Angkatlah Salib-Ku

29.5.87

Tiba-tiba aku merasakan salib-Nya atas diriku. Aku berpikir bahwa aku tidak pernah akan dapat menanggungnya.

Angkat! Angkatlah Salib-Ku! Berjuanglah bersama Aku! Bersama … bersama … Aku mengasihi engkau. Angkatlah Salib-Ku! Aku sekarang harus beristirahat dalam dirimu.

Kemudian, sebelum pertemuan sekelompok karismatik (29.5.87)

Maukah engkau memberi makan kepada anak-anak domba-Ku? Peganglah Tangan-Ku. Aku akan menuntun engkau, sambil menjaga engkau.

Pada malam hari itu aku merasakan harum dupa lagi.

Jangan pernah meragukan Kehadiran-Ku.

Aku minta Yesus untuk membuka mata dan mengusir roh jahat yang mengepung seorang muda yang tidak mau menerima Allah (kasus ini diperkenalkan kepadaku pada waktu pertemuan kelompok karismatik.)

Penuhilah Aku dengan sukacita dan panggilah Aku demi apa saja yang kaukehendaki.

Vassula, ingatkan dia akan Saudaranya. Aku adalah Saudaranya yang mengasihinya, yang prihatin tentang dia. Ingatkan dia akan keberadaan-Ku. Aku mengasihinya tanpa batas. Aku mati bagi dia. Maukah engkau melakukannya demi Aku, hai kecil? Percayalah akan Kasih-Ku yang menebus.