Katolik di dunia sudah diberitahu tentang dialog yang terjadi antara Vassula dan CDF.

2. Notifikasi 1995 dan 1996 “meminta intervensi para Uskup sehingga para umat diberi informasi yang sesuai dan bahwa tidak ada kesempatan yang diberikan di keuskupan mereka untuk penyebaran ide-ide Vassula.” Sekarang, diserahkan kepada para uskup untuk membuat penilaian pruden kasus per kasus … dalam memandang kemungkinan nyata para umat membaca tulisan-tulisan tersebut dalam terang klarifikasi-klarifikasi.”