Mengapa Kalian Menolak Memberi Tempat Bagi-Ku Dalam Hati Kalian?

8.3.7

Vassula, yang terkasih, Aku ingin mengingatkan engkau lagi, bahwa Aku tidak mengistimewakan engkau lebih dari anak-anak-Ku yang lain. Sebab pada dirimu tidak ada jasa apa pun, dan kelayakanmu dalam pendangan-Ku malah tidak memadai. Namun Aku memberi kepadamu Rahmat ini, sebab demikianlah kehendak-Ku. Jadilah pembawa amanat-Ku, dan melalui diri-Mu akan Kunyatakan diri-Ku sendiri.

Jangan mengira bahwa Aku bertentangan dengan diri-Ku sendiri. Kasih-Ku kepadamu tidak mengenal batas, dan engkau adalah yang Kusayang, sebab Akulah yang telah memilih engkau. Semenit pun jangan engkau menyangka bahwa Aku kurang mengasihi dirimu, karena Aku menyadarkan engkau akan kelemahanmu. Aku adalah Bapa-Mu yang Kudus yang mengenal engkau, dan kalau bukan Aku yang menyadarkan dirimu akan kesalahan-kesalahanmu, siapakah yang akan melakukannya? Engkau adalah bunga-Ku yang rapuh yang sedang Kubentuk, yang Kubiarkan menyerap Kekuatan-Ku, sehingga engkau mampu berkembang, Vassula.

Aku mau mengingatkan engkau bahwa Wahyu-wahyu yang Kuhembuskan ke dalam dirimu, bukan hanya demi kepentinganmu sendiri, melainkan dimaksudkan juga bagi orang-orang lain yang sangat membutuhkan Roti-Ku. Aku datang untuk memberi makan kepada kalian semua yang lapar. Amanat-Ku ialah amanat Damai dan Kasih, supaya kalian teringat akan landasan kalian dan akan Dia yang telah menciptakan kalian.

Aku datang untuk mengatakan kepada kalian bahwa Tubuh-Ku adalah Gereja-Ku. YA! Gereja-Ku yang memenuhi semua ciptaan.

Aku datang untuk menunjukkan Kerahiman-Ku kepada dunia ini.

Engkau, Vassula, adalah salah satu di antara sekian banyak orang yang pernah melukai Aku, yang tidak pernah menanggapi Kasih-Ku dan mengisi Aku dengan kepahitan. Adakah yang lebih pahit daripada tidak menerima jawaban akan Kasih yang begitu dahaga dan begitu besar seperti yang ada pada-Ku?

Sebaliknyalah, sewaktu engkau di gurunmu, engkau mencari kesenangan-kesenangan matriil sehari-hari, memandangnya sebagai dewa, memujanya, dan dengan demikian segalanya itu semakin menjauhkan dirimu daripada-Ku. Engkau mengisi Aku dengan kepahitan dan melukai Hati-Ku, yaitu Hati Allah yang Hidup namun yang tidak dicari dan tidak dicintai olehmu, ya Allah yang sama sekali dilupakan. Putri, begitu jauhkah Aku daripadamu?

Mari, datanglah dan rasakanlah Hati-Ku. Hati-Ku berseru kepada kalian semua. Hai putra-putri-Ku, datanglah … Datanglah lebih dekat kepada-Ku, carilah Aku, biarkanlah Aku melindungi kalian, izinkanlah Aku membenamkan kalian di kedalaman inti Sanubari-Ku dan biarkanlah Aku menyerap kalian dan memberi Damai mendalam kepada kalian.

Datanglah dan masuklah ke dalam Dunia Spiritual Damai  dan Kasih-Ku.

Datanglah kepada-Ku dan makanlah dari Tubuh-Ku, sebab roti-Ku murni dan akan menyucikan kalian, Tubuh-Ku mengangis penuh rindu akan kalian! Mari, lihatlah Aku yang siang malam tinggal di dalam Tabernakel, menanti kesempatan untuk memberi makan kepada kalian. Jangan gentar ataupun takut pada-Ku, jangan mengingkari Aku. Mengapa kalian menolak memberi tempat bagi-Ku dalam hati kalian?

Datanglah untuk mengenal Aku, dan kalian akan mengasihi Aku. Sebab, bagaimana kalian dapat mengasihi seseorang yang tidak kalian kenal atau hanya kenal tidak sempurna? Berusahalah mengenal Aku dengan baik dan kalian akan mengasihi Aku dengan penuh gelora.

Vassula, engkau pernah sesat dan karena itu engkau melepaska diri daripada-Ku. Engkau memalingkan muka dari Kebenaran. Yang baik kauganti dengan yang jahat, dan engkau lebih melekat pada yang jahat daripada yang baik.

Maka datanglah kalian semua yang menghndari Aku, dan tunjukkanlah dosa-dosa kalian, supaya Aku dapat mengampuninya. Datanglah dan makanlah dari Aku. Datanglah dan bukalah hatimu kepada-Ku dan biarlah Aku mengisinya dengan kasih.

Aku tahu bahwa kalian lemah, tetapi izinkanlah Aku berkarya dalam diri kalian semua. Berikanlah persetujuan kepada-Ku, hai anak-anak tersayang. Biarkanlah Aku mencabut segala kedosaan kalian, membuangnya jauh-jauh dan menaburkan dalam diri kalian benih-benih Damai dan Kasih-Ku. Biarkanlah Aku memurnikan kalian. Vassula, jangan mengerjakan apa pun lagi; akan Kulanjutkan nanti.

Jangan lupa akan Kehadiran-Ku. Ingatlah selalu “kita”!

Akan kuingat, akan kucoba, Tuhan.

Mari kita pergi.

Mari.

Kemudian:

Datanglah dan belajarlah mengenal Aku. Aku bukan di luar jangkauan.Kita bejalan berdampingan. Engkau hidup dalam Aku dan Aku hidup dalam dirimu;kita tidak pernah terpisah. Tidak pernah!

Mari dan timbalah dari Kebaikan-Ku yang Tidak Terhingga, dan biarkanlah sikap kerasmu hanyut dalam Kemurnian-Ku.

O putri, walaupun banyak anak-Ku terkasih telah disucikan melalui Baptisan, namun sedikit saja yang mengenal Aku yang sebenarnya. Mereka lupa memandang Aku sebagai Bapa yang mengasihi. Banyak di antara mereka meninggalkan Aku, karena mengira, bahwa Aku di luar jangkauan. Banyak di antara mereka memikirkan Aku dengan cara mereka sendiri, yaitu dengan perasaan yang cenderung mencela. Ada yang memikirkan Aku dengan rasa takut saja, sedangkan yang lain meragu-ragukan Kasih-Ku yang Tidak Terhingga ini1.

(Di tempat ini aku diinterupsi. Foto “Kafan Suci” yang kupesan, telah tiba. Aku memandangnya, lalu menulis lagi, sambil tetap memperhatikannya.)

Ingatlah, Aku tetap menderita. Vassula, betapa diri-Ku penuh kepahitan! Mengapa, mengapa begitu banyak domba-Ku tercerai-berai? Perhatikanlah mereka. Sia-siakah korban-Ku? Putri, betapa Aku tidak bahagia! Betapa hancurnya Jiwa-Ku! Aku menderita!

Berilah domba-domba-Ku makan, jangan jemu-jemu menulis.

Tidak, Tuhan, aku tidak menjadi jemu.

Aku akan memberikan kepadamu Kekuatan yang kaubutuhkan. Mari kita bekerja. Mari kita meneruskan. Akulah Gurumu. Penuhilah diri-Ku dengan sukacita, dan jangan lupakan Kehadiran-Ku.

Vassula, engkau telah merasakan Kehadiran-Ku. Memang, Aku tadi duduk di pinggir tempat tidurmu. Biarkanlah Aku menyunting apa yang baru saja Kutuliskan: “Inilah Aku, Yesus. Aku sedang duduk, tetapi sekarang juga Aku berdiri, sebab engkau pun akan berdiri.”

Ketika Ia baru saja menyelesaikan tulisan ini, tiba-tiba seseorang mengetuk pintu dengan keras. Aku meloncat dan berdiri dengan ternganga. Pada malam itu Yesus sangat menegaskan Kehadiran-Nya kepadaku. (Sama seperti pada waktu-waktu lain, kehadiran-Nya begitu tegas sehingga aku mengambil selembar kertas untuk meyakini dan Ia menuliskan alinea di bawah ini, Di pintu berdirilah pembantuku untuk menyampaikan sesuatu kepadaku).

Aku mengasihi engkau, jangan merasa jemu-jemu menulis. Berilah Aku keleluasaan ini2. Inilah yang Kuinginkan.

Yesus, Engkau benar menakjubkan!

Bergembiralah selalu, ketika Aku bergembira. Ikutilah Aku. Engkau dapat melukai Aku, bila engkau melupakan Kehadiran-Ku. Jangan pernah melupakan Kehadiran-Ku. Sekali pun jangan!

Tetapi, Tuhan, ini sulit! Kadang-kadang aku harus mengemudi, aku harus memusatkan perhatianku pada jalanan, aku harus berkelakar dengan para sahabat mengenai bermacam hal yang sepele, aku harus membantu putraku mengerjakan PR, maka bagaimana mungkin aku terus memikirkan Kehadiran-Mu? Hal ini hampir mustahil!

Vassula, bunga-Ku, kalau engkau menghadapi keadaan demikian, cukup engkau ingat akan keutamaan-keutamaan, yaitu sikap rendah hati, penuh perhatian, lembut, ramah, jujur, penuh kasih. Ya, dengan mempraktekkan keutamaan-keutamaan ini engkau ingat akan Aku.

Mari kita pergi.

Aku ingin menyadarkan engkau, bahwa Aku memang mengadakan pendekatan dengan cara adikodrati, dalam menyampaikan Amanat-Ku. Jangan lupa bahwa Aku adalah Allah Kerahiman, dan biarpun engkau malang dan dulu tidak peduli akan diri-Ku, Aku tetap mengasihi engkau. Aku telah memberi kepadamu karisma ini, sehingga engkau belajar langsung dari bibir-Ku. Vassula, Aku merasa nyaman beristirahat dalam hatimu.

Kemudian: Lagi-lagi akau diliputi gelombang keragu-raguan.

Mari, penderitaan memurnikan engkau. Bersandarlah pada-Ku, terimalah penderitaan, jadilah silih dosa, jadilah silih, jadilah silih demi orang-orang lain. Mari kita menghidupkan kembali semua anak-anak-Ku.

(Aku benar-benar resah!)

Tetapi, Allahku, aku tidak berdaya. Bagaimana mungkin aku melakukan sesuatu?

(Ia berkata dengan lemah lembut:)

Pernahkah Aku akan meninggalkan engkau? Pakailah benih-benih-Ku dan taburkanlah di ladang-ladang, supaya menghasilkan buah Damai dan Kasih. Biarlah Sabda-Ku dikenal oleh semua orang. Sepanjang waktu Aku akan menyertai engkau.

Seandainya mereka menolak amanat itu, lalu – karena meragu-ragukannya – menyingkirkannya, bagaimana? Andaikata mereka berpikir bahwa isinya tidak berguna? Seandainya mereka tidak percaya bahwa amanat ini berasal daripada-Mu?

Dengarkan aku, Vassula, mengapa engkau khawatir? Seluruh alam ciptaan-Ku telah diadakan oleh Tangan-Ku. Telah lupakah engkau bahwa Aku ini Mahakuasa? Segenap ciptaan-Ku menaati Kehendak-Ku. Hai kecil, Akulah Yang Mahatinggi, muliakanlah Aku, jadilah bagaikan bunga yang membutuhkan Cahaya-Ku untuk hidup.

  1. Lanjutan amanat ini ada pada amanat tgl. 18.3.87.
  2. Untuk memakai aku.