Engkau Tetap Milik-Ku Secara Setia

9.5.7

Tarikan napasmu yang dalam, hai mempelai, bagaikan sejuta kata kasih bagi-Ku. Ya, Aku bicara tentang napasmu yang kauungkapkan pagi ini terhadap-Ku.

Ini benar. Tadi pagi aku memikirkan Yesus dengan kasih. Aku ingin menyatakan begitu banyak hal kepada-Nya, tetapi karena tidak dapat menemukan kata-kata yang tepat, aku menarik napas dalam saja. Namun tampaknya Ia menangkap banyak dari tarikan napas itu.

Vassula, kasihilah Aku secara buta dan biarkanlah Aku menggunakan engkau sesuai kehendak-Ku. Jadilah bukan apa-apa, supaya dalam yang “bukan apa-apa” itu, Aku dapat menjadi segala sesuatu, dan dengan demikian menggenapkan Karya-karya-Ku. Menciptakan dirimu telah menjadi sukacita bagi-Ku.

Allahku, aku takut mengecewakan Engkau dengan menjadi tidak setia terhadap-Mu. Aku malah tidak tahu, apakah aku sudah mulai berlaku setia. Lebih-lebih, bagaimana aku dapat bicara tentang mempertahankan kesetiaan, kalau aku tidak tahu, apakah aku sudah pernah setia.

Sejak kekekalan, Aku sudah tahu bahwa engkau lemah dan malang. Tetapi Aku mengasihi engkau. Aku telah mengamnbil langkah-langkah-Ku, supaya engkau tetap milik-Ku secara setia. Apakah engkau membayangkan bahwa Aku sama sekali tidak mengetahuinya? Aku sudah tahu segala sesuatu, dan justru karena itulah Aku telah memilih engkau. Telah Kukatakan kepadamu bhawa kelemahanmu tidak terungkapkan serta kemalangan, menarik Aku. Mari, bimbingan ini akan memulihkan kehormatan-Ku. Aku bersukacita, betapa bimbingan ini akan memulihkan tindakan-tindakan ketidakadilan kalian. Vassula, mahkotailah Aku dengan kata-kata mesra!

Dengan kata-kataku, Tuhan? Bagaimana mungkin kata-kata itu bernilai, dibanding Kehadiran-Mu yang Agung?!

Setiap kata mesra dan penuh kasih, biarpun datang dari dirmu, menjadi ilahi dalam Kehadiran-Ku, menjadi agung dalam telinga-Ku.

Jangan pernah jemu menulis, hai sarana-Ku yang mungil. Apa saja yang kaulakukan, berasal dari Aku. Aku menopang dirimu dengan Kekuatan-Ku dan Aku memanggil engkau, kapan saja Aku menghendakinya. Aku mengasihi engkau. Kasihilah Tuhanmu juga.

Aku merasa lagi bahwa Keagungan-Nya sepenuh-penuhnya meniadakan aku. Aku seolah-olah cemplung ke dalam samudera yang paling dalam. Suatu perasaan yang sungguh-sungguh menakjubkan, yaitu ingin dikuasai oleh Allah serta merasa senang dikuasai!