Dalam Kamus-Ku Tidak Ada Kata “Untung”

11.7.87

Ciptaan! Ciptaan-Ku! Hari ini kalian mengingkari Aku sebagai Allah kalian, tetapi esok kalian akan memuji-muji Aku, beribadah kepada-Ku dan merindukan Aku!

Mari, Vassula, jangan pernah kau lupa siapakah Aku ini. Peganglah teguh kepada-Ku, serukanlah Aku seperti kemarin dan Aku akan cepat-cepat datang kepadamu. Aku mengasihi engkau. Hormatilah Aku dengan merindukan Aku dan mengasihi Aku.

Peristiwanya terjadi semalam. Dalam rumah susun baru kami, ‘penjaga’ mengunci pintu masuk gedung pada pkl.22.00. Kunci kami tertinggal di kamar. Melihat pintu tertutup, kami tahu bahwa tidak mungkin kami masuk. Aku menghampiri pintu sambil mengeluh, “O, Allah, jangan mengatakan kepadaku bahwa pintu tertutup. Biarlah pintunya terbuka! Aku mohon!” Pintu memang tutup, tetapi pada saat itu datanglah salah seorang penghuni lain baru datang pula dan membukanya.

Dalam situasi demikian, sebagian besar dari kalian akan berkata, “Kami beruntung”, tetapi lupa akan diri-Ku! Dalam kamus-Ku tidak ada kata seperti “untung”! Akulah yang membantu kalian, hai ciptaan.

Bertobatlah!

Aku berterima kasih karena Engkau, ya Allahku, menangani aku.

(Aku bertobat.)

Hai terkasih, semuanya telah dimaafkan, sebab begitulah kerahiman-Ku. Aku akan mengajar engkau melihat sebelum engkau membuat langkah selanjutnya. Waspadalah. Utamakanlah Aku atas segala-galanya. Hai bunga, jangan memalingkan wajahmu dari Terang-Ku. Pandanglah Aku. Hadapilah Aku. Mekarlah!

Aku lemah. Kadang-kadang aku merasa berat memikul salib-Mu.

Hai sisa-Ku1, bersatulah dengan Aku dan jadilah Satu. Bersama-sama, bersama-sama akan kita perbaharui Gereja-Ku.

  1. Kata sisa dikenal dari Kitab Suci Perjanjian Lama, dan mengacu kepada sejumlah orang Yahudi yang tetap setia kepada Allah, mengandalkan-Nya dalam hidup sehari-hari, walaupun mereka hidup dalam keadaan yang tidak menguntungkan. (Catatan Redaksi)