Akulah Yang Mahatinggi | Aku Jijik Terhadap Kekafiran

9.5.87

Ketika aku sedang menonton sebuah film dokumenter tentang “Mukjizat Fatima”, aku berpikir, bahwa biarpun itu telah terjadi, banyak orang tetap bersikap skeptis. Mereka menjelaskannya dengan segala macam cara, antara lain sebagai hipnosis massal, dan sebagainya.

Di zaman dulu, mukjizat semacam ini akan dipercayai dan dituliskan dalam Kitab Suci. Tetapi dewasa ini, tahun-tahun harus berlalu, sebelum hal itu diakui. Aku khawatir bahwa Amanat-Mu tidak akan diakui sebagai Amanat-Mu, sebab tidak akan ada satu bukti fisik ataupun ramalan di dalamnya. Semua orang yang berwibawa tinggi, KALAU Amanat ini sampai diperhatikan oleh mereka, tidak akan menaruh perhatian pada seruan-Mu, padahal aku tahi, bahwa Piala Keadilan-Mu sekarang sudah penuh! Dunia sangat melukai Engkau. Mereka tidak akan mendengarkannya.

Adalah suatu wibawa lebih tinggi daripada Allah?

Tidak, Allahku, tidak ada. Tetapi kalau mereka tidak akan mau mendengarkan? Sejumlah dari mereka akan dapat berpikir bahwa ini suatu propaganda demi kepentingan Gereja. Aku maksudkan mereka yang berwibawa tinggi dan memusuhi Gereja. Mereka dapat berpikir, bahwa semuanya ini ciptaan saja! Ciptaan Gereja.

Vassula, Akulah Yang Mahatinggi dan segenap wibawa akan datang daripada-Ku.

Dan kalau mereka tidak akan percaya?

Aku tidak akan menuliskan apa yang akan terjadi, kalau dalam ketegaran mereka itu, mereka tidak mau mendengarkan. Takutkah engkau pada-Ku, hai kecil?

(Allah pasti merasakan adanya ketakutan yang melintasi diriku pada saat Ia menuliskan kata “terjadi”. Aku merasakan adanya nada kesedihan mendadak yang melanda Hati Allah).

Ya, karena Murka-Mu!

Aku akan bersabar dan mengampuni dosa-dosa kalian. Tetapi Aku tidak akan bersabar terhadap kebencian kalian terhadap-Ku. Aku adalah Pencipta kalian, dan napas kalian berasal dari Aku. Aku memegang segenap ciptaan-Ku di dalam tangan-Ku. Aku jijik terhadap kekafiran1.

Vassula, biarkanlah Aku membimbing engkau. Mari, anak-Ku, istirahatlah dalam diri-Ku.

  1. Ateisme