Biarkanlah Ciptaan-Ku Mengetahui Kasih-Ku yang Besar

10.11.87

Allahku, semoga Engkau menggunakan aku, supaya dalam diriku terukir segala sesuatu yang dikehendaki oleh Hati-Mu. Terjadilah Kehendak-Mu dan dimuliakanlah Nama-Mu.

Mari, biarkan Aku menulis kepada kedua hamba-Ku demi kemuliaan Tuhan-Ku.

Hamba-hamba yang mana, Tuhan?

James dan David tentunya1.

Waktunya telah tiba untuk menebarkan benih-benih-Ku di antara umat manusia. Sampaikanlah amanat-Ku. Aku akan membantu engkau dalam segala upayamu. Biarlah sabda-Ku dikenal. Upayakanlah agar ciptaan-Ku mengetahui betapa besarnya Kasih-Ku, betapa tak terbatasnya Kerahiman-Ku. Upayakanlah agar ciptaan-Ku mengetahuo betapa besarnya Kasih-Ku, betapa tak terbatasnya Kerahiman-Ku. Kerajaan-Ku berciri Kedamaian, Kasih dan Kesatuan. Aku telah memilih Vassula sebagai insan yang malang dan tak mampu, yang tak berguna dan tanpa kemampuan berbicara. Tulislah hal ini juga2. Ya, yang tanpa pengetahuan dasar apa pun mengenai Gereja-Ku, suatu kanvas kosong, yang Aku, Tuhan, dengan bebas dapat isi dengan Karya-Ku saja, agar menjadi jelas, bahwa segala yang tertulis, berasal dari Mulut-Ku. Segala tindakan akan dilaksanakan oleh Aku melalui dia. Aku akan berbicara melalui dia, bertindak melalui dia. Aku telah membentuk dia, dengan mencurahkan segenap Karya-Ku ke atas dirinya, agar dia dapat menjadi pembawa amanat-Ku ini, yang akan dikenal.

Maukah engkau menyampaikan amanat-Ku? Maukah engkau melakukan ini untuk-Ku? Ingat, inilah Aku, Yesus, Putra Terkasih Allah, Juru Selamat umat manusia, Sang Sabda, yang memberkati engkau. Aku memberkati upayamu. Entah apa yang akan ditemui, kegembiraan ataupun kesengsaraan, yakinlah, Aku akan memberi dukungan-Ku kepadamu. Aku ada di hadapanmu, dan selalu membimbing engkau.

Persatuan Gereja-Ku akan memuliakan Aku! Aku akan menuntun engkau ke inti kedalaman yang paling dalam dari Tubuh-Ku yang Berdarah. Aku akan menunjukkan duri-duri-Ku kepadamu. Engkau akan mengenalinya.

Jangan berpamrih apa pun selain menginginkan Kemuliaan-Ku. Jangan pernah meragukan Karya-Ku. Kasih menyinari dirimu. Terkasih yang amat Kukasihi, berusahalah dan senangkanlah hati-Ku. Mari, Aku ada di sisimu.

Terimalah Damai-Ku3. Mari kita berdoa kepada Bapa:

Bapa Yang Benar dan Terkasih, terpujilah Nama-Mu.
Kumpulkanlah semua hamba-Mu yang setia.
Semoga Surga memaklumkan Kebenaran-Mu.
Semoga setiap bibir memuji Nama-Mu yang Kudus
dengan tak henti-hentinya.

Kejahatan para penipu haruslah dibasmi.
Bantulah mereka yang patah semangat.
Bangkitkanlah mereka seturut jaminan sabda-Mu.

Aku akan menepati janjiku serta melaksanakannya.
Kudoakan Gereja-gereja-Mu,
supaya mereka semua menjadi Satu.
Bapa, semoga mereka bersatu dalam Dirimu. Amin.

(Yesus membantu aku berdoa, inilah kata-kata-Nya).

  1. Yesus kelihatannya heran akan pertanyaanku, karena seharusnya aku yakin, seharusnya aku mengerti.
  2. Aku mendengar Dia mengatakan kalimat berikutnya, dan aku memandang-Nya dengan tersipu malu dan ragu-ragu.
  3. Sambil menoleh kepadaku Ia berkata: