Jiwa-jiwa Di Api Penyucian

22.7.87

Vassula, dapatkah engkau melihat semua jiwa itu? Mereka semua antri, menunggu gilirannya.

Aku melihat Yesus dengan sekelompok jiwa di belakang-Nya.

Yesus?

Aku Yang Ada.

Ya, inilah jiwa-jiwa!1 Ya, Vassula, mereka itu menunggu!

Menunggu apa, Tuhan?

Mereka menunggu engkau bertumbuh.

Tahukah mereka?

Ya, mereka tahu. Aku menunggu saatnya engkau mengasihi Aku dan mengadakan silih. Kasih hangat kepada-Ku merupakan silih dan dengan demikian jiwa-jiwa yang berada dalam Api Penyucian disembuhkan2, dicabut dari api yang memurnikan dan akhirnya datang kepada-Ku.

Vassula, tahukah engkau betapa besar penderitaan mereka di dalam Api Penyucian? Mereka ingin melihat Aku, tetapi tidak mampu. Betapa mereka tergantung daripadamu! Ah Vassula, maukah engkau membantu mereka?

Ya, Tuhan, aku pun senang melihat mereka bersama-Mu akhirnya!

Terimalah Damai-Ku. Aku, Tuhan, akan menunjukkan kepadamu cara engkau menolong mereka: carilah Aku selalu, berkorbanlah dan jangan pernah mengeluh. Aku akan membantu engkau mewujudkan keinginan-keinginan-Ku. Terkasih, kasihilah Aku, sebab kasihmu menyembuhkan mereka.

Yesus, apakah Engkau akan memberitahukan kepadaku kapan mereka akan kembali bersama-Mu?

Akan Kuberitahukan.

Yesus, bagaimana dengan ‘Saksi-saksi Yehova’ itu?

Biarkanlah mereka memberi kepadamu apa saja yang mereka kehendaki. Terimalah mereka bersama Aku. Engkau akan mengerti, mengapa Aku menyuruh mereka pergi kepadamu. Bersandarlah pada-Ku, hai terkasih.

Yesus, tidak akankah aku menjumpai seorang pun dari Dunia-Mu itu?

Biarkanlah Aku mengatakannya langsung: Aku akan mengambil dan menempatkan dirimu di antara mereka yang menjadi milik-Ku. Putri, seandainya engkau pantas menerima salah satu dari rahmat-rahmat-Ku, sudah akan Kuperlihatkan kepadamu cara Kasih menuntun, tanpa menghadapi kesulitan-kesulitan dan segala “pintu”3 sudah terbuka. Artinya, engkau sama sekali tidak mempunyai jasa apa pun atas rahmat-rahmat yang telah Kuberi kepadamu. Hanya karena Kebaikan-Ku yang Tak Terhingga semata-mata Aku memperhatikan kemalanganmu.

Mulai sekarang, rindukanlah Aku lebih dari sebelumnya. Engkau akan layak mendapat setiap rahmat, kalau engkau mempersembahkan kepada-Ku tindakan-tindakan kasih. Setiap tindakan kasih akan memperbaiki apa saja yang kauhancurkan.

Apa kuhancurkan, Allahku?

Semua hal baik yang telah diberikan oleh-Ku yang diubahmenjadi jahat. Hormatilah Aku. Aku mengasihi engkau.

Tuhan, apakah Engkau akan membantu aku melakukan tindakan-tindakan yang baik ini?

Aku akan membantu. Ingatlah, segala sesuatu yang telah Kuberikan, harus juga diberikan dengan cuma-cuma. Aku menghendaki agar altar-Ku murni.

(Kemudian:)

Allah memperlihatkan kepadaku bahwa aku tidak pernah berjasa untuk menerima rahmat-Nya yang manapun juga. Maka sekarang aku kembali kepada-Nya dengan hati kecil, sambil memohon dengan sangat: Tuhan?

Aku Yang Ada.

Izinkanlah aku tinggal dalam Terang-Mu.

Hiduplah dalam Terang-Ku dan tinggallah di dalamnya.

Izinkanlah4 aku berbicara kepada-Mu!

Bersatulah dengan Aku. Hadapilah Aku. Jadilah pantulan diri-Ku dan biarkanlah Aku berbicara kepadamu.

Izinkanlah aku dihibur oleh-Mu.

Hai kecil, Aku akan menjadi Penghiburmu. Mari, rasakanlah Aku. Jadilah seirama dengan Aku. Jadilah satu. Tiadakanlah dirimu dalam diri-Ku. Biarkanlah Aku memiliki dirimu sepenuh-penuhnya dan meraja atas dirimu. Biarkanlah Aku memasukkan dirimu ke dalam Hati-Ku. Mendekatlah. Tinggallah dalam diri-Ku dan Aku dalam dirimu. Betapa Aku mengasihi engkau, putri!

Aku merasakan Allah gembira. Aku mengasihi engkau, Tuhan. Aku merasa kasih-Nya sepenuhnya meliputi aku.

Tinggallah sekarang bersama-Ku. Tinggallah5. Apa pun jangan kautolak bagi-Ku.

Vassula, Aku berseru dengan lantang. Seruan-Ku membahana dan mengguncangkan seluruh surga. Seruan-Ku seharusnya didengar oleh jiwa-jiwa-Ku yang mengasihi Aku. Mereka seharusnya mendengarnya. Katakanlah kepada mereka bahwa mereka tidak membayangkannya, tetapi ini adalah Aku, Yesus, Putra Allah yang Terkasih. Aku menghendaki mereka mempersatukan diri dan meluaskan kesatuan, damai dan kasih. Aku menghendaki mereka menjadi semacam laskar penyelamatan yang memperbaiki kembali apa saja yang telah dirusak dan dikacaukan. Seruan-Ku datang dari kedalaman Jiwa terluka-Ku yang paling dalam.

Berkatilah Aku, putri.

Aku memberkati Engkau, Allahku, hendaknya keinginan-keinginan-Mu menjadi kenyataan.

Tetaplah setia pada-Ku. Jadilah satu dengan Tubuh-Ku. Melekatlah pada-Ku.

  1. Langsung sesudah aku melihat jiwa-jiwa itu, tampaklah gambar lain olehku, yaitu suatu adegan yang terjadi sekian tahun yang lalu. Pada waktu itu aku berusia 17-18 tahun. Aku biasa sering melihat, misalnya waktu aku sedang berada di ruang keluarga, di lantai, banyak jiwa yang duduk di atas lantai; mereka saling memberi aba- aba untuk tetap diam, dan mereka tetap berada di sekelilingku. Seolah-olah mereka datang untuk mendengarkan aku menyampaikan pidato. Pada waktu itu aku berpikir-pikir mengapa aku melihat “orang-orang mati” itu – begitulah aku biasa menyebut mereka tetapi aku tidak begitu memperhatikan mereka, sebab mereka tidak pernah mengganggu aku. Lagi pula lambat laun perhatianku segera terserap oleh hal-hal lain di sekelilingku. Hal itu terjadi sering sekali dan agaknya biasa, tetapi aku tidak begitu mempedulikannya.
  2. Artinya dimurnikan.
  3. “Pintu-pintu”, artinya Setan dan murid-muridnya diizinkan menyusup dan menuliskan penghinaan ini atau menyuguhkan kepadaku kata yang salah. Namun Allah te lah mengajarkan aku cara mengenal roh-roh jahat; (Setan tidak pernah dapat membiarkan jiwa bertahan dalam ketenangan bila ia hadir). Dengan cara ini kedok mereka terbuka.
  4. Kata “izinkanlah” diajarkan kepadaku oleh-Nya, sebab Dia sebagai Allah dan Yang Berkuasa selalu minta ciptaan-Nya dengan cara ini: “izinkanlah Aku ini atau itu”.
  5. Aku sedang siap bangun dan pergi.