Bagi Yang Tidak Bisa Mengalami Sukacita

Saya kok tidak bisa mengalami sukacita ya? Itulah pertanyaan saya di depan kelas SEP tahun 2004 pada saat saya diberi kesempatan bersaksi. Itulah pengakuan saya, karena semua dalam kesaksiannya berlomba menjadi yang sudah baik. Tapi memang saya berkata jujur, karena memang demikian halnya. Saya tidak mudah bergembira. Selalu kelihatan serius. Padahal saya harusnya bergembira atau bersukacita.

Inilah contoh mengapa saya harus bergembira, saya ambilkan dari buku Misi Evangelisasi BAB II : [Read more…]

Kematian

Dalam kitab Wahyu Kepada Yohanes Bab 20 : 14 tertulis : “Lalu maut dan kerajaan maut itu dilemparkanlah kedalam lautan api. Itulah kematian yang kedua: lautan api”.

Hal ini saya baca pada kira-kira th 2004. Kemudian terpikir oleh saya hal sebagai berikut ini. [Read more…]

1 – Meditasi, Sebuah Pencarian

Pada minggu ke 3 bulan Februari 2010, telah genap 1 tahun saya mengikuti Meditasi Kristiani yang ada di Paroki saya. Secara perasaan, tak dapat disangkal bahwa proses pembaharuan diri saya berjalan terus, meskipun ada yang menurut saya hal-hal buruk dalam diri saya yang belum (atau tidak bisa) hilang, dan berfungsi sebagai duri dalam daging. [Read more…]

Untuk yang Sudah Pernah Membaca Buku HSDA

Anda telah sampai ke halaman ini; itu berarti Anda pernah membaca buku Hidup Sejati Dalam Allah. Dan seperti kita ketahui, sebagian besar pembaca buku ini telah mengalami pertobatan atau peningkatan kehidupan spiritual, termasuk saya dan teman saya.

Seperti yang telah saya tulis, setelah membaca buku ini, saya telah mengalami perubahan yang drastis dari kehidupan ibadah rutin yang merupakan kewajiban keagamaan belaka, menjadi kehidupan ibadah yang penuh kerinduan dan keakraban dengan dengan Tri Tunggal Mahakudus serta sakramen-sakramen-Nya. Lalu, tahukah Anda apa yang terjadi dengan teman saya setelah saya meminjamkan Jilid Pertama buku Hidup Sejati Dalam Allah kepadanya? Tidak sampai satu bulan, dia menelpon saya dan berkata: “Ayo, kita buat website pewartaan, berisi kesaksian pertobatan setelah membaca buku Vassula, supaya kita bisa membawa banyak jiwa-jiwa kepada Tuhan Yesus!” Maka hadirlah website ini, dengan dia sebagai admin dan pembuat web ini, dan saya sebagai penulis content-nya.

Mengapa hal-hal yang demikian dahsyat bisa terjadi setelah membaca buku ini? Tidak lain dan tidak bukan, karena pesan-pesan dalam buku ini berasal dari Tuhan Yesus sendiri, dan seperti yang Dia pernah bilang: “Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup” (Yoh 6:63b).

Saya yakin, Anda pun telah mengalami pengalaman-pengalaman spiritual yang kurang lebih sama setelah membaca buku ini. Jika memang benar demikian, maka kami menawarkan kesempatan bagi Anda untuk bersaksi, agar orang lain juga mengalami pengalaman serupa dengan Anda. Sehingga, dengan demikian Anda telah mengambil bagian dalam tugas pewartaan yang ditugaskan oleh Yesus kepada semua murid-murid-Nya. Tugas yang setiap minggu didengungkan oleh imam pada akhir misa, saat dia berkata: “Pergilah, kita diutus”.

Cukup kirimkan lewat email ke amanatyesus@gmail.com tulisan Anda yang berisi kisah Anda pada saat sebelum dan sesudah membaca buku ini, serta apa yang terjadi saat Anda membaca buku ini. Silakan ceritakan se-detail mungkin, bila perlu disertai cuplikan Amanat-amanat Yesus yang telah menyentuh hati Anda. Ceritakan dengan alur yang tidak terlalu cepat, dan kalau memungkinkan, bagilah kisah Anda menjadi beberapa episode seperti yang saya lakukan. Tetapi semua isinya harus yang terkait dengan buku ini. Tujuannya adalah, agar orang lain tertarik pada Amanat-amanat Yesus dalam buku ini, dan mau mencari untuk membacanya juga. Anda juga boleh menggunakan nama samaran, nama kecil, atau nama baptis jika merasa kurang nyaman menggunakan nama resmi.

Saya tunggu tanggapan positif Anda.

Semoga semakin bertambah besar kemuliaan-Nya!

Salam dalam Kasih Kristus,
Petrus C.A.

NB: Kami mempunyai hak untuk mengedit tulisan Anda untuk keperluan estetika bahasa dan kesesuaian dengan ajaran-ajaran yang telah dipercayakan oleh Allah kepada Gereja.

12 – Kesimpulan

Teman saya meminta, kalau pengalaman pribadi saya telah selesai ditulis, maka saya bisa menulis kesimpulan atau pendapat saya terhadap buku Hidup Sejati dalam Allah. Sebelumnya, saya tidak mempunyai pikiran untuk menulis kesimpulan, bukannya saya tidak mempunyai kesimpulan, tetapi saya pikir hal itu milik pribadi saya. Setiap orang yang membaca Injil atau Hidup Sejati dalam Allah akan memiliki kesimpulan sendiri sendiri sesuai keadaannya masing masing. Hal ini adalah haknya sesuai keyakinannya. Oleh karena itu kesimpulan setiap orang mungkin berbeda dan perbedaan bisa menimbulkan pertentangan/perbantahan.

Karena Tuhan Yesus sendiri mengatakan bahwa Dia akan menjadi perbantahan (Luk 12: 51-53), maka sebaiknya kita sadar untuk tidak berbantah tetapi merenungkan apa yang telah disabdakanNya , dan menghormati Nya sesuai dengan predikat kita sebagai pengikut Kristus, dan kalau mungkin bersikap sesuai yang Dia harapkan yaitu Dia sedang mengingatkan kita seperti halnya Bunda Maria mengingatkan kita dalam pesan- pesanNya didalam penampakan- penampakanNya. Kalau dulu Yohanes Pembabtis meratakan jalan bagi kedatanganNya, sekarang Tuhan menugaskan Bunda Maria untuk mempersiapkan kedatanganNya yang kedua (BC Vass 46 tgl 10.10.90). [Read more…]

11-Benarkah Saya Dipilih?

Saya ingin mengajak saudara kembali ke th 2004, ketika saya baru mengikuti Sekolah Evangelisasi Pribadi (SEP).

Ketika itu baru awal kuliah. Seorang guru mengatakan: ”Bukan kebetulan bapak ibu dan saudara sekalian berada di sini. Bapak secara khusus telah dipilih oleh Tuhan Yesus.“ (Lihat Yoh 15:16). Saya menjadi ingat gurauan umat untuk memaksa umat lainnya agar mau menerima tugas atau jabatan tertentu di dalam kegiatan bersama. Mereka mengucapkan kata-kata itu pula, agar orang yang dimaksud tidak berani menolak pilihan. Dasar saya waktu itu boleh dikata adalah orang dunia, baru dalam hal kerohanian alias orang yang masih akan belajar, maka dalam hati saya berkomentar: “Ah guru ini kan maksudnya agar kami senang atau ingin memotivisasi kami murid baru, agar kami kerasan belajar disini.”  Di satu sisi saya tidak percaya, karena saya bukan anak kecil (bahkan kelewat tua karena sudah pensiun); tapi di sisi lain ada  rasa senang atau bangga karena dipilih. Tentu saya punya kelebihan, pikir saya. [Read more…]

10-Apa Tugasku?

tugas pewartaanSekarang tahun 2009, sudah hampir 1 tahun saya selesai mengikuti Sekolah Evangelisasi Pribadi SEP) yang telah saya tempuh selama 4 tahun. Berarti sudah 5 tahun saya membaca dan merenungkan Injil; dan sudah 3 tahun lebih saya mulai membaca dan merenungkan Amanat Tuhan Yesus dalam buku Hidup Sejati dalam Allah yang berisi wahyu Tuhan yang disampaikan melalui ibu Vassula Ryden.

Suatu saat dalam hati saya muncul pertanyaan: “Apakah tugas saya?” padahal sejak tahun pertama mengikuti SEP saya ditunjuk menjadi Seksi Pewartaan Lingkungan dan pada tahun ke-2 ditunjuk pula menjadi seksi Pewartaan Wilayah. Teman-teman sekelas saya telah sibuk dengan pekerjaan pelayanannya masing-masing. Ada yang tetap berkegiatan di SEP, ada pula yang aktif di lingkungannya masing-masing, serta ada yang menghibur orang sakit di rumah sakit atau mengunjungi orang yang di penjara. [Read more…]

9-Ekaristi

ekaristi“Bersandarlah pada-Ku, dan Aku akan membimbing kalian ke Tabernakel-Ku, tempat Aku menunggu kalian siang dan malam. Aku menyerahkan Diri-Ku kepadamu setiap hari. Mari datanglah dan terimalah Aku dalam kekudusan dan kemurnian. Jangan melukai Hati-Ku. Hendaknya kalian murni dan suci pada saat kalian menerima Aku. Hendaknya kalian berkonsentrasi dan kenalilah Kehadiran-Ku yang Hidup dalam Hosti Putih kecil itu. “ (BC Vass 33, 1.6.89)

“Setiap kali engkau datang untuk menerima Aku, Hati Kudus-Ku meloncat kegirangan. Aku telah membuat Diri-Ku begitu mungil dalam Hosti putih kecil itu. Dengan menyambut Aku, engkau menerima Aku, dan dengan menerima Aku dengan cara ini, engkau mengakui Kebenaran. Maka Aku dan engkau adalah satu. Engkau dalam persekutuan dengan Aku.” (BC Vass 37, 29.9.89) [Read more…]

8-Meditasi

“Buku meditasi! Buku meditasi! Rp 10.00!Rp 10.000!”

Demikianlah, ditawarkan oleh seorang ibu usai acara doa bersama-sembahyangan di Lingkunganku pada pertengahan tahun 2008 yang lalu. Saya waktu itu belum tertarik masalah meditasi, tapi saya telah tahu bahwa di Paroki telah ada kegiatan meditasi. Karena harga bukunya  hanya Rp 10.000, maka tak apa kalau saya membelinya, alih-alih untuk bacaan karena saya mempunyai banyak waktu luang untuk membaca. Kemudian saya sempat membaca beberapa halaman tapi selanjutnya bukunya “parkir”. [Read more…]

7-Jangan Mencoba Menjadi Ini atau Itu

memikul-salibPada saat saya mengikuti kelas Ajaran Gereja th 2007, yang merupakan kelas terakhir yaitu pada tahun ke-4 dari SEP Surabaya, sekolah mengeluarkan pengumuman bahwa awal th 2008 akan diadakan Trainer’s Course. Barang siapa yang telah selesai mengikuti SEP ingin menjadi Trainer diperkenankan untuk mendaftarkan diri. Saya berkeinginan untuk mendaftarkan diri karena dalam pikiran saya hal itu adalah ideal. Tetapi saya tahu bahwa saya tidak pandai mengungkapkan sesuatu dan mudah panik serta emosional. Jadi tidak cocok untuk menjadi trainer. [Read more…]